JODOHKU TUAN DUDA

JODOHKU TUAN DUDA
Berdua Bersama


__ADS_3

Aku menatap pemandangan yang tersaji dari balkon apartemen lantai sepuluh, sambil meneguk minuman kaleng bersoda. Dewa entah kemana, dia keluar sesaat setelah mengatakan semuanya secara gamblang.


"Awalnya rencana itu sudah saya pikirkan dengan serius. Mulai dari saksi, penghulu semua siap, tinggal menunggu perintah. Namun, kondisi ayah yang tiba-tiba kritis, melihat ibu yang tak berhenti menangis. Membuat pikiranku kacau," jelasnya. Menjeda sejenak dan meneguk minuman di tangannya.


"Melihat kondisi ayah yang semakin menurun, tanpa sepengetahuanku, ibu meminta pak Yo untuk menghubungi paman Burhan dan Aji, serta mencari seorang penghulu. Bagaimana selanjutnya, kamu pasti sudah tahu," terangnya.


Kepala menunduk melihat tangannya yang sedang memutar-mutar kaleng minuman itu.


"Bukan masalah saksi dan penghulu yang asli, Kak, tetapi niat di hati. Andai kata niatnya hanya untuk bermain demi ketenangan orang tua, tetap saja kita bukan sepasang suami istri." Aku mencoba berargumentasi dengannya.


"Tidak, melihat kedua pamanku datang dengan wajah cemas, tetapi menepuk bangga pundak ini. Membuat saya sadar, ini bukanlah sesuatu yang pantas untuk dipermainkan. Niat dihati pun, sudah berubah saat hendak mengucapkan kalimat ijab kabul." Dia terdiam.


"Bagaimana dengan Wanda, Kak? Sadar tidak, Kakak ini menempatkanku sebagai orang ketika dalam hubungan kalian."


"Itulah yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya sebagai laki-laki."


"Dia tahu, apa yang barusan Kakak ungkapkan di sini?"


Dia menggeleng, menghempas punggung bersandar di sofa bed depan televisi dan tangannya memijat kening.


"Kak, tenang saja. Bersatulah Kalian lagi, nggak usah memikirkanku. Aku hanya sahabat Kakak dulu dan sekarang, tak ada yang berubah."


Sakit, apakah ini yang disebut sakit tapi tak berdarah?


"Sebaiknya lekas jatuhkan talak, agar Kakak tidak merasa serba salah lagi," kataku seraya tersenyum dan membinarkan netra.


Palsu, inilah senyum penuh kepalsuan. Kucubit kecil tangan ini, agar rasa sakit di hati teralihkan.

__ADS_1


Tidak, air mata janganlah tumpah.


"Nggak semudah itu Nis," katanya bangkit dari duduk. Menyambar kunci mobil seraya berkata, "Dek, nggak usah tunggu saya pulang, mungkin agak lama. Nisa tidur di kamar saja ya."


Aku menganggukkan kepala, tanpa mengucap kata.


Kutengok jam yang melingkar di tangan, hampir pukul sepuluh malam. Rasanya diri masih enggan berlalu dari tempat ini, pemandangan lampu yang bersinar seolah menghipnotisku.


Entah sudah berapa kali ponsel di tangan mengabadikan lukisan malam itu. Hingga tak sadar, Dewa sudah ada di pintu balkon. Dia tersenyum melihat aksiku bersama benda pipih itu.


"Sudah kuduga, kamu termasuk kategori night owl. Ini aku bawakan martabak manis kesukaanmu." Dia meletakkan di atas meja kecil.


Kami duduk sambil menikmati penganan favoritku. Hening.


"Bagaimana, apa senang tinggal di sini?"


"Maaf Nis, menyeretmu ikut dalam masalah keluargaku."


"Nggak apa-apa Kak, sudah aku maafkan."


Bagaimana bisa marah, jika aku bahagia dalam permainan konyol ini.


"Apakah kita masih bisa seperti dulu lagi, saat semua ini berakhir?"


"Mungkin saja bisa, jika tak ada yang merasa di rugikan."


"Apa Nisa merasa dirugikan?"

__ADS_1


Aku menggeleng, "jadi kapan aku harus pergi? Kasian Wanda menunggumu, Kak."


Dia terdiam dan diamnya itu menyakitiku, salahku sendiri bertanya hal yang sensitif.


Aku Tak berkata lagi, pandangan jauh menatap kelamnya malam atau kelamnya hati ini.


Aku bangkit dari duduk, ketika hendak melangkah ke dalam, tangannya meraihku dalam pelukan, berusaha kuat melepaskan diri, tetapi sia-sia saja.


"Jangan bergerak, ijinkan saya sejenak memelukmu."


Deg!!


Bagaikan debaran gemuruh ombak yang saling berkejaran, jantung ini memacu begitu cepatnya. Tak terasa lengan ini membalas pelukannya.


"Apa kita harus berpisah, Dek?"


\=\=\=


Ehmm, bagaimana kisah mereka selanjutnya?


Jangan bosan menunggu episode berikutnya yah ...


Bersambung


🌷🌷🌷🌷🌷


Please tinggalkan like, komentar dan vote-nya Kakak 😁😍🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2