
Mereka bertiga memilih mengobrol di sofa sedangkan kanaya tengah sibuk menikmati makanan yang telah di sediakan dengan lahap, sesekali andrew melirik ke arah kanaya lalu tersenyum saat melihat wajah lucu kanaya yang sedang makan itu.
Tentu saja zayn menyadari ada nya sesuatu, “Ekhm,” zayn berdehem sangat keras hingga membuat andrew tersadar dan segera memalingkan wajah nya.
“Sekarang lu sibuk apa andrew?” tanya zayn.
“Gue lagi sibuk ngembangin bisnis keluarga angkat gue.”
“Oh begitu, tapi kenapa lu kesini?”
“Ya kebetulan gue ada proyek di sini.”
“Oh begitu, terus dari mana lu tau kalau perusahaan ini milik gue?”
“Ya siapa sih yang engga tau pemilik Earthshine Group perusahaan properti terbesar di kota ini, selain itu alasan gue ke sini juga mau ngajak lu kerja sama dengan perusaan gue, kebetulan gue mau mendirikan sebuah hotel bintang lima tidak jauh dari sini.”
“Boleh, atur saja dengan joe nanti.”
Tidak lama ponsel kanaya berdering, “Ya vin kenapa?” tanya kanaya setelah menggeser tombol hijau di layar.
“Lagi di mana?” tanya zelvin.
“Di kantor zayn.”
“Astaga, jam istirahat sudah habis.”
“Tapi aku belum selesai makan.”
Terdengar zelvin menghela nafas nya, “Kebetulan kamu di sana tolong bilang sama zayn aku ingin ke sana ada sesuatu yang ingin aku bahas dengan nya.”
“Oke biar aku tanya dulu.”
“Ya, nanti kamu chat aku saja sebab aku lagi di jalan nih.”
“Oke,” zelvin mengakhiri sambungan telepon itu.
Kanaya menyimpan kembali ponsel nya, “Siapa?” tanya zayn.
“Zelvin, oh ya ada yang ingin dia sampaikan ke kamu jadi dia bertanya apa bisa dia ke sini?”
“Oh ya sudah,” sahut zayn.
“Joe tolong sampaikan ke della jika nanti orang yang bernama zelvin datang tolong antar kan dia keruangan gue,” joe mengangguk kemudian dia menghubungi della dan menyampaikan pesan dari zayn,
Zayn menghampiri kanaya lalu dia mengelap mulut istrinya dengan tissue, “Lihatlah kamu memakan semua sendiri sampai berantakan seperti ini.”
Tingkah mereka berdua tidak luput dari tatapan andrew, dia merasa cemburu karena cinta pertama nya kini telah menjadi istri dari teman nya sendiri, menyadari hal itu joe langsung menyenggol tangan andrew, “Bagaimana kalau kita ke kantin saja, sekalian cari angin,” ajak joe.
“Ya,” jawab andrew.
“Zayn gue ke bawah ya, kalau ada perlu lu hubungin gue aja,” zayn mengangguk.
__ADS_1
Cukup lama menunggu akhirnya zelvin tiba di kantor zayn sambil membawa beberapa berkas yang dia simpan di dalan tas nya.
“Permisi,” sapa nya.
“Ya tuan, ada yang bisa saya bantu?”
“Saya ke sini ingin menemui tuan Zayn Aldrich, apa dia ada di kantor?” tanya zelvin.
“Apa tuan sudah membuat janji sebelum nya?”
“Ya, tadi saya sudah menghubungi istrinya.”
“Oh ini dengan tuan zelvin?”
“Ya benar.”
“Baiklah, mari saya antar kan ke ruangan tuan zayn.”
Wanita itu mengajak zelvin menuju ruangan zayn, setibanya di sana zelvin langsung masuk ke dalam setelah di izinkan oleh zayn, lalu mereka pun memulai perbincangan mereka.
...°°°°°°
...
Sesampainya mereka di kantin joe mengajak andrew duduk di tempat yang sepi, “Jadi orang yang lu bilang ke gue adalah kanaya?” tanya joe.
Andrew menganggukkan kepala nya, “Apa zayn mencintai kanaya?”
“Yang gue tau dulu zayn selalu menjaga jarak dengan semua wanita? Jadi pas gue denger kalau zayn menikah gue agak kaget sih gue sangka dia mau sendiri terus.”
“Seiring berjalan nya waktu semua juga akan berubah, lagi pula waktu itu ada alasan kenapa dia selalu menjaga jarak dengan wanita.”
“Kenapa?”
“Ya seperti yang lu tau sejak kecil zayn sudah di beri tanggung jawab yang besar untuk mengurus perusahaan ini setelah ayah dan kakak nya meninggal, bahkan masa kecil nya dia habis kan dengan banyak sekali tumpukan buku dia juga sampai harus berpisah dengan tante elva bertahun-tahun dan tinggal di luar negeri dengan paman nya.”
“Dan jangan salah saat kita sekolah dia juga pernah menyukai seseorang tetapi dia enggan mengungkapkan nya karena dia berpikir jika dia punya pasangan otomatis dia harus bisa membagi perhatian nya sedangkan saat itu dia sedang sibuk-sibuk nya dengan ujian dan juga perusahaan.”
Andrew menunduk, “Gue hanya tidak menduga saja, perempuan yang selama ini gue cari ternyata sudah menikah,” andrew tersenyum pilu.
“Masih banyak wanita di luar sana, gue yakin Tuhan sudah menyiapkan seseorang buat lu, tinggal gimana lu nya sekarang mau move on atau masih tetap berharap sesuatu yang tidak mungkin.”
...°°°°°...
Malam nya sehabis dari kantor nya zayn, andrew mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang, beberapa kali dia mengumpat karena banyak hal di tambah dengan suasana hati nya yang tidak terlalu bagus.
“Argh, kenapa dia yang menikah dengan kanaya? Padahal aku yang terlebih dahulu mengenalnya,” andrew memukul kemudi.
Dia terus melajukan mobil nya mengitari kota lalu kemudian berhenti di sebuah tempat hiburan malam, setelah memesan minuman dia memilih untuk duduk, banyak wanita yang mendekati nya tetapi hari ini dia tidak bersemangat untuk meladeni mereka semua.
Malam semakin larut tetapi andrew masih diam di sana menikmati minuman nya, hingga datanglah seseorang menghampirinya.
__ADS_1
“Pasti karena wanita,” tebak nya.
“Ngapain lu di sini?” nampak nya andrew sudah sedikit mabuk.
“Lu minum seperti ini, memang lu bawa supir?” tanya nya lagi.
“Jangan banyak tanya! Gue lagi mau sendiri.”
“Kapan lu kembali?”
“Sudah lama.”
“Tumben lu engga ke tempat gue?”
“Penjara?”
“Sial, gue udah bebas sejak lama lagi pula kalau gue masih di penjara engga mungkin gue ada di sini!”
“Ah iya,” andrew merebahkan kepala nya di meja seperti nya dia sudah sangat mabuk.
“Apa lu sudah ketemu dengan dia?”
“Ya, tapi gue terlambat dia sudah menikah.”
“Oh jadi lu mabuk seperti ini karena dia sudah menikah?”
Andrew tidak menyahut, walaupun andrew sudah sangat mabuk nampak nya dia tidak ingin berhenti minum, akhirnya dengan susah payah laki-laki itu membawa andrew keluar dari sana dan mengantar nya pulang.
“Lu tinggal di mana?” tanya nya, andrew menyebutkan nama apartemen dan juga nomer kamar nya.
Setibanya di sana laki-laki itu memapah tubuh andrew hingga ke depan kamar nya, “Berapa pin nya?”
Andrew menekan pin dan pintu nya terbuka, laki-laki itu membawa tubuh andrew ke tempat tidur
“Secantik apa sih dia sampai membuat seorang andrew jadi seperti ini?”
“Yang pasti dia lebih cantik dari pada perempuan yang lu kejar-kejar dulu hingga lu di jebloskan ke penjara oleh sepupu nya.”
“Sekarang dia itu hanya bagian dari masa lalu gue, jadi engga perlu lah di sebut lagi.”
“Tapi memang benarkan.”
“Entah lah, tapi kalau gue setelah tau dia sudah menikah, gue engga seperti lu yang memilih mabuk-mabukan.”
“Ya itu karena perempuan itu bukan cinta pertama lu, sedangkan gue walaupun dekat dengan wanita lain, hati gue masih tetap buat dia.”
“Astaga ternyata kalau lu mabuk bahasa lu menggelikan seperti ini ya?”
“Dia itu cinta pertama gue, bahkan sampai sekarang hati gue masih buat dia,” ujar nya.
“Walaupun dia belum menikah memang lu yakin kalau dia mau menjalin hubungan dengan laki-laki yang setiap hari nya tidur dengan banyak wanita?”
__ADS_1
Andrew tidak menyahut rupa nya dia sudah terlelap dalam tidur nya, jadi laki-laki itu memilih untuk pergi dari sana dan kembali ke rumah nya.