
Sesuai dengan ucapan nya semalam, hari ini dia menemani mama elva kemanapun dia pergi sedangkan semua pekerjaan nya di kantor sudah joe yang mengurus.
Setelah puas berbelanja ke mall mama elva mengajak zayn ke toko kue langganan mereka untuk mengucapkan terima kasih atas hadiah yang mereka berikan, setibanya di sana mama elva langsung menemui tante jia.
“Hay jia, bagaimana kabarmu?” Sapa elva sambil memeluk nya.
“Kabar baik kak elva, selamat ulang tahun kak semakin bertambah usia kakak makin cantik saja,” Puji tante jia.
“Haha bisa saja kamu, oh ya terima kasih loh kado nya aku sangat suka dengan hadiah nya kamu memang tau selera ku.”
“Syukurlah kalau kakak suka, kalian mau pesan apa? Hari ini biar aku yang traktir karena kakak sedang berulang tahun.”
“Apa saja jia, pilihan kamu pasti enak.”
“Oke, silakan duduk dulu kak! halo zayn kamu juga ikut tumben sekali, kamu tidak bekerja?” Tanya tante jia.
“Zayn sedang ingin libur tante jia, zayn mau menemani mama hari ini,” jawab nya.
“Manis sekali kamu, ya sudah tante ke dalam dulu ya,” tante jia pergi mengambil makan beserta minuman di dalam.
Mama elva mengajak zayn untuk duduk di kursi dan mengobrol ringan, sampai tidak sengaja mama elva melihat seorang gadis yang dia kenal masuk ke dalam toko kue.
“Loh Itu bukan nya Kanaya kan?” tanya mama elva.
Mendengar nama kanaya di sebut, zayn langsung melirik ke arah pintu masuk dan melihat kanaya yang sedang berbicara dengan tante jia.
“Apa dia kenalan jia ya? Mereka sangat akrab.”
“Mungkin,” sahut zayn.
Tidak lama tante jia datang menghampiri mereka bersama dengan kanaya yang berada di belakang nya, “Maaf ya lama, oh ya kenalkan ini keponakan ku.”
“Hay kanaya, bagaimana kabar mu?”
“Baik tante,” sahut kanaya tersenyum.
“Kalian sudah saling kenal?” Tanya tante jia.
“Iya tante aku sudah kenal dengan tante elva, aku juga pernah menginap di rumah nya,” sahut kanaya.
“Jadi dia keponakan yang selalu kamu ceritain itu?” tanya mama elva.
“Ya begitu lah,” jawab tante jia.
“Kalian duduk lah kenapa berdiri saja.”
“Terima kasih tante,” kanaya duduk tepat di depan zayn membuat lelaki itu jadi merasa salah tingkah.
“Ya ampun kanaya, kalau aku tau keponakan yang jia maksud adalah kanaya kamu tidak mungkin jia dan denilson sampai putus asa seperti itu.”
__ADS_1
“Tidak mengapa kak itu sudah berlalu yang terpenting aku sudah menemukannya sekarang,” Ucap tante jia tersenyum.
“Oh ya kanaya, kamu tumben ke toko apa kamu mau membeli kue?” tanya tante jia.
“Tidak tante, tapi aku ada janji dengan om dan dia meminta kanaya datang ke toko maka dari itu hari ini kanaya ke sini.”
“Ada janji? Kok om mu tidak memberi tahu tante?”
“Kanaya juga baru saja menghubungi om, dan om menyuruh kanaya tunggu di sini saja.”
“Oh begitu, kamu mau kue?”
“Tidak tante kanaya masih kenyang, tapi kalau ada kanaya ingin jus jeruk saja,” pinta kanaya.
“Ada dong nanti ya” tante jia meminta karyawannya membawakan pesanan kanaya Dan mereka pun melanjutkan berbincang ringan.
Setiap kali kanaya berbicara zayn nampak mencuri pandang ke arah kanaya, melihat anak nya bertingkah seperti itu mama elva tersenyum sebab biasa nya zayn tidak pernah memperhatikan orang lain sampai segitu nya justru orang lain lah yang sering mencuri pandang kepadanya.
Mereka terus saja asik mengobrol sesekali zayn menjawab pertanyaan dari tante jia selebihnya dia hanya diam mendengarkan.
Tidak lama om denilson masuk ke toko mencari istrinya, “Ma apa kanaya belum datang?” tanya nya dengan nafas tersegal nampak sekali dia terburu-buru.
“Itu di dekat kamu siapa?”
“Hay om,” sapa kanaya tersenyum lebar.
“Ya ampun anak ini kenapa kamu diam saja dari tadi? Kamu mau berangkat sekarang atau nanti?” Tanya om denilson.
“Ya sudah ayo kita jalan.”
“Kamu tidak istirahat saja dulu mengobrol dengan kita,” ucap mama elva.
“Loh kamu di sini va, eh ada zayn juga.”
“Selamat siang om,” sapa zayn.
“Baru sadar kamu nil?”
“Namaku denilson, bukan nil memang aku sungai,” jawab om denilson sebal, Mereka semua hanya tertawa menanggapi ucapan om denilson.
“Kamu mau kemana pa?” tanya tante jia.
“Mau ke rumah ibu, kanaya bilang dia ingin bertemu dengan nya.”
“Kamu beneran mau bertemu dengan ibu?” tanya tante jia tidak percaya.
“Iya tante, kalau begitu aku permisi dulu ya semua nya,” Pamit kanaya kepada tante jia dan mama elva.
“Aku permisi zayn,” ujar nya sambil tersenyum hingga membuat zayn terpaku menatap ke arah kanaya.
__ADS_1
“Iya sayang hati hati ya,” sahut mama elva dan tante jia bersamaan, sedangkan zayn hanya mengangguk.
Kanaya tersenyum lalu dia pergi dengan om denilson meninggalkan toko, melihat kanaya yang menjauh entah kenapa zayn merasa tidak rela.
Selesai mengobrol mama elva dan zayn ikut berpamitan kepada tante jia.
...°°°°°°...
Di perjalanan pulang mama elva memperhatikan zayn dengan seksama, “Zayn.”
“Iya ma, mama mau kemana lagi?” Tanya zayn tetap fokus pada jalanan di depan.
“Apa kamu menyukai kanaya?” Tanya mama elva membuat zayn terkejut sehingga dia menginjak rem secara tiba-tiba, syukurlah kondisi jalanan sedang sepi pengendara.
“Zayn apa-apaan sih kamu?” kesal mama elva.
“Ma-maaf kan zayn ma, mama tidak apa-apa?” tanya zayn khawatir.
“Mama tidak apa-apa hanya kaget saja, jadi jawaban pertanyaan mama apa?”
“Jawaban apa ma?” zayn melajukan kendaraan nya lagi.
“Apa kamu menyukai kanaya?”
“Tidak ma,” elak zayn.
“Zayn, kamu tidak boleh bohong sama mama sayang.”
“Zayn tidak tau ma.”
“Zayn, jika kamu menyukai kanaya ungkapkan saja jangan kamu pendam seperti itu.”
Zayn tidak menyahut, “Zayn jawab dong jangan diam saja.”
“Entahlah mah, zayn tidak tau yang zayn rasakan ini apa benar-benar rasa suka atau hanya perasaan sesaat saja, zayn tidak mau sampai keliru mengartikan perasaan ini,” jawab nya.
“Kamu takut keliru atau kamu takut terluka lagi seperti dulu?”
“Entah lah ma, zayn masih ragu.”
“Zayn, kamu pasti sudah tau kalau banyak sekali laki-laki yang mendekati kanaya kan? Bagaimana kalau sampai ada laki-laki yang dengan berani menyatakan perasaan kepadanya dan kanaya menerima perasaan orang itu?”
“Kalau begitu anggap saja dia bukan jodoh zayn ma,” sahut zayn.
“Astaga anak ini ya sudah lah terserah kamu, tapi jangan sampai kamu menyesal jika kanaya sudah di miliki orang lain,” kesal mama elva.
Setibanya di rumah mama elva masuk ke dalam rumah terlebih dahulu karena sebal dengan zayn, “Kenapa mama jadi marah sama zayn sih?”
“Tidak tau!” sahut mama elva kesal.
__ADS_1
Zayn menyusul mama elva masuk ke dalam rumah lalu dia merebahkan tubuh nya di sofa sambil memikirkan ucapan mama nya, entah kenapa walaupun dia berkata seperti tadi tapi hati nya seakan tidak rela jika kanaya di miliki oleh orang lain.
Bahkan aku sendiri tidak tau apa yang aku mau?