
Masalah memaafkan adalah persoalan gampang. Namun, jika hati sudah terlanjur kecewa siapa pun orangnya pasti tidak ingin lagi berurusan dengan orang yang telah menorehkan luka dan kecewa. Begitu juga dengan Arshaka, dia bukan kaum PMS, tetapi dia tidak mudah melupakan kesakitan yang dia rasakan saat sang istri meninggalkannya bersama bayi yang masih merah.
Seorang laki-laki yang belum memiliki pengalaman apa-apa soal anak, tiba-tiba diharuskan mengurus bayi merah yang baru berumur satu Minggu. Bisa dibayangkan bagaimana repotnya, saat itu dia masih kuliah sambil bekerja sehingga harus pintar membagi waktu. Rasanya saat itu, dua puluh empat jam sehari tidak cukup untuk seorang Arshaka menjalani aktivitas hidupnya.
Tidur hanya beberapa menit saja, itu pun tertidur di setiap tempat saat rasa lelah dan kantuknya tak tertahankan lagi. Tidur tidak tentu waktu dan tempat, bahkan waktu makannya juga tidak teratur. Makan hanya jika ingat saja.
Sungguh dulu perjuangan seorang Arshaka tidaklah mudah. Untung masih ada orang tuanya yang membantu merawat Azka sampai dia bisa membayar pengasuh dan akhirnya bisa membuat rumah atas hasil keringat sendiri.
Jika saat ini, sang mantan ingin mengambil hak asuh anak mereka. Arshaka akan berjuang sampai titik darah penghabisan. Tidak akan dia izinkan, siapa pun itu untuk membawa Azka pergi dari sisinya. Azka ada jantung hatinya yang selalu menjadi penyemangat dalam menjalani kerasnya hidup.
Alasan utama Arshaka menikah dengan Shaila juga karena Azka. Saat pertama kali melihat bagaimana mahasiswanya itu dengan sabar menghadapi sang anak dan tampak sang anak itu menyukainya. Sejak saat itu dia berusaha agar segera memiliki mahasiswa yang telah mencuri hatinya dan sang anak.
__ADS_1
"Aku sudah memaafkan kamu sejak dulu, Grace. Namun, jika untuk kembali atau meminta hak asuh Azka, aku tidak bisa memberikan itu. Bagiku kamu adalah masa lalu kami. Jadi, biarkan semua itu menjadi kenangan. Jangan pernah datang lagi ke rumah ini jika niat kamu ingin mengambil hak asuh Azka. Kita bertemu di pengadilan!" Kata-kata yang terucap oleh Arshaka bagaikan busur panah yang tepat mengenai jantung Graceila Johnson.
Terasa sakit karena perasaan bersalah yang begitu mendalam. Jika waktu bisa diputar lagi, dia akan memilih bertahan dalam kemiskinan bersama anak dan suaminya. Hanya saja, ancaman dari sang ayah tidak dapat dia abaikan.
Walau bagaimanapun juga, berbakti pada orang tua itu suatu kewajiban. Selagi orang tua masih hidup, membuat mereka bahagia adalah kewajiban seorang anak, sebagai wujud bakti seorang anak atas semua jasa mereka yang telah diberikan sebelumnya.
"Maafkan aku, maaf...."
"Bangunlah! Kamu tidak perlu bermain sandiwara di depan kamu. Simpan saja tenagamu, jangan bersandiwara lagi. Aku sudah hafal dengan perangaimu." Ucapan Arshaka seperti memendam kekesalan.
Shaila yang melihat pemandangan di depannya hanya bisa mengusap perutnya pelan. Berharap sang anak yang masih berada di dalam perutnya tidak rewel karena berulang kali dia terkejut.
__ADS_1
Grace akhirnya pamitan, tetapi sebelum meninggalkan rumah minimalis itu, dia meminta izin pada sang mantan suami untuk berjalan-jalan walau sebentar. Arshaka mengizinkannya dengan syarat.
Grace pulang dengan tangan kosong karena Arshaka menolak permintaannya mengasuh Azka. Dia berjanji pada diri sendiri untuk mengambil Azka di bawah pengasuhannya. Dengan menyewa pengacara hebat, wanita itu yakin bisa memenangkan persidangan di pengadilan.
***
Sementara itu di Jakarta, kepala Keenan rasanya mau pecah memikirkan cara agar bisa kabur dari wanita penggoda yang selalu menempel dan sok akrab. Padahal sejak awal dia sudah diperingatkan untuk tidak mengganggu dirinya,
Laki-laki itu bahkan sampai bersembunyi karena saking takutnya tergoda oleh gadis cantik yang selalu membawa hasil masakannya. Sekarang ini pemilik rumah sakit itu lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berdiam di dalam ruang kerjanya. Jika terpaksa harus bertemu, haruslah ada alasan yang masuk akal agar bisa meninggalkan tempat tersebut.
Larasati yang pandai memasak itu masih berusaha mendekati sahabat sang kakak. Bagi gadis itu menjadi yang kedua tidak mengapa asalkan suaminya adalah Keenan Elard Guinandra. Namun, sayangnya cinta dokter spesialis kandungan itu harus menelan kekecewaan karena sang pujaan hati tidak pernah melirik ke arahnya sama sekali.
__ADS_1
"Rony, handle semuanya! Aku akan ke Bandung untuk waktu yang tidak ditentukan," perintah Keenan tiba-tiba.