
Setelah dokter memeriksa luka nya dan perawat selesai mengganti perban, zayn mengambil pakaian nya di dalam laci lalu mengenakan nya kemudian dia bergegas keluar dari ruangan itu sebab semua yang bersangkutan dengan rumah sakit mengingatkan dia akan papa dan kakak nya jadi dia memutuskan untuk pergi dari sana.
Zayn menghentikan sebuah taksi dan meminta supir untuk mengantarnya kesebuah tempat walaupun sepanjang jalan dia terus saja merasakan sakit pada kepala dan juga tangan nya tetapi dia tetap melanjutkan perjalanan nya.
Setibanya di sana zayn membayar taksi itu lalu masuk kedalam kawasan pemakaman, setiap kali dia merasa sedih dia akan ketempat ini sekedar meluapkan semua yang ada di hati nya.
...°°°°°°
...
Sedangkan di tempat lain setelah mendengar kabar jika zayn mengalami sebuah kecelakaan kanaya memutuskan untuk menjenguknya bersama mama elva dan juga joe, tetapi setibanya mereka di sana zayn tidak berada di kamar nya.
“Coba tante dan kanaya mencari ke sana dan joe akan ke situ,” saran joe
Mama elva mengangguk dia mengajak kanaya untuk membantunya mencari zayn, tidak lama mereka berkumpul kembali, “Aku sudah berkeliling sebelah sana tapi zayn tidak ada,” ujar joe dengan nafas tersegal.
“Di sebelah sana juga tidak ada, tetapi tadi mereka bilang kalau zayn sudah keluar dari rumah sakit sekitar satu jam yang lalu,” sahut kanaya.
“Apa mungkin dia sudah pulang?” ujar joe.
“Mungkin, coba biar tante telepon orang rumah.’
Mama elva menghubungi asisten rumah tangga nya, namun ternyata zayn belum kembali tentu saja mendengar hal itu mama elva menjadi panik.
“Tante, apa tidak ada tempat yang sering zayn kunjungi? Atau mungkin di rumah saudara nya?”
“Zayn tidak memiliki saudara di kota ini, lagi pula saudara yang paling dekat dengan zayn tinggal di luar negeri, oh ya joe kalian kan selalu bersama apa ada tempat yang sering dia kunjungi?”
“Tidak tante, selain ke kafe atau restoran kita tidak pernah kemana-mana lagi kalau pulang kerja.”
“Kemana ya kira-kira, tante sangat khawatir joe, apalagi dari kemarin zayn hanya diam dan raut wajah nya sangat sedih, tante takut jika dia kenapa-napa joe.”
Joe menenangkan mama elva, “Zayn pasti baik-baik saja tante, mungkin dia sedang bosan tiduran saja di rumah sakit tanpa melakukan apapun, maka dari itu dia keluar sebentar.”
“Semoga saja, tapi seharusnya dia memberitahu kita jangan menghilang begitu saja.”
“Oh ya tante, apa mungkin zayn pergi ke tempat papa dan kakak nya berada? Sebab ketika kanaya sedang sedih kanaya pasti ke tempat orang tua kanaya.”
__ADS_1
“Mungkin saja, ya sudah coba kita cari di sana ya.”
Mereka bertiga bergegas menuju tempat pemakaman untuk mencari zayn.
...°°°°°°...
Zayn berjongkok di depan makam kedua orang yang sangat dia sayangi, “Pa, kak brayn apa kabar? Apa kalian dapat mendengarkan aku?” zayn menunduk.
“Pa, apa papa tau setelah kepergian papa zayn harus bekerja begitu keras agar zayn dapat meneruskan perusahaan kesayangan papa ini, apa papa juga tau zayn sampai harus meninggalkan mama sendirian di sini sedangkan zayn melanjutkan belajar di luar negeri selama bertahun-tahun.”
“Dulu aku kira om jordan yang akan melanjutkan ternyata om malah memberikan nya kepada zayn, dia bilang perusahaan itu milik zayn om hanya mengurusnya sampai aku mampu memimpin perusahaan ini.”
“Sebenarnya zayn ke sini ingin memberitahu papa jika zayn sedang menyukai seorang wanita dan aku juga sudah menyatakan perasaanku kepada nya tapi sepertinya dia tidak menyukai zayn.”
Zayn terkekeh dengan raut wajah murung, “Bahkan untuk mencari pasangan saja aku tidak sempat karena pekerjaan di kantor sangat banyak.”
Zayn menatap pusara kakak nya, “Kamu seperti nya sangat senang melihatku kesusahan dari sana ya? Apa kamu tidak merasa cemburu, karena sekarang mama lebih memperhatikan ku dari pada kamu? Dulu setiap kali mama lebih memanjakan ku kamu pasti akan marah, jika aku sedang duduk di pangkuan mama, kamu pun tidak mau mengalah dan ikut duduk bersama ku.”
“Seharusnya jika kamu memang menyayangi mama, kamu bertahan saat itu,” zayn menghapus air mata nya.
“Jika kamu ada di sini pasti kamu akan mengejek ku cengeng seperti dulu,” zayn memegang dada nya yang terasa sesak, entah kenapa air mata yang selama ini dia tahan keluar begitu saja, padahal setiap kali ketempat ini zayn tidak pernah menangis seperti sekarang.
Tidak lama seseorang datang menghampiri, “Syukurlah kamu benar ada di tempat ini,” ujar kanaya.
Zayn menghapus air mata nya, “Sedang apa kamu di sini?” tanya zayn tanpa melihat gadis di samping nya.
Kanaya ikut berjongkok mensejajarkan tinggi nya dengan zayn, lalu kanaya mengambil selembar tissue dari tas nya lalu menghapus air mata zayn.
“Kami semua mencari mu zayn, kenapa kamu pergi begitu saja dari rumah sakit? Padahal kondisimu juga belum begitu pulih.”
Zayn tidak menjawab dia kembali memalingkan wajah nya, “Ya sudah sepertinya kamu tidak ingin berbicara dengan ku, kalau begitu biar tante dan joe saja yang menemani mu,” saat kanaya akan pergi zayn menarik kanaya ke dalam pelukan nya.
Awalnya kanaya ingin melepaskan pelukan itu tetapi dia urungkan, kanaya menepuk-nepuk lembut punggung laki-laki itu, “Aku tidak menyangka orang seperti mu bisa menangis juga,” ejek kanaya.
Zayn melepaskan pelukan nya kemudian melihat ke arah lain, sedangkan kanaya terkekeh melihat tingkah zayn yang seperti anak-anak itu.
...°°°°°°...
__ADS_1
Dari kejauhan mama elva melihat mereka berdua begitu dekat, mama elva mengajak joe untuk menunggu mereka di parkiran saja karena tidak mau mengganggu nya.
“Baru kali ini aku melihat zayn memeluk seorang wanita, dalam keadaan menangis pula,” ucap joe.
“Ya tante juga baru lihat, tidak sangka saja zayn yang selalu menyembunyikan kesedihan nya kepada semua orang tetapi tidak dengan kanaya.”
“Tante apa mungkin zayn menyukai kanaya?”
“Ya seperti yang kamu lihat.”
“Berarti mereka sudah pacaran?”
“Entahlah,tante hanya tau jika zayn menyukainya itu saja.”
“Oh begitu.”
...°°°°°°...
Cukup lama mereka terdiam di tempat itu kini perasaan zayn sudah jauh lebih baik, “Kamu sudah merasa lebih baik sekarang?”tanya kanaya.
“Sudah, Bagaimana kalian bisa tau kalau aku di sini?”
“Awalnya kita tidak tau kamu ada di mana, tetapi saat tante bilang selama kamu di rawat kamu terlihat sangat sedih, ya mungkin saja kamu pergi menemui papa mu sebab aku sendiri jika sedang sedih pasti menemui orang tuaku,” jawab kanaya menunduk.
“Oh ya zayn, bagaimana kamu bisa menabrak pohon?”
“Saat itu aku sedang memikirkan sesuatu jadi tidak tau jika ada beberapa orang sedang menyebrang jalan, karena terkejut aku sampai lupa untuk menginjak rem dan malah membanting stir agar tidak menabrak mereka dan seperti ini lah jadi nya.”
“Oh begitu ya sudah kita kembali yuk, aku yakin tante elva dan juga joe sangat mengkhawatirkan mu tapi kemana mereka ya? Bukan kah tadi mereka ada di belakang ku?” kanaya mencari keberadaan mereka.
“Mungkin mama dan joe menunggu di parkiran, lebih baik kita langsung ke sana saja.”
“Baiklah.”
Setelah bertemu di parkiran mereka semua memutuskan untuk langsung kembali ke rumah sebab zayn mengaku jika dirinya sudah baik-baik saja dan enggan kembali ke rumah sakit.
Sepanjang jalan mama elva terus saja memarahi zayn, sedangkan yang dimarahi hanya diam seraya menatap keluar jendela.
__ADS_1