
Zayn berjalan keluar gedung dengan kesal, dia tidak menyangka kalau mama nya juga tau kalau zelvin itu adalah sepupu kanaya, “Jadi hanya aku saja yang di bohongi?” gerutu zayn.
Dia menghela nafas nya menenangkan emosi yang sedang menguasai dirinya, dia memilih duduk di sebuah kursi dan menyandarkan tubuh nya seraya menatap langit.
Dulu jangankan merasa kesal karena cemburu melihat wanita saja aku tidak tertarik sama sekali, ternyata jatuh cinta memang semenyebalkan ini.
Tidak lama kanaya datang dan ikut duduk di sebelah zayn, zayn melirik ke arah kanaya lalu memalingkan wajahnya kembali, “Kenapa kamu kemari? Bukan kah kamu sedang merayakan keberhasilan mu membuat perasaan ku tidak karuan seperti ini?” tanya nya tanpa melihat kanaya.
“Maafkan aku zayn.”
“Tidak perlu meminta maaf, kembali lah ke dalam aku sedang ingin sendiri.”
“Zayn dengarkan aku dulu.”
“Tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi, sebab kamu tau betul kalau aku menyukaimu tetapi kamu malah berbohong dan membuatku kesal.”
“Ya maka dari itu aku mau minta maaf kepadamu dan aku juga ingin mengatakan sesuatu dengan mu, maka nya tolong dengarkan aku.”
“Katakan!”
“Begini sebelum aku mengatakan intinya, aku ingin mendengar kenapa kamu menyukaiku?”
“Karena kamu selalu ceroboh,” jawab zayn langsung tanpa memikirkan nya terlebih dahulu.
Kanaya namak cemberut, “Lalu sejak kapan kamu menyukaiku?”
“Entah lah, sepertinya saat kamu sedang di dapur dengan bi lena,” sahut nya.
“Jika sedang mengobrol, lihat orang yang mengajak kamu bicara dong! kenapa dari tadi kamu hanya menatap langit saja.”
“Karena langitnya begitu indah dan tenang,” sahut nya sambil menatap kanaya dengan tersenyum kecil membuat jantung kanaya berdebar begitu cepat.
“Ke-kenapa kamu tersenyum seperti itu?”
“Oh ya? Aku tidak tau kalau aku sedang tersenyum,” sahutnya lalu menatap langit kembali.
“Sudahlah tidak jadi! Lagi pula orang yang aku ajak bicara tidak meladeni ku, padahal aku mau menjawab pernyataan cintamu waktu itu,” kanaya bangun dari tempat duduk nya dan hendak pergi dari sana.
Tetapi zayn menahan nya lalu zayn mendekati kanaya sehingga jarak di antara mereka begitu dekat.
“Jadi apa jawaban mu?” tanya zayn menatap lekat wajah kanaya.
“A-aku,” kanaya menundukkan wajahnya begitu gugup.
“Aku apa? katakan saja,” zayn memegang dagu kanaya agar dia dapat melihat wajah nya.
Tetapi kanaya semakin gugup sampai dia tidak dapat mengatakan apapun, kanaya hendak pergi menjauh namun zayn menarik tangan kanaya lalu mencium lembut bibir kanaya.
Kanaya begitu terkejut tapi dia hanya bisa terdiam sampai zayn melepaskan ciuman nya, “Kenapa kamu terus saja ingin pergi? Padahal kamu belum mengatakan apapun kepada ku,” ucapnya.
Zayn kembali mencium bibir nya tapi kali ini kanaya membalas ciuman itu.
“Ekhm, waduh sepertinya tante harus menemui keluarga mu zelvin,” celetuk mama elva, Kanaya langsung mendorong tubuh zayn lalu menundukkan wajahnya yang memerah seperti kepiting rebus itu.
“Untuk apa tante?”
“Ya tante ingin melamar salah satu anak gadis nya untuk di jadikan istri buat putra ku, bagaimana menurutmu vin?” tanya mama elva.
__ADS_1
“Zelvin sih setuju saja tante, tetapi bagaimana dengan oma? Zelvin takut kalau oma memberikan banyak syarat ke zayn dan akhirnya dia gagal merebut hati oma,” sahut zelvin menakut-nakuti.
“Iya tante, aku saja agar di terima oleh oma harus memenuhi semua syarat dari nya yaitu aku harus bisa memasak, mencuci dan membereskan semua pekerjaan rumah tangga tanpa bantuan asisten rumah tangga,” ucap vero bergidik saat mengingat betapa sulitnya agar dia dapat di terima dalam keluarga mackenzie.
“Waduh bagaimana ya? Mana anak tante sudah main cium saja, gimana kalau oma kamu tidak memberi restu?” mama elva melirik zayn.
“Apa aku harus menemui oma secepatnya?” tanya zayn.
“Untuk apa?” tanya kanaya.
“Ya untuk melamar mu.”
“Aku kan belum menjawab nya.”
“Tapi aku sudah mendapat jawaban nya tadi,” sahut zayn seraya menunjuk bibirnya, membuat wajah kanaya kembali memerah.
Zayn menghampiri mama elva, “Zayn ingin menemui oma sekarang.”
Mama elva terlihat bingung saat zayn menarik tangan nya begitu saja bahkan dia tidak menghiraukan panggilan kanaya, melihat tingkah putra nya mama elva hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.
...°°°°°°°...
Sesampainya di rumah oma, mama elva terlihat bingung sebab dia menduga bahwa zayn sekedar menggoda kanaya saja tetapi ternyata dia benar-benar datang ke rumah oma.
“Kamu serius zayn?” tanya mama elva.
“Ma jika zayn mendekati kanaya hanya untuk berpacaran saja dengan wanita lain juga zayn bisa, lagi pula bukankah mama yang menginginkan zayn menikah lalu kenapa mama ragu sekarang.”
“I-iya sih, tapi apa benar kamu sudah yakin dengan keputusan mu?”
“Ma, zayn tidak mungkin ke sini untuk melamar kanaya jika zayn belum yakin dengan keputusan zayn, zayn tau untuk membangun sebuah hubungan modal yakin saja tidak cukup kita juga harus menerima segala perubahan dalam kehidupan kita nanti nya.”
...°°°°°°°
...
Tante jia dan om denilson baru saja tiba di kediaman oma, dia mengajak mama elva dan juga zayn untuk masuk ke dalam untuk menunggu, tidak lama kanaya, zelvin dan vero datang mereka segera duduk di sofa ikut menunggu kedatangan oma.
“Zayn apa kamu serius?” tanya kanaya.
Zayn menatap kanaya, “Kalau aku hanya bercanda untuk apa aku ke sini, sudah kamu duduk diam saja di sana.”
Dengan di bantu om denilson, oma menghampiri mereka semua, “Jadi kenapa kamu ingin menemui ku malam hari seperti ini?” tanya oma seraya duduk di sofa.
“Selamat malam nyonya,” sapa zayn.
“Panggil saja oma.”
“Baik oma.”
“Coba jelaskan mau apa kamu datang ke rumah saya?”
“Sebelum itu maafkan saya karena sudah mengganggu waktu istirahat oma, maksud kedatangan saya ke sini saya ingin melamar kanaya untuk menjadi istri saya.”
Zayn menatap oma dengan penuh keyakinan, “Begini, apa alasan mu sehingga begitu yakin ingin menikahi cucu saya?”
“Saya mencintainya tanpa alasan apapun oma, dan menikahinya adalah keinginan saya.”
__ADS_1
“Apa kamu dapat menjamin kebahagiaan cucu saya hingga dia tua nanti?”
“Saya tidak tau bagaimana takdir kami berdua di masa depan, tetapi sebisa mungkin saya akan terus membahagiakan nya.”
Terlihat oma tersenyum, “Saya sudah tau siapa kamu, jadi kalau urusan materi saya yakin kamu dapat memenuhi kebutuhan nya, tapi apakah kamu yakin kalau kamu akan terus setia dengan nya bagaimana pun kondisi nya nanti? Secara saya sudah mendengar desas-desus tentang mu yang selalu dikelilingi oleh wanita cantik dan seksi, apa kamu yakin tidak akan tergoda dengan mereka?”
“Kenapa suasana nya menegangkan seperti ini,” bisik kanaya.
“Ya, aku jadi ikut gugup,” sahut vero sambil teringat saat oma memberikan persyaratan kepada nya agar di terima dalam keluarga mackenzie.
Nampak zayn tersenyum kecil, “Kenapa kamu hanya tersenyum? Apa kamu tidak yakin jika kamu tidak akan tergoda oleh wanita lain?”
“Bukan seperti itu oma, saya tersenyum karena oma hanya mendengar hal seperti itu saja tapi tidak mendengar kalau saya bahkan tidak pernah melirik mereka sedikit pun, dan di kantor saya tidak ada karyawan perempuan yang mengenakan pakaian seperti yang oma katakan kalau pun ada mereka akan langsung mendapatkan sangsi.”
“Lagi pula hanya kanaya saja yang berhasil mengacaukan perasaan saya, jadi untuk apa saya mengkhianati dia,” sahut zayn menatap kanaya.
“Percaya diri sekali kamu, kanaya kemari lah!” panggil oma, kanaya menghampiri oma dan duduk di sebelahnya.
“Katakan kepada ku, apa kamu mau menerima lamaran laki-laki ini?” kanaya menunduk.
“Jika kamu masih ragu kamu dapat menolak nya kanaya.”
“Bu-bukan begitu oma.”
“Katakan dengan tegas, oma tidak suka dengan orang yang bertele-tele!”
Kanaya menghela nafas nya pelan, “Ya oma, kanaya menerima lamaran zayn,” sahut kanaya.
Mereka semua terlihat sangat bahagia, “Kita akan menjadi besan kak elva,” ucap tante jia begitu senang sampai tidak dapat mengontrol tingkahnya.
“Jia li kenapa tingkah kamu seperti anak kecil? Padahal sebentar lagi kamu akan menjadi nenek,” omel oma.
“Ma-maafkan saya bu,” tante jia menunduk namun tidak lama dia berteriak.
“Apa!”
“Apa kamu mau membuat saya meninggal karena terkejut sebelum saya melihat cicit saya lahir?”
“Ma-maaf, tapi apa benar aku akan menjadi nenek? Jadi apa vero sedang hamil?” tanya tante jia.
Vero mengangguk dan tersenyum sambil mengusap perut nya, “Pa, kita akan menjadi nenek kakek,” tante jia langsung memeluk vero.
“Selamat ya,” ujar om denilson sambil mengusap rambut menantu nya.
“Terima kasih pa,” jawab vero.
Tante jia menangis haru begitupun dengan oma, dia merasa kebahagian yang dulu sempat menghilang kini kembali perlahan, Sekarang walaupun aku harus pergi sekarang, aku sudah tidak takut lagi bertemu dengan kalian berdua, thomas, elisia kalian melihatnya kan? Putri kecil mu kini sudah dewasa.
Kanaya melihat oma yang menangis, “Oma,” kanaya bersimpuh di hadapan nya.
Oma mengusap lembut rambut kanaya, “Semoga kebahagiaan selalu menyertai mu, andai kedua orang tua mu masih di sini mereka pasti akan melompat bahagia sambil menangis saat mendengar putri nya akan menikah,” mendengar itu kanaya meneteskan air mata nya.
Suasana berubah menjadi sendu, “Sudah lah, aku hanya merindukan putra dan menantuku kenapa kalian semua ikutan sedih?”
“Jika oma tidak mau kami sedih, oma juga jangan sedih seperti ini dong,” sahut zelvin menghampiri oma.
“Jaga dan utamakan istri mu dari pada urusan kantor lalu jangan membuat nya sedih, orang hamil itu sangat sensitif.”
__ADS_1
“Iya oma,” sahut zelvin.
“Baiklah untuk merayakan nya bagaimana kalau kalian semua makan malam di sini, kebetulan tadi oma meminta bibi memasak banyak untuk merayakan kehamilan vero,” ajak oma dan akhirnya malam ini mereka berkumpul di rumah oma.