
Laras jungkir balik mengejar pemilik rumah sakit di mana dia bekerja. Namun, tak sekali pun laki-laki itu melirik padanya. Setiap usaha yang dilakukan selalu berujung pada sang asisten pribadi CEO.
Seiring berjalannya waktu, Laras pun semakin dekat dan akrab dengan Rony. Hal ini dikarenakan semua pekerjaan ditangani asisten pribadi itu selama sang CEO menemani istrinya. Apalagi istri CEO itu tengah hamil tua yang hanya menghitung hari untuk persalinan.
Keenan bukanlah laki-laki yang mudah jatuh cinta. Dia tipe laki-laki setia yang cukup dengan satu wanita, walaupun memiliki segudang kekurangan. Bagi CEO muda itu, menikah bukan mencari yang sempurna, melainkan menyempurnakan kekurangan.
Cintanya pada Shania tidak pernah berkurang walaupun wanita itu pernah menyakiti hatinya. Sakit hati itu telah terobati dengan penyesalan sang istri yang sekarang telah berhijrah menjadi pribadi lebih baik. Sejatinya rasa cinta itu tidak akan pernah luntur hanya karena kesalahan.
Dari kesalahan itulah kita belajar untuk bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Seperti halnya Shania, dia memang pernah berlaku kurang ajar pada sang suami. Namun, itu tidak berlangsung lama, dia segera tersadar dan menyesalinya.
"Kee, maafin aku yang dulu saat awal pernikahan kita," ucap Shania sembari menyurukkan kepalanya ke dada sang suami.
Malam ini setelah melakukan ritual panjang bersama sang suami, Shania bermanja-manja pada Keenan. Keduanya masih sama-sama tidak berbalut kain barang selembar pun, hanya selimut tebal yang menutupi tubuh mereka malam ini.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan. Aku dulu juga salah memaksa kamu untuk menikah. Seharusnya aku tanya sama kamu dulu, sudah siap apa belum. Bukan langsung bertindak, sehingga kamu kesal sama aku," jawab Keenan sambil mencium puncak kepala sang istri, tangan kanannya yang dijadikan bantal sang istri memainkan rambut perempuan yang telah sah menjadi istrinya beberapa bulan yang lalu.
"Tetep aja aku yang salah. Kalau aku tidak tergoda dengan pesona adik ipar, pasti kita akan tetap baik-baik saja. Kamu nikahin aku 'kan karena takut tidak bisa miliki aku."
Keenan mencubit hidung sang istri, lalu tertawa. Dia tidak habis pikir, jika pacarnya itu bisa tergoda pada sang mantan yang menjadi adik ipar.
"Karena aku cinta, sayang sama kamu makanya aku tidak kehilangan kamu. Hanya dengan cara menikahi kamu secepatnya, aku bisa memiliki kamu."
__ADS_1
"Walau awalnya susah mendapat restu karena kamu kekeh tidak mau menikah. Terpaksa deh, mengarang cerita kalau kamu sudah aku pera wa ni. Habisnya aku sudah tidak tahan lagi, setiap malam tidur sambil berpelukan tapi tidak bisa berbuat lebih.
Perempuan sabi menahan hasrat itu, laki-laki harus penuh perjuangan menahannya agar tidak berlanjut ke adegan selanjutnya. Sakit kepala setiap kali bangun tidur, si Alif ikut bangun. Mana tegak kek menara lagi." Keenan mengenang masa-masa awal pernikahannya.
Di saat pasangan Keenan dan Shania sedang mengenang perjalanan pernikahan mereka. Rony dan Laras sedang melakukan pendekatan. Asisten pribadi Keenan itu ternyata memiliki banyak kesamaan dengan pengagum berat Keenan, sehingga mereka semakin akrab dan dekat.
Sementara itu, Arshaka sedang menggendong anak sulungnya menuju ruangan di mana sang istri dirawat, setelah mantan istrinya pulang. Akhirnya, wanita yang melahirkan Azka itu memilih mundur mengingat banyaknya kesalahan yang telah dilakukan saat masih menjadi istri seorang Arshaka Mandala.
"Dari mana, Mas?" tanya Shaila heran, melihat sang suami menggendong anak sulungnya.
"Azka tidak betah ikut mommy-nya. Dia minta diantar ke sini. Tadi aku jemput dia di lobi rumah sakit," jawab Arshaka menjelaskan setelah meletakkan sang anak di bed yang disediakan pihak rumah sakit untuk penunggu pasien.
"Kenapa bangun, hmm? Kamu harus banyak istirahat. Tidurlah! Aku tidak akan pergi lagi." Arshaka mendekati sang istri, kemudian mendaratkan ciuman di kening Shaila.
Kedua bayi itu tertidur pulas setelah tadi kenyang menyusu. Wajah kedua bayi itu sangat mirip satu sama lain. Keduanya menurun wajah sang ibu, hanya saja mata dan bibirnya sangat mirip ayahnya.
"Cepat besar anak-anak ayah. Semoga kelak kalian menjadi anak-anak yang soleh dan berbakti kepada orang tua, agama, serta negara. Aamiin." gumam Arshaka sambil mengusap kepala sang anak satu persatu setelah melangitkan do'a untuk mereka.
***
Pagi harinya, Arshaka mengajak Azka ke pengadilan. Sudah waktunya anak itu tahu jika bubun kesayangannya hanyalah ibu sambung yang begitu menyayangi dia dengan tulus. Sepanjang perjalanan menuju pengadilan, Arshaka menceritakan bagaimana dia merawat sang anak sampai akhirnya menikah dengan istri kecilnya yang kini menjadi ibu sambung Azka.
__ADS_1
Bocah itu mendengar cerita sang ayah tanpa menjeda sedikit pun. Benar-benar seorang anak yang bisa dibanggakan oleh keluarga.
"Berarti onty bule itu beneran mommy-nya Azka, Yah?" tanya Azka memastikan jawaban pada sang ayah.
"Iya, dia yang melahirkan kamu, sehingga kamu ada di dunia ini. Walau bagaimanapun juga kamu harus tetap patuh dan hormat padanya," jawab Arshaka dengan wajah penuh kasih.
"Tetapi, kamu juga harus tetap menyayangi bubun. Hormat dan patuh juga, karena dia yang menjagamu dan membesarkan kamu," sambung Shaka setelahnya.
Laki-laki itu tidak ingin setelah mengetahui siapa ibu kandungnya, Azka menjadi lupa siapa yang telah merawat dan mendidiknya selama ini. Dia hanya ingin hubungan para ibu kandung dan ibu sambung mendapatkan kasih sayang yang sam dari Azka.
Dua puluh lima menit kemudian mereka sampai di pengadilan agama. Di sana, Grace sudah hadir bersama pengacaranya. Arshaka mendekati sang mantan dengan menggandeng tangan sang anak.
"Salim sama mommy, Az," ucap Arshaka pada sang anak.
Azka pun dengan patuh melakukan perintah sang ayah. Tidak hanya mencium punggung tangan sang ibu, Azka juga melakukan hal yang sama pada pengacara ibunya, bahkan pengacara Shaka yang baru saja datang juga dicium punggung tangannya.
Lima belas menit kemudian mereka diminta untuk masuk ke ruang sidang. Sidang kali ini adalah keputusan akhir, siapa yang berhak untuk mendapatkan hak asuh atas anak berusia empat tahun itu.
Sidang berjalan lancar tanpa hambatan apapun karena kedua belah pihak sudah berdamai. Keduanya sudah memutuskan hak asuh Azka tetap pada sang ayah. Keputusan ini sama dengan hasil sidang.
Grace diizinkan untuk berkunjung dan mengajak Azka untuk menginap di rumahnya. Walaupun begitu, dia tidak bisa bebas membawa Azka ke negara tempat tinggalnya sekarang.
__ADS_1
"Terima kasih, sudah mengizinkan Azka mengakuiku sebagai ibunya," ucap Grace dengan buliran air mata menetes di pipi.