KANAYA

KANAYA
17. Kegilaan justin.


__ADS_3

Sore hari di sebuah taman kanaya yang baru saja melakukan pemotretan sedang beristirahat di bangku taman sambil memperhatikan anak-anak yang berlarian di sekitarnya, seulas senyum terukir pada bibir nya setiap kali anak-anak itu tertawa riang bermain tanpa beban.


“Asik ya jadi anak kecil sepantaran mereka bercanda riang tanpa memikirkan hal lain nya, kenapa dulu aku ingin cepat dewasa ya? Hmm tapi kehidupan ku masa kecil tidak jauh beda dengan kehidupan ku sekarang,” gumam nya.


Kanaya melamun sejenak tetapi dering ponsel mengagetkan nya, “Kak nesya,” ucap nya riang setelah melihat nama yang tertera pada layar ponsel nya.


“Halo kak nesya,” sapa kanaya.


“Halo, bagaimana kabar mu?” tanya nesya dari seberang sana.


“Baik kak.”


“Syukurlah, ngomong-ngomong kamu sedang ada di mana? Kenapa terdengar ramai sekali?”


“Aku lagi berada di taman kak, karena mengambil tema luar ruangan jadi kita semua memilih taman kota sebagai lokasi nya.”


“Oh seperti itu, lalu apa kamu merindukan aku?”


“Sangat, aku juga kesepian jika tidak ada kakak selain itu aku juga bingung jika harus mengerjakan semua nya sendiri jadi kapan kakak kembali?”


“Masa sih? Bukan kah setiap kali kakak memberitahu kamu kamu selalu tidak mau mendengarkan lalu kenapa sekarang mengeluh?”


“Aku akan mendengarkan kakak, jadi kakak kapan pulang?” rengek nya.


“Secepatnya, kamu mau di bawakan oleh-oleh apa?”


“Tidak perlu aku hanya ingin kakak ke sini!”


“Iya, ibu ku baru saja keluar dari rumah sakit jadi kalau kondisinya membaik aku akan langsung ke sana.”


“Benar ya kak.”


“Iya bawel sudah ya ibu ku memanggil, kamu semangat kerja nya oke! Bye sayang.”


“Bye juga kak, sampaikan salam ku untuk ibu ya kak.”


“Oke,” sahut nya seraya mengakhiri sambungan telepon itu.


Kanaya menyimpan ponsel nya, karena waktu istirahat nya sudah habis kanaya kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Beberapa jam kemudian akhirnya pengambilan gambar di tempat ini selesai juga, beberapa rekan lain pun berpamitan sedangkan kanaya memilih bersantai sejenak di sini seraya berjalan-jalan di sekitar taman.


Kanaya mendudukkan tubuh nya di sebuah kursi, Sepertinya aku salah memilih tempat duduk, kenapa orang di sini semuanya berpasangan dan hanya aku yang duduk sendirian.


Saat sedang asik bergumam di dalam hati, tiba-tiba saja seorang laki-laki yang selama ini dia hindari datang menyapanya, “Hay.”


“Mau apa kamu ke sini?” tanya kanaya sedikit takut.

__ADS_1


“Ingin bertemu dengan gadis cantik yang sedang duduk sendirian sekalian bertanya kenapa nomer ku diblokir?”


“Karena aku tidak ada urusan apapun dengan mu, jadi nomer yang tidak penting aku blokir semua,” jawab kanaya seraya memalingkan wajah.


“Oh begitu, bagaimana kalau kita dinner?” ajak justin.


“Tidak! terima kasih,” tolak kanaya.


“Ya sudah bagaimana kalau aku antar kan pulang saja? Lagi pula sebentar lagi gelap, kamu tau tidak kalau di sini banyak hantu jika sudah malam.”


“Sekarang pun aku sudah bertemu dengan hantu itu,” justin begitu geram dengan penolakan kanaya sebab baru kali ini ada wanita yang tidak dapat dia luluh kan hingga membuat justin menjadi terobsesi dengan kanaya.


“Aku tidak menerima penolakan,” ucap nya sambil menatap tajam kanaya.


“Aku juga tidak suka di paksa,” kanaya bangun dari duduk nya hendak pergi tetapi tangan nya sudah di genggam erat oleh justin.


“Lepaskan! Ini sakit.”


Walaupun kanaya sudah berusaha melepaskan tangan justin tetapi tenaga lelaki itu sangatlah kuat, “Justin lepaskan tangan ku!”


Justin tidak menghiraukan nya dia justru menarik tangan kanaya menuju tempat di mana mobil nya di parkir kan, “Baiklah lepaskan tangan mu! Aku bisa jalan sendiri.”


“Begini kan lebih baik dari pada kamu terus jual mahal dengan ku,” ujar justin tersenyum penuh kemenangan.


...°°°°°°°


...


“Baiklah, Kamu ingin makan di mana?” tanya justin.


Kanaya tersenyum, dia meminta justin untuk membawa menuju kedai yang berada di pinggir jalan, “Apa kamu serius mau makan di tempat seperti ini?” tanya justin tidak yakin.


“Ya, jika kamu tidak suka kamu bisa makan sendiri di tempat tadi,” jawab kanaya.


“Aku suka kok, ya sudah kita turun yuk,” ajak justin.


Justin turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk kanaya, mereka berdua masuk ke dalam kedai yang hanya tertutup oleh terpal saja.


Kanaya memanggil pelayan dan dia memesan banyak sekali makanan, setelah makanan tiba dia hanya memakan nya sedikit lalu meminta justin menghabiskan semua, kanaya sengaja membuat justin kesal.


Walaupun justin tidak suka, mau tidak mau dia menghabiskan semua makanan yang ada di meja sambil menahan amarah nya.


...°°°°°°°...


Dari kejauhan zayn menatap tidak suka ke arah mereka berdua, entah kenapa dia begitu kesal saat melihat kanaya bersama laki-laki lain.


“Kenapa juga joe beli makanan di sini, apa tidak ada tempat lain?” gerutu nya seraya membanting ponsel nya karena kesal.

__ADS_1


“Berapa lama lagi orang itu membeli makanan?”


Tidak lama joe masuk ke dalam mobil sambil membawa sebungkus gorengan yang barusan dia beli, “Lu kenapa zayn?” tanya joe seraya mendudukkan badan nya di belakang kemudi.


“Tidak perlu bertanya, jalankan saja mobil nya!” titah nya dengan nada kesal, tanpa banyak bertanya joe langsung mengemudikan mobil nya menjauh dari tempat itu.


Sepanjang jalan entah sudah berapa kali zayn menghembuskan nafas nya kasar, Dia itu lagi kenapa sih? Akhir-akhir ini mood nya gampang sekali berubah, joe bertanya-tanya dalam pikiran nya tentang perubahan sikap sahabat nya itu.


...°°°°°°°


...


Setelah selesai membayar semua pesanan kanaya, justin kembali ke mobil menyusul kanaya yang sudah pergi terlebih dahulu, justin berjalan seraya memegang perut nya karena kekenyangan sebab dari tadi kanaya terus saja memasukan makanan ke dalam mulut nya.


Setibanya dia di parkiran justin tidak menemukan kanaya di mana pun, “Sial! Wanita itu benar-benar meremehkan ku, lihat saja kanaya aku akan membuat mu bertekuk lutut di hadapanku!” geram justin sambil menendang ban mobil nya meluapkan amarah.


Justin bergegas masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana dengan cepat menuju kediaman kanaya, setibanya di sana suasana rumah begitu sunyi bahkan lampu rumah pun belum menyala.


“Harusnya dia sudah tiba terlebih dahulu, bersembunyi di mana lagi dia?”


Tidak lama sebuah mobil berhenti tepat di depan gerbang rumah itu, terlihat seorang wanita keluar dari taksi dengan terburu-buru dia membuka kunci gerbang tetapi kanaya begitu terkejut saat justin menarik tangan nya.


“Kamu kira kamu bisa mempermainkan aku kanaya?”


“Siapa yang mempermainkan kamu? Lepaskan tangan ku, kamu suka sekali menarik tanganku!” kanaya berusaha melepaskan tangan nya.


“Kemana kamu tadi? Kenapa setelah aku membayar kamu sudah tidak ada di sana, apa kamu mau lari dariku?”


Kurang ajar! Aku sengaja bersembunyi agar terlepas dari laki-laki brengsek ini,tapi ternyata dia malah datang ke rumahku tau begini aku tinggal di hotel saja.


“Kenapa diam? Jawab pertanyaan ku!” justin semakin marah.


“Kenapa aku harus menjawab mu? Bukankah kita berdua juga tidak memiliki hubungan apapun?”


“Bahkan kontrak kerja kita pun sudah lama berakhir, jadi aku mohon lepaskan aku jika tidak aku akan semakin membencimu,” pinta kanaya dengan emosi.


Justin tertawa sinis seraya menatap tajam ke arah kanaya, “Baiklah, tapi jangan salahkan aku jika satu persatu orang-orang di sekitarmu akan menanggung akibat nya, bagaimana kalau kita mulai dari pengurus panti asuhan itu lalu semua anak-anak yang tinggal di sana?” ancam justin.


“Jangan pernah kamu berani menyentuh keluarga ku!”


“Walaupun kamu mengancam ku tidak akan membuatku takut kanaya.”


“Jika begitu bunuh saja aku!”


“Itu pun tidak mungkin aku lakukan sayang, sebab aku ingin sekali melihat sampai mana kamu akan terus bersikap angkuh kepadaku kanaya,” justin menunjukan senyum seringainya.


Kanaya tau betul bagaimana justin dia selalu serius dengan apa yang di ucapkan, kanaya menjadi begitu takut bagaimana jika justin sampai menyakiti keluarga nya, Apa yang harus aku lakukan?

__ADS_1


Setelah mengatakan itu justin melepaskan tangan kanaya lalu dia pun masuk ke dalam mobil dan bergegas pergi menjauh dari kediaman wanita itu, justin begitu senang saat melihat perubahan raut wajah kanaya yang awalnya menantang menjadi ketakutan seperti itu.


__ADS_2