KANAYA

KANAYA
48. Tertangkap.


__ADS_3

Di tempat lain stevany terlihat begitu panik, “Aku harus pergi dari sini aku tidak mau masuk ke penjara, ini bukan lah salah ku ini salah dia karena merebut zayn dari ku,” gumam nya di pojokan kamar sambil menarik rambut nya.


Dia bangun dari duduk lalu berjalan mondar-mandir untuk menghilangkan rasa panik nya, “Papa sudah membayar orang untuk menghilangkan bukti itu, tidak akan ada yang tau kalau aku yang menabrak nya, tap bagaimana kalau mereka tetap memberitahu?”


Stevany mengambil koper nya lalu memasukan semua pakaian nya, setelah itu dia menarik koper nya keluar kamar.


Betapa terkejutnya dia saat mengetahui ada beberapa orang di bawah yang mencari nya, akhirnya stevany memilih lewat pintu belakang namun sayang nya rumah ini sudah di kepung.


“Lepaskan aku!” teriak nya.


“Apa salah ku? Kenapa kalian ada di sini?”


“Kamu masih bertanya apa salah mu nona?” geram zelvin.


“Siapa kamu?”


“Perkenalkan saya Alzelvin Denilson Mackenzie, saya adalah sepupu dari wanita yang kamu tabrak dua minggu yang lalu hingga menyebabkan dia kehilangan bayi nya dan sekarang dia masih terbaring tidak sadarkan diri di rumah sakit.”


Siapa sangka bukan nya menyesali perbuatan nya wanita itu malah tertawa, “Itu lah akibat nya karena sudah merebut zayn dari aku, lepaskan aku!”


“Bawa dia pak,” ucap zelvin, tidak lama zayn tiba di sana.


“Zayn akhirnya kamu datang, tolong bilang kepada mereka kalau aku itu tidak bersalah,” rengek stevany.


“Aku tidak menyangka kamu akan bertindak nekat seperti ini, dulu aku kasihan dengan mu karena kamu terlihat begitu terpukul sebab kehilangan ibu mu maka dari itu walaupun aku tidak suka setiap kali kamu mengikuti ku aku tetap mengajakmu bermain.”


“Semua itu aku lakukan hanya karena aku kasihan kepada mu tidak lebih dari itu, bahkan saat kita bertemu di kampus pun kamu yang terus mendekatiku bukan aku yang mendekatimu.”


“Tolong bawa dia pak, dia harus bertanggung jawab atas perbuatan nya,” zayn menatap stevany begitu dingin.


“Saya mohon tuan, jangan bawa anak saya dia anak saya satu satu nya,” pinta laki-laki paruh baya itu namun zayn tidak menjawab.


“Aku melakukan ini semua karena aku menyukaimu zayn,” pekik nya.


Terlihat zayn menghela nafas, “Sayang nya aku hanya mencintai istriku saja.”


“Tuan saya mohon lepaskan putri saya, saat itu dia tidak bisa berpikir dengan jernih karena dia sangat mencintai tuan, semua salah saya tuan karena tidak dapat mendidik nya dengan baik, saya mohon tuan jangan bawa anak saya,” laki-laki paruh baya itu bersimpuh di hadapan zayn.


“Kalau anda merasa bersalah karena tidak dapat mendidik putri anda, biarkan dia bertanggung jawab dengan menjalani hukuman nya, tidak ada guna nya anda bersimpuh di hadapan saya!”


“Saya mohon tuan,” laki-laki itu menangis di hadapan zayn.

__ADS_1


“Apa dengan anda bersimpuh dapat mengembalikan kembali anak saya? Apa dengan tangisan anda istri saya akan baik-baik saja? Dan apa anda pikir dengan memaklumi sifat kekanakan putri anda semua akan membaik?” zayn menahan amarah nya terlihat dari tangan nya yang mengepal.


“Jika tuan bilang wanita ini adalah putri tuan satu-satu nya sama hal nya dengan sepupu saya, dia adalah keturunan satu-satu nya dari mendiang paman saya, jika sampai terjadi sesuatu pada nya saya akan pastikan kerja keras anda selama bertahun-tahun untuk menjadi seperti sekarang ini akan sia-sia saja, saya akan menghancurkan semua nya hingga tidak tersisa sedikitpun!” ancam zelvin.


“Bawa dia pak!” perintah zelvin kemudian dia mengajak zayn untuk pergi dari rumah itu.


“Tidak, papa tolong aku lepaskan aku!”


...°°°°°°...


Zayn kembali ke rumah sakit sedangkan zelvin langsung pergi ke kantor polisi untuk mengurus semua nya, setelah mencuci tangan nya dia mendekati istri nya yang masih saja menutup mata nya.


“Sayang, sudah dua minggu lama nya kamu tertidur di tempat ini, apa kamu tidak merindukan ku?”


Zayn menggenggam tangan kanaya, “Aku sangat sedih karena kehilangan anak kita, tapi aku tidak tau harus bagaimana aku sangat bingung kanaya.”


“Aku mohon buka lah mata mu, jangan tidur terlalu lama nanti kepala mu akan sakit,” nampak zayn menangis sambil menciumi tangan istrinya.


Tok... Tok...


Zayn langsung menghapus air mata nya, tidak lama joe dan nesya datang menghampiri nya, “Bolehkah aku menemani nya zayn?” tanya nesya.


Zayn mengangguk lalu mengecup kening kanaya, “Aku tinggal sebentar ya,” zayn mengajak joe untuk keluar dari ruangan itu membiarkan nesya bersama kanaya.


“Sudah dua minggu kamu tidur, apa kamu tidak merindukan samuel dan juga shopia?”


“Mereka sangat merindukan mu, maka dari itu kamu harus bangun agar dapat mengajak bermain mereka.”


“Aku tau kamu wanita yang sangat kuat, kamu pasti dapat melalui ini semua dan bangun lah jangan tidur terlalu lama.”


Pada akhirnya nesya tidak dapat menahan tangis nya lagi, tidak berselang lama pintu kamar itu terbuka terlihat oma dengan tertatih mendekati mereka, melihat itu nesya langsung bangun lalu membantu oma untuk duduk di kursi dan dia pun berpamitan seraya menyeka air mata nya.


Oma menatap sendu cucu nya lalu dia mengambil selembar foto dari dalam tas nya, “Dulu setiap kali kamu melihat foto ini kamu selalu meminta denilson untuk menceritakan seperti apa kakek mu itu? Dan denilson pun langsung menceritakan nya kepada mu, apa kamu mau mendengarkan nya dari oma?”


“Kamu tau sayang sebenarnya nama mu itu di buat oleh suamiku khusus untuk anak ke tiga kami, dia bilang jika anak yang sedang aku kandung berjenis kelamin perempuan dia akan memberikan nama kanaya, tetapi saat itu oma juga sudah mendapatkan nama untuk anak ke tiga oma.”


“Jadi setelah anak ketiga oma lahir, kami langsung membuat sebuah taruhan siapa yang dapat menghabiskan buah-buahan di piring dengan cepat maka pemenangnya yang berhak memberikan nama untuk putri kami yang baru lahir itu.”


“Karena kakek kamu tidak begitu suka dengan buah maka nya taruhan itu di menangkan oleh oma jadi oma memberikan nama zeline untuk tante mu, kamu tau saat itu kakek mu sangat sedih karena kalah dalam taruhan hingga thomas datang lalu mengatakan suatu saat jika dia menikah dan memiliki seorang putri dia akan memberikan nama kanaya,” oma tertunduk dan menangis.


Setelah menghela nafas oma melanjutkan ceritanya, “Setelah ayah mu beranjak dewasa dia membawa elisia ke rumah dan mengatakan kalau dia akan menikahi nya, walaupun oma tidak setuju ayahmu tetap menikahi wanita itu dan tidak lama terdengar kabar kalau elisia hamil dan melahirkan seorang putri.”

__ADS_1


“Thomas bilang ke semua orang bahwa dia memberikan nama kanaya untuk putri nya, ternyata dia sungguh-sungguh dengan ucapan nya saat itu.”


“Oma sangat merindukan ayahmu, oma sangat menyesali perbuatan oma karena bersikap tidak adil kepada mereka berdua bahkan setelah kematian kedua orang tua mu oma malah begitu tega menyiksa mu, padahal sebelum thomas menghembuskan nafas terakhirnya dia meminta oma untuk menjaga mu tapi apa yang aku lakukan.”


“Oma merasa sangat bersalah kepada kalian, maka dari itu izinkan oma menebus semua kesalahan oma, oma mohon kepada mu jangan hukum oma seperti ini, oma benar-benar tidak sanggup jika harus melihat mu seperti ini kanaya.”


“Maafkan oma kanaya, oma benar-benar minta maaf kepadamu,” oma menangis tersedu-sedu bahkan dia sampai terjatuh ke lantai.


Tante jia menghampiri oma untuk membantunya berdiri, “Jia li suruh keponakan mu untuk bangun! mungkin saja dia lebih mendengarkan mu dari pada aku.”


“Ibu, jangan seperti ini kanaya pasti akan sedih jika melihat ibu menangis.”


Tante jia mengajak oma keluar dari ruangan itu lalu menenangkan nya, selepas oma pergi bunda renatha bergantian masuk ke ruangan untuk melihat kanaya.


Bunda renatha mendudukkan tubuhnya di kursi, “Kenapa ini bisa terjadi kepadamu kanaya? Padahal seminggu yang lalu bunda tengah menunggu mu datang tapi ternyata bunda malah mendapat kabar kalau kamu mengalami kecelakaan.”


“Bunda merasa sangat sesak saat melihat alat-alat ini terpasang di tubuh mu,” bunda renatha menggenggam tangan kanaya.


“Dulu kamu senang sekali mengajak bunda bermain dokter-dokteran bahkan kamu sampai menangis karena bunda malah sibuk mengurus adik-adik mu,” bunda renatha terkekeh tapi tidak lama wajah nya kembali sedih.


“Sudah cukup bermain dokter-dokteran nya sekarang buka mata mu, banyak yang khawatir dengan mu apalagi suami mu bahkan dia terlihat sangat lelah dan juga cemas, apa kamu tidak kasihan dengan nya?”


Bunda renatha melihat jam di pergelangan tangan nya, “Jam besuk sudah habis, kalau begitu bunda pamit ya.”


Setelah berpamitan kini tinggal mama elva dan zayn saja yang ada di rumah sakit ini, “Mama juga pulang lah, biar zayn yang menunggu kanaya.”


“Biar kali ini mama saja yang menjaga kanaya, kamu istirahatlah di rumah.”


Zayn menggeleng, “Tidak ma, zayn ingin di sini menemani kanaya.”


Mama elva menghela nafas nya, “Baiklah mama pulang ya sayang,” pamit mama elva.


Suasana rumah sakit begitu sepi, zayn berjalan menghampiri kanaya dan duduk diam memandang wajah istrinya itu, “Dulu aku sangat tidak suka jika berlama-lama di rumah sakit, tapi karena kamu lah aku bahkan tertidur di sini.”


“Sebenarnya aku sangat lelah seakan aku kehilangan tujuanku, aku dengar justin yang telah mendonorkan darah nya untuk mu kamu tau aku sangat kesal sebenarnya tapi aku juga berterima kasih kepadanya karena telah membantumu, aku merasa tidak berguna kanaya bahkan yang menangkap pelaku nya adalah zelvin.”


“Untuk menjaga mu dan anak kita saja aku tidak mampu, padahal aku sudah berjanji akan menjaga dan melindungi mu, aku memang sangat payah.”


Keesokan nya seperti biasa dia mengelap tubuh istrinya agar tetap bersih, lalu membacakan sebuah novel kesukaan kanaya.


Ceklek.

__ADS_1


Zayn melihat zelvin dan juga istrinya datang untuk menjenguk, “Kalian berbincang lah dulu,” zayn memilih keluar dan membiarkan sepupunya itu berbicara dengan istrinya.


Vero menggenggam tangan kanaya, “Walaupun aku baru mengenalmu tapi aku tau kamu bisa melawati ini semua, banyak orang yang menunggu mu terbangun dari tidurmu ini kanaya, buka matamu jangan biarkan mereka terus merasa sedih setiap hari nya,” bisik vero.


__ADS_2