
Hari-hari mereka lalui dengan penuh kesibukan, semua di kerjakan dengan ekstra cepat sampai-sampai mereka tidak sempat berkomunikasi walaupun hanya sekedar menanyakan kabar masing-masing.
Dengan di bantu nesya kanaya mengerjakan semua pekerjaan nya yang sekiranya dapat dia kerjakan sekarang, seperti endorse dan lain sebagainya agar keesokan nya dia bisa bersantai.
“Sekarang barang yang mana lagi kak?”
“Kamu yakin ingin mengerjakan semuanya sekarang?”
“Iya, jadi nanti kakak tinggal posting di media sosialku saja sesuai dengan jadwalnya.”
“Baiklah sekarang giliran alat memasak cantik ini,” nesya membuka dus dan mengeluarkan alat masak itu.
Kanaya bergegas mengganti pakaian nya dengan baju yang lebih santai, “Oke kamu sudah siap?” tanya nesya.
Kanaya mengangguk, “Satu, dua, tiga!”
“Hay semua nya jadi hari ini aku ingin membuat pancake lipat, di sini aku sudah siapkan semua bahan nya yang terdiri dari telur, tepung terigu, gula, susu bubuk, susu cair, soda kue dan pasta vanila.”
“Setelah semua nya di aduk rata, saat nya kita tuangkan sedikit demi sedikit adonan pancake nya di frypan dari Ycook sampai pancake nya berlubang-lubang kecil lalu masukan isian sesuai selera kita setelah itu kita lipat dan sisihkan lakukan berulang sampai adonan habis.”
“Oh ya aku suka banget membuat pancake dengan frypan dari ycook karena dia benar-benar anti lengket jadi walaupun memasak tanpa minyak sedikitpun pancake nya tetap bisa di balik seperti ini, lihat tidak ada yang menempelkan?”
“Memasak jadi mudah dan menyenangkan dengan Ycook, No drama-drama karena masakan menempel.”
“Oke cut!” ucap nesya.
“Gimana kak?” tanya kanaya.
“Lumayan, tapi terlalu manis untuk ku sebab kamu sudah pakai selai coklat untuk isian nya.”
“Iya ya seharusnya gulanya aku kurangin, ya sudah untung aku buat sedikit saja.”
“Nah, istirahatlah dulu nanti aku buatkan susu almond kesukaan kamu.”
“Oke.”
...°°°°°°°...
Dua minggu telah berlalu setelah mengucapkan janji suci pernikahan di salah satu tempat ibadah terbesar di kota itu, kemudian acara resepsinya di lanjutkan di sebuah gedung.
Kebanyakan tamu yang hadir adalah rekan bisnis keluarga mereka berdua, sedangkan kanaya hanya mengundang beberapa orang terdekatnya saja.
Kanaya nampak begitu lelah, “Apa kamu lelah?” bisik zayn kanaya hanya mengangguk.
“Kalau lelah kamu duduk saja.”
“Aku tidak apa-apa zayn hanya kaki ku saja sedikit pegal,” bisik kanaya.
Zayn nampak memanggil seseorang lalu orang itu datang menghampiri nya seraya membawakan sepasang sandal tanpa heels.
“Tukar sendal mu dengan ini,” zayn terlihat berjongkok memakaikan sendal itu ke kaki kanaya tanpa perduli tindakan nya menjadi pusat perhatian semua orang.
“A-aku bisa pakai sendiri.”
__ADS_1
“Aku melihat gaun mu saja sudah tau kamu akan kesusahan, sudah sedikit nyaman kan?” tanya zayn tersenyum, kanaya mengangguk.
“Jangan memaksakan diri, kalau memang sudah lelah kamu bisa duduk.”
“Iya zayn, aku baik-baik saja sekarang.”
Berjam-jam mereka berdua berdiri akhirnya pesta pun selesai, satu persatu tamu undangan sudah meninggalkan gedung begitu pula dengan keluarga zayn dan juga keluarga kanaya.
Setelah mengganti gaun yang di kenakan nya di ruang ganti mereka berdua langsung bergegas untuk kembali ke kediaman zayn di antar oleh seorang supir, di dalam mobil zayn tidak melepaskan genggaman tangan nya dari kanaya.
Setibanya di rumah mama elva menyuruh mereka berdua untuk istirahat maka dari itu zayn mengajak kanaya ke kamar nya, zayn mengambil handuk dari lemari pakaian lalu dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sedangkan kanaya melepaskan satu persatu aksesoris yang menempel di kepalanya, setelah itu dia menghapus makeup dengan menggunakan pembersih wajah dan kapas.
Sambil menunggu zayn yang belum keluar juga dari kamar mandi ia lebih memilih memainkan ponselnya, banyak sekali pesan yang masuk sekedar mengucapkan selamat kepadanya.
Tidak lama pintu kamar mandi terbuka terlihat zayn keluar dari sana dengan mengenakan kaos dan celana pendek saja, zayn duduk di tepi tempat tidur sambil mengeringkan rambut nya menggunakan handuk kecil.
Kanaya langsung mengambil pakaian ganti nya dan bergegas masuk kedalam kamar mandi membersihkan tubuhnya juga, tidak lama dia pun keluar dan duduk di sebelah zayn.
“Tidur lah, kamu pasti sangat lelah.”
“I-iya,” kanaya memundurkan tubuh nya lalu berbaring di atas tempat tidur membelakangi zayn, tidak lama zayn pun ikut merebahkan tubuh nya.
Karena begitu gugup mereka berdua sampai tidak bisa tidur walaupun mereka sangat lelah sekarang, kanaya membalikan tubuh nya menghadap punggung zayn kemudian dia berbalik lagi membelakanginya seperti itu terus sehingga zayn bangun dari tiduran nya dan memposisikan tubuhnya di atas kanaya.
“Kenapa kamu terus saja membuat suara?” tanya nya seraya menatap kedua mata kanaya.
“Ma-maaf.”
Zayn mendekatkan wajah nya lalu mencium kening kanaya lalu kemudian dia mencium bibir ranum nya dengan lembut, suara decap terdengar mengiringi ciuman panas mereka perlahan ciuman zayn berpindah ke leher jenjang kanaya.
Kanaya menggigit bibir nya, tapi di saat zayn hendak melepaskan pakaian kanaya tiba-tiba perut nya terasa sakit dan kanaya merasa seperti ada yang keluar dari bawah sana.
Kanaya mendorong tubuh zayn, “Tu-tunggu zayn.”
“Ada apa?” tanya nya heran.
Kanaya tidak menjawab dia langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk memeriksa sesuatu, “Apa kamu baik-baik saja?” tanya zayn khawatir.
Tidak lama kanaya keluar dari kamar mandi dan mengambil sesuatu dari dalam tas nya lalu masuk kembali ke dalam kamar mandi.
“Katakan kepadaku ada apa?” zayn mengetuk pintu agar kanaya menjawab.
Ceklek.. Kanaya membuka pintu itu sambil menundukkan wajah nya, “Ma-maafkan aku zayn, seperti nya kita tidak bisa melakukan nya sekarang sebab aku sedang datang bulan.”
Zayn menghela nafas nya, “Ya sudah sana istirahat, kamu pasti lelah kan,” setelah mengatakan itu zayn masuk ke dalam kamar mandi.
Apa zayn marah dengan ku?
Cukup lama kanaya menunggu di tempat tidur tidak lama zayn keluar dari dalam sana dan langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur membelakangi kanaya.”
“Zayn kamu marah ya?”
__ADS_1
“Tidak.”
“Bohong.”
Terdengar zayn menghela nafasnya lagi lalu menghadap ke arah kanaya, “Aku tidak marah jadi tidur lah,” ucap zayn mengecup kening kanaya.
“Maafkan aku ya zayn.”
“Sudahlah, itu bukan salah mu.”
“Selamat malam zayn.”
“Selamat malam.”
Kanaya memejamkan kedua mata nya, tidak butuh waktu lama akhirnya dia tertidur begitu lelap nya tapi tidak dengan zayn kantuk nya sudah hilang sejak dia berendam dalam bathtub tadi.
Dia melihat wajah kanaya lalu tersenyum, dia tidak menyangka jika dia bisa jatuh cinta dengan wanita di depan nya ini apalagi pertama mereka bertemu zayn begitu kesal dengan kecerobohan nya.
Dan perkenalan mereka juga begitu singkat, tapi hanya kanaya mampu menggoyahkan hati nya dengan begitu mudah, tidak lama zayn pun terlelap dalan tidurnya.
...°°°°°...
Pagi hari nya kanaya membuka mata nya perlahan karena merasakan diri nya di peluk oleh seseorang.
“Aaaaa.” Kanaya berteriak sambil mendorong tubuh zayn hingga terjungkal dari tempat tidur.
Zayn langsung berdiri dan menatap kanaya dengan kesal, “Kamu itu sebenarnya kenapa sih kanaya? Apa kamu ada dendam pribadi dengan ku sehingga kamu lampiaskan nya sekarang?” tanya zayn kesal.
“Kamu yang kenapa? Sedang apa kamu di kamarku?” tanya kanaya menutupi tubuhnya dengan selimut.
Zayn menghela nafasnya kasar, “Apa kamu sudah lupa apa yang terjadi kemarin?”
Zayn menunjukan foto pernikahan yang ada di ponselnya ke kanaya, “Lihat ini dan temukan jawaban atas pertanyaan mengenai mengapa aku tidur di sebelah mu, dan aku koreksi sedikit kalau ini adalah kamar ku.”
Kanaya seakan teringat semuanya dia langsung memaki dalam hati, Dasar bodoh! Bagaimana aku bisa lupa.
“Ma-maafkan aku ya zayn.”
“Apa dengan maaf mu saja bisa menghilangkan rasa sakit nya?”
“Ba-bagaimana kalau aku pijat?”
“Tidak perlu,” zayn bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Aku memang bodoh sekali.
Zayn keluar dari dalam kamar mandi lalu dia mendekat ke arah kanaya dan duduk di sebelah nya, “Kenapa kamu menangis?”
Kanaya tidak menyahut dia hanya memalingkan wajah nya kearah lain, “Kamu tersinggung dengan perkataan ku tadi?”
Kanaya mengangguk, zayn memeluk kanaya dan mengecup kepalanya, kanaya dapat mencium aroma sabun dari tubuh zayn, “Maafkan aku ya.”
“Tidak apa-apa.”
__ADS_1
“Ya sudah kamu mandi dulu setelah itu kita sarapan, mama pasti sudah menunggu di bawah.”
Kanaya mengangguk dan pergi untuk membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi.