Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 50


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Jangan menunjukkan kebaikan mu untuk membuat orang lain bertahan disamping mu,


Tapi tunjukkanlah keburukan mu, dan lihat lah siapa-siapa saja yang bertahan berada disamping mu.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


Teeeeeet...


Tak lama bel pun berbunyi, tanda mata kuliah pertama akan segera di mulai.


"Udah sana keluar, udah bel." Usir Xena.


"Iya bawel!!" Dewa pun melangkah hendak keluar dari ruangan Xena.


Tapi baru selangkah Dewa melangkah, Dewa memutar tubuhnya dan kembali mendekati Xena.


"Apalagi?" Tanya Xena.


"Ponsel loe mana?" Minta Dewa.


"Untuk apa?"


"Gak usah banyak tanya!! Udah sini keluarin!!" Paksa Dewa.


"Gak mau!! Untuk apa dulu!!"


"Gue mau sita!! Selama jam kuliah berlangsung, ponsel loe gue yang pegang!! Nanti bukannya merhatiin dosen, malah merhatiin ponsel!!"


"Gak mau akh!!! Nanti aku pulang, mau mesen gojeknya gimana?"


"Nanti gue jemput!! Jam berapa sih emangnya loe pulang?"


"Jam satu." Jawab Xena.


"Ya udah nanti gue jemput!! Cepetan sini ponsel loe!!"


"Iikh gak mau!! Aku gak percaya sama Kak Dewa!!"


"Hiiish!! Cepetan gue bilang!!" Geram Dewa.


"Gak mau!!" Xena masih menolak.


"Ini perintah suami Xena!! Cepetan bawa sini ponsel loe!!" Geram Dewa lagi.


"Haish!!! Awas yah kalau gak datang jemput aku!! Aku aduin ke Mama-Papa mertua!!" Ancam Xena sambil memberikan ponselnya pada Dewa.


"Iya bawel!!" Balas Dewa.


Setelah ponsel Xena berada ditangannya, barulah Dewa keluar dari ruang kelas Xena.


Dan tak lama setelah Dewa keluar, masuklah dosen mata kuliah pertama Xena.

__ADS_1


Kini Dewa sudah berada di parkiran.


"Kalau gue pulang, kan bisa aja mereka ketemuan pas ada jam kosong." Gumam Dewa dalam hati.


"Biar jam kosong mereka cuma lima belas menit, kan lumayan juga tuh buat mereka..." Dewa menggantung kata-katanya tapi otaknya sudah membayangkan adegan-adegan liar Xena dan Bima.


"Aargh.. gak boleh, gak boleh!! Bokap gue bayar mahal-mahal uang kuliahnya si Tengil eh.. si Tengil malah macem-macem di kampus!!" Gumam Dewa lagi.


Dewa pun mengurungkan niatnya untuk pergi dari kampus Xena, ia pun kembali berjalan memasuki gedung kampus lalu berjalan menuju kantin. Kini Dewa berniat menunggu Xena sampai Xena pulang kuliah.


(Jamuran, jamuran lah kau Dewa nungguin Xena pulang kuliah jam satu.)


Kini Dewa sudah berada di kantin.


Dewa langsung memesan kopi hitam dan beberapa jenis gorengan, ada pisang goreng, ubi goreng, bakwan, tempe goreng dan gabin goreng isi tape.


Ternyata, cemburu membuat Dewa lapar hingga memesan gorengan yang begitu banyak untuk dirinya sendiri.


Setelah memesan, Dewa pun mencari tempat duduk dan tempat duduk yang dipilih Dewa adalah di pojokan kantin.


Lima menit kemudian, ibu kantin pun datang menghampiri Dewa sambil membawa pesanan Dewa.


"Dosen baru yah Mas?" Tanya ibu kantin sambil meletakkan secangkir kopi hitam dan piring yang berisi macam-macam gorengan pesanan Dewa.


"Bukan Bu." Jawab Dewa.


"Oh.." si Ibu kantin hanya membulatkan mulutnya.


"Kok ibu bisa mikir saya dosen baru? Emang tampang saya ini tampang-tampang dosen yah Bu?" Kini Dewa yang balik bertanya.


"Jadi bener yah Mas, Mas ini mahasiswa abadi?" Tanya si Ibu kantin lagi.


Mendengar jawaban dan pertanyaan si Ibu kantin lagi, sudah pasti Dewa emosi. Tapi Dewa berusaha menahan emosinya.


"Ya bukan lah Bu. Masa tampang saya tampang-tampang mahasiswa abadi sih Bu." Jawab Dewa.


"Oh..." lagi dan lagi si Ibu kantin hanya membulatkan mulutnya.


"Saya disini cuma mau nungguin istri saya." Kata Dewa lagi.


"Emang kenapa istrinya ditungguin? Lagi hamil muda?" Tanya Ibu kantin kepo.


"Hamil muda!! Bajak sawah juga belum." Dumel Dewa dalam hati.


"Bukan Bu." Jawab Dewa.


"Terus kenapa istrinya di tungguin? Apa jangan-jangan Mas-nya takut yah istrinya diambil cowok-cowok kampus yang lebih muda dari Mas-nya?" Goda Ibu kantin.


"Bukan gitu Bu!! Istri saya itu manja banget, kalau bukan karena dia tadi yang ngerengek minta saya tungguin, saya juga malas nungguin dia sampe jam satu. Istri saya tuh masih kayak anak-anak banget, kalah anak-anak yang baru masuk SD sama istri saya manja-nya Bu." Jawab Dewa. Demi menjunjung harga diri yang ketinggian, Dewa sampai memfitnah Xena.


"Oh... Mas-nya pengantin baru yah?" Tebak Ibi kantin.


Dewa menganggukkan kepalanya sambil mengambil gabin goreng isi tape.


"Pantes. Itu tanda-nya setruman-nya Mas hebat bisa sampe buat istri Mas gak mau pisah."

__ADS_1


"Setruman apaan!! Orang tiap hari gue kesetrum sendirian!!!" Dumel Dewa lagi dalam hati.


"Ya udah deh Mas, selamat menunggu." Ucap Ibu kantin lalu pergi meninggalkan Dewa di kursi pojokan.


Lima menit setelah Ibu kantin pergi, tiba-tiba saja ponsel Xena bergetar.


Dewa pun merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel Xena.


Ternyata ada satu pesan masuk dari Bima.


"Tuh kan bener feeling gue, pasti tuh ongol-ongol ngechat si Tengil!!" Lirih Dewa.


Dewa pun berniat membuka pesan yang Bima kirim, tapi sayangnya layar ponsel Xena terkunci dan Dewa lupa meminta password ponsel Xena.


"Akh.. sial!! Lupa lagi gue minta kode password-nya!!" Dumel Dewa.


"Tapi gak pa-pa lah, walaupun gue gak bisa buka ponselnya setidaknya si Tengil sama si Ongol-ongol gak bisa chat-chat'an." Monolog Dewa.


Dewa pun menonaktifkan ponsel Xena lalu memasukkannya kembali ke dalam saku celana-nya.


• • • • •


Satu setengah jam berlalu.


Jam mata kuliah pertama Xena pun usai.


Xena dan sebagian mahasiswa yang ada di kelas itu pun keluar dari ruangan itu dan hendak menuju ruang kelas selanjutnya sesuai mata kuliah yang mereka ambil untuk semester ini dan sebagian mahasiswa lain tetap berada di kelas itu karena mata kuliah mereka selanjutnya memang memakai ruangan itu.


"Xen.." panggil Bima yang juga baru keluar dari ruangannya dan kebetulan akan ke ruangan yang baru saja Xena pakai karena mata kuliah Bima selanjutnya memakai ruangan C-3.


"Hai Bim.." balas Xena.


"Maaf yah Bim, soal yang tadi pagi." Ucap Xena tak enak hati atas perlakuan Dewa pada Bima.


"Santai aja." Balas Bima.


"Jadi yang tadi pagi itu suami kamu?" Tanya Bima.


Xena menganggukkan kepalanya.


"Kenapa? Kamu masih belum percaya kalau aku udah nikah?" Tanya Xena.


"Percaya kok percaya." Jawab Bima.


"Terus suami kamu mana sekarang?" Tanya Bima.


Dan tiba-tiba...


"Gue disini, kenapa?!" Jawab Dewa dari arah belakang Bima dan Xena.


Ternyata, sejak tadi Dewa ada di belakang Xena dan Bima. Ia sengaja tak langsung memisahkan Bima dan Xena karena ingin tahu apa yang sedang Bima dan Xena bicarakan.


• • • • •


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2