
💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋
Tak selamanya yang saling bercanda akan selalu tertawa bersama, ada kalanya mereka akan saling mendiamkan.
💋💋 Sarangbeo 💋💋
• • • • •
Meninggalkan para karyawan Dewa yang sedang berdiskusi, ada Dewa yang masih saja di lalap api cemburu.
"Dasar anak-anak alay!!" Dumel Dewa.
"Emang cocok kalian berdua, yang satu tengil yang satu alay!" Cibirnya lagi sambil membuka laptopnya.
Dengan mulut yang tak henti-hentinya mendumel, Dewa sambil membuka email masuk yang berisi laporan keuangan harian bebera showroom miliknya.
Dua jam berlalu.
Pintu ruangan Dewa terbuka.
Sontak Dewa menoleh kearah pintu dan ternyata Sagita lah yang membuka pintu.
"Kamu gak bisa ngetuk pintu dulu apa!!" Protes Dewa.
"Kamu gimana sih Wa, katanya mau ke apartemen aku, aku udah nungguin berjam-jam loh!" Bukannya meminta maaf pada Dewa, Sagita malah langsung melayangkan protesnya pada Dewa.
"Bisa diem gak?! Berisik kamu!!" Bentak Dewa.
Meski sudah dua jam berlalu tapi api cemburu masih juga belum padam dalam diri Dewa.
Sagita pun langsung terdiam mendapat bentakan dari Dewa.
"Mau apa kamu kesini?" Tanya Dewa ketus.
__ADS_1
"Ya mau nagih janji kamu lah. Kan tadi malam kamu bilang mau ke apartemen aku." Jawab Sagita.
"Kamu gak ngerti kalau yang semalam itu cuma pura-pura?"
"Iya aku ngerti, tapi aku pikir pura-puranya mau sampe ke apartemen aku."
"Mimpi kamu!! Udah sana pulang, aku sibuk!" Usir Dewa.
"Kamu kenapa sih Wa marah-marah terus sama aku. Kamu gak bisa apa lembut dikit sama aku? Padahal aku udah bantu kamu buat cemburuin istri kamu, tapi kamunya malah nganggap aku yang ngejar-ngejar kamu." Ucap Sagita dengan raut wajah yang memelas.
Melihat wajah Sagita yang memelas, Dewa pun menjadi merasa bersalah.
"Sorry, sorry, aku lagi badmood hari ini." Balas Dewa.
Sagita berjalan mendekati Dewa dan berdiri disamping Dewa.
"Kamu badmood kenapa?" Tanya Sagita sambil memegang pundak Dewa.
"Mungkin kamu stress kerja Wa. Mending kita refreshing, gimana? Yah hitung-hitung sekalian lah buat meyakinkan istri kamu kalau kita balikan." Rayu Sagita.
Dewa masih dalam suasana cemburu langsung menyetujui ajakan Sagita.
"Ayo deh." Ucap Dewa.
Dewa pun menutup laptopnya lalu berdiri dari kursi kebesarannya.
Dewa dan Sagita pun keluar dari dalam ruang kerja Dewa.
• • • • •
Kini Dewa dan Sagita sudah berada di dalam mobil Dewa.
"Kita mau kemana nih?" Tanya Dewa sambil memasang sabuk pengamannya.
__ADS_1
"Gimana kalau kita ke mall." Saran Sagita.
"Di mall banyak orang. Bukannya refreshing malah makin pusing aku nanti." Balas Dewa.
"Jadi kamu mau-nya ketempat yang gimana?" Tanya Sagita.
"Ketempat yang sepi, yang tenang, yang damai. Aku mau nenangin pikiran aku." Jawab Dewa.
"Dan nenangin hati aku juga." Lanjut Dewa tapi kalimat yang ini hanya terucap dalam hati.
"Gimana kalau kita ke puncak? Disana kan sepi, udaranya juga sejuk, pas banget buat nenangin pikiran." Saran Sagita.
"Boleh juga." Balas Dewa sambil menganggukkan kepalanya.
"Ya udah kita ke puncak." Kata Dewa lagi.
"Mau aku pesanin penginapan gak dari aplikasi Pintu Merah?" Tanya Sagita.
"Gak usah. Kita kan gak nginep disana. Nanti sore kita pulang." Jawab Dewa.
Dewa pun menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya keluar dari parkiran showroomnya.
"Siapa bilang kita gak nginep?! Kita harus nginep!! Dan akan aku buat kita nginep!" Gumam Sagita dalam hati dengan liciknya.
Meski Dewa mengatakan untuk tidak memesan penginapan, tapi Sagita tetap mereservasi penginapan untuk mereka di puncak tanpa sepengetahuan Dewa.
Sagita tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk membuat Dewa kembali menjadi miliknya.
"Pokoknya hari ini Dewa harus jadi milik aku lagi!!" Gumam Sagita dalam hati.
• • • • •
Bersambung...
__ADS_1