Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 61


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Kenanglah dia secukupnya, karena dia mengingat mu hanya seperlunya.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Kini Sagita dan Dewa sudah berada di dalam kamar penginapan.


Dengan bantuan petugas penginapan, Sagita membawa Dewa masuk kedalam kamar. Sesampainya di dalam kamar Dewa pun langsung di baringkan di ranjang.


"Makasih yah Mas." Ucap Sagita.


Dan sebagai tanda terimakasih-nya, Sagita pun memberikan uang tips pada petugas laki-laki itu.


Setelah mendapat uang tips dari Sagita petugas itu pun keluar dari dalam kamar dan Sagita cepat-cepat mengunci pintu kamarnya.


Setelah mengunci kamar, Sagita kembali mendekati Dewa di ranjang.


"Hari ini akan jadi hari bersejarah buat kita Wa." Gumam Sagita sambil mengelus pipi Dewa yang sedang tidur seperti orang mati.


Sebelum Sagita melakukan rencana liciknya, hal yang pertama Sagita lakukan adalah memastikan kalau obat tidur yang diberikan si apoteker benar-benar obat tidur dosis tinggi.


"Wa... Dewa.." Sagita menepuk-nepuk pipi Dewa pelan.


Dewa tidak merespon. Tapi itu belum membuat Sagita yakin.


"Wa... Dewa..." sekali lagi Sagita menepuk-nepuk pipi Dewa sedikit lebih keras dari tepukan yang pertama.

__ADS_1


Sama saja, Dewa tidak merespon. Tapi itu pun masih belum bisa membuat Sagita yakin.


"Hah.. hah.. hah.." Sagita menghembuskan nafas naga-nya ke telapak tangannya, lalu...


PLAAAAK... Dengan sangat keras, Sagita menampar pipi Dewa.


Sama seperti percobaan pertama dan kedua, di percobaan ketiga itu, Dewa tetap tidak merespon.


"Woah.. bener-bener dosis tinggi obatnya." Lirih Sagita sambil tersenyum senang.


"Maaf yah kalau nanti kamu sadar terus pipi kamu agak miring dikit." Ucap Sagita sambil mengelus pipi Dewa.


Sagita pun berdiri dari duduknya di pinggir ranjang, lalu menutup tirai kamar.


Setelah menutup tirai, Sagita pun melepas pakaian yang Dewa pakai hingga menyisakan boxer saja.


"Udah lah, gini aja. Nanti biar aku tutupin selimut." Monolog Sagita memutuskan.


Setelah melepaskan pakaian Dewa, barulah Sagita membuka pakaiannya hingga menyisakan pakaian dalam atas-bawah.


Setelah itu, Sagita mengambil ponselnya. Karena aksi Sagita ini dadakan tanpa perencenaan, jadi Sagita hanya bisa menggunakan ponsel miliknya untuk membuat rekaman seolah-olah Dewa dan dirinya sedang mengguncang ranjang.


Sebelum Sagita membuat video rekaman, Sagita lebih dulu mensurvei setiap sudut kamar itu untuk mencari engle yang tepat agar terlihat adegan yang Sagita buat-buat itu terlihat nyata dan natural.


"Oke.. dari sini bagus nih." Gumam Sagita setelah mendapat sudut yang tepat.


Sagita pun memindahkan nakas kecil yang ada disamping ranjang dengan cara mendorongnya ke tempat yang Sagita anggap bagus untuk pengambilan video.


Setelah berhasil memindahkan nakas kecil, Sagita pun mengambil vas bunga yang ada di samping meja televisi untuk Sagita jadikan sandaran ponselnya.

__ADS_1


Setelah meletakkan vas bunga di atas nakas, Sagita pun menyandarkan ponselnya di vas bunga lalu menyalakan rekaman video dari ponselnya.


Rekaman pun mulai berjalan, cepat-cepat Sagita berjalan menuju ranjang sambil membuka mangkok penutup susu basi-nya lalu berbaring disebelah Dewa.


Setelah membaringkan tubuhnya di sebelah Dewa, Sagita pun menarik tubuh Dewa untuk menindihnya. Setelah susah payah menarik tubuh Dewa yang berat, akhirnya Sagita pun berhasil membuat Dewa menidihnya.


Setelah Dewa menindihnya, barulah Sagita menarik selimut untuk menutupi bagian bawah Dewa yang masih memakai boxer.


Sagita pun mengarahkan mulut Dewa pada salah satu susu basi-nya dan tangan Dewa pada susu yang satunya lagi, jadi seolah-olah saat ini Dewa sedang menyusu pada Sagita.


Untuk membuat pose ini terlihat nyata, Sagita pun menggoyang-goyangkan pinggulnya sambil menjambak rambut Dewa.


"Ssh.. ah.. ah.. ough Wa..." racau Sagita seolah Dewa sedang mengulek rujak.


Merasa cukup dengan gaya itu, Sagita pun mengubah posisi Dewa.


Dengan susah payah Sagita menyenderkan Dewa ke sandaran ranjang. Setelah berhasil menyandarkan Dewa di sandaran ranjang, Sagita pun naik ke atas pangkuan Dewa.


Sagita pun mulai meliuk-liukkan pinggulnya untuk menggesek-gesekkan bibir jengger keriputnya yang masih di lapisi segitiga berenda dengan ulekan rujak Dewa yang juga masih terpenjara dibalik jeruji kain.


Lalu menarik kepala Dewa ke dada-nya seolah saat ini sambil merujak, Dewa sambil minum susu.


Setelah kurang lebih lima menit dalam posisi itu, Sagita pun mengubah posisi Dewa lagi. Yaitu membuat Dewa merujak dari belakangnya dan tentu saja Sagita membuat Dewa membelakangi kamera agar tidak ketahuan kalau Dewa sedang tertidur.


Dan selama Sagita mengerjai Dewa, selama itu juga Dewa tidak bangun-bangun.


• • • • •


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2