
Cukup lama ponsel nesya terus saja berdering, karena tidak tega akhirnya nesya menjawab nya, “Halo,” ucap nesya setelah menggeser tombol hijau.
“Sekarang kamu berada di mana? Biar aku langsung menjemputmu.”
“Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri ke rumah mami mu.”
“Jika kamu tidak mau memberitahu, aku bisa menemukan mu dengan melacak ponsel mu itu!”
“Silakan, walaupun kamu dapat melacak ku aku akan langsung pergi dari sini.”
“NESYA!” joe terpancing.
“Cukup joe! kamu sudah membentak ku dua kali, lebih baik kamu urus saja dirimu dan tunangan mu itu,” nesya menyudahi obrolan mereka lalu mematikan ponsel nya lagi.
Nesya merebahkan tubuh nya di tempat tidur, hati nya terasa sesak sebab joe membentak nya tadi selain itu joe seakan tidak percaya kepadanya dan menduga dia hanya salah paham saja.
Sedangkan joe di villa mengacak rambut nya kesal seraya membanting ponselnya ke tempat tidur namun tidak lama ponsel nya berdering, dia bergegas mengambil ponselnya lalu menjawab telepon dari seseorang.
“Halo, bagaimana?”
“Iya tuan, akhir-akhir ini nyonya selalu mengajak nona mita ke rumah di saat tuan sedang berada di luar, lalu setiap kali tuan pulang wanita itu langsung bergegas pergi lewat pintu belakang dan saat ini wanita itu juga ada di rumah.”
“Lalu apa benar mami memperkenalkan mita sebagai tunangan ku ke teman-teman nya.”
“Iya tuan, kemarin saat nyonya mengadakan acara di rumah nyonya mengatakan kalau nona mita itu adalah tunangan tuan,” tutur tukang kebun di kediaman mami gretta.
“Oke terima kasih,tolong awasi mereka terus ya pak.”
“Baik,” joe mengakhiri sambungan telepon itu.
“Bukan kah mami sudah tau kalau aku dan mita sudah putus, mami juga tau kalau aku putus dengan nya karena mita punya laki-laki lain, tapi kenapa mami seperti ini?” gumam joe.
...°°°°°°°...
Seminggu telah berlalu, karena bujukan dan nasihat dari bunda rena akhirnya nesya kembali ke rumah, dengan berjalan lesu dia hendak masuk ke dalam.
“No-nona sudah kembali?” sambut art rumah itu.
“Joe ada di rumah bi?”
“Tuan sudah berangkat ke kantor non, tapi wajah tuan terlihat kusut nona bahkan kantung mata nya sampai terlihat karena dia tidak dapat tertidur dengan lelap.”
“Oh begitu ya, lalu apa mami ada di rumah?”
“Ada nona,” nampak art itu sedikit ragu.
“Ada apa bi? Apa wanita itu juga ada di dalam?”
“I-iya nona.”
“Ya sudah, kalau begitu aku masuk dulu ya.”
__ADS_1
“Iya nona.”
Dengan malas nesya memutuskan untuk masuk ke dalam rumah, niat nya dia ingin langsung masuk ke kamar tetapi langkah nya terhenti saat mami gretta mengatakan sesuatu.
“Wah nyonya baru kembali, apa kamu kira ini adalah rumah mu makanya kamu seenaknya pergi dan pulang sesuka hati?”
Nesya hanya diam tidak menyahut, “Ingat ya saya membiarkan kamu menikah dengan putra saya hanya karena anak itu saja, setelah anak itu lahir saya akan membuat joe sendiri yang mengusir mu dari rumah ini.”
“Maaf nyonya, jika memang nyonya ingin saya pergi kenapa nyonya tidak meminta joe mengusir saya sekarang saja? Kenapa harus menunggu anak ini lahir?”
“Tidak bisa sebab anak itu adalah darah daging putra saya, jika saya mengusir mu sekarang dan membiarkan anak itu di urus oleh kamu pasti kamu akan menggunakan anak itu untuk meminta uang kepada anak saya.”
“Oh begitu, baiklah saya permisi dulu nyonya saya sedikit lelah, lagi pula jika saya terlalu lama di sini saya takut jika anak saya nanti takut kepada nyonya.”
Nesya masuk ke dalam kamar tanpa memperdulikan suara mami gretta yang terus memanggil nya dengan kesal, dia mengunci pintu kamar lalu bersandar di sana sambil menangis merasakan sesak di hati nya.
...°°°°...
Sedangkan di ruang tamu mami gretta masih terlihat sangat kesal, “Lalu bagaimana mami, masa mita harus menunggu hingga wanita itu melahirkan? Kenapa sih mami ingin sekali anak itu padahal mita juga bisa loh memberikan mami seorang cucu.”
“Ya sabar dong sayang, mami juga kan sedang berusaha membuat wanita itu keluar dengan sendiri nya dari rumah ini, jika mami mengusirnya begitu saja nanti joe akan marah kepada mami.”
“Iya sih, tapi lima bulan itu terlalu lama untuk mita.”
Mereka terus membicarakan rencana agar nesya pergi dari rumah ini tanpa mereka ketahui jika semua ucapan mereka sudah di dengar oleh joe.
Nesya benar, mami menerima nya hanya karena anak yang di kandung oleh nesya saja, dan ternyata mami juga berencana mendekatkan aku dengan mita kembali walaupun dia tau kalau mita sudah mengkhianati ku.
Setibanya di kantor dia mendudukkan tubuh nya di kursi, melihat sahabat nya tidak bersemangat zayn memilih untuk menanyakan nya.
“Lu bilang tadi mau makan di rumah?” tanya zayn seraya memeriksa berkas di meja.
“Tidak jadi.”
“Kenapa sih lu? Pulang babymoon bukan nya bahagia malah kusut seperti itu?”
“Babymoon apaan? Nesya nya saja kabur.”
“Hah, serius?”
“Sudah lah enggak usah di bahas, lu enggak mungkin mengerti sebab lu belum menikah.”
“Cih”
“Terus gimana urusan lu sama kanaya, gue dengar-dengar lu mau menikah jadi kapan sebar undangan?”
“Belum tau, mungkin menunggu sampai kontraknya selesai.”
“Masih lama dong? Kenapa harus menunggu kontrak nya selesai dia kan masih bisa bekerja walaupun sudah menikah?”
“Entahlah, dia yang mau seperti itu,” selepas mengobrol mereka berdua melanjutkan pekerjaan nya.
__ADS_1
...°°°°°°°
...
Sepulang kerja joe langsung bergegas kembali ke rumah untuk menemui nesya, setibanya di kamar dia melihat nesya sedang duduk melamun di tempat tidur terlihat sekali dia habis menangis, joe menghampiri nesya dan memeluk nya.
Joe terus meminta maaf kepada nesya, “Katakan sesuatu jangan diam seperti ini, apa kamu sudah makan?”
“Aku tidak lapar.”
“Jangan seperti ini, kamu memang tidak lapar tapi anak kita pasti lapar.”
“Tidak joe, anak ku juga tidak lapar.”
“Aku buatkan makanan ya?” nesya menggeleng.
Joe menghela nafas, “Kalau kamu tidak mau makan bagaimana kalau kamu makan buah atau aku buatkan susu ya.”
“Aku sudah katakan kalau aku tidak mau joe! Aku tidak mau memakan apapun yang di dapat dari rumah ini, aku tidak mau,” joe langsung memeluk nesya yang menangis.
Setelah tangisan nya mereda joe kembali membujuk nesya, “Kalau kamu tidak mau makan di rumah ini, bagaimana kalau kita makan di luar saja? Kamu mau apapun akan aku belikan tapi aku mohon kamu harus makan walaupun sedikit.”
“Joe, aku tidak mau tinggal di sini lagi, aku benar-benar tersiksa setiap kali kamu bekerja aku mohon joe.”
“Aku minta kamu sabar dulu, beri aku waktu setidaknya satu bulan saja agar aku dapat mencarikan rumah untuk kita,” joe menggenggam tangan nesya.
“Bersabarlah dengan mami.”
“Apa kamu bersungguh-sungguh joe?”
“Ya, memang seharusnya kita tidak tinggal serumah dengan mami, seharusnya aku lebih tegas saat mami mengatur semua nya, aku minta maaf karena tidak percaya kepada mu, aku benar-benar kecewa pada mami.”
“Jangan seperti itu joe, mami mu hanya ingin yang terbaik untuk putra nya mungkin bagi mami aku bukan lah yang terbaik.”
“Tapi mami juga seharusnya tau bagiku kamu adalah yang terbaik, aku mencintaimu nesya,” joe mengecup lembut bibir nesya.
“Bukan kah kita harus melakukan yang tertunda kemarin?” bisik nya.
Nesya menunduk malu sambil mengangguk, “Aku akan melakukan nya dengan hati-hati agar tidak mengganggu anak kita.”
Akhirnya masalah diantara mereka dapat di selesaikan, dan babymoon yang sempat terganggu kini berjalan lancar sebagaimana mesti nya.
Keesokan hari nya joe mengajak nesya untuk bertemu dengan kanaya dan memintanya untuk tinggal di sana dulu selama dia bekerja, sebab dia tidak mau jika mami gretta menyakiti nesya dengan perkataan nya sehingga membuat nesya menjadi tertekan.
“Nanti aku jemput setelah selesai bekerja,” joe mengecup kening nesya.
“Ya hati-hati di jalan.”
“Kanaya tolong jaga nesya ya.”
“Ya kakak tenang saja.”
__ADS_1