
Pagi hari nya zayn terbangun dari tidur nya tetapi dia tidak melihat kanaya di dalam kamar itu, dia merasa jika tubuh nya sangat lelah dan pegal hari ini tapi kemudian dia tersenyum.
“Sepertinya aku harus membelikan nya makanan ringan,” gumam nya.
Tidak lama kanaya masuk ke dalam kamar, “Kamu sudah bangun,” tanya nya.
“Ya, dan kamu harus bertanggung jawab.”
“Hah? Kenapa aku harus bertanggung jawab?”
“Karena kamu sudah membuat ku tidak bertenaga hari ini dan badan ku juga sangat pegal.”
Kanaya tertawa mendengar penuturan suami nya, “Berarti aku bisa mendapatkan makanan ringan hari ini.”
“Ya, beli lah sesuka mu.”
Kanaya tersenyum lalu dia bergegas menyiapkan pakaian kerja zayn dan meletakan nya di tempat tidur, “Mandi sana.”
“Ya,” dengan malas zayn bangun dari tempat tidur nya lalu berjalan menuju kamar mandi.
Sebelum membersihkan tubuh nya dia menggosok gigi nya terlebih dahulu tetapi dia sedikit terkejut saat melihat banyak sekali stempel kepemilikan di dada nya bahkan di leher nya juga ada, “Astaga, apa yang di leher ini bisa tertutup dengan kerah kemeja?” gumam nya terus melihat tanda-tanda itu dari pantulan cermin.
Zayn menyentuh leher nya kemudian tersenyum teringat akan kejadian semalam, “Hah, kenapa aku malah memikirkan nya, ingatlah jika hari ini aku ada meeting,” gerutu nya, kemudian dia bergegas membersihkan tubuh nya.
Tidak lama zayn keluar dengan pakaian yang sudah rapi tetapi raut wajah nya terlihat kesal, “Ada apa?” tanya kanaya.
“Apa kamu punya sesuatu untuk menyamarkan ini?” tanya zayn menunjuk ke arah lehernya.
“Kenapa memang nya? Bukan kah itu bagus jadi para wanita tau kalau kamu itu sudah ada yang punya,” sahut kanaya menahan tawa nya.
“Aku ada meeting kanaya.”
Kanaya terkekeh lalu dia mengambil makeup nya dan memoleskan cream nya secara merata ke leher suami nya, “Sudah,” ucap kanaya tersenyum.
“Bagaimana kalau pudar?”
“Tenang saja itu waterproof.”
“Oh, kamu sudah siap?” tanya zayn.
Kanaya mengangguk, “Ya sudah kita berangkat sekarang.”
Mereka berdua keluar dari kamar lalu sarapan selepas itu mereka bergegas berangkat ke kantor.
...°°°°°°...
Di kantor zayn membaca ulang beberapa berkas yang harus dia tanda tangani, tetapi entah mengapa hari ini zayn merasa tidak bisa fokus.
“Joe lu urus masalah kantor sebentar ya, gue ada urusan di luar.”
“Oke,” jawab joe seraya membereskan meja nya.
Zayn mengendarai mobil nya menuju kantor kanaya, setengah jam perjalanan dia sudah sampai di sana tapi sepertinya kali ini zayn benar-benar tidak dapat mengendalikan emosinya saat melihat laki-laki itu menggenggam tangan istri nya walaupun kanaya sudah berusaha melepaskan tangan andrew tetapi laki-laki itu tidak mau melepaskan nya juga.
Zayn yang terbakar cemburu bergegas turun dari mobil menghampiri andrew kemudian menghajar nya, “Zayn,” kanaya nampak terkejut.
“Gue tau lu memiliki perasaan kepada kanaya tetapi selama ini gue diam berharap lu bisa melepaskan nya karena dia itu istri gue, tapi ternyata lu makin seenaknya,” zayn mencengkram kuat kerah kemeja andrew.
Andrew menepis tangan zayn lalu mengelap darah di sudut bibir nya, “Ya gue tau kalau kanaya adalah istri lu, tapi bukan berarti lu bisa menyuruh gue untuk menghapus perasaan gue kan? Lagi pula yang lebih mengetahui kanaya adalah gue sebab gue yang terlebih dahulu kenal dengan nya.”
__ADS_1
“Gue rasa lu harus segera keluar dari bayang-bayang masa lalu lu drew, sebab kenyataan nya kanaya sudah menjadi milik gue dan gue engga berniat untuk melepaskan nya.”
Andrew menatap sinis zayn lalu dia menggenggam kembali tangan kanaya, “Segera akhiri hubungan kalian dan kembali lah kepadaku kanaya,” pinta andrew.
Zayn yang tersulut emosi langsung menghajar andrew secara bertubi-tubi, “Zayn jangan seperti ini, sudah cukup jangan memukulnya lagi, hentikan zayn apa kamu berniat membunuh nya?” bentak kanaya.
Zayn langsung berhenti memukul andrew kemudian dia langsung menghampiri kanaya, “Aku mohon andrew jangan datang lagi sebab mau seribu kali kamu berusaha mendekatiku jawaban ku akan tetap sama karena aku sangat mencintai suamiku.”
Kanaya menggenggam tangan zayn dan mengajak nya pergi tetapi tiba-tiba saja kepala nya terasa sakit dan pandangan mata nya perlahan menggelap.
“Kanaya kamu kenapa?” bahkan suara zayn terdengar samar-samar di telinga nya dan semuanya menjadi sunyi.
...°°°°°°...
Kanaya perlahan membuka mata nya, “Dimana aku?” gumam nya.
Kanaya memperhatikan ruangan ini lalu dia melihat zayn yang tidur terduduk di sebelah nya, “Zayn,” panggil kanaya.
Zayn terbangun lalu menatap kanaya, “Syukurlah kamu sudah sadar, bagaimana keadaan mu? Apa kamu merasa mual atau pusing?”
Zayn langsung membantu kanaya yang ingin bangun dari tidur nya, “Dokter bilang kamu harus banyak beristirahat dan jangan terlalu lelah, aku juga sudah bilang kepada zelvin agar seterusnya dia yang mengurus masalah perusahaan,” ujar zayn.
“Tapi zayn.”
“Kamu harus dengarkan aku kanaya, aku mohon jangan membantah ucapan ku lagi.”
“Tapi zayn aku tidak enak dengan zelvin.”
“Kalau zelvin saja sudah setuju jadi kenapa kamu harus merasa tidak enak?”
“Zayn.”
“Anak?”
Zayn mengangguk, “Dokter bilang kepadaku kalau kamu sedang hamil.”
Kanaya terdiam lalu memegang perut nya, dia merasa begitu terharu bahkan tanpa sadar air mata nya sudah menggenang di mata nya.
Zayn bangun dari duduk nya hendak keluar dari sana, “Kamu mau kemana?” tanya kanaya.
“Keluar sebentar,” jawab nya tanpa melihat ke arah kanaya.
Seketika kanaya menjadi sedih, Apa dia marah dengan ku karena aku tidak setuju dengan keputusan nya? Awalnya dia khawatir dengan ku tapi setelah aku menolak permintaan nya dia langsung terlihat kecewa.
Kanaya menunduk dan terisak, “Kamu kenapa?” nesya langsung menghampiri kanaya dan memeluk nya.
“Ada apa?” tanya nya lagi.
Namun bukan menjawab kanaya malah semakin menangis, “Sudah-sudah,” kak nesya memeluk nya dan mengusap punggung kanaya.
Setelah sedikit tenang nesya memberikan segelas air untuk nya, “Jangan menangis, nanti anak mu ikut menangis loh.”
“Kakak tau aku sedang hamil?”
“Iya zayn bilang saat kami ke sini kemarin setelah dengar kabar kalau kamu tiba-tiba pingsan dan di bawa ke rumah sakit.”
“Kamu tau selama kamu pingsang zayn tidak beranjak dari sini, bahkan dia juga belum makan kemarin.”
Kanaya menunduk sedih, “Sudah jangan menangis lagi, nanti jika zayn datang kamu bisa membicarakan baik-baik masalah kalian berdua.”
__ADS_1
Kanaya mengangguk, “Ya sudah ya aku pamit kasihan samuel dan shopia jika aku tinggal terlalu lama, oh ya kalau sudah pulang jangan lupa kabarin aku dan selamat ya kanaya kamu akan menjadi seorang ibu, aku doakan semoga kalian berdua sehat dan baik-baik saja sampai lahiran nanti.”
“Iya kak terima kasih, hati-hati,” Nesya mengangguk sambil tersenyum setelah itu dia bergegas keluar dari kamar.
Baru saja membuka pintu dia melihat suami nya dan zayn sedang duduk di kursi depan, nesya menghampiri mereka berdua dan duduk di hadapan nya.
“Aku dengar teman masa kecil nya kanaya datang ya?” tanya nesya.
Zayn mengangguk, “Aku tidak tau ada masalah apa di antara kalian, tapi jangan sampai kamu bersikap dingin seperti tadi hanya karena cemburu dengan andrew sebab bagaimana pun mood kanaya sedang naik turun sekarang.”
“Untuk masalah andrew yang aku tau mereka berpisah saat mereka akan masuk Sekolah menengah pertama, tapi seingat ku kanaya hanya menganggapnya teman dan juga saudara kepada andrew sama seperti dia menganggap ku sebagai kakak nya.”
Zayn hanya diam, “Kalau begitu aku pamit ya, tolong jaga dia.”
“Iya, terima kasih,” sahut zayn tersenyum.
Nesya mengajak suami nya untuk pergi tapi sebelum itu Joe menepuk bahu sahabat nya untuk menyemangati.
Zayn masuk ke dalam ruangan di mana kanaya berada, dia mendekati nya lalu membelai rambut kanaya dengan lembut, “Zayn,” panggil kanaya.
“Aku sangka kamu sedang tidur?” zayn mengecup kening kanaya.
“Tidak, aku hanya memejamkan mata ku saja.”
“Kata dokter kamu sudah boleh pulang sekarang.”
“Zayn.”
“Ya.”
“Maaf,” zayn menatap wajah istri nya yang hampir menangis jadi dia langsung memeluk kanaya, “Kamu tidak salah apapun, aku yang salah karena kesal tanpa alasan.”
Zayn menatap kanaya lalu menghapus air mata nya, “Sudah lebih baik kita lupakan saja kejadian kemarin, sekarang lebih baik kita fokus saja dengan anak kita,” zayn memeluk kembali tubuh kanaya dan mencium nya.
...°°°°°°°...
Zayn membantu kanaya dengan menggandeng nya masuk ke dalam rumah, baru saja tiba di depan pintu mama elva sudah menyambutnya dengan bahagia bahkan beberapa art juga sudah berkumpul di sana mereka semua turut bergembira dengan kabar kehamilan kanaya.
Zayn mengajak kanaya masuk ke dalam kamar mereka, zayn menumpuk beberapa bantal agar kanaya dapat bersandar, “Mau aku buat kan susu?” tanya zayn.
Kanaya mengangguk, “Memang kamu sudah beli?”
“Ya, tadi sebelum pulang aku meminta mama membelikan susu hamil untuk mu.”
“Lalu kamu ingin makan apa?”
“Apa saja, seperti nya kali ini aku tidak terlalu mual dengan makanan.”
“Baiklah, aku akan membawakan nya.”
Zayn keluar dari kamar menuju dapur, “Pantas saja beberapa hari ini aku merasa lemas dan juga mudah sekali lelah, aku sangka karena pekerjaan di kantor sangat banyak tapi ternyata aku sedang hamil,” gumam nya sambil mengelus perut nya.
Ceklek...
Nampak zayn masuk sambil membawa segelas susu, “Bi lena bilang dia akan memasakkan makanan spesial untuk mu, jadi kamu minum susu nya saja dulu,” zayn memberikan gelas nya.
“Terima kasih, oh ya zayn kandungan ku sudah berapa bulan?”
“Sepuluh minggu, aku mandi dulu ya kalau susu nya sudah habis kamu letakan saja di nakas nanti aku akan membawa nya ke bawah untuk di cuci, kamu harus banyak istirahat jangan banyak bergerak.”
__ADS_1
Kanaya mengangguk kemudian zayn langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.