
Dua bulan berlalu sejak kanaya kembali ke kota, kini mereka sudah pindah ke kediamannya yang baru, walaupun bangunan ini baru saja mereka tempati tetapi semua barang-barang sudah terletak rapi pada tempatnya, itu karena seminggu sebelum nya kanaya sudah meminta seseorang untuk membantu menyusunnya.
Rumah Dengan luas bangunan hingga 120 meter persegi itu memiliki dua kamar di lantai bawah dan juga lantai atas selain itu dia juga memiliki halaman yang cukup luas.
Kanaya begitu senang melihat rumah yang dia beli dari hasil jerih payahnya selama tujuh tahun menekuni dunia modeling, kini dia tidak perlu bingung meletakan barang-barang karena kini kediaman nya memiliki banyak ruang.
“Apa kamu senang? “ Tanya nesya menghampiri nya.
“Sangat, aku tidak menyangka kakak bisa mendapatkan rumah sebagus ini bahkan rumah ini memiliki halaman yang luas seperti yang aku inginkan,” sahut nya riang.
“Syukurlah jika kamu menyukainya, beruntung sekali aku mendapatkan rumah besar dengan harga yang murah di kota ini.”
“Iya ya, padahal rumah kecil saja harga nya sangat mahal? Kakak benar-benar beruntung.”
“Tapi kanaya, orang-orang bilang rumah ini berhantu dan sering mengganggu pemilik rumah sebelum nya maka dari itu dia menjual dengan sangat murah ke kita.”
“Kakaaakk,” rengek kanaya memeluk tangan nesya.
Melihat kanaya ketakutan nesya tertawa terbahak-bahak, “Tentu saja bukan karena itu, pemilik rumah sebelum nya sedang mengalami suatu masalah dan sangat membutuhkan uang maka dari itu dia menjual dengan harga miring agar cepat terjual,” nesya terkekeh.
“Tidak lucu, oh iya kak jam berapa sekarang?” tanya kanaya.
Nesya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya, “Jam sepuluh.”
“Pemotretan jam berapa?”
“Jam satu siang.”
“Baiklah masih banyak waktu,” Ucap kanaya dengan semangat.
“Banyak waktu untuk?” Tanya nesya.
“Memanggil tukang.”
“Tukang untuk apa?” tanyanya lagi.
“Aku ingin buat kolam renang di halaman belakang,” sahut nya dengan riang.
“Kanaya masih ada besok, kenapa harus membuat nya sekarang juga?”
“Harus, sebab kakak sendiri yang bilang jangan menunda pekerjaan.”
“Astaga, lalu siapa yang mau menjaga rumah?”
“Ya tidak perlu ada yang menunggu, lagi pula di dalam belum ada barang-barang berharga tinggal kunci kamar beres,” sahut nya enteng.
“Sudahlah terserah,” pasrah nya.
“Oh iya kak, jangan lupa untuk cari ART dan security agar rumah kita aman.”
“Pos satpam nya saja belum ada kanaya.”
“Kan bisa di buat dulu pos nya lagi pula tidak asal ambil orang juga kan, kita harus seleksi dulu,” jelas kanaya.
“Hmm,” sahut nesya malas.
“Masing masing dua orang ya kak, kalau bisa sih suami istri yang menginap tapi jika tidak ada ya tak masalah,” Usul nya lagi.
__ADS_1
“Kamu mau membuat pekerjaan ku semakin banyak ya?” gumam nesya.
“Kakak keberatan? Kalau kakak tidak bisa nanti biar aku saja yang cari atau minta tolong sama lain.”
“Iya iya terserah kamu saja sudah sana bersiap, oh ya kamu tidak mau membeli makanan? Lapar nih.”
“Oke, ayo kita beli makanan,” jawab nya semangat.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan bergegas menuju kedai makanan sekalian berangkat ke lokasi pemotretan.
...°°°°°...
Siang itu begitu terik Kanaya memilih berteduh di bawah pohon untuk beristirahat, Karena pengambilan gambar nya di luar ruangan otomatis tubuh nya terkena matahari secara langsung hingga membuat nya berkeringat bahkan dia sudah menghabiskan lima botol air mineral.
Karena masih terasa gerah kanaya mengeluarkan kipas kecil dari dalam tas nya, namun aktifitas nya terhenti sebab dia melihat seorang laki-laki mendekat ke arahnya seraya tersenyum tetapi tatapan matanya terlihat sendu.
“Frans,” ujar kanaya.
“Hai kanaya apa kabar?” Sapa frans.
“Aku baik, bagaiman kabar mu?” Tanya kanaya canggung.
“Aku baik.”
“Kamu sedang apa disini?” Tanya kanaya lagi.
“Aku kebetulan lewat dan melihatmu jadi aku kesini ingin menyapa saja,” jawabnya.
“Bagaimana dengan istrimu kalau dia tau kamu menemui ku? Apa dia tidak cemburu nanti?”
“Duduk lah dulu, sepertinya kamu terlihat lelah,” pinta kanaya, frans duduk di sebelah nya.
“Yang lalu biarlah berlalu dan aku juga sudah memaafkan mu jadi tidak perlu kamu pikirkan lagi,” jawab kanaya seraya tersenyum.
“Sesungguhnya aku terpaksa menikah dengan nya kanaya,” tutur frans sedangkan Kanaya hanya diam tidak menjawab, melihat reaksi kanaya yang biasa saja frans melanjutkan ceritanya.
“Aku menikah dengan nya karena aku takut jika justin mencelakakan kedua orang tua ku kanaya, justin mengancam ku jika aku tidak menikahi adik nya orang tua ku tidak akan selamat,” jelas nya sambil menunduk.
Kanaya sedikit kaget mendengar cerita frans, dia menatap raut wajah frans dia tau kalau laki-laki di depan nya tidak berbohong.
Bahkan dia mengancam frans untuk menikahi adik nya, betapa brengsek nya laki-laki itu, batin kanaya.
“Aku adalah laki-laki pengecut kanaya, aku sangat lemah sehingga tidak mampu melawan justin dan mengorbankan hubungan kita, tapi apa mau dikata aku hanyalah orang biasa berbeda dengan justin yang mempunyai kuasa.”
“Kamu tidak perlu seperti ini frans jika aku berada di posisi mu aku pasti akan melakukan hal yang sama.”
“Terima kasih karena kamu mau memaafkan aku, aku berharap walaupun hubungan kita berakhir tapi kita masih bisa berteman baik, semoga kamu mendapatkan laki-laki yang sangat mencintaimu dan dapat melindungi mu, aku permisi.”
“Iya,” sahut kanaya pelan, frans bangun dari duduk nya dan berjalan menjauh namun tidak lama dia berbalik lagi memeluk kanaya untuk terakhir kali nya.
“Kamu berhati-hati lah dengan justin yang aku tau dia belum melepaskan mu!” frans memperingatkan.
“Iya aku tau itu, aku tidak apa-apa frans aku bisa menjaga diriku.”
Frans mengangguk kali ini dia benar-benar pergi, sedangkan kanaya masih diam di tempat itu seraya melamun memikirkan ucapan frans.
“Sebenarnya mau apa laki-laki itu? Bukankah aku dan dia juga tidak terikat kontrak apapun lagi semenjak aku memilih pindah ke agensi lain, tapi kenapa dia masih saja mengejar ku?” Gumam kanaya, Kanaya melanjutkan kembali pemotretan nya sampai selesai setelah itu dia kembali pulang ke rumah nya.
__ADS_1
...°°°°°...
Setibanya di rumah kanaya langsung masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur, seluruh tubuh nya terasa sangat lelah dan kepalanya juga terasa sedikit pusing karena banyak nya masalah akhir-akhir ini.
Kanaya bangun dan duduk di pinggir tempat tidur, dia membuka tas dan mengambil ponselnya namun ada beberapa kartu nama yang terjatuh ke lantai.
“Kartu nama siapa saja ini? Kenapa banyak sekali kertas yang tersimpan di dalam tas ku?” gumam kanaya, Kanaya melihat satu persatu nama di kartu itu dan membuang beberapa kartu serta lembaran kertas yang menurutnya tidak penting.
“Elvanna Aldrich, dia siapa ya?” kanaya mengingat ingat siapa orang ini tidak lama dia teringat sosok wanita yang ia temui di negara S waktu itu.
“Dasar bodoh, ini kartu nama tante elva kenapa aku bisa lupa, oh iya dia kan memintaku menghubunginya,” ucap kanaya seraya menepuk jidat nya, Kanaya menyalakan ponsel nya dan mengetik sebuah pesan untuk di kirimkan kepada mama elva.
Kanaya :
Selamat malam tante, ini aku kanaya maaf aku baru sempat menghubungi tante, aku juga ingin mengucapkan terima kasih atas kebaikan tante saat itu.
Tidak lama kemudian ponselnya berdering ,dia melihat ada sebuah pesan balasan dari mama elva.
Mama elva :
Selamat malam juga kanaya akhirnya kamu menghubungi tante,tante kira kamu sudah melupakan tante.
Balas mama elva seraya memberikan emoticon wajah sedih.
Kanaya:
Maaf tante, bukan maksudku melupakan tante tetapi setelh kembali dari sana pekerjaan ku sangat banyak,jadi aku baru sempat menghubungi tante.
Mama elva :
Iya kanaya tante paham kok, oh ya ngomong-ngomong kamu sudah pindah dari apartemen ya?
Kanaya :
Iya tante, kebetulan hari ini aku baru pindah ke kediaman baru ku yang letaknya berada di perbatasan kota.
Mama elva :
Wah selamat ya kanaya, kapan nih sekiranya kita bertemu untuk mengobrol?
Kanaya :
Nanti jika jadwalku sedang kosong aku akan menghubungi tante, oh iya tante sudah dulu ya nanti kita lanjutkan lagi mengobrol nya sebab aku sangat lelah karena baru pulang sehabis pemotretan.
Mama elva :
Baiklah sayang tante tunggu ya kabarnya ya, selamat malam kanaya.
Kanaya :
Iya tante, selamat malam juga untuk tante.
Setelah ber chat ria dengan mama elva, kanaya merebahkan tubuh nya lagi dia berguling ke kanan dan ke kiri menggulung tubuh nya ke dalam selimut, kamar ini terasa sangat luas karena sekarang dia tidur sendiri sedangkan nesya berada di kamar sebelah.
“Apa kak nesya sudah mencari Art ya, cape juga membayangkan jika aku membersihkan rumah ini sendiri,” gumam nya.
Kanaya mematikan lampu kamar dan hanya menyalakan lampu di atas nakas saja agar tidak terlalu gelap kemudian dia memejamkan matanya lalu terlelap dalam tidur nya.
__ADS_1