
Pagi nya di dalam apartemen andrew menatap kosong ke luar jendela, pikirannya selalu mengingat kanaya, dia tau sikap nya yang seperti ini salah tapi hatinya benar-benar belum rela melepaskan cinta pertamanya yang selama ini dia cari keberadaannya.
Bahkan dia langsung ke negara ini saat mengetahui di mana dia menjadi model tapi ternyata kanaya sudah tidak bekerja lagi di sana.
“Ah kepalaku masih saja sakit, ini pasti karena aku minum terlalu banyak semalam,” gerutunya sambil menarik rambut nya perlahan.
Dia berjalan ke tempat tidur dan merebahkan tubuh nya di sana, “Andai dulu aku tidak ikut orang tua angkat ku keluar negeri, mungkin saja aku masih bersama dengan kanaya sekarang.”
“Tidak-tidak ini memang sudah salah sejak awal, seharusnya aku menolak di adopsi waktu itu,” andrew menatap langit-langit kamar nya.
Andrew menghela nafas kemudian dia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, selepas mandi dan memakai pakaian nya dia memilih keluar dari apartemen namun baru saja dia membuka pintu kehadiran seseorang membuat nya terkejut.
“Ngapain lu di sini pagi-pagi?”
“Gue Cuma mau lihat kondisi lu, gue takut lu bunuh diri karena putus cinta maka nya gue langsung ke sini.”
“Nah karena gue masih hidup jadi lebih baik lu pulang saja.”
“Lu engga mau gue anterin aja? Kebetulan gue searah sama club malam yang lu datengin semalem.”
Andrew mengikuti laki-laki yang tidak lain adalah justin itu dalam diam, selama perjalanan andrew terus menatap kosong jalanan di depan nya.
Namun pandangan nya teralihkan ke beberapa lembar foto yang terletak di door pocket, “Kenapa lu nyimpen foto di sini?” tanya andrew.
“Oh, foto itu niat nya mau gue bakar tapi gue lupa terus.”
“Kenapa lu bakar?” andrew mengambil lembaran foto itu.
“Ya buat apalagi gue simpan toh gue juga sudah mulai melupakan dia, lagi pula dia juga sudah menikah dan pernah hamil tapi keguguran,” sahut nya.
Andrew melihat lembaran foto itu, dia begitu terkejut saat mengetahui wanita yang di maksud oleh justin adalah kanaya.
“Jadi kanaya perempuan yang lu kejar dulu?” tanya andrew.
“Lu kenal dia? Ah lu pasti pernah lihat foto nya di majalah kan?”
“Jadi lu suka sama dia?” tanya nya lagi.
“Ya kalau gue suka sama dia lu mau apa emang?”
“Jadi orang yang jeblosin lu ke penjara itu kanaya?”
“Lebih tepat nya itu sepupunya, kenapa sih lu?” justin nampak heran melihat wajah terkejut andrew.
“Jangan bilang kalau kanaya adalah perempuan itu?” tebak justin tetapi andrew hanya diam saja memandang foto itu.
“Astaga, kenapa gue di kelilingi oleh orang-orang yang gagal move on sama si kanaya sih?”
“Memang ada lagi yang suka dengan kanaya?”
“Ya ipar gue si frans, dulu mereka pacaran tapi karena adik gue suka sama dia jadi gue ancem lah si frans itu supaya nikahin adik gue, ya walaupun pada akhirnya ipar gue mulai membuka hati ke bianca, tapi gue tau kalau dia masih memiliki rasa ke kanaya.”
Setibanya di tujuan justin menurunkan andrew di parkiran tempat hiburan malam, sedangkan justin langsung menjauh dari sana entah mau kemana dia.
...°°°°°°
...
__ADS_1
Kanaya berjalan di taman sekitar kantor, dia berniat untuk mencari ketenangan setelah mengikuti zelvin seharian, belum lagi zelvin yang sering mengamuk dengan beberapa karyawan nya termasuk juga kepada kanaya, walaupun sehabis marah dia selalu minta maaf tetapi tetap saja kanaya merasa kesal dengan nya.
“Sampai kapan aku harus belajar mengenai masalah perusahaan? Aku benar-benar tidak mengerti dengan semua ini,” gerutu nya.
Kanaya mendudukkan tubuh nya di kursi taman, hingga kemudian datang lah seseorang menghampirinya, “Andrew,” sapa kanaya.
“Hay, apa boleh aku duduk di sebelah mu?”
“Ah iya silakan.”
“Bagaimana dengan kabar mu kanaya?”
“Baik, sedang apa kamu ke sini?”
“Mencari mu.”
“Untuk apa?”
“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu,” andrew menatap kearah kanaya.
“Katakan!”
“Sebenarnya aku menyukai mu kanaya, aku menyukaimu sejak dulu.”
“Haha, bercanda mu tidak lucu andrew.”
“Aku serius kanaya, sebenarnya alasan aku ke sini untuk mencari mu dan mengatakan isi hati ku.”
“Maaf andrew, kamu adalah teman ku dan juga teman suami ku, aku rasa tidak pantas jika kamu mengungkapkan nya sekarang.”
“Tidak.”
Andrew menunduk sedih, “Jika tidak ada yang ingin kamu katakan lagi, aku permisi.”
Kanaya bergegas menjauh dari andrew tetapi tangan nya di tarik oleh laki-laki itu, saat andrew hendak mencium nya kanaya mendorong tubuh andrew dengan sekuat tenaga, “Apa kamu sudah gila?” marah nya.
“Ya, aku gila karena kamu menikah dengan orang lain dan mengatakan kalau kamu tidak menyukai ku.”
“Itu kenyataan nya drew, jadi aku mohon lepaskan aku!”
“Kalau kamu tidak menyukaiku kenapa saat itu kamu berlari mengejar ku hanya untuk memberikan aku kotak musik kesayangan mu? Lalu kenapa kamu terus saja mengirim surat ke alamat rumah ku walaupun aku tidak membalas nya?” tanya nya.
“Apa kamu ingat kalau kamu adalah teman pertama ku di panti? Kamu yang bilang untuk menganggap mu sebagai kakak, jadi wajar jika aku bersikap selayak nya seorang adik yang ingin memberikan sebuah kenangan dan menanyakan kabar kakak nya.” sahut kanaya.
Andrew melepaskan genggaman tangan nya, “Maaf drew, perasaanku padamu tidak lebih dari itu, aku harap kamu mendapatkan wanita yang lebih baik dariku.”
Kanaya menjauh dari andrew, “Aku akan terus berusaha membuatmu mencintaiku kanaya,” gumam nya.
...°°°°°°...
Setibanya di rumah kanaya bergegas masuk ke dalam kamar setelah menyapa mama elva yang tengah menonton televisi bersama beberapa asisten rumah tangga nya.
Kanaya membuka pintu kamar dan melihat zayn tengah membaca buku di sofa, “Tumben telat?” tanya zayn tersenyum ke arah nya.
Kanaya menghampiri zayn lalu duduk di sebelah nya, dia menyandarkan kepala nya di bahu zayn, “Ada apa?”
“Tidak.”
__ADS_1
“Lalu kenapa kamu lesu seperti ini? Apa zelvin memarahi mu lagi?”
Kanaya mengangguk, “Tapi pasti ada masalah lain juga? Sebab kamu tidak akan seperti ini kalau masalah nya hanya karena zelvin marah saja kan?”
“Tadi aku bertemu dengan andrew,” mendengar nama nya saja zayn raut wajah zayn langsung berubah.
“Lalu?”
“Aku tidak tau bagaimana dia bisa tau kalau aku ada di taman itu.”
“Oh.”
“Aku mau mandi dulu deh.”
“Ya,” sahut zayn.
Setelah kanaya masuk ke dalam kamar mandi zayn terlihat menghela nafas nya, walaupun dia tidak begitu akrab dengan andrew tapi dia tau kalau andrew menyimpan rasa dengan istrinya.
Kanaya menghampiri zayn yang sudah duduk bersandar di tempat tidur “Kamu kenapa?” tanya kanaya saat melihat zayn sangat kesal.
“Tidak apa-apa.”
“Kamu marah dengan ku?” zayn tidak menjawab.
“Apa kamu marah karena aku bertemu dengan andrew tadi? Tapi kan bukan aku yang menemui nya."
Zayn menarik tubuh kanaya dan mencium bibir nya, “Jangan berbicara tentang dia lagi, aku tidak suka,” jelas zayn setelah melepaskan ciuman nya.
“Apa kamu cemburu?”
“Aku hanya tidak suka saja.”
“Kalau cemburu bilang saja zayn.”
Karena kanaya terus saja menggoda nya, zayn menarik tubuh kanaya lalu menindih nya, “Ya aku cemburu, maka dari itu jangan dekat-dekat dengan nya lagi!” kanaya tidak dapat berkata-kata, mendengar zayn mengakui perasaan nya membuat jantung nya berdetak lebih cepat di tambah dengan jarak yang sedekat ini walaupun mereka sudah menikah sejak lama tapi tetap saja dia belum terbiasa dengan tindakan tiba-tiba zayn.
“Ada apa? Kenapa kamu melihatku seperti itu?” tanya zayn.
“Karena kamu sangat tampan,” seketika wajah zayn menjadi memerah.
“Haha, kamu kenapa zayn?” goda nya lagi.
“Kamu sekarang jadi lebih berani untuk menggodaku seperti ini ya?” zayn menggeser rambut yang menutupi wajah kanaya.
“Ini masih belum seberapa, apa kamu mau yang lebih dari ini?” tanya nya.
“Coba saja,” sahut zayn.
Kanaya mengalungkan tangan nya ke leher zayn lalu dia ******* bibir zayn dengan lembut, zayn cukup terkejut dengan apa yang di lakukan kanaya sekarang.
Kanaya melepaskan ciuman nya lalu kemudian dia mendorong tubuh zayn untuk merubah posisi nya, kini giliran kanaya yang berada di atas zayn.
“Aku akan membuatmu sampai pegal-pegal besok pagi zayn,” bisik kanaya menirukan nada ucapan zayn.
Zayn terkekeh lalu dia merubah posisi mereka lagi, “Coba saja, aku akan membelikan kamu cemilan jika bisa membuat ku pegal-pegal besok pagi,” zayn melepaskan pakaian mereka berdua dan menjatuhkan nya ke lantai.
Suara lenguhan memenuhi kamar itu bersamaan dengan tarikan nafas mereka yang memburu seakan menjadi melodi yang indah mengiringi pelepasan hasrat yang menggebu.
__ADS_1