
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Tetap semangat,
Tetap nyari duit,
Meski duit gak pernah nyariin kita.
💋💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
Perlahan tapi pasti Dewa mendekatkan mulutnya ke gunung Xenabung lalu melahap salah satu gunung kembar itu dan gunung satunya lagi ia mainkan dengan tangannya.
"Ssh.. ah.. Kak." Racau Xena kala lidah Dewa memutar-mutar puncak gunung itu.
Mendengar suara seksi penuh gairah keluar dari mulut Xena, jelas saja Dewa makin menggila. Yang tadinya Dewa menyusu dengan sangat lembut, kini Dewa menyusu dengan sangat rakus, ia menyedot bahkan menggigit kecil dua gunung Xenabung itu secara bergantian.
Sedangkan Xena, bukannya kesakitan karena sedotan dan gigitan Dewa yang sedang menyusu, Xena malah makin terbakar gairah, ia bahkan mengacak-acak rambut Dewa seraya menekan kepala Dewa seolah meminta Dewa untuk memperdalam sedotan-nya.
Dua sejoli yang sudah dirasuki setan mesum yang sudah terbakar gairah, sudah tidak tahan lagi ingin masuk ke tahap berikutnya. Tahap melepas kain yang menutupi bagian bawah mereka.
Dewa menghentikan sejenak aktifitas menyusu-nya dan dengan gerakan cepat, membuka celana-nya dan jeruji kain yang membelenggu si Huluk.
Xena yang sejak tadi memperhatikan gerakan Dewa, langsung mengalihkan pandangannya begitu si Huluk keluar dari jeruji kain.
Ia menelan salivanya susah payah karena melihat bentuk si Huluk. Walau si Huluk bantet dengan panjang yang hanya sepuluh centi, tapi Xena akui Huluk sangatlah gagah, perkasa dan berotot besar.
Melihat Xena yang mengalihkan pandangannya saat melihat si Huluk, Dewa hanya tersenyum tipis.
Tanpa perlu meminta izin pada Xena, perlahan Dewa menurunkan celana tidur yang masih menutupi bagian bawah Xena.
__ADS_1
Merasakan Dewa sedang menurunkan celana tidurnya, Xena kembali melihat Dewa.
Mata mereka pun saling bertabrakan.
Sampai celana tidur dan tirai segitiga berenda yang menutupi pintu surga dunia terbuka, mata mereka masih saling menatap dengan tatapan penuh hasrat dan penuh cinta.
Setelah berhasil menurunkan penutup bagian bawah Xena, dua penutup itu pun Dewa buang kesembarang arah.
Kini dua sejoli yang sedang di mabuk asmara itu sudah sama-sama polos. Dewa pun kembali menindih tubuh Xena dan mendaratkan bibirnya ke bibir Xena dan mengunyah-nya dengan lembut.
Xena juga kembali mengalungkan lengannya di leher Dewa, sedangkan dengkul kaki Dewa membuka lebar kaki Xena agar kepala si Huluk bisa bermain-main di depan jendela surga dunia.
Puas mengunyah benda kenyal yang tak habis-habis itu, Dewa pun menurunkan sengatan kenikmatannya di leher Xena. Jika dulu di awal pernikahannya dengan Xena, leher itu mendapat tanda merah made in koin, sekarang leher jenjang itu sudah dianugerahi tanda bibir made in bibir Dewa.
Sambil bibir Dewa memberikan tanda bibir di leher Xena, tangan Dewa yang tidak ingin menganggur ikut bekerja mengunyel-unyel gunung Xenabung dan sesekali memilin gemas puncak gunung itu secara bergantian.
"Ssh.. ah.." suara seksi penuh gairah kembali keluar dari mulut Xena dan itu membuat Huluk semakin keras menyundul jendela surga dunia.
Jika biasanya kalau terkena sundulan terasa sakit, tapi terkena sundulan kepala Huluk terasa enak, bahkan di bawah sana, jendela surga dunia sudah mengeluarkan pelumas alaminya sebagai tanda kalau jendela sudah siap untuk di buka oleh Huluk.
Tapi Dewa tak ingin gegabah, ia masih ingin membuat Xena merem melek dengan sengatan-sengatan bibirnya sebelum membuat Xena merem melek karena tendangan si Huluk.
Puas memberi sengatan kenikmatan di leher Xena, Dewa pun menurunkan sengatannya ke gunung Xenabung, melahapnya dengan rakus secara bergantian dua gunung yang tidak lama lagi akan memproduksi lahar susu.
Dirasa cukup, Dewa menurunkan lagi sengatan bibirnya ke perut Xena dan sesekali memainkan lidahnya ke pusar Xena.
Racauan dan suara seksi penuh gairah tak henti-hentinya keluar dari mulut Xena. Tubuh Xena juga sudah menggeliat-menggeliat seperti ular yang sedang ganti kulit merasakan kenikmatan yang tidak pernah dia rasakan.
Sama seperti Xena, di bawah sana Huluk juga sudah tidak sabar membuka jendela surga dunia yang sudah di banjiri pelumas alami dan ences si Huluk.
Dewa kembali mensejajarkan wajahnya dengan wajah Xena, mengunyah kembali bibir kenyal nan manis seperti jelly itu.
__ADS_1
Setelah satu menit saling mengunyah bibir, Dewa pun melepaskan tautan bibir mereka secara sepihak.
"Aku gak tahan lagi Xen, aku jebol yah." Izin Dewa dan di balas dengan anggukkan kepala dari Xena. Sama seperti Dewa, Xena juga sudah dari tadi tidak sabar ingin merasakan sundulan maut Huluk mendobrak jendela surga dunia-nya dan ingin merasakan tendangan, sledingan dan gocekan si Huluk.
Melihat Xena mengangguk, Dewa pun mengarahkan kepala si Huluk di depan jendela.
Setelah Huluk sudah tepat di depan jendela, dengan perlahan namun tenaga penuh, Huluk berusaha membuka jendela yang masih bersegel perawan itu.
"Sssh.. mmmhhh." Ringisan yang tertahan keluar dari mulut Xena padahal jendela belum berhasil Huluk bobol.
"Sakit?" Tanya Dewa.
"Mmm..." jawab Xena sambil menganggukkan kepalanya.
"Tahan yah. Sakitnya cuma diawal aja kok, tapi nanti lama-lama enak." Balas Dewa.
"Kok Kak Dewa tau? Emangnya Kak Dewa pernah yah ngelakuin ini sama perempuan lain?"
"Gak pernah Sayang, ini pertama kalinya buat aku."
"Terus kok..." tak ingin Xena terus bicara karena pastinya akan berujung perdebatan, Dewa langsung membungkam mulut Xena dengan ciuman lembut beberapa detik.
"Jangan bahas yang lain dulu, kita selesin ini dulu." Ucap Dewa dan di balas dengan anggukan kepala Xena.
Dewa pun kembali memusatkan tenaga-nya ke si Huluk dan...
"Aaargh..." dengan sekali dobrakan penuh tenaga, Huluk akhirnya berhasil membuka jendela surga dunia.
• • • • •
Bersambung...
__ADS_1