KANAYA

KANAYA
25. Cemburu.


__ADS_3

Seminggu telah berlalu semenjak zayn mengatakan cintanya di pantai saat itu, namun sampai sekarang kanaya belum juga menjawab zayn.


Saat ini kanaya berada di sebuah tempat sehabis melakukan pemotretan, dia sedang beristirahat seraya meminum air mineral itu sampai tidak tersisa tetapi ketenangan nya seakan terusik karena kedatangan seseorang yang tidak ingin dia lihat.


“Mau apa kamu?” tanya kanaya bangun dari duduk nya.


“Halo sayang, sudah lama aku tidak melihatmu bagaimana kabarmu?”


“Aku sedang sibuk jadi silakan pergi dari sini!”


“Jangan kamu sangka dengan kamu memindahkan panti aku tidak bisa mengusik mereka kanaya, kamu tau selama mereka masih berada di negara ini aku dapat dengan mudah menemukan mereka.”


“Ya aku tau itu, tetapi aku tidak takut dengan ancaman mu,” jawab kanaya dengan percaya diri.


Mendengar jawaban dari kanaya justin sangat kesal, dia langsung menarik tangan gadis itu menjauh dari lokasi pemotretan.


“Lepaskan tanganku!” kanaya memberontak tetapi genggaman tangan justin sangat lah kuat.


“Sayang jangan melawanku, lagi pula aku sudah meminta izin untukmu jadi kamu tenang saja ya.”


“Justin lepaskan aku, aku tidak mau ikut dengan mu!” teriak kanaya.


Dengan kesal justin membentak kanaya, “Diam dan lihat ini! Ini bukankah panti asuhan bunda mu?” justin mengeluarkan ponsel nya.


Kanaya langsung terdiam, “Jika kamu tidak mau sesuatu terjadi pada mereka kamu tinggal menuruti aku saja, mengerti?”


Kanaya yang takut terjadi sesuatu dengan mereka akhirnya dengan terpaksa dia menuruti justin dan masuk ke dalam mobil.


Justin melajukan kendaraannya sambil bersiul senang, setibanya mereka di sebuah hotel mewah justin langsung mengajak kanaya masuk ke dalam bangunan itu.


“Mau apa kita ke sini?” tanya kanaya takut.


“Bersenang-senang.”


“Tidak, aku mau keluar dari sini.”


“Aku tidak suka di tolak kamu tau kan itu?”


“Tapi aku tidak mau berada di sini, lepaskan aku justin!” teriak nya tetapi aneh nya tidak ada satupun dari banyak nya orang di situ membantu kanaya, bahkan petugas keamanan hanya diam menunduk saja.


“Teriak lah sepuasnya sayang, sebab mereka semua tidak akan membantumu karena ini adalah hotel milik keluarga ku, jadi mereka tidak akan mengganggu waktu senang-senang kita,” bisik justin.


“Kamu benar-benar sudah gila justin.”


“Ya, aku memang sudah gila dan penyebabnya adalah kamu.”

__ADS_1


Aku mohon siapapun tolong aku.


Tidak lama datang seorang laki-laki langsung menghajar justin hingga tersungkur tidak berdaya, lalu dia menggenggam tangan kanaya dan mengajak nya keluar dari tempat itu.


“Masuklah dulu, kita harus pergi sebelum laki-laki itu datang kembali,” ucap nya.


Kanaya dengan menurut langsung masuk ke dalam mobil, walaupun dia sedikit takut dengan laki-laki asing ini tetapi setidaknya justin tidak bisa menangkapnya.


“Te-terima kasih karena sudah menolong ku.”


“Tidak masalah, itu sudah jadi tanggung jawab ku melindungi mu kanaya.”


“Kamu mengenaliku?”


“Tentu saja, sebab wajahmu sering muncul di majalah jadi sudah pasti aku mengenalmu.”


“O-oh iya ya,” melihat wajah polos kanaya laki-laki itu tertawa.


“Apa ada yang lucu?”


“Iya, wajah mu sangat lucu.”


Tidak lama mereka sudah sampai di kediaman kanaya, tentu saja kanaya bertanya-tanya bagaimana laki-laki ini bisa tau rumah nya sedangkan dia belum memberitahu nya, laki-laki itu hanya tersenyum melirik kanaya yang keheranan.


“Bagaimana kamu tau rumah ku?”


“Benarkah?” kanaya menatap curiga, melihat ekspresi kanaya laki-laki itu tertawa lagi.


“Apa kamu sudah gila? Perasaan tidak ada yang lucu di sini,” kanaya langsung bergegas keluar dari mobil, saat dia hendak masuk laki-laki itu menarik kanaya ke dalam pelukan nya.


“Akhirnya aku dapat melihatmu lagi, aku sangat merindukan mu kanaya,” ucap nya.


“Lepaskan saya! kalau tidak saya akan berteriak.”


Laki-laki itu melepaskan pelukannya, “Kamu sangat jahat kepadaku kanaya.”


“Apa sih?”


Tanpa kanaya sadari ternyata zayn baru saja tiba di sana saat laki-laki itu memeluk kanaya, zayn menggenggam kuat kemudi terlihat rahang nya mengeras sebab menahan amarah.


“Sekarang katakan siapa kamu?” kanaya sudah terlihat kesal.


“Baiklah, perkenalkan namaku Alzelvin denilson mackenzie,” kata nya memperkenalkan diri.


“Zelvin, apa benar kamu zelvin?” tanya kanaya sambil memegang wajah zelvin tidak percaya.

__ADS_1


“Sekarang kamu jadi lebih tinggi dari ku,” ucap kanaya lagi.


“Tentu saja, aku tidak mau kamu menyebut ku pendek lagi,” sahut nya terkekeh.


“Bagaimana kabar mu kanaya, sudah lama ya?”


“Kabarku baik, oh ya bagaimana kalau kita mengobrol di dalam saja sekalian aku akan perkenalkan kamu dengan kakak angkat ku,” kanaya menggandeng tangan zelvin kemudian mengajak nya masuk ke dalam.


Zayn menatap sendu ke arah mereka, walaupun hati nya terasa sangat sakit melihat kanaya begitu bahagia bersama laki-laki itu tetapi dia tidak bisa memalingkan pandangan nya.


“Apa karena dia hingga membuatmu ragu dengan ku?” zayn melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang lalu pergi menjauh dari sana.


Zayn terus memukul kemudi melampiaskan kekesalan nya, “Apa aku masih boleh berharap kepada mu kanaya, walaupun aku sudah melihat kamu begitu bahagia bersama laki-laki itu?”


Zayn begitu terluka sampai-sampai dia tidak fokus dengan apa yang ada di depan nya, hingga akhirnya dia tidak menyadari jika ada beberapa orang yang sedang menyebrang, demi menghindari mereka zayn membanting stir ke arah kiri dan menabrak pohon besar.


...°°°°°°°


...


Zayn sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk segara diberikan pertolongan, mendengar kabar itu tentu saja mama elva begitu khawatir dia berjalan di lorong rumah sakit begitu cepat di ikuti oleh joe dari belakang.


Sesampainya di ruangan tempat zayn di rawat mama elva berpapasan dengan dokter yang menangani zayn, “Ba-bagaimana keadaan anak saya dok?”


“Anak ibu mengalami sedikit luka lebam di kening dan cidera di tangan sebelah kanan akibat menahan benturan.”


“Apa saya boleh menemui anak saya dok?”


“Silakan bu, kalau begitu saya permisi.”


“Iya dok, terima kasih.”


Mama elva menghapus air mata nya sebelum mendekati zayn, “Sayang, kamu kenapa bisa seperti ini sih?” mama elva tak kuasa menahan tangis nya.


Perlahan zayn membuka mata nya, “Kalian sudah datang?” zayn hendak bangun dari tempat tidur tetapi mama elva melarang nya.


“Sudah kamu tiduran saja, lalu bagaimana cerita nya sampai kamu menabrak pohon besar itu zayn?”


“Zayn hanya sedikit lelah ma, jadi zayn tidak menyadari kalau ada beberapa orang yang menyebrang karena kaget zayn jadi membanting stir tetapi aku malah menabrak pohon itu.”


“Kalau lu lelah kenapa engga minta gue antar saja sih? Lu tau tidak tante elva hampir pingsan setelah denger lu kecelakaan untung tadi gue ke rumah lu, niat nya mau nanya lu kemana.”


“Maafin zayn ya ma sudah buat mama khawatir.”


“Sudah, lain kali kalau lelah lebih baik kamu istirahat dulu jangan seperti ini lagi, mama hanya punya kamu saja zayn mama takut jika harus kehilangan lagi,” mama elva terisak.

__ADS_1


Zayn tau betul kejadian dulu masih menyisakan luka di hati mama nya, bagaimana tidak di waktu yang bersamaan dia kehilangan kedua laki-laki yang amat dia cintai dan hanya karena dia lah mama nya mampu bertahan sampai sekarang.


Mama elva memilih untuk menginap di rumah sakit menemani zayn, sedangkan joe pulang terlebih dahulu untuk mengambil pakaian ganti dan selimut untuk mama elva.


__ADS_2