
Arshaka segera masuk ke ruangan sang istri dirawat untuk menyerahkan minuman juga kudapan pada mereka. Tak lupa dia juga pamit menjemput sang anak sulung serta menitipkan sang istri pada para sahabatnya. Setelah pamit, ayah tiga anak itu bergegas menuju tempat parkir.
Laki-laki berusia dua puluh empat tahun itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia sudah tidak sabar lagi untuk menemui guru sang anak. Ingin tahu lebih jelasnya dari pada menerka-nerka yang nanti malah menambah masalah.
Biasanya perjalanan dari rumah sakit ke sekolah Azka membutuhkan waktu normal dua puluh sampai dua puluh lima menit. Akan tetapi, kali ini berbeda. Arshaka hanya membutuhkan waktu sepuluh menit saja.
Begitu sampai di sekolah sang anak, Arshaka langsung menemui kepala sekolah untuk mendengarkan penjelasan sekaligus melihat rekaman CCTV sekolahan tersebut. Kepala sekolah memanggil wali kelas Azka untu mendapatkan keterangan yang lebih jelas.
Ayah Azka itu mendengarkan dengan seksama penjelasan wali kelas sang anak. Penjelasan sang wali kelas yang menyebutkan ciri-ciri pelaku, sesuai dengan dugaan sebelumnya. Sebelum menuduh dan menemukan orang yang telah menculik anaknya.
Rekaman CCTV mulai diputar. Tidak ada kejadian yang mencurigakan dari pagi sekolahan itu dibuka. Namun, saat rekaman CCTV diputar selama sekitar satu jam, tampaklah Azka yang digandeng oleh seorang wanita yang menggunakan baju kantoran, hal itu mengundang banyak tanya.
Wanita yang menjemput Azka tidak dikenalnya. Walaupun sudah berulang kali diputar, Arshaka dan Mbak Rina tetap tidak mengenali perempuan yang menjemput bocah umur empat tahun itu. Akhirnya dia pun meminta salinan rekaman CCTV tersebut untuk melapor pada pihak berwajib.
__ADS_1
Dengan modal rekaman CCTV itu, dia mendatangi kantor polisi. Walaupun berita kehilangan baru bisa dilaporkan setelah dua empat jam, Arshaka tidak menyerah. Apalagi jaman sekarang banyak kasus penculikan terjadi.
Untung saja, pihak kepolisian merespon positif laporannya, sehingga Arshaka bisa sedikit lebih tenang. Ayah tiga anak itu juga meminta bantuan polisi untuk memblokade bandara. Ketika polisi mulai bergerak ke bandara, dia memilih untuk mendatangi rumah mantan mertuanya.
Mbak Rina diminta Arshaka untuk ke rumah sakit menemani sang istri, tak lupa dia juga meminta bantuan pada orang tuanya. Walau pikirannya sedang kalut, Arshaka masih bisa berpikir jernih. Sudah terbiasa menghadapi para mahasiswa dengan berbagai watak serta menghadapi berbagai sifat masyarakat yang ditemui di Pemkab, membuat Arshaka Mandala terlatih berpikir cepat dan tepat.
Berita hilangnya Azka untuk sementara dirahasiakan dulu, sebisa mungkin kabar itu tidak sampai di telinga Shaila, mengingat kondisinya yang baru saja melahirkan secara caesar. Mbak Rina dan orang tua Arshaka menjawab dengan kompak setiap kali Shaila menanyakan anak sulungnya itu.
***
"Graceila, kembalikan Azka sekarang juga atau kita akan bertemu di pengadilan!" teriak Arshaka begitu keluar dari mobilnya.
"Cepat sekali kamu tahu keberadaan Azka. Tanpa kuserahkan dia, kita akan tetap bertemu di pengadilan, bukan? Urusan kita belum selesai, Shaka! Aku akan tetap mengambil alih hak asuh atas Azkara." Grace menjawab ancaman mantan suaminya dengan cibiran.
__ADS_1
Wanita itu sengaja memancing emosi sang mantan karena dia tahu betul bagaimana mengacaukan konsentrasi laki-laki yang menjadi cinta pertamanya itu. Jika tidak mendapatkan Arshaka, setidaknya dia bisa memiliki Azka sebagai penggantinya. Namun, sayangnya tindakan dia empat tahun yang lalu menorehkan luka yang mendalam.
Hanya karena tidak bisa bersabar menunggu, juga hasutan dari kedua orang tuanya, membuat dia meninggalkan anak dan suami yang sangat dicintai. Walaupun Arshaka waktu itu belum mencintainya, dia tetap menghormati dan menyayangi istrinya.
"Baiklah kalau begitu, sesuai keinginanmu. Kita bertemu di pengadilan, tapi kembalikan Azka terlebih dahulu. Besok kamu bisa menemui dia di pengadilan!" ucap Arshaka menurunkan egonya.
"Tidak bisa! Malam ini, Azka tidur bersamaku. Besok aku bawa ke pengadilan!"
Besok adalah sidang penentuan hak asuh Azka. Grace yang sudah tahu pasti hasil akhirnya, memutuskan untuk tidur bersama sang anak. Dia tidak ingin lagi berpisah dari anaknya.
Malam ini, Grace berencana memberi tahu jika dia adalah ibu kandung yang Azka cari selama ini. Namun, tanpa Grace tahu bahwa sang anak sudah menganggap Shaila adalah wanita yang melahirkannya. Kasih sayang Shaila yang tulus membuat anak usia empat tahun itu menerima ibu sambungnya dengan tangan terbuka.
Arshaka pulang dengan tangan kosong, tetapi dia percaya Grace akan menepati janjinya untuk membawa Azka ke pengadilan besok. Grace juga tidak bisa lagi membawa anaknya keluar kota karena dia sudah meminta polisi untuk memantau sang mantan.
__ADS_1
"Azka, jangan panggil onty lagi. Panggil mommy ya, Nak. Onty ini adalah wanita yang melahirkan kamu," ucap Grace ketika mereka sudah berada di peraduan.