Jerat Cinta Pak Dosen

Jerat Cinta Pak Dosen
Bab 28


__ADS_3

Shania pulang ke rumah orang tuanya. Malam ini sang ayah pulang terlambat, jadi dia makan malam hanya bersama sang ibu.


"Mom, kenapa Shaila cepat-cepat dinikahkan? Dia baru masuk kuliah loh, lagian masak dia nikahnya duluan sih?" Shania mencecar pertanyaan pada sang ibu dengan wajah ditekuk.


"Oh itu, bagus dong dia cepet-cepet nikah. Malah nggak bikin repot sama pusing orang tua. Dia itu sudah dua kali tertangkap basah berduaan saja sama dosennya yang duda. Jadi, dari pada bikin malu keluarga sama daddy kamu dinikahkan saja. Kenapa kamu kok kek keberatan begitu?"


"Mommy tahu nggak sih, kalau suami Shaila itu cinta pertamanya Nia?" tanya Shania dengan meninggikan suaranya.


"Hah? Bukannya dulu kamu sudah putusin dia waktu masih SMA?"


"Sudah, tapi Nia masih cinta sama dia. Nia itu maunya nikah sama dia," jawab Shania berapi-api karena emosi.


"Halah, apa hebatnya dia? Dia itu cuma seorang dosen biasa. Berapa sih penghasilannya? Nggak pantes buat anak Mommy yang seorang dokter sekaligus ahli waris rumah sakit ternama As Syifa. Masih banyak laki-laki lain yang lebih segalanya dadi dia!"


"Kenapa Mommy malah belain Shaila sih? Selama ini Mommy hanya sayang Shania, kenapa jadi belaian dia? Si anak pembuat onar!" protes Shania dengan wajah memerah karena saking kesalnya.


Mommy Dewi menghela napasnya kasar. Anak kesayangannya itu selama ini tidak pernah meninggikan suara. Hanya karena seorang laki-laki biasa anak itu sudah berani melawannya.


"Karena Mommy sangat menyayangi kamu, makanya membiarkan adikmu menikah dengan duda anak satu itu. Lebih baik kamu nikah sama dokter yang kerja di rumah sakit daddy-mu. Ganteng, kaya dan yang penting masih single!" ujar Mommy Dewi seraya berdiri meninggalkan sang anak di ruang keluarga.


Shania menghentakkan kakinya karena kesal. Kemudian, beranjak dari duduknya menuju kamar.


"Mommy kenapa sih pakai belain Shaila, padahal dulu benci banget ma tu anak?" gerutu Shania kesal sendiri sambil membuka pintu kamar.

__ADS_1


Keesokan harinya, Shaila bersiap berangkat kuliah diantar sang suami, sekalian mengantar Azka sekolah. Hari ini Arshaka masih cuti karena sibuk mengurus wisuda dan lamaran kerja di instansi pemerintah. Setelah mengantar sang istri, langsung bertolak menuju ke kantor pajak.


Laki-laki itu sebenarnya sudah bekerja sebagai tenaga kontrak di kantor tersebut, hanya saja masih menggunakan ijazah sarjananya. Kini, setelah mendapat gelar magister dia mendapat tawaran pengangkatan. Oleh karena itu, dia beberapa bulan ini suami dari Shaila Ghaliba itu sangat sibuk sekali.


Apalagi sebagai bagian dari kantor pajak, selalu saja ada berkas yang harus dikerjakan. Tidak heran jika Shaka menjadi pribadi yang kurang peka karena kesehariannya selalu bersama berkas dan dokumen.


Sepeninggal Arshaka dari kampus, Grace menemui Shaila. Mereka akan bertemu nanti setelah jam kuliah selesai. Kebetulan juga hari ini hanya ada satu kali pertemuan sehingga waktu Shaila cukup luang.


Satu jam kemudian, Shaila menemui Grace di kantin kampus yang sudah menunggu selama perkuliahan tadi. Wanita itu sengaja menunggu di kampus karena dirasa praktis dan tidak diketahui oleh mantan suaminya.


"Maaf, lama menunggu," ucap Shaila begitu sampai di meja Grace.


"Tak masalah, lagian saya tidak memiliki kesibukan apapun di negara ini, kecuali ingin mengenal anak kandung saya lebih dekat lagi. Pasti Anda sudah tahu maksud saya, bukan?"


Keduanya terlibat obrolan yang lumayan alot karena Shaila tidak mau mempertemukan Azka dengan wanita tersebut tanpa sepengetahuan Arshaka. Dikarenakan susah untuk membujuk istri mantan suaminya itu, akhirnya mengalirlah cerita alasan Grace bisa dekat lalu menikah dengan Arshaka. Tidak hanya itu saja, dia juga mengatakan alasan sebenarnya saat meninggalkan baby Azka dan mengajukan gugatan cerai.


"Semoga saja dia bisa lebih peka dan move on dari cinta pertamanya, sehingga rumah tangga kalian bisa langgeng dan bahagia," lanjut Grace.


Dalam hati kecil wanita berwajah bule itu bersorak tatkala melihat kebimbangan di wajah gadis di depannya. Shaila benar merasa dilema antara percaya atau tidak. Mendengar setiap ucapan mantan istri sang suami seperti diingatkan pada kejadian beberapa bulan selama menjadi istri seorang dosen muda berstatus duda anak satu itu.


"Baiklah, saya akan mempertemukan kalian. Dengan syarat jangan mengaku sebagai ibu kandungnya sebelum Pak Arshaka sendiri yang mengatakan siapa anda. Bagaimana?"


Shaila tidak kehilangan akal agar pertemuan itu tidak memisahkan anak dan ayahnya yang mengasuh sejak kecil. Walau bagaimanapun juga, gadis itu sudah terlanjur menyayangi anak sambungnya.

__ADS_1


Setelah berpikir sejenak, akhirnya Grace menyetujui syarat dari istri baru mantan suaminya. Pertemuan akan Shaila atur di sebuah mall dengan pura-pura tidak sengaja bertemu. Gadis itu ingin pertemuan yang alami agar anak umur tiga tersebut tidak terkejut dan takut.


Selama ini Azka sudah terbiasa tidak berinteraksi dengan orang asing tanpa didampingi oleh orang tua atau orang yang biasa bersamanya. Jika bertemu Grace tanpa didampingi oleh orang terdekatnya, dapat dipastikan anak itu akan ketakutan.


Kita tinggalkan sejenak mantan istri dan istri baru seorang dosen muda beranak satu.


Gagal membujuk sang ibu untuk membantu memisahkan sang adik dengan suaminya, Shania merengek pada sang ayah agar membantu dia.


"Dad, Arshaka itu cintanya sama Nia bukan Shaila. Dik Ila pasti tidak bahagia menikah dan tinggal bersama laki-laki yang tidak pernah mencintainya. Bukankah sebaiknya mereka berpisah saja?" Shania mencoba mempengaruhi sang ayah karena ibunya yang selama ini memberikan semua permintaannya malah mendukung pernikahan sang adik.


"Seiring berjalannya waktu mereka pasti saling mencintai. Mereka menikah itu baru beberapa bulan, Nia. Jadi wajar rasa itu belum tumbuh. Saat ini mereka berdua masih dalam tahap perkenalan," sahut Nathan dengan sabar menasehati sang anak sulung.


Nathan tidak mempercayai Shania begitu saja. Memang selama ini anak-anaknya, Shania dan Shaila saling menyayangi. Namun, sekarang Shania tiba-tiba ingin merusak rumah tangga sang adik hanya karena adiknya menikah dengan sang mantan.


"Apa selama ini Shania sudah terhasut oleh Dewi untuk membenci Shaila? Kalau benar seperti itu, kenapa Dewi malah menentang keinginan Shania merusak rumah tangga Shaila. Sebenarnya ada apa dengan mereka itu?"


Dalam hati Nathan bertanya-tanya penuh keheranan. Selama ini Shania dengan ibunya selalu kompak, seia sekata. Tiba-tiba berbeda pendapat dan berselisih.


"Apa yang kamu rencanakan bersama Shania? Apa masih kurang penderitaan Shaila selama ini? Kamu yang melahirkan mereka kenapa membedakan perlakuan kamu pada keduanya?"


*


*

__ADS_1


*



__ADS_2