
Sore hari di kediaman aldrich, zayn yang berada di ruang kerja tengah sibuk dengan tumpukan berkas di meja nya, walaupun hari ini dia libur tetapi zayn masih saja berkutat dengan laptop nya.
“Bi, dari tadi pagi zayn belum keluar juga dari ruang kerja nya?” tanya mama elva ke salah satu ART nya.
“Belum nyonya,” sahut nya.
“Ya ampun, bagaimana mau dapat jodoh kalau dia diam di rumah terus berpacaran dengan laptop nya?” Gumam mama elva, namun saat mama elva sedang berbicara tidak jelas joe menghampirinya.
“Joe? Tumben kamu ke rumah biasa nya kalau hari libur seperti ini kamu sedang jadi buaya di jalan,” ejek mama elva.
“Ya ampun ucapan tante menusuk hati joe, memangnya aku siluman? sudah tampan dan keren begini malah disamakan dengan buaya,” gerutu joe.
“Haha, memang seperti itu kan kenyataan nya,” mama Elva tertawa melihat raut wajah joe yang cemberut.
“Joe itu bukan buaya tante, tapi memang joe nya saja yang terlalu laku,” jawab joe mencari pembenaran.
“Lu bukan terlalu laku joe, tapi memang lu itu barang diskonan maka nya banyak yang minat,” Ledek zayn yang baru saja keluar dari ruangannya untuk mengambil minum di dapur.
“Wah jomblo akut ngatain gue barang diskonan,” sahut joe tidak mau kalah.
“Gue mah barang ori jadi mahal engga bisa di coba-coba sembarang orang,” ujar zayn.
“Barang ori juga kalau engga laku-laku bakal di diskon juga.”
“Sudah lah kalian kalau bertemu jangan bertengkar terus bisa tidak sih, Terus kamu juga zayn sudah selesai semedinya? Awas saja kalau sampai kamu diopname lagi tidak akan mama urusin,” Ancam mama elva.
“Tau tuh,” sahut joe sambil meledek zayn seperti anak kecil yang sedang saling ejek.
“Kamu juga sama saja joe!”
“Tante,” rengek joe seperti anak kecil.
“Sudah lah mama mau keluar cuci mata, kalian kalau lapar makan saja ya,” ujar mama elva bersiap pergi.
“Mama mau kemana, Mau Zayn antar?” Tawar zayn.
“Tidak perlu, mama mau berkencan dengan calon papa baru mu, kamu yang akur ya berdua dengan joe jangan berebut mainan,” pamit mama elva.
Zayn terkejut mendengar ucapan mama elva begitu juga dengan joe bahkan mulut nya sampai menganga lebar.
Sedangkan mama elva sudah beranjak pergi setelah mengambil kunci mobil di atas meja, tapi sebelum itu dia melirik ke arah mereka berdua terlihat mama elva berusaha menahan tawa nya karena tidak tahan melihat ekspresi terkejut anak nya itu.
“Joe gue harus senang atau sedih ya?” Tanya zayn.
“Lu mah senang sedih enggak ada bedanya zayn, tapi benar enggak itu ucapan tante? berarti lu bakal punya daddy baru dong selamat ya,” joe mengulurkan tangan ke arah zayn untuk memberikan selamat.
Zayn yang masih termenung bahkan tanpa sadar menyambut uluran tangan joe yang mengajak nya bersalaman, tapi tidak lama dia tersadar dari lamunannya kemudian langsung melemparkan bantal sofa ke arah joe yang sudah berlari menjauh sambil tertawa terbahak bahak.
__ADS_1
“Gue enggak setuju!” tutur zayn kesal.
“Tapi zayn semua keputusan juga ada di tante, mungkin dia merasa sepi karena di rumah ini tidak ada siapa-siapa, walaupun lu ada tapi kan lu selalu sibuk terus dengan urusan perusahaan buktinya tadi gue datang tante sedang sendirian di sini,” sahut joe.
Zayn hendak melempar bantal lagi ke arah joe tapi ia urungkan, ucapan sahabat nya itu ada benar nya mungkin selama ini yang dibutuhkan mama nya adalah dia bukan yang lain.
“Joe tolong lu atur ulang jadwal gue sebab minggu depan gue mau ambil cuti beberapa hari.”
“Siap!”
...°°°°°
...
Malam hari nya zayn berjalan menuju kamar mama nya.
Tok...Tok...
Zayn mengetuk pintu kamar mama elva setelah mama elva mengizinkan nya masuk zayn langsung membuka pintu kamar tersebut, terlihat mama elva sedang sangat serius duduk di meja kerja nya mendesign sebuah gaun pengantin dan juga perhiasan pesanan pelanggan butik nya.
“Ma,” Panggil zayn, mama elva hanya melihat kearah zayn sekilas lalu tersenyum kemudian dia kembali fokus dengan pekerjaannya.
“Ekhm, ngomong-ngomong bagaimana tadi kencan nya ma? Apa benar mama tadi bertemu dengan laki-laki itu?” mama elva sejenak menghentikan aktifitas menggambarnya, mendengar putra nya mengatakan itu dia sedikit terkejut.
Ternyata anak ini menganggap ucapan bercanda ku tadi dengan serius ya?
Sejenak terlintas pikiran usil di kepal mama elva untuk mengerjai putra nya itu.
“Oh, tapi apa mama yakin dengan keputusan mama?”
“Entahlah zayn satu sisi mama juga butuh seseorang yang dapat menemani mama, mama merasa sepi di rumah sebesar ini dan juga anak mama satu-satunya selalu sibuk dengan pekerjaan nya mungkin jika mama punya menantu dia dapat menemani mama tetapi kamu kan belum siap menikah di sisi yang lain mama juga tidak bisa menggantikan papa di hati mama.”
“Maafkan zayn ma, zayn selalu tidak ada waktu untuk menemani mama.”
“Mama tau kamu hanya melakukan tanggung jawab mu saja, tidak ada yang salah dari kamu jadi kamu tidak perlu meminta maaf dan walaupun kamu salah mama selalu memaafkan kesalahan anak mama,” jelas nya seraya memeluk putra nya.
“Ma apapun keputusan mama nanti nya zayn akan menerima nya tetapi beri zayn waktu sampai zayn siap bertemu dengan laki-laki itu,” pinta nya.
Ya ampun anak ini, aku sangka dia minta diberikan waktu untuk mencari calon istri tapi malah meminta waktu untuk bertemu papa baru padahal laki-laki nya juga tidak ada dan aku juga tidak berniat mencari lagi.
“Iya sayang,” Ucap mama elva akhirnya karena tidak tau mau menjawab apa.
“Ya sudah mama istirahat ini sudah larut, mama jangan bergadang.”
“Iya selamat malam sayang.”
“Selamat malam ma,” sahut zayn mengecup kedua pipi mama nya dan pergi keluar dari kamar.
__ADS_1
Setelah melihat zayn keluar mama elva mengambil ponsel untuk berkirim pesan dengan kanaya menghilangkan jenuh.
Mama elva :
Selamat malam kanaya, apa kamu sudah tidur?
Tidak lama terdengar suara notifikasi dari ponsel mama elva.
Kanaya :
Belum tante kanaya masih berada di luar sehabis syuting.
Mama elva :
Oh kamu sedang syuting apa sayang? Berarti tante mengganggu kamu dong?
Kanaya :
Syuting iklan tante, tante tidak mengganggu kok lagi pula ini sudah selesai kanaya hanya sedang beristirahat saja sebelum pulang, tante kenapa belum tidur?
Mama elva :
Tante baru selesai design gaun dan perhiasan jadi istirahat sejenak baru nanti akan tidur.
Kanaya :
Wah, apa nanti akan ada pameran perhiasan lagi?
Mama elva :
Tidak kalau pameran masih lama, ini hanya membuatkan pesanan pelanggan butik tante saja.
Kanaya :
Wah tenyata selain design tante juga memiliki butik, hebat sekali tante.
Mama elva :
Terima kasih kanaya, tapi masih banyak yang lebih hebat dari tante kok.
Kanaya :
Tante maaf ya, kanaya mau merapikan barang-barang dulu nanti jika ada waktu kita lanjut lagi mengobrol nya, selamat malam tante.
Mama elva :
Iya sayang selamat malam juga.
__ADS_1
Setelah mengakhiri percakapan wajah mama elva terlihat murung, “Andai saja kanaya menjadi menantu ku pasti sangat seru,” gumam nya.
Mama elva meletakan ponsel nya setelah itu dia mematikan lampu kemudian merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur.