Jerat Cinta Pak Dosen

Jerat Cinta Pak Dosen
Bab 61


__ADS_3

Shania meninggalkan ruangan suaminya begitu saja, saat sang suami sedang melakukan wawancara pada dokter muda yang sangat cantik dan memiliki postur tubuh bak gitar Spanyol. Istri Keenan itu merasa cemburu karena melihat dua orang di depannya yang tampak begitu akrab. Ditambah lagi sebelum wawancara tentang pekerjaan, mereka saling menanyakan kabar masing-masing dan keluarganya.


Shania langsung pergi ke kampus tanpa memberi tahu sang suami. Kakak Shaila itu sebentar lagi akan mengikuti Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter, atau sering disebut UKMPPD. Ujian ini ada dua jenis, yaitu ujian teori dan ujian praktek. Jadi, dia pergi ke kampus untuk mendaftar serta melengkapi persyaratan mengikuti ujian tersebut.


Tentu saja ujian ini tidaklah mudah karena harus mengulang teori selama mengikuti kuliah kedokteran sejak awal semester sampai saat ini. Tidak semua mahasiswa program profesi dokter bisa lulus dengan mudah. Oleh karena itu, proses untuk menjadi seorang dokter itu tidaklah mudah, banyak memakan waktu dan biaya.


Tidak hanya itu saja, untuk menjadi dokter juga harus memiliki otak yang cerdas serta daya ingat yang bagus. Setelah lulus ujian kompetesi (UKMPPD), sarjana dokter baru bisa mendapatkan gelar dokter di depan namanya.


TIdak hanya berhenti sampai di situ saja. Setelah mendapat gelar dokter, Shania masih harus mengikuti program internship yang diadakan oleh Kemenkes untuk mendapatkan Surat Izin Praktek (SIP). Internship, yaitu belajar menjadi dokter mandiri yang dilaksanakan di seluruh Indonesia selama satu tahun.


Para dokter baru itu boleh memilih tempat internship, tetapi tidaklah mudah karena sistem pemilihannya rebutan online dan serentak secara nasional. Jadi, jika mendapatkan rumah sakit atau puskesmas yang dekat dengan tempat domisili adalah suatu rejeki. Banyak mereka yang dikirim ke luar pulau dan jauh dari keluarga atau sanak keluarga.


Itulah alasan bahwa untuk menjadi seorang dokter itu tidaklah mudah. Wajar jika bayaran dokter mahal walau hanya sebatas konsultasi saja karena untuk menjadi seorang dokter itu membutuhkan perjuangan panjang. (Othor lagi ngigau karena bercita-cita menjadi dokter tetapi malah jadi penulis.)


Keenan merasa kehilangan istrinya, sudah lima belas menit sang istri meninggalkan ruangan tetapi belum juga kembali. Laki-laki itu khawatir karena nomor sang istri tidak bisa dihubungi, padahal tadi sudah berjanji akan pergi ke kampus bersama-sama. Seluruh sudut rumah sakit telah dicari, kini suami Shania itu memeriksa CCTV untuk mengetahui keberadaan istri tercinta.


Detak jantung dokter sekaligus pemilik rumah sakit itu berdebar kencang setelah mengetahui sang istri meninggalkan rumah sakit menggunakan taksi online. Keenan langsung berlari keluar untuk mencari istri kecilnya itu ke kampus. Laki-laki itu mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh agar bisa sampai di kampus bersamaan dengan sang istri, tetapi terlambat.

__ADS_1


Shania tampak keluar dari ruang administrasi usai mengurus persyaratan mengikuti ujian yang akan dilaksanakan satu Minggu lagi itu. Wanita cantik yang memakai gamis berwarna sage dan hijab senada itu berjalan menuju perpustakaan. Dia ingin mengulang pelajaran yang sudah mulai lupa di perpustakaan.


Perpustakaan kampus Shania menyediakan berbagai macam buku yang dibutuhkan oleh istri Keenan itu, sehingga memudahkan dia untuk belajar. Persiapan Shania untuk mendapatkan gelar dokter sudah matang agar tidak mengulang ujian kompetensi lagi.


Keenan mencari istrinya di ruang administrasi dan mendapat jawaban yang mengecewakan karena petugas administrasi tidak tahu kemana mahasiswa program profesi dokter itu pergi. Tidak tahu harus mencari ke mana lagi, suami Shania itu memilih masuk ke ruangannya yang tidak jauh dari ruang administrasi.


Keenan kembali mencoba menghubungi nomor sang istri. Lagi-lagi hanya operator yang menjawab. Laki-laki yang juga berprofesi sebagai dosen itu melemparkan ponselnya begitu saja ke meja karena kesal tidak tahu keberadaan sang istri.


"Shania, kamu di mana, Sayang? Jangan hukum aku karena rasa cemburu kamu!" Keenan menggumam sambil mengacak rambutnya kasar.


Dia menebak jika sang istri merasa cemburu karena kejadian di rumah sakit tadi, padahal tidak ada maksud untuk membuat sang istri cemburu. Sebenarnya suami Shania itu ingin memperkenalkan Laras pada sang istri setelah selesai wawancara. Namun, belum selesai istrinya itu sudah meninggalkannya.


Kepala Keenan terasa cenat cenut memikirkan sang istri yang menghilang entah kemana. Setelah beberapa saat berdiam diri seraya memijit pelipisnya, terbersit pikiran untuk mengecek CCTV kampus yang terletak di depan ruang administrasi.


"Bodo! Kenapa tidak dari tadi sih, mikir ke sana? Semoga belum terlambat," monolog Keenan sambil memukul dahinya pelan.


Calon ayah itu bergegas meninggalkan ruangannya menuju ruang keamanan yang mengawasi seluruh CCTV yang terpasang di kampus. Dia akan meminta tolong petugas yang berjaga untuk mengecek rekaman CCTV yang terpasang di atas pintu ruang administrasi beberapa menit yang lalu.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama untuk mengetahui keberadaan Shania karena kejadiannya belum ada satu jam. Kini, Keenan sedang menuju perpustakaan untuk memastikan keberadaan sang istri. Laki-laki itu berjalan cepat menuju perpustakaan karena tidak ingin kembali kehilangan jejak istrinya yang ajaib itu.


Bertindak sesuka sendiri tanpa memikirkan bagaimana sang suami memikirkan keadaannya. Namun, saat suami tak ada kabar atau sedang bersama lawan jenis dia akan uring-uringan tidak jelas. Benar-benar membuat Keenan harus menambah stok sabarnya.


Di sudut ruangan, tampak Shania sedang menunduk menekuri buku di hadapannya. Calon ibu itu khusyuk belajar demi cita-citanya menjadi seorang dokter spesialis penyakit dalam seperti sang ayah. Dia ingin menunjukkan pada keluarganya, bahwa dia bisa menjadi seorang dokter walaupun jalannya tidak mudah.


Keenan bernapas lega melihat keberadaan sang istri yang sedang belajar. Dia memilih duduk di belakang istrinya agar tidak diketahui. Sengaja ingin melihat bagaimana seorang Shania yang sedang merajuk menghabiskan waktunya untuk belajar.


Menantu Nathan itu pun merasa bangga dengan sang istri yang memilih belajar dari pada mengisi waktu senggang dengan hura-hura atau hang out bareng teman-temannya. Istrinya itu telah banyak berubah setelah selama satu bulan penuh ditinggalkan tanpa kabar, walaupun itu bukanlah suatu kesengajaan. Namun, bisa membuat sang istri berubah menjadi pribadi lebih baik lagi.


Keenan pun merencanakan untuk memberi sang istri kejutan setelah selesai ujian kompetensi nanti. Dia harus menyiapkan segala sesuatunya dari sekarang. Oleh karena itu, dia menghubungi Rony melalui chat agar tidak menganggu aktivitasnya di dalam perpustakaan, selain itu untuk menjaga kerahasiaannya.


Shania tiba-tiba menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mencari bau yang sangat familiar di hidungnya. Betapa terkejutnya dia saat menoleh ke belakang.


*


*

__ADS_1


*



__ADS_2