KANAYA

KANAYA
28. Berita kehamilan.


__ADS_3

Pagi harinya di sebuah apartemen nesya mengambil satu persatu pakaian yang berceceran di lantai lalu dia bergegas ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, Apa hanya perasaanku saja atau memang ukuran payudara ku sedikit membesar?


Nesya bergegas menyelesaikan aktifitas nya dan keluar dengan mengenakan handuk saja, “Joe, apa kamu tidak mau pulang?” nesya mengguncang tubuh joe.


“Jam berapa sekarang?” gumam nya.


“Sudah jam enam,” jawabnya seraya memakai pakaian nya.


“Kamu sudah mandi? Kenapa tidak mengajak ku,” rengek nya.


“Apa sih, memang yang semalam belum puas?” tanya nesya sambil tersipu.


Joe bangun dari tidurnya memeluk nesya dari belakang, “Jika melakukan nya dengan mu aku tidak pernah puas,” goda nya.


“Sudah sana kamu bau!”


“Iya-iya.”


Joe mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi, “Pasti kanaya akan memarahi ku nanti, ini semua karena ulah joe yang membuatku sampai kelelahan dan tertidur di apartemen,” gerutu nya.


“Cepatlah joe, hari ini kanaya harus bekerja.”


“Iya bawel,” sahut joe yang baru saja keluar dari kamar mandi.


...°°°°°°°


...


Joe mengantarkan nesya ke kediamannya, terlihat dari kejauhan kanaya sudah menunggu nya di luar, “Tuh kan penghuni rumah sudah menunggu di luar,” gerutu nesya joe hanya terkekeh, setelah berpamitan nesya langsung masuk ke dalam rumah.


“Kakak tidur di mana semalam, kenapa tidak pulang?” Omel nya.


“I-itu, aku menemani joe menghadiri acara teman nya ta-tapi karena dia mengantuk jadi kita memutuskan untuk menginap sebab bahaya kan jika dia sampai tertidur saat berkendara.”


Kanaya menatap curiga, “Ya memang tidak baik berkendara jika mengantuk, ya sudah ayo kita berangkat sudah telat nih.”


Kanaya membawa tas nya lalu masuk ke dalam mobil, “Huft syukurlah dia percaya.”


“Kak ayo!”


“I-iya.”


Mereka berdua bergegas menuju ke tempat acara, setibanya mereka di sana suasana sudah begitu ramai kanaya bergegas masuk untuk bersiap sedangkan nesya hanya berdiam diri karena dia merasa kepala nya sedikit pusing.


“Kenapa ya, apa karena aku belum sarapan? Kalau begitu aku cari sarapan dulu deh,” setelah mengirim pesan kepada kanaya nesya bergegas mencari restoran terdekat.


Nesya duduk di kursi sambil menunggu pesanan nya tiba tetapi kepalanya malah terasa sangat sakit dan perutnya sedikit kram.


Sudah kepala yang sakit sekarang perut ku terasa kram, apa aku mau datang bulan ya? Mana tidak bawa pembalut lagi.


“Ya sudah lah sehabis dari sini aku ke mini market dulu,” sesaat nesya teringat kalau dia belum datang bulan akhir-akhir ini.


“Astaga sudah tanggal berapa sekarang?” nesya menjadi panik.


Tidak lama pesanan nya datang nesya menyantap makanan nya tidak berselera sehingga dia tidak menghabiskan makanan itu, dia bangun dari tempat duduk nya lalu membayar pesanan nya setelah itu nesya bergegas ke apotik untuk membeli sesuatu.


Setibanya di lokasi acara nesya bergegas ke kamar mandi, Kenapa aku malah membeli ini? Tidak mungkin kan kalau aku hamil sebab joe selalu memakai pengaman tiap kali melakukan itu dengan ku.


Walaupun dia berdebat dalam pikirannya tapi pada akhirnya dia menggunakan testpack itu juga, beberapa menit menunggu hasil nya begitu membuatnya terkejut.


Kenapa hasil nya positif? Pasti alat nya yang salah.


Seketika nesya teringat sesuatu, Aku ingat saat itu joe kehabisan pengaman, tapi apakah mungkin baru sekali melakukan tanpa pengaman bisa hamil juga?


Nesya memasukan benda itu ke dalam tas, “Aku cari-cari dari tadi ternyata kakak di sini, apa kakak sakit? Kenapa kakak terlihat sangat pucat?”

__ADS_1


“Aku baik-baik saja hanya sedikit pusing.”


“Kalau begitu kakak pulang saja atau pergi ke rumah sakit dulu, tapi aku tidak bisa mengantar kakak bagaimana kalau aku pesankan taksi.”


“Aku ingin ke rumah sakit dulu saja.”


“Baiklah, kalau ada apa-apa hubungin aku ya,” Nesya mengangguk.


Tidak lama taksi pesanan nya tiba, nesya bergegas naik dan pergi menuju rumah sakit.


Di sana dia mendaftar terlebih dahulu setelah itu suster mengantarnya masuk ke dalam ruangan, di tempat itu nesya memberitahu dokter dengan hasil tes yang dia lakukan tadi dan kapan waktu haid terakhirnya.


Dokter wanita itu dengan lembut meminta nesya untuk merebahkan tubuhnya di tempat pemeriksaan, sebelum melakukan ultrasonografi (USG) dokter itu menuangkan gel ke perut nesya kemudian memeriksa perut nya menggunakan transduser.


Selesai memeriksa kandungan nesya berjalan lesu menuju apotik untuk mengambil vitamin, wajah nya nampak murung dia tidak tau bagaimana reaksi joe saat tau dia sedang hamil anak nya, dia takut jika joe akan meninggalkan nya.


Apa yang harus aku lakukan?


Selepas mengambil vitamin nesya keluar dari rumah sakit lalu memesan taksi, di dalam mobil nesya masih saja tenggelam dalam pikirannya.


...°°°°°°


...


Setibanya di rumah nesya masuk ke dalam kamar, dia melihat banyak sekali pesan masuk dari joe tetapi dia enggan menjawab nya.


Nesya merebahkan tubuhnya seraya memeluk guling dengan erat, tidak lama terdengar suara isakan kecil dari nya entah dia ingin sekali menangis sekarang.


“Bagaimana aku memberitahu ibuku tentang kehamilan ku? Bagaimana jika penyakit ibu kambuh lagi?”


Drttt.. Drtt...


Nesya melihat siapa yang menghubunginya, saat dia tau kalau kanaya yang menelpon nesya langsung menarik nafas dalam dan mengeluarkan nya perlahan agar kanaya tidak tau kalau dia sedang menangis.


“Halo,” jawab nesya.


“Sudah, kamu tidak perlu khawatir oke.”


“Bagaimana tidak khawatir mendengar kakak menangis seperti itu, jika pameran otomotifnya sudah selesai aku akan segera pulang, jangan lupa obat nya minum.”


“Iya bawel.”


“Kak sudah dulu ya.”


“Iya, semangat ya.”


Nesya menyudahi obrolan mereka, “Ya aku masih memiliki kanaya, bagaimana pun aku harus mengatakan nya.”


Nesya mengirim pesan kepada joe meminta nya untuk datang ke rumah.


Beberapa jam kemudian joe dengan tergesa-gesa menemui nesya, “Kenapa kamu tidak menjawab telepon ku? Apa kamu sakit? Kenapa wajah mu pucat seperti ini?” tanya joe penuh kekhawatiran.


Tanpa menjawab dia memberikan amplop putih itu kepada joe di dalam sana terdapat hasil pemeriksaan, foto usg dan juga tespack.


Nampak sekali joe bingung, “Punya siapa?”


“Punya ku,” sahut nesya.


“Kamu hamil? Kamu hamil anak ku?” tanya joe lagi.


Nesya hanya mengangguk, tanpa di duga joe langsung memeluk nesya begitu erat, “Joe,” panggil nesya.


“Aku tau memiliki seorang anak saat kita belum menjadi suami istri itu tidak baik tetapi aku sangat bahagia mengetahui bahwa kamu tengah mengandung anak kita.”


Nesya tersenyum mata nya berkaca-kaca, “Aku sangka kamu akan meninggalkan ku jika kamu tau aku sedang hamil,” Nesya menangis.

__ADS_1


“Dasar bodoh, aku tidak sebrengsek itu.”


Nesya semakin menangis, “Baiklah tidak perlu di tunda lagi, aku akan mengajak mu menemui orang tua ku, bersiaplah dulu.”


“Sekarang?” tanya nesya.


“Ya iya sekarang, sudah sana ganti pakaian mu dan berdandan lah dengan cantik.”


...°°°°°°°...


Sepanjang perjalanan nesya begitu gugup, bagaimana pun ini pertama kali nya dia ke rumah orang tua joe semenjak mereka resmi berpacaran.


“Tidak perlu takut, mami tidak akan menggigit mu.”


Setibanya di kediaman joe, joe menggandeng tangan nesya dan mengajak nya masuk, “Tidak perlu pulang! Tinggal saja kamu di apartemen,” omel wanita itu tanpa melihat ke arah joe.


“M-mami,” panggil joe.


“Siapa dia?” tanya mami gretta.


“Di-dia kekasih joe.”


“Oh duduk lah! Bi tolong sediakan minum untuk nya.”


“Baik nyonya,” sahut asisten rumah tangga itu.


“Siapa nama mu?”


“Ne-nesya tante.”


“Tidak seperti biasanya kamu mengajak seorang wanita ke sini joe?”


“Aku ingin menikahi nya mi.”


“Menikah dengan wanita ini? Memang nya dia dari keluarga mana dan apa pekerjaan nya?”


“Sudahlah mi.”


“Mami kan hanya bertanya, lagi pula mami harus tau dong asal-usul calon menantu mami.”


“Maaf tante, tapi aku hanya seorang gadis dari desa saja aku tidak terlahir dari keluarga terpandang.”


“Nah dengarkan, kamu mau buat mami malu joe? Bagaimana jika teman-teman mami menanyakan asal-usul nya, mau letakin di mana muka mami joe?”


“Mami setuju ataupun tidak, joe akan tetap menikahi nesya sebab dia sekarang sedang mengandung anak joe!”


“Apa? Wanita ini sudah hamil, ya Tuhan joe kamu memang mau membuat mami malu.”


Joe mengajak mami nya ke dalam meninggalkan nesya yang sedang tertunduk menahan air mata nya di ruang tamu.


“Joe, apa kamu tidak berpikir dulu sebelum melakukan nya?” Mami gretta sangat marah.


“Mi, tolong untuk kali ini saja biarkan joe memilih pasangan hidup joe sendiri.”


Mami gretta diam tidak menjawab, “Mi kalau mami tidak perduli dengan joe tidak apa-apa tapi lihat lah cucu mami.”


Mami gretta nampak berpikir, “Baiklah, aku menerima dia demi cucu ku.”


Mami gretta dan joe kembali ke ruang tamu, “Aku setuju kalian berdua menikah, tapi kamu harus berhenti kerja sebab aku tidak mau terjadi sesuatu dengan cucu ku dan setelah menikah kalian harus tinggal di rumah ini agar aku dapat memastikan gizi untuk keturunanku,” ucap mami gretta angkuh.


“Ta-tapi tante.”


“Tidak ada penolakan jika kamu ingin menikah dengan anak ku.”


Nesya menunduk sedih, “Mi, biarkan nesya selesaikan pekerjaan sampai adik nya mendapatkan pengganti nesya.”

__ADS_1


Mami gretta menghela nafas, “Baiklah, selesaikan dulu pekerjaan mu.”


Nesya dan joe tersenyum, joe begitu senang dia tidak menyangka mami nya dengan mudah menerima nesya menjadi bagian dari keluarga ini.”


__ADS_2