
ππ Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! ππ
Orang bijak akan merasa malu jika kata-katanya lebih baik daripada tindakannya, tetapi orang bodoh malah sebaliknya.
ππ Sarangbeo ππ
β’ β’ β’ β’ β’
BUGH... Dewa melempar bantal sofa ke arah Xena.
"Iiikh apaan sih Kak Dewa!!" Protes Xena.
"Loe tuh yah, disuruh bayar utang malah yang lain-lain di kerjain!!" Protes Dewa.
"Ngerjain yang lain-lain apaan sih?! Orang udah aku bayar kok."
"Terus itu ngobrol lewat voice note ngapain? Mending obrolannya berfaedah!! Ini unfaedah!! Sadar diri kamu udah jadi istri orang!!"
"Cie... Kakak cemburu yah?" Goda Xena.
"Apaan sih loe!!! Udah sana masuk kamar, tidur!! Besok loe kan udah kuliah!!" Senggak Dewa.
"Gak mau tidur bareng? Nanti ada laki-laki lain loh yang nemenin aku tidur." Goda Xena lagi.
"Paling juga gunderuwo yang nemenin loe tidur!!" Balas Dewa.
"Udah sana cepetan masuk kamar!!" Kata Dewa lagi dengan nada yang naik satu oktaf.
Xena pun berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Bener nih gak mau nemenin aku tidur?" Masih saja Xena menggoda Dewa.
"Loe bisa diem gak?! Gue tidurin beneran, ketar-ketir loe!!" Balas Dewa.
Xena hanya cekikikan sambil berlalu dari hadapan Dewa dan berjalan menuju kamar Dewa. Xena masih tidur di kamar Dewa karena kamarnya belum terisi barang-barang.
"Langsung tidur, jangan main ponsel!!!" Teriak Dewa.
"Cie Kak Dewa udah mulai posesif nih ye sama aku." Balas Xena tak kalah berteriak lalu masuk kedalam kamar.
"Posesif ndas mu!!" Balas Dewa.
β’ β’ β’ β’ β’
Pukul 23.30
Setiap ia memejamkan mata, pikirannya terus melayang membayangkan Xena dengan Bima. Membayangkan saat Xena dan Bima di mall tadi dan membayangkan kalau Xena dan Bima akan sering bertemu di belakangnya.
Bukan hanya itu, bahkan kata-kata Xena sebelum masuk kamar tadi yang mengatakan nanti ada laki-laki lain yang akan menemani Xena tidur pun menjadi salah satu penyebab Dewa tidak bisa tidur.
"Apa jangan-jangan di dalam kamar si tengil udah masukin laki-laki itu duluan? Makanya tadi si tengil ngomong gitu?" Curiga Dewa.
Dewa yang curiga pun bangkit dari sofa tempatnya berbaring lalu berjalan menuju kamar.
Ia membuka pintu kamarnya dengan sangat perlahan lalu masuk dengan mengendap-endap.
Dewa berjalan mendekati ranjang dan melihat Xena yang tidur sendiri diatas ranjang.
Melihat itu Dewa pun bernafas lega.
__ADS_1
Tapi tak lama ia merasa dirinya sudah sangat bodoh mau terpengaruh kata-kata Xena.
"Kok gue bego banget?! Bisa-bisanya lagi gue percaya sama kata-kata si tengil!!" Dewa mengumpat dirinya sendiri.
Ia pun memutar tubuhnya dan berjalan menuju pintu hendak keluar dari kamar, tapi baru sampai di depan pintu, ia menghentikan langkahnya.
"Kalau pas gue tidur nanti tuh cowok ngendap-ngendap masuk gimana? Akh mending gue tidur disini aja. Besok pagi tinggal gue bilang aja kalau gue mimpi berjalan." Gumam Dewa.
Dewa pun mengunci pintu kamarnya, menariknya dari lubang kunci dan membawa bersamanya kembali ke ranjang.
Sesampainya di ranjang, Dewa pun memasukkan kuncinya kedalam laci nakas.
Setelah itu barulah Dewa naik keatas ranjang kemudian membaringkan tubuhnya di ranjang dan tidur dalam posisi membelakangi Xena.
Dewa pun mulai memejamkan matanya.
Baru sepuluh menit Dewa memejamkan matanya, tiba-tiba dari belakang Xena melingkarkan tangannya di perut Dewa, bukan hanya tangan Xena saja yang melingkar, tapi kaki-nya juga Xena lingkarkan ke pinggang Dewa. Layaknya guling, begitulah Xena yang sedang tidur memeluk Dewa, Xena pikir Dewa adalah gulingnya.
β’ β’ β’ β’ β’
Bersambung...
Hai Para Emak-Emak Solehot dimana pun kalian berada.
Aku mau nawarin nih untuk para Emak-Emak yang mau masuk WAG aku, bisa Japri ke nomor 08971520445 dengan hashtag #namakalian_#istri solehotππ
Yuk gabung di WAG "Rumah Istri Solehot"
πππ
__ADS_1