KANAYA

KANAYA
32. Babby moon yang kacau (1)


__ADS_3

Sebulan setelah pernikahan kini usia kandungan nesya sudah memasuki bulan ke empat jadi mereka berdua memutuskan untuk pergi babymoon, tetapi karena nesya khawatir dengan kandungan nya maka dari itu mereka berdua sepakat babymoon di luar kota saja.


Dan di kota berudara sejuk ini lah yang menjadi pilihan mereka, setibanya di villa joe membawa dua koper di tangan nya sedangkan nesya hanya membawa tas kecil dan juga kunci kamar saja.


“Aku dengar-dengar kata nya kanaya dan zayn mau menikah ya?” tanya nesya.


“Entah, yang aku tau dari tante elva sih zayn sudah melamar kanaya di depan keluarga nya sehabis dari pernikahan kita,” sahut joe seraya memasukan pakaian nya ke dalam lemari.


“Oh begitu.”


Setelah merapikan pakaian joe mengajak nesya bersantai sambil menonton televisi


“Lagian kamu bagaimana sih, kamu yang dekat dengan kanaya kenapa tidak tau kabar nya?


“Setelah menikah kita berdua kan tidak pernah bertemu dan mami mu juga melarang ku bermain ponsel, jadi bagaimana aku bisa mengetahui kabar kanaya.”


“Iya juga ya, bahkan tiap hari saja aku malah menelpon mami sebab ponsel mu kalau siang selalu tidak aktif.”


“Joe,” Panggil nesya dengan manja.


“Iya ada apa? Kamu lapar?”


“Bukan itu.”


“Kamu bosan?”


“Bukan juga.”


“Lalu?”


“Joe, apa tidak bisa kalau kita tinggal di tempat lain? Jujur joe aku merasa sangat tertekan di sana, aku juga merasa sangat lelah.”


“Lelah? Bukankah mami tidak pernah menyuruhmu melakukan pekerjaan rumah?” tanya joe.


“Aku lelah bukan karena bekerja joe tetapi aku lelah dengan sikap mami mu, aku harus mengikuti semua aturan nya bahkan tiap kali aku membeli rujak buah atau makanan lain pasti makanan itu berakhir di tempat sampah, mami bilang jika makanan itu tidak bersih, tidak bermanfaat untuk bayi kita padahal aku ingin sekali makan itu,” rengek nya.


“Mami memang seperti itu, jangan terlalu kamu ambil pusing.”


“Tapi joe aku takut jika anak ku sudah lahir, kehidupan anak ku akan di atur oleh mami mu dan aku yakin mami mu juga tidak akan membiarkan anak kita melakukan hal yang dia sukai, aku tidak ingin itu terjadi joe.”


“Mami seperti itu tandanya dia sayang kepada anak kita dan juga dirimu.”


“Sayang dengan ku? Aku malah tidak merasa kalau dia sayang padaku joe, apa kamu tidak dapat merasakan kalau mami menerimaku hanya karena anak ini saja?”


“Bagaimana kamu bisa berkata seperti itu nesya? Aku sangat tau bagaimana mami jangan terus berpikiran negatif kepadanya!” Ucap joe menahan marah.


“Aku tidak berpikiran negatif jo, tapi aku mengatakan yang sebenarnya, kamu tidak tau kan kalau mami membawa tunangan mu ke rumah?” ucap nesya akhirnya.

__ADS_1


“Tunangan?”


“Iya tunangan, wanita bernama mita itu bukan kah dia tunangan mu?” tanya nesya membuat joe terkejut.


Mami mengajak mita ke rumah?


“Kamu pasti salah paham nesya, mungkin wanita itu guru yoga nya mami.”


“Salah paham bagaimana joe? Mami sendiri yang mengatakan kepadaku kalau mita adalah tunangan mu,” jawab nesya hampir menangis, sebab kehamilan nya nesya menjadi lebih sensitif dari biasa nya.


Joe terdiam, “Kenapa kamu hanya diam joe? Kamu mengenal wanita yang bernama mita itu kan maka dari itu kamu hanya diam saja?”


“Nes, tenanglah dulu.”


“Bagaimana aku bisa tenang joe, setelah pernikahan kita tiap kali kamu di rumah mami selalu membawa wanita itu, aku tertekan joe tapi aku tidak bisa mengatakan apapun, aku mohon joe aku ingin pergi dari rumah mami mu aku tidak mau setiap hari aku lalui dengan penuh kesedihan.”


“Tenanglah dulu, nanti aku akan bertanya kepada mami.”


“Aku mohon joe, jika kamu masih ingin tinggal di sana lebih baik kita berpisah saja.”


“ NESYA!“ bentak joe.


“Kamu membentak ku joe? Kamu marah dengan ku sebab aku berkata seperti itu terhadap mami, oh aku lupa wajar saja kamu bersikap seperti ini sebab dia mami mu,” nesya terpancing amarah.


Nesya berlari ke dalam kamar sambil menangis sedangkan joe masih terdiam di luar untuk meredakan amarahnya, kemudian joe mengambil ponselnya untuk mengirimkan pesan ke seseorang.


Setelah merasa tenang joe masuk ke dalam kamar dan menghampiri nesya yang sudah tertidur dengan mata sembab, babymoon yang di rencanakan ternyata tidak sesuai dengan harapan, baru datang ke villa saja semua nya sudah kacau seperti ini.


“Maafkan aku, aku tidak bermaksud membentak mu tadi,” joe mencium kening nesya lalu mematikan lampu kamar dan ikut terlelap di sebelah nya.


...°°°°°°...


Pagi hari nya joe terbangun tetapi dia tidak melihat nesya di samping nya, joe mencari kemana-mana tetapi nesya tidak ada dia bergegas mengecek lemari ternyata pakaian nya masih ada di sana.


“Kemana dia?” gumam joe.


Sedangkan di tempat lain nesya menaiki sebuah bus menuju suatu tempat, sepanjang jalan dia terus saja mengusap air mata nya.


Setelah satu jam perjalanan tibalah dia di panti asuhan, dengan perasaan ragu dia membuka gerbang dengan perlahan, dari kejauhan dia melihat bunda rena tengah menyirami tanaman.


“Bunda,” panggil nesya.


“Loh nesya kamu ke sini? Kenapa tidak menghubungi bunda dulu jadikan bunda dapat membersihkan kamar kalian, oh iya kamu ke sini dengan siapa?”


“Nesya ke sini sendiri bunda,” sahut nesya.


“Ya sudah masuk dulu yuk kamu pasti lelah, apa kamu sudah sarapan?” nesya menggeleng.

__ADS_1


“Kamu tunggu di sini ya, kebetulan tadi bunda habis masak nasi goreng untuk anak-anak.”


Tidak lama bunda rena datang membawakan sepiring nasi goreng dan teh hangat untuk nesya.


“Makan dulu.”


“Iya bunda.”


Bunda melihat nesya begitu tidak semangat mata nya juga sembab, “Nesya apa kamu ada masalah? Ceritakan saja dengan bunda.”


Nesya menangis bunda rena langsung menghampiri nesya dan memeluk nya, “Ada apa sayang?”


Nesya menceritakan semuanya ke bunda rena mendengar itu bunda rena turut prihatin, “Baiklah tinggal lah di sini dulu sampai kamu merasa tenang, tapi kamu harus menghubungi suami mu agar dia tidak khawatir bagaimana pun sekarang kamu juga sedang hamil.”


Nesya mengangguk, “Sudah istirahat saja dulu, kamar nya sudah bunda bersihkan jika ada yang kamu butuhkan kamu bilang saja ya.”


“Baik bunda, terima kasih dan maaf sudah merepotkan bunda.”


“Tidak masalah, kamu juga sudah bunda anggap sebagai putri bunda jadi kamu tidak perlu sungkan seperti itu, kalau begitu bunda mau lihat anak-anak dulu.”


“Iya bunda.”


Nesya masuk ke dalam kamar, dia mendudukkan tubuhnya di pinggir tempat tidur sambil mengaktifkan ponsel nya.


Ponsel nesya terus berbunyi, banyak sekali panggilan masuk dari joe dan juga kanaya, “Pasti dia menghubungi kanaya.”


Selain telepon joe juga mengirimkan banyak sekali pesan kepada nesya, dia membuka chat di aplikasi berwarna hijau itu dan membaca isi pesan nya.


Joe :


Kamu di mana?


Kenapa ponsel mu tidak aktif?


Kamu di mana biar aku jemput?


Kenapa kmu pergi tanpa izin dulu kepada ku? Apa kamu tidak tau jika aku mengkhawatirkan kamu?


Kamu sedang mengandung nes, semua nya bisa kita bicarakan baik-baik.


Nesya jangan seperti ini aku mohon!


Nesya jawab aku!


Dan masih banyak lagi pesan dari nya, nesya memilih mengabaikan pesan dari suaminya itu sebab dia masih merasa kesal saat mengingat joe membentak nya kemarin malam.


Tidak lama ponsel nya berdering tapi nesya memilih tidak menjawabnya, “Menikah saja dengan mita tunangan mu itu,” gerutu nya.

__ADS_1


__ADS_2