KANAYA

KANAYA
Bab 7


__ADS_3

DEG DEG DEG DEG


Jantung Eric berdetak cepat ketika mendengar suara yang ia kenal bahkan sangat mengenalnya. Eric mengangkat kepalanya melihat perempuan menggunakan gaun sebatas lutut berwarna putih dan sangat mempesona.


Eric tidak bisa bergerak bahkan mulutnya tiba-tiba tidak bisa berbicara. Namun sekarang Eric tidak bisa membaca situasinya sekarang. “Kenapa ada Nana disini? Bukannya ini keluarga Roberts?” pikir Eric.


“Siang juga,” ucap kedua orang tua Kanaya dan Eric serampak.


“Eric, kenalkan Halina Kanaya Roberts, anak dari mom. Mom dan dad setuju dengan hubungan kalian, maaf, Ric, Nana memang suka usil kok, jadi jangan terlalu menyalahkan dia ya,” ucap Kania memperkenalkan Kanaya kepada Eric. Kanaya memang sudah menceritakan semuanya tentang Eric dan kehidupannya kepada orang tuanya.


Eric terdiam mendengar ucapan Kania, tetapi dalam hatinya terdapat banyak bunga dan rasa kelegaan yang luar biasa. “Mom, dad, Eric boleh pinjam Nana sebentar?” tanya Eric kepada mereka.


“Boleh kok. Tapi jangan terlalu salahkan Nana ya, dia memang suka usil seperti itu kok,” kata Arion. Kanaya yang mendengar itu mendengus kesal kepada ayahnya.

__ADS_1


“Dad, memangnya Nana sering usil? Kan daddy duluan yang suka usil,” bantah Kanaya tidak terima karena ia malu jika kelakuannya diketahui Eric.


“Teserah kamu, sana tuh, calon suami kamu lagi nunggu,” kata Arion yang melihat Eric selalu menatap Kanaya. Mendengar kata-kata Arion, Eric segera menarik tangan Kanaya dengan lembut, sedangkan para orang tua akan membahas pernikahan yang akan diadakan.


“Eh eh eh, Ric, pelan-pelan jalannya, nanti aku jatuh,” ucap Kanaya tetapi tidak didengarkan oleh Eric. Akhirnya Eric menarik Kanaya sampai ke taman yang ada dibelakang rumah, lalu menatap Kanaya dengan sendu.


“K-kenapa, Ric, kok kamu lihat aku begitu?” tiba-tiba Eric memeluk Kanaya dengan erat.


“Nana, jelaskan sekarang! Apa kamu tau, aku hampir frustrasi karena tiba-tiba kamu hilang, ketika dicari tidak pernah ada hasil. Lalu tiba-tiba kamu ada disini,” kata Eric sambil menangis dalam pelukan Kanaya.


“Tunggu, lalu kenapa mama dan papa tidak setuju kalau kamu pacaran denganku?” tanya Eric.


“Astaga, bukannya kamu ini sangat pintar? Kenapa tiba-tiba jadi orang yang tidak tahu apa-apa?”

__ADS_1


“Memang kenapa? Orang pintar itu tidak selalu pintar”


“Oke teserah kamu saja, sebenarnya mama dan papa hanya membantuku, jadi jangan marah ya,” ucap Kanaya sambil tertawa. Eric yang mendengar itu menjadi teringat dengan Rania.


“Jangan bilang, Rania juga ikut serta dalam keusilan kamu? Jadi dia tahu kalau kamu keluarga Roberts?” tanya Eric, sedangkan Kanaya yang mendengar itu hanya bisa tertawa garing.


“Sayang” kata Eric dengan senyuman yang tidak bisa diartikan. Kanaya yang merasakan tanda-tanda bahaya segera kabur dari sana, tentu saja Eric mengejar Kayana. Eric tidak menyangka akan jadi seperti ini. Eric memang marah dengan Kanaya tetapi hanya berlangsung sebentar.


Setelah jarak mereka mendekat, Eric memeluk Kanaya dengan erat. Eric sangat lega jika hubungan ini disetujui oleh orang tuanya dan bahkan orang tua Kanaya.


“Aku mencintaimu, Nanaku,” ucap Eric. Mendengar penyataan itu, Kanaya tersenyum bahagia. “Aku juga mencintaimu, Ericku,” balas Kanaya dengan tulus, Eric yang mendengar itu juga merasa bahagia.


Mereka terenyum, hari ini adalah hari paling membahagiakan bagi mereka. ‘Terima kasih’ ucap mereka dalam hati.

__ADS_1


--------------------------------------------


Bersambung.........


__ADS_2