KANAYA

KANAYA
43. Ngidam (2)


__ADS_3

Pagi ini langit terlihat begitu gelap, tetesan air hujan mengenai atap rumah menghadirkan suara begitu syahdu untuk kedua orang yang masih tertidur di bawah selimut, sudah berapa kali alarm di ponsel nya berbunyi, namun mereka berdua mengabaikan kan nya dan melanjutkan tidur.


Siang hari nya zayn membawakan semangkuk bubur ke dalam kamar, “Makan dulu,” zayn mendekati sendok berisikan bubur ke mulut kanaya tetapi kanaya merapatkan bibir nya seperti anak kecil yang sedang malas makan.


“Makan dulu, kamu sudah tidak makan nasi bahkan bubur dan makanan lain tidak mau.”


“Aku tidak nafsu makan zayn,” rengek nya.


“Baiklah kamu mau apa? Nanti akan aku carikan tapi tidak untuk mangga muda sebab kamu belum makan apapun dari pagi,” kanaya langsung memanyunkan bibirnya.


“Jangan cemberut, apa kamu tidak ingat waktu kamu diam-diam makan mangga muda lalu keesokan nya kamu diare bahkan sampai dehidrasi akhirnya di pasangkan infus.”


“Tapi aku ingin mangga muda zayn.”


“Tidak, cepat buka mulut mu! Kamu harus makan walaupun sedikit,” zayn dengan sabar membujuk kanaya untuk makan.


Akhirnya kanaya mau membuka mulut nya, dia menyantap suapan demi suapan sampai bubur di mangkuk habis lalu di lanjutkan dengan minum susu untuk ibu hamil.


“Zayn,” panggil kanaya.


“Ya, apa ada yang kamu inginkan?”


“Besok saat jam istirahat kamu tidak perlu mengantarkan pakaian kamu lagi.”


“Kenapa? Apa kamu mau ikut ke kantor?” tanya zayn.


“Tidak, aku kasihan kepadamu pasti kamu sangat lelah pulang dan pergi setiap hari, padahal jarak kantor ke rumah lumayan jauh seharusnya aku yang melayani kamu tapi malah kamu yang melayani aku.”


Zayn memeluk kanaya lalu mengusap perut istrinya yang masih rata itu, “Justru lelah ku ini tidak seberapa di bandingkan kamu kanaya, aku masih dapat makan enak dan tidur lelap tapi kamu setiap hari kamu mual dan muntah tapi makan pun kamu tidak bernafsu, belum lagi selama hamil kamu menjadi sangat sensitif, tiba-tiba kamu menangis tidak lama kamu begitu senang.”


“Tapi zayn.”


“Begini saja, misalkan aku tidak sempat pulang aku akan meminta tolong joe atau pak rudi saja yang mengantarkan pakaian ku ya.”


“Iya, aku mencintaimu zayn.”


“Ya aku tau itu, tapi bolehkah aku mandi dulu? Sampai kapan kamu terus menciumi leherku?” tanya zayn.


“Sebentar lagi zayn.”


“Sebentar nya kamu itu bisa lebih dari dua jam kanaya, sudah ya,” bujuk zayn.


“Sebentar lagi.”


“Aku itu selalu mandi pagi tapi semenjak kamu hamil jadwal mandi ku jadi berubah di siang hari.”


“Lima menit lagi ya.”


“Nanti nesya sama joe mau datang loh, memangnya kamu tidak mau lihat si kembar?”


“Kak nesya mau ke sini?” kanaya begitu antusias saat mendengar hal itu.


“Iya tadi joe memberitahu aku, jadi sekarang siapa yang mandi terlebih dahulu? Aku, kamu atau mandi bersama?” goda zayn.


“Aku duluan,” kanaya berjalan menjauh dari zayn sebab dia tau kalau mandi berdua dengan zayn bukan nya lebih cepat tapi akan lebih lama mereka di dalam sana.


“Hati-hati, jangan berlari.”


“Iya,” teriak kanaya dari dalam kamar mandi.


...°°°°°°


...


Setelah mandi mereka berdua langsung keluar dari kamar, saat melihat nesya sudah ada di bawah kanaya mempercepat langkah nya untuk menghampiri mereka.

__ADS_1


Kanaya mendekati stroller untuk melihat kedua bayi kembar samuel dan shopia yang sedang tertidur begitu lelapnya, sedangkan zayn dan juga joe sudah sibuk dengan urusan mereka.


“Sudah berapa bulan?” tanya nesya mengusap perut kanaya.


“Dua bulan kak.”


“Berarti saat aku lahiran kamu sudah isi dong ya?”


“Iya, saat itu juga sebenarnya aku sudah merasa mual tapi aku tidak tau kalau ternyata aku sedang mengandung.”


“Oh ya kak, kakak sudah pindah?”


“Belum, sebab rumah nya belum selesai di renovasi.”


“Bukan nya hanya menambah kamar untuk si kembar saja?”


“Iya niatnya sih begitu, tapi ternyata banyak sekali yang harus di betulkan, pantas saja joe beli dengan harga murah.”


“Oh begitu.”


“Sepupu kamu zelvin sudah melahirkan?”


“Zelvin kan laki-laki kak, mana bisa dia melahirkan.”


“Maksud ku istrinya loh.”


“Belum, kalau menurut dokter sih HPL nya masih enam minggu lagi,” sahut kanaya


“Sebentar lagi ya.”


“Kakak tumben ikut kak joe ke sini?”


“Iya tadi ada urusan di luar jadi sekalian saja mampir, oh ya kanaya kamu sudah tau belum kalau sheyna kemarin ditangkap?”


“Ditangkap, kenapa?” tanya kanaya.


“Kasihan sekali ya kak.”


“Untuk apa kamu kasihan dengan dia, toh dulu dia juga jahat dengan mu,” kesal nesya.


“Bagaimana pun sikap dia ke kita, kita tidak boleh tertawa di atas penderitaan nya kak.”


“Iya-iya.”


Saat sedang asik mengobrol terdengar suara tangisan samuel, nesya bergegas menggendong samuel untuk memberikan dia ASI tapi tidak lama shopia juga ikut menangis.


“Kalian lapar ya sayang nya mama?” ujar nesya.


“Bagaimana kalau kita ke kamar saja kak agar lebih leluasa kakak memberi si kembar susu.”


Nesya mengangguk lalu kanaya mengajaknya ke kamar bawah, mereka berdua melanjutkan perbincangan mereka sekalian melepas rindu.


Kanaya begitu gemas melihat si kembar tengah menyusu, lalu dia memainkan pipi shopia yang lebih chubby di bandingkan samuel.


Tapi sayang nya tidak lama tercium aroma masakan dari arah dapur hingga membuat kanaya merasa begitu mual, kanaya berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan semua yang telah dia konsumsi tadi.


“Maaf non, bibi tidak tau kalau non kanaya ada di bawah,” ucap bi lena lantas mematikan kompor.


“Tidak apa-apa bi,” kanaya membasuh mulut nya tapi rasa mual itu kembali muncul.


“Ada apa bi?” tanya zayn datang menghampiri.


“Maaf tuan, saya tidak tau kalau non kanaya ada di kamar bawah.”


“Oh begitu, ya sudah kita ke kamar saja ya,” ajak zayn.

__ADS_1


“Lalu kak nesya?”


“Tidak apa-apa lagi pula kita juga mau pulang karena sudah sore dan pekerjaan ku juga sudah beres,” sahut joe.


Setelah selesai menyusui si kembar nesya menyusul suami nya di luar, “Sudah?” tanya joe.


“Iya.”


“Kalau begitu kita pamit ya zayn kanaya,” pamit joe.


Selepas mereka pergi zayn mengajak kanaya masuk ke dalam kamar, “Apa masih mual?” tanya zayn.


Kanaya menggelengkan kepala nya, “Ya sudah kamu istirahat saja, kamu ingin di buatkan apa untuk makan malam?”


“Buah saja zayn.”


“Ya sudah nanti akan aku siapkan, kalau roti mau tidak?”


“Mau.”


“Mau pakai selai apa?”


“Pakai keju saja.”


“Oke kamu tunggu ya biar aku siapkan dulu, kamu mau di bawakan susu nya sekarang atau nanti saja kalau mau tidur?”


“Sekarang saja.”


“Oke.”


Zayn bergegas ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk kanaya, setelah semua nya siap dia langsung membawakan nya ke kamar.


“Selamat menikmati.”


“Terima kasih sayang.”


Zayn tersenyum lalu duduk di sebelah kanaya, “Apa sudah lebih baik?” tanya zayn.


“Lumayan, oh ya zayn mama ke mana perasaan dari pagi aku tidak melihatnya.”


“Mama ada di butik, mama bilang ada pelanggan yang mau memesan gaun jadi mama sedang merancangnya sesuai dengan keinginan si calon pengantin.”


Kanaya menghabiskan makanan nya sampai tak tersisa dan menyusun peralatan makan nya di atas meja.


Kenapa aku ingin sekali memakan kacang mede panggang ya?


Kanaya menatap ke arah zayn berharap dia mau membelikan nya, merasa di tatap zayn menengok ke arah kanaya dan melihat senyuman mencurigakan kanaya.


Seketika zayn langsung paham akan sinyal waspada yang di pancarkan kanaya, sebab jika kanaya sudah tersenyum seperti itu pasti malam ini dia akan dikerjai lagi untuk mencari sesuatu yang susah untuk di dapatkan.


“Ah aku lupa mengecek berkas yang di bawa joe tadi,” saat dia hendak pergi kanaya menggenggam tangan nya.


“Sayang,” panggil nya dengan manja, kanaya tau betul zayn akan luluh jika dia seperti ini, dan benar saja zayn kembali duduk setelah menghela nafas nya.


“Baiklah, kamu ingin apa sayang?” pasrah nya.


Kanaya tersenyum penuh kemenangan, “Aku mau kacang mede panggang yang original.”


“Ya ampun,” zayn mengambil ponsel nya sambil membuka aplikasi belanja online.


“Jangan beli yang sudah matang, sebab mereka sudah memberikan bumbu walaupun di bungkus nya tertulis original.”


“Lalu aku harus cari yang bagaimana?”


“Beli yang mentah saja lalu kamu panggang sendiri di oven,” sahut kanaya begitu mudah nya.

__ADS_1


“Baiklah apapun untuk istriku,” akhirnya zayn memesan beberapa bungkus kacang mede mentah setelah itu dia pergi ke tempat tidur seolah tak bertenaga dan langsung merebahkan tubuh nya di sana.


Sedangkan kanaya begitu senang sambil membayangkan betapa lezat nya kacang mede panggang itu.


__ADS_2