Jerat Cinta Pak Dosen

Jerat Cinta Pak Dosen
Bab 31


__ADS_3

Shaila menghentikan langkahnya, menatap Arshaka sejenak lalu kembali melanjutkan langkahnya. Tidak mau menjawab pertanyaan sang suami. Suaminya itu benar-benar tidak peka sama sekali, sang istri menggendong anaknya bukan ditolong malah ditodong.


Arshaka mengikuti langkah kaki sang istri, dia sudah menahan amarahnya sejak tadi. Sejak dia melihat mantan istri dan istrinya itu tampak akrab di mall. Bukan tidak suka melihat keakraban mereka, tetapi takut sang mantan istri akan menghasut Shaila sehingga istri barunya itu meninggalkan dia dan Azka.


"Kita harus bicara!" ucap Arshaka begitu Shaila membaringkan Azka di kasurnya.


"Saya capek, Pak. Seharian menjaga Azka dan naik tangga sambil menggendong dia. Boleh saya minum dulu?"


Shaila melenggang begitu saja meninggalkan sang suami. Gadis itu menuju kamarnya, menyimpan tas, kemudian masuk ke kamar mandi. Arshaka mematung mendengar jawaban sang istri yang berisi sindiran. Setelah kesadarannya kembali, laki-laki itu menyusul sang istri ke kamar.


Sesampainya di kamar, istri kecilnya itu tidak terlihat. Namun, terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Arshaka memilih duduk di pinggiran ranjang menunggu sang istri keluar dari kamar mandi.


Setengah jam kemudian, Shaila keluar dari kamar mandi hanya menggunakan bathrobe. Bau sabun dan shampo menguar memenuhi ruangan itu. Bau harum dan segar itu membuat jiwa lelaki Arshaka yang telah tertidur selama tiga tahun menjadi bangun.


Arshaka bangkit dari duduknya lalu melangkah mendekati sang istri dengan langkah pasti, seperti harimau lapar hendak menerkam mangsa. Shaila yang melihat tatapan lapar sang suami pun menjadi ketakutan. Namun, wanita itu menyembunyikan ketakutannya dengan senyum ritadent yang menampakkan deretan gigi putihnya.

__ADS_1


"Bapak mau ngapain?" tanya Shaila tampak was-was sambil berjalan mundur menjauh dari pak suami.


"Kamu kenapa berjalan mundur Shaila?" Arshaka menjawab pertanyaan sang istri dengan pertanyaan.


Shaila yang mendapat pertanyaan dari suami gagaknya menjadi gugup. Berjalan mundur sambil sesekali melihat ke belakang agar tidak kepentok tembok atau benda lain. Akan tetapi, setiap satu langkahnya ke belakang, sang suami akan melangkah dengan lebar ke arahnya.


"Ba-Bapak tolong berhenti di situ saja, saya mau ambil baju ganti," ucap Shaila terbata dengan tangan memegang bathrobe-nya kuat.


"Kalau kamu mau ambil dan berganti pakaian, silakan. Saya tidak melarang, apa saya ada melarang kamu?"


Setelah tangan Shaila tertangkap olehnya, Arshaka pun menarik tangan itu hingga kepala Shaila membentur dada bidangnya. Badan gadis itu panas dingin karena menahan takut atas tingkah laku sang suami.


Tanpa menunggu lama, Arshaka langsung mengangkat kepala sang istri agar tatapan mata mereka bertemu. Tanpa aba-aba juga, laki-laki itu memagut bibir merah alami milik istri kecilnya. Baginya bibir itu mengandung candu sehingga dia kecanduan ingin selalu merasakan bibir itu setiap waktu.


Shaila berusaha memberontak karena belum siap untuk menyerahkan harta berharganya. Walaupun Arshaka suaminya, tetap saja gadis itu tidak mau melakukan itu tanpa adanya rasa cinta. Pernikahan yang dilandasi oleh cinta saja bisa berakhir mengecewakan, apalagi dirinya dengan sang dosen yang tidak ada cinta di antara mereka.

__ADS_1


Ciuman Arshaka yang awalnya lembut, lama-lama semakin menuntut tangannya pun tidak tinggal diam. Bathrobe yang dikenakan oleh Shaila pun talinya sudah terlepas sehingga tampa jelas gundukan kenyal gadis itu. Arshaka sudah tidak sabar ingin memiliki sang istri seutuhnya.


Kini keduanya sudah berada di atas ranjang dengan posisi Arshaka mengungkung Shaila. Bibir Arshaka menjelajahi setiap jengkal tubuh sang istri. Kedua tangan gadis itu disatukan dan diletakkan di atas kepala.


Tangan besar Shaka yang kuat itu mencengkeram kedua tangan sang istri agar tidak terus menyerangnya. Laki-laki yang sudah diliputi rasa marah dan hasrat na*su, akhirnya bisa menjadikan sang istri sebagai milik dia sepenuhnya.


Walaupun Arshaka mengambilnya dengan paksa, dia tetap melakukan itu dengan gerakan lembut penuh cinta. Setiap hujaman yang dia berikan pada inti tubuh sang istri membawa kenikmatan yang membuat mereka terbang ke nirwana.


Berulang kali Arshaka membisikkan kata cinta di telinga sang istri. Baru kali ini Arshaka merasakan nikmatnya saat berseng*ama. Hal ini dikarenakan saat pertama kali melakukannya bersama Grace, dia tidak mendapatkan pe ra wan nya.


"Terima kasih, Sayang. Kamu telah menjaga kehormatanmu untuk suamimu ini," ucap Arshaka begitu keduanya sama-sama telah mencapai puncak nirwana.


Arshaka terkejut mendapati istri kecilnya menangis dengan posisi membelakangi. Laki-laki itu memeluk sang istri dari belakang, tidak lupa dengan ceruk leher sang istri yang membangkitkan syah&wat.


"Maaf, aku telah mengambil paksa harta yang paling berhargamu. Percayalah padaku, aku melakukan ini karena tidak ingin kehilangan kamu. Tak seharusnya aku mengambil tanpa seizin kamu."

__ADS_1


__ADS_2