JODOHKU TUAN DUDA

JODOHKU TUAN DUDA
Angga Nembak


__ADS_3

Pukul 19.00 Wib, Angga sudah bersiap menunggu Nisa di depan kost. Duduk dalam mobil sambil memainkan ponsel untuk mengusir jenuh, seperti kata pepatah 'menunggu adalah pekerjaan yang membosankan.'


Sementara di dalam sana, perempuan itu mematut dirinya depan cermin. Memoles sedikit bedak di wajah dan memberikan sentuhan lipgloss warna merah maroon pada bibir. Beruntung Mona sedang keluar, sehingga tak ada lagi gangguan atau nasehat aneh yang terlontar darinya.


Sekali lagi Nisa berdiri depan cermin, memastikan bahwa tak ada yang salah dalam tampillannya. Tunik berwarna biru muda dengan gambar bunga-bunga di bagian bawah sebelah kanan, cukup ciamik berpadu dengan celana jeansnya. Lekas diraihnya tas sling bag, mematikan kipas dan keluar setelah mengunci pintu.


Angga nampak tersenyum, melihat Nisa tengah berjalan menuju ke arahnya. Segera turun untuk membuka pintu mobil. Dia ingin memperlakukan perempuan itu lebih istemewa, karena baginya ini merupakan kencan pertamanya secara resmi. Walaupun dia belum mengatakan apa-apa pada Nisa.


.


.


Akhirnya mobil berhenti di parkiran sebuah mall terbesar di kota ini. Segera mereka menuju lantai paling atas, ke tempat bioskop.


Setelah membeli tiket film dan memilih posisi kursi, masih ada waktu tersisa sekitar lima belas menit lagi.


Angga meminta Nisa untuk menunggu karena lelaki itu akan membeli beberapa cemilan dan minuman. Tak lama kemudian dia datang dengan dengan dua buah minuman berukuran jumbo serta dua porsi popcorn tetap dengan ukuran jumbo. Tak lupa bebera permen.


Nisa terkejut tapi kemudian tergelak melihat bawaan Angga. Lekas dia mengambil sebagian, karena lelaki itu agak repot membawa semua.


"Banyak banget, Mas! Apa bisa dihabisin semua?"


"Nanti saya bantu habisin, biar Nisa nggak bosan nontonnya."


Perempuan itu hanya mengulum senyum di kedua bibirnya. Lima menit kemudian akhirnya mereka masuk ke dalam studio.


.


.


Hampir sekitar seratus lima puluh menit mereka di dalam. Lalu keluar dengan popcorn di tangan Angga dan Nisa membawa minuman.


"Gimana suka sama filmnya?"


"Suka, Mas," jawab Nisa berbohong, karena film tersebut bergenre action. Sedangkan dia lebih menyukai film romantis.


"Tuh kan, punyaku belum habis, Mas," kata Nisa sambil menunjuk minuman bersoda di tangannya serta yang berada dalam pegangan Angga.


"Popcornnya, tinggal sedikit kok." Lalu lelaki itu menghabiskannya sekaligus dan membuang bungkusnya.


Nisa menyodorkan minuman pada Angga.


"Habisin saja Mas, ntar keselek popcorn, kan nggak enak."

__ADS_1


Angga terkekeh, menghabiskan sisa minuman bersoda lalu kembali membuang gelas plastik tersebut.


"Yuk, jalan," ajaknya. Mereka pun, mengitari mall tersebut. Beberapa kali Angga menawari baju, sepatu ataupun tas. Namun, selalu saja Nisa menolaknya. Entah apa alasannya.


"Baru kali ini jalan di mall sama cewek."


Nisa menyungging senyum, "Gombal banget Mas. Mana ada seorang pengusaha sukses, sekeren Mas, nggak punya gandengan."


Angga tertawa seakan membenarkan apa yang perempuan di sampingnya katakan.


"Mas, bener nggak apa-apa kita jalan berdua begini dikeramain?" Serius sekali raut wajah Nisa saat menanyakan hal itu.


"Kenapa wajahnya berubah tegang begitu?" Angga balik bertanya. Heran melihat perubahan yang tiba-tiba.


"Khawatir saja Mas, jangan-jangan ntar ada yang ngejambak dari belakang sambil menuding Pelakor."


"Hahahha." Suara tawa Angga begitu keras, sehingga menarik pengunjung sekitar untuk melirik sejenak asal suara.


Melihat banyak yang menatapnya, lelaki itu langsung menghentikan gelaknya. Mulut menutup sempurna. Kini giliran Nisa yang terkekeh melihat kelakuan Angga.


"Nis, khayalanmu ketinggian. Nggak bakalan ada yang berlaku begitu sama kamu. Soalnya saya belum punya pacar, kekasih apalagi istri. Masih bebas bergeraklah," jelasnya.


"Kenapa? Kriteria seperti Mas, aku rasa sangatlah mudah mendapatkan pasangan."


"Nah, itu dia alasannya! KRITERIA, mereka semua memburu itu. Sulit mendapatkan yang benar-benar tulus."


"Sudah dapat orangnya, ini lagi Pdkt."


"Waduhh, ayo balik. Nanti dia kabur nggak mau lagi sama Mas, gara-gara aku."


"Tenang Bundanya El, nggak ada orang lain, yang saya maksud itu Nisa."


Perempuan itu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Memandang pengunjung yang lalu-lalang.


"Bagaimana Nis?"


Perempuan itu diam.


"Kita ke cafe itu dulu," ajak Angga. Nisa mengikuti langkah lelaki itu.


"Bagaimana Nis, apa nggak mau sama saya?"


"Mas tahu kan, siapa aku? Apa tidak dipikir lebih jauh lagi?"

__ADS_1


"Saya tahu banget tentang Nisa, bahkan sudah memikirkan ulang. Dan keputusannya masih ingin mencoba ta'aruf. Bagaimana?"


Aku menyesap gelas jus orange di depanku. Dadaku bergemuruh dan berdetak.


"Aku serius, nggak main-main, Nis."


Nisa terharu. Melayang seraya di awang-awang, baru kali ini merasa sangat diinginkan dengan cara yang terhormat.


"Bagaimana dengan keluarganya, Mas? Apa bisa menerimaku dan El?"


"Saya sudah beritahu orang tua, cuma belum mengatakan kalau Nisa orangnya."


Deg! Sekita ada rasa takut menyusup di jiwanya. Takut bila mendapat hinaan lagi. Tiba-tiba wajah El menari di pelupuk mata. Jika ingin bersamanya, tentu harus siap menerima kehadiran sang anak. Syarat mutlak tak bisa ditawar.


Namun, tak bisa dia pungkiri, hanya dengan Angga Nisa merasa nyaman. Tanpa harus menyembunyikan statusnya, karena lelaki itu sudah mengetahui semua sejak awal.


"Nisa."


"Ya."


"Saya menunggu jawabanmu ...."


Nisa memandang Angga, kemudian tersenyum penuh arti.


\=\=\=


Kembali lampu notifikasi ponsel Nisa berkedip, saat akan ganti baju. Lagi-lagi Dewa mengirim pesan.


[Assalamu alaikum calon kekasih halalku. Lagi ngapain? Sudah sholat belum, bidadari surga dan duniaku,]


Nisa tercenung. Dari kemarin dia mengabaikan pesan-pesan Dewa. Bahkan di kantor, tak memberinya kesempatan untuk berdua dengannya. Rasa tak tega menggelayutinya. Dia membalas juga pesan-pesan gombal boss sekaligus mantan suaminya.


[Waalaikum salam, sudah,]


Nisa tidak tahu, balasan singkat darinya membuat seseorang nun jauh di sana, melonjak kegirangan dan menambah rasa kepercayaan dirinya.


.


.


Bersambung


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Please tinggalkan jejak like, komentar atau apa saja. Untuk mhenyemangati author 😁😍🙏


Terima Kasih


__ADS_2