Jerat Cinta Gadis Tengil

Jerat Cinta Gadis Tengil
J C G T 75


__ADS_3

💋💋 Dilarang julid!!! Cerita ini hanya untuk hiburan, bukan untuk top up dosa!! 💋💋


Siapa pun yang sedang berusaha menjatuhkan mu, sebenarnya mereka memang sudah berada di bawah mu.


💋💋 Sarangbeo 💋💋


• • • • •


"Maafin gue Xen." Ucap Dewa di telinga Xena.


Deg..


Jantung Xena berdegup sangat kencang. Mendengar Dewa meminta maaf saja sudah di luar ekspektasinya, apalagi sekarang Dewa malah mengucapkan permintaan maaf sambil memeluknya dari belakang.


Sangking gugupnya, Xena sampai tidak bisa berkata apa-apa. Tubuhnya mematung, lidahnya juga tiba-tiba membeku.


Karena tak mendapat tanggapan dari Xena, Dewa pun membalikkan tubuh Xena untuk menghadapnya.


"Soal video itu, gue berani sumpah kalau gue di jebak sama Sagita. Gue gak pernah ngelakuin seperti yang ada di video. Loe percaya kan sama gue?" Ucap Dewa.


"Iya Kak, aku percaya." Balas Xena sembari mendorong tubuh Dewa lalu kembali membalikkan tubuhnya menghadap wastafel pencucian piring.


Melihat Xena yang kembali membalikkan tubuhnya, Dewa pun menarik tangan Xena dan membawa Xena ke ruang televisi lalu mendudukkan Xena di sofa panjang.


Setelah Xena duduk, Dewa pun berlutut di hadapan Xena.


"Gue tau, loe pasti marah sama gue. Mulut loe bilang loe percaya sama gue, tapi hati loe pasti kecewa kan sama gue?" Tanya Dewa.


"Ya pasti lah Kak, istri mana yang gak kecewa tau suaminya pergi berduaan sama perempuan lain." Jawab Xena.


"Maaf. Awalnya gue memang mau buat loe berpikir kalau gue sama Sagita itu selingkuh. Gue mau buat loe benci gue dan akhirnya mengakhiri pernikahan kita. Tapi gue gak nyangka kalau kejadiannya malah kayak gini. Apa yang Sagita buat, bener-bener di luar dugaan gue." Balas Dewa.


"Terus sekarang Kak Dewa masih ada niat mau mengakhiri pernikahan kita?"


Dewa menggelengkan kepalanya.


"Gue pengen memperbaiki pernikahan kita Xen. Gue pengen mulai semuanya dari awal lagi. Loe mau kan Xen?" Tanya Dewa dengan raut wajah yang sangat serius.

__ADS_1


"Maksudnya mulai dari awal itu apa? Mulai dari kita gantiin Kak Acy sama Kak Arthur ketemuan di restoran?" Jawab Xena dengan wajah yang menahan kegembiraannya.


"Ya gak dari situ juga lah Xen. Maksudnya, gue mau kita lupain pernikahan kita yang beberapa bulan ini dan kita buka lembaran baru pernikahan kita."


Xena tidak puas mendengar jawaban Dewa, karena jawaban yang sangat Xena ingin dengar dari mulut Dewa adalah pernyataan cinta Dewa untuk Xena.


"Kok Kak Dewa tiba-tiba ngajakin aku membuka lembaran baru?" Pancing Xena.


"Ya.. ka-ka-re-na.. ka-ka-ka.." tiba-tiba saja Dewa menjadi gagap.


"Karena apa?" Xena sudah tidak sabaran.


"Ka-ka-ka-" masih saja lidah Dewa susah menyatakan perasaannya untuk Xena.


"Haish!!! Udah lah, aku mau cuci piring dulu!!!" Kesal Xena sambil mengangkat bokongnya dari sofa.


Tapi baru saja Xena berdiri, Dewa sudah kembali menarik tangan Xena sampai Xena kembali terduduk di sofa.


Tanpa mengakui perasaannya terlebih dulu pada Xena, Dewa malah langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Xena.


Mata Xena membulat lebar begitu bibir Dewa mendarat di bibirnya. Untuk beberapa detik bibir mereka hanya sekedar saling menempel.


"Karena gue udah mulai jatuh cinta sama loe Xen." Akhirnya Dewa berhasil mengungkapkan perasaannya pada Xena setelah mendapat asupan vitamin B.


Baru mendapat vitamin B saja sudah memberikan keberanian yang luar biasa untuk Dewa mengungkapkan perasaannya pada Xena, bagaimana kalau Dewa mendapat asupan vitamin B Complex dan vitamin E serta ASI eksklusif dari Xena???


Belum juga Xena tersadar dari ke-kagetannya karena kecupan bibir dadakan dari Dewa, tiba-tiba Dewa sudah kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Xena setelah Dewa mengungkapkan perasaannya pada Xena.


Kali ini bukan hanya sekedar mengecup, melainkan Dewa juga mengunyah tipis-tipis bibir manis itu.


Xena yang awalnya shock, lama kelamaan malah menikmati kunyahan bibir Dewa dan bahkan ikut membalas kunyahan bibir Dewa. Meski belum mahir, tapi setidaknya Xena sudah berusaha untuk mengimbangi permainan bibir Dewa.


Cukup lama mereka saling kunyah mengunyah bibir, setelah dirasa asupan oksigen dalam paru-paru menipis, barulah Dewa melepaskan tautan bibirnya dengan bibir Xena.


"Jadi loe mau kan memperbaiki pernikahan kita?" Tanya Dewa sambil menyeka sisa saliva mereka di bibir Xena.


Xena menganggukkan kepalanya malu-malu kucing.

__ADS_1


"Berarti kita udah bisa dong meresmikan pernikahan kita di atas ranjang?"


Xena yang tadinya sedang menunduk langsung mendongakkan wajahnya menatap Dewa.


"Jangan sekarang, aku belum siap!!" Tolak Xena.


Padahal sewaktu dirumah Arthur-Nancy tadi, ia sudah membulatkan tekad untuk menjadi istri Dewa yang seutuhnya untuk menghempas pelakor, bukan hanya Sagita tapi juga menghempas Sagita-Sagita yang lain yang ingin merusak rumah tangga-nya dengan Dewa.


Tapi sekarang, begitu Dewa mengajaknya mencari pahala suami-istri, entah kemana perginya tekad bulat-nya tadi.


"Kenapa? Berarti loe masih belum percaya sama gue?"


"Bukan belum percaya Kak, tapi..." Xena bingung harus memberi alasan apa.


"Tapi apa?"


"Tapi...hatchiiim.. hatchiiiim.." ide untuk pura-pura flu pun langsung muncul di otak Xena.


"Tapi aku lagi flu Kak. Hatchiiim.. hatchiiiim."


Dewa terkekeh pelan melihat akting Xena.


"Loe tau gak Xen, justru obat paling ampuh untuk mengobati batuk dan flu itu dengan cara melakukan hubungan suami-istri."


"Masa sih?" Tanya Xena kaget.


Dewa menganggukkan kepalanya.


"Gak percaya? Tanya aja sama Mbah GolGol."


"Gak deh, aku gak jadi flu." Ucap Xena.


"Ya udah, kalau kamu belum siap untuk ngasih hak aku, aku juga gak maksa. Tapi aku juga gak bisa nunggu terlalu lama Xen, karena aku laki-laki normal." Ucap Dewa.


"Kamu gak tahu aja Xen, udah berkali-kali aku main sama Tante Dovie gara-gara kamu." Gumam Dewa dalam hati.


• • • • •

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2