
Selepas pekerjaan nya di kota ini selesai kanaya hanya berdiam diri di penginapan, rasa kesal nya kepada zayn belum juga hilang walaupun sudah berlalu beberapa hari dari pertengkaran malam itu, begitu pun dengan zayn setelah waktu itu mereka berdua tidak bertegur sapa sama sekali bahkan tidur pun saling membelakangi.
Kanaya membereskan pakaian nya yang berada di koper, sebab percuma saja mereka liburan jika situasinya seperti ini, melihat itu zayn mendekati kanaya dan bertanya.
“Mau kemana kamu? Kenapa kamu merapikan pakaian mu?” tanya zayn.
“Aku ingin kembali saja ke rumah.”
“Kenapa? Bukan kah setelah pekerjaan mu selesai kita memutuskan untuk honeymoon?”
“Honeymoon apa zayn, semua rencana yang kita susun sebelumnya juga sudah berantakan karena sikap mu yang seperti ini, bukan kah dari pada kita berlama-lama di sini lebih baik kita kembali ke rumah?”
“Terserah kamu saja,” zayn memilih keluar dari kamar, sedangkan kanaya melanjutkan memasukan semua pakaian nya kedalam koper.
Setelah semuanya rapi dia merebahkan tubuh nya di tempat tidur entah mengapa dia ingin menangis sekarang, tidak lama zayn masuk ke dalam kamar dan bersandar di sofa.
“Sudah selesai berkemas nya?” Tanya zayn tanpa melihat ke arah kanaya.
“Sudah.”
“Ya sudah kita berangkat sekarang, aku sudah memesan taksi.”
Kanaya bangun dari tidurnya membawa koper sambil mengecek barang barangnya takut ada yang tertinggal, setelah mengambil koper nya zayn berjalan terlebih dahulu meninggalkan kanaya di belakang, kanaya menatap sedih punggung zayn bahkan zayn lebih memilih jalan terlebih dahulu dari pada bersama nya.
Kanaya menghampiri zayn yang sudah menunggu di dekat taksi selepas menyimpan barang-barang di bagasi, taksi itu pun melaju untuk mengantarkan mereka ke tujuan, sepanjang perjalanan mereka hanya diam.
Kanaya menatap ke luar jendela tetapi dia bingung setelah melihat papan berwarna hijau penunjuk jalan, Bukan kah bandara seharusnya lewat sana? Kenapa taksi ini malah ke arah lain?
Kanaya melirik ke arah zayn, Seperti nya zayn tau jika jalan ini bukan menuju bandara.
Setelah beberapa jam dalam kebingungan taksi itu berhenti di sebuah rumah yang sekelilingnya di tumbuhi dengan pepohonan yang menjulang tinggi tidak jauh dari sana ada sebuah sungai kecil yang suara nya terdengar dari tempat mereka berdiri.
Lingkungan yang begitu asri dan jauh dari jalan besar membuat udara di sini pun masih terasa segar,setelah keluar dari taksi zayn langsung mengeluarkan koper mereka.
Tidak lama sepasang suami istri datang menghampiri mereka, “Lama tidak bertemu zayn, bagaimana kabar mu?” sapa wanita itu sambil memeluk zayn begitu pun dengan suami nya.
“Seperti yang kalian lihat aku baik-baik saja, lalu bagaimana dengan kabar kalian? Terakhir aku ke sini hanya ada beberapa penginapan saja tapi lihat lah sekarang.”
“Kami berdua baik, ya seperti yang kamu lihat sekarang zayn, oh ya ini pasti istri mu?” tanya wanita itu.
“Ya.”
“Hay perkenalkan aku vina dan ini suamiku rio,” wanita itu mengulurkan tangan nya tentu saja kanaya menyambut nya dengan tersenyum.
“Kalian pasti lelah, istirahat saja dulu di kamar kalian dan ini kunci nya, jika ada sesuatu yang kalian butuhkan kamu bisa mengatakan nya kepada karyawan ku, selamat bersenang-senang” ucap vina seraya meninggalkan mereka berdua.
“Ya terima kasih.”
Jika di lihat dari dalam penginapan ini lumayan luas dan fasilitas nya juga sangat lengkap, saat mereka membuka pintu mata kanaya langsung tertuju pada jendela besar yang menampilkan pemandangan begitu indah.
__ADS_1
“Indah sekali,” kanaya begitu senang.
Zayn tersenyum saat melihat istri nya begitu takjub dengan pemandangan di hadapan nya, zayn mendekati kanaya dan memeluk nya dari belakang.
“Maaf atas sikap ku kemarin,” ucap nya.
“Tidak apa-apa aku juga minta maaf.”
Zayn mempererat pelukan nya sambil menciumi tengkuk kanaya, “Geli zayn,” gumam kanaya.
Zayn melonggarkan pelukan nya sehingga kanaya dapat berbalik menghadap suaminya lalu mencium bibir zayn sekilas, tentu saja zayn sedikit terkejut tapi kemudian dia tersenyum.
“Ternyata kamu sudah berani mencium ku terlebih dahulu ya?” zayn memeluk erat tubuh kanaya lalu mencium nya dengan lembut.
“Apa kamu mengenal orang tadi?” tanya kanaya di sela-sela aktifitas mereka.
“Ya mereka berdua adalah teman SMA ku, setelah menikah mereka membangun penginapan di sini dan kebetulan saat pembangunan tempat ini mereka bekerja sama dengan ku,” jelas zayn seraya menciumi leher kanaya.
“O-oh,” sahut kanaya.
“Apa kamu masih marah dengan ku?”
“Tidak, hanya sedikit kesal saja. “
“Maaf ya sayang, aku akui sikap ku memang terlalu berlebihan.”
“Wah, wajah mu memerah sayang,” zayn semakin menggoda kanaya, karena sebal kanaya langsung mencium bibir zayn lebih lama agar zayn tidak menggoda nya terus.
Lagi-lagi zayn terkejut tetapi dia begitu menikmati nya, “Aku mencintaimu,” bisik nya.
Zayn ******* bibir istri nya perlahan tangan nya pun masuk ke dalam pakaian nya dan jari-jari nya bermain di dada kanaya.
“Zyan tutup dulu tirai nya, bagaimana jika ada yang melihat dari luar,” ucap kanaya saat zayn ingin melepas kancing baju nya.
Zayn langsung menutup tirai kamar lalu menggendong tubuh kanaya ke tempat tidur, zayn menanggalkan satu persatu pakaian mereka, erangan kecil keluar begitu saja saat zayn menelusuri tiap lekuk tubuh kanaya dengan bibirnya, setelah puas menjelajahi tubuh kanaya akhirnya mereka menuntaskan semua hasrat mereka di atas tempat tidur.
...°°°°°...
Kanaya terbangun dari tidur nya di sebabkan oleh ponsel zayn yang terus saja berdering, kanaya menarik selimut untuk menutupi tubuh nya lalu mengambil ponsel itu.
“Nomer tidak dikenal, siapa ya?” gumam kanaya.
“Zayn ponselmu dari tadi berbunyi, takut nya ada yang penting,” kanaya mengguncang tubuh zayn tetapi bukan nya bangun zayn malah memeluk erat tubuh kanaya.
“Zayn, jawab dulu telepon nya takut ada yang penting sebab dari tadi dia terus menelpon mu.”
“Aku masih lelah dan mengantuk, memang nya dari siapa? Coba kamu saja yang jawab,” gumam zayn.
“Tidak ada nama nya,” sahut kanaya.
__ADS_1
“Kalau tidak penting kamu langsung mati kan saja.”
Kanaya mengangguk, dia menggeser tombol hijau pada layar nya saat kanaya ingin berbicara orang di seberang sana sudah mengatakan sesuatu.
“Akhirnya kamu menjawab telepon aku zayn, aku sangat merindukan mu,” tutur wanita itu.
“Maaf kamu siapa ya? Apa ada sesuatu yang penting sehingga kamu menghubungi suami saya terus?”
“Kamu yang siapa? Kenapa berani sekali kamu menjawab telepon kekasih saya,” ucap nya tidak terima.
Kanaya langsung mematikan ponsel itu lalu memblokir nomernya, “Siapa yang menghubungi? Kenapa kamu kesal sekali?” tanya zayn sambil duduk bersandar.
“Kekasihmu!”
“Kekasihku ya kamu, memang siapa sih kenapa wajah mu langsung berubah masam seperti ini?” tanya zayn lembut seraya memeluk tubuh kanaya dari belakang.
“Tidak tau, dari suaranya sih seorang wanita dan dia juga mengaku kalau dia adalah kekasih mu.”
“Coba lihat,” zayn melihat ponsel nya.
“Mau apa dia?” gumam zayn saat melihat nomer yang tertera di layar.
“Kamu kenal?”
“Dia teman kuliah ku dulu.”
“Apa kamu masih sering bertemu dengan nya?” tanya kanaya menatap curiga.
“Tidak, bahkan seingat ku aku tidak pernah mengobrol dengan nya.”
“Lalu bagaimana dia tau nomer mu?”
Zayn menghela nafas nya, “Aku juga tidak tau kanaya.”
“Apa dia sering menghubungimu?”
“Tidak, hanya sekali saja aku menjawab telepon dari nya setelah itu aku selalu mengabaikan nya.”
“Kenapa tidak kamu blokir saja?” kanaya nampak marah.
“Kanaya, apa kita akan bertengkar lagi hanya karena orang asing yang bahkan aku sudah lupa nama nya,” ujar zayn.
“Aku bersumpah kanaya, selama ini aku tidak pernah memiliki kekasih, kamu bisa tanya dengan keluarga ku atau bahkan joe jika kamu tidak percaya,” zayn menggenggam tangan kanaya meyakinkan nya.
“Percayalah kepadaku, aku tidak pernah menjalin hubungan selain dengan mu.”
Akhirnya kanaya mengangguk lalu tersenyum, zayn mencium kening istrinya, “Aku sangat mencintaimu, tolong jangan ragukan itu kanaya.”
Zayn mencium bibir mungil milik wanita nya itu dengan lembut dan kanaya pun membalas ciuman itu, hingga terjadilah pergulatan hasrat untuk kesekian kali.
__ADS_1