KANAYA

KANAYA
22. Aku mencintai mu.


__ADS_3

Keesokan pagi nya kanaya keluar dari kamarnya menuju dapur untuk sarapan, “Selamat pagi kak,” sapa kanaya.


“Ya pagi juga,” sahut nesya sedikit lemas.


“Kakak kenapa? Apa kakak tidak tidur semalam?”


“Ya, aku tidak bisa tidur.”


“Oh iya kak, maaf ya aku semalam berbicara seperti itu sama kakak.”


“Ya tidak apa-apa.”


“Kalau kakak mengantuk kakak istirahat saja dulu, aku bisa kok mengurus semua nya sendiri.”


“Benar kamu bisa.”


“Ya bisa lah kak, kemarin waktu kakak pulang ke desa saja aku bisa kan mengurus semua nya.”


“Baiklah, kalau begitu aku ingin tidur dulu ya.”


“Oke, selamat istirahat kak.”


Nesya berjalan lesu menuju kamarnya, akibat pernyataan cinta yang tiba-tiba itu nesya sampai tidak bisa tertidur.


Sepertinya kak nesya sedang banyak pikiran.


Selepas sarapan kanaya merapikan tas nya, “Kunci mobil aku simpan di mana ya?” gumam nya.


Setelah menemukan kunci mobil itu kanaya bergegas pergi ke studio dengan terburu-buru.


...°°°°°...


Siang harinya nesya terbangun karena lapar, setelah mencuci muka dan menggosok gigi nesya mengambil ponselnya untuk memesan makanan melalui aplikasi.


“Tidak ada pesan dari dia, berarti dia tidak serius dengan ucapan nya kan?” gerutu nesya.


“Harusnya aku tidak perlu memikirkan nya sampai tidak tertidur semalam.”


Tidak lama pesanan nesya tiba setelah membayar dia langsung menikmati makanannya dengan lahap sesekali dia melihat layar ponsel nya berharap ada pesan masuk dari laki-laki itu tetapi mau sampai berapa kali dia memeriksa nya tidak ada juga kabar dari nya, seakan joe menghilang begitu saja.


Nesya memukul dada nya pelan,“Kenapa sih dengan ku?” isak nya.


Dia meletakan sendok di meja selera makan nya seakan meluap begitu saja, inilah yang dia takuti jika memiliki perasaan dengan lawan jenis.


“Harus nya aku tidak terperdaya dengan nya begitu saja.”


Nesya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, karena hari ini dia tidak menemani kanaya pemotretan jadi dia memilih pergi ke mall untuk melepaskan penat.


...°°°°°


...


Saat sedang asik menelusuri tiap toko nampak di kejauhan dia melihat seseorang yang dikenalnya sedang bersama seorang wanita, “Bukan kah itu joe? Siapa wanita itu,” gumam nya.


Tanpa sadar dia mengikuti laki-laki itu dari belakang hingga tiba lah mereka di sebuah restoran, nesya yang penasaran sampai-sampai ikut masuk ke restoran itu.


Agar tidak ketahuan dia memilih duduk membelakangi joe, “Bagaimana, enak kan makanan di sini?” tanya joe.


“Untuk rasa sih oke, tapi aku kurang suka dengan pelayanan nya,” ucap wanita itu pelan.


“Ya kalau kamu mau rasa oke pelayanan oke lebih baik kamu buat acara di restoran mewah saja sekalian,” sahut joe sebal.


“Dih baru begitu saja sudah kesal.”


“Jelas lah, sebab sudah berapa restoran kita kunjungi tapi tidak ada yang pas untuk mu, sudah cepat habiskan makanan mu aku mau balik lagi ke kantor.”


“Sebentar lagi sayang, aku habiskan minuman ku dulu.”

__ADS_1


“Sebentar nya kamu itu sangat lama bagiku, kalau sampai gaji ku di potong karena aku telat masuk kantor awas saja ya.”


“Kamu tenang saja ya sayang, kalau gaji mu sampai di potong aku akan ganti dua kali lipat,” joe tidak menyahut dia lebih memilih bermain ponsel dari pada meladeni wanita di depan nya itu.


“Sedang apa sih? Asik banget jangan-jangan kamu selingkuh ya?”


“Jangan membuat orang lain jadi salah paham ya, orang yang aku cintai itu hanya satu.”


“Gombal, aku tuh sudah tidak mempan dengan rayuan kamu joe.”


“Ya ya, tapi dulu pernah baper kan?” ledek joe.


“Sudah lah masa silam tidak perlu di bahas, yuk pulang!”


Joe dan wanita itu bergegas pergi setelah membayar, sedangkan nesya masih terduduk di kursi nya sembari menahan sesak di dada nya.


Setelah menarik nafas dalam dan menghapus air matanya, nesya langsung pergi dari restoran itu, bahkan makanan yang dia pesan pun tidak di sentuh sama sekali hanya minuman nya saja yang sudah habis.


...°°°°°°°


...


Nesya duduk di sebuah halte menunggu taksi yang lewat sebab ponsel nya kehabisan daya jadi dia tidak bisa memesan taksi online.


Tapi cukup lama dia menunggu tidak ada satupun taksi yang melawati halte tersebut, “Memang dasar bodoh, seharusnya aku naik taksi yang mangkal dekat mall tadi, kenapa aku malah memikirkan hal yang tidak penting sehingga tidak terasa aku berjalan cukup jauh sampai ke tempat ini.”


“Jangan kan taksi, angkutan umum saja jarang ada yang melintas ke tempat ini, dasar bodoh!” nesya menghentakkan kaki nya kesal.


“Haha, ternyata kamu kalau marah lucu ya,” kata seorang laki-laki di belakang nya.


“J-joe sedang apa kamu di sini?” tanya nesya gugup.


“Mengikuti mu,” sahut nya santai.


“Untuk apa kamu mengikuti ku?”


“Si-siapa yang mengikuti mu? Aku hanya sekedar jalan-jalan saja lalu aku lapar jadi aku mampir ke restoran, mana aku tau kalau meja kita bersebelahan.”


“Padahal aku tidak berbicara mengenai restoran dan tempat duduk kita yang bersebelahan loh,” joe terkekeh.


“Su-sudah sana,” usir nesya.


“Berarti tadi kamu mendengar semua percakapan aku dengan wanita itu kan?”


“Ti-tidak.”


“Apa kamu tidak penasaran dengan satu orang yang sangat aku cintai itu?” goda joe.


“Apa sih, sudah sana urusi saja pacar mu!”


“Apa kamu cemburu?”


“Tidak sama sekali,” nesya melangkahkan kaki nya menjauh dari sana secepat mungkin.


Joe tersenyum lalu dia mengejar nesya dan menarik tangan gadis itu, “Sampai kapan kamu mau membohongi perasaan mu sendiri?”


“Siapa yang membohongi... “ joe memegang wajah nesya dengan kedua tangan nya lalu membungkam mulut gadis itu dengan bibir nya.


Joe perlahan melepaskan ciuman nya, “Selain mama ku orang yang paling aku cintai adalah kamu nesya.”


Nesya menggeleng, “Kamu bohong! Jika kamu mencintaiku kamu tidak akan berpacaran dengan wanita lain.”


“Aku bersumpah nesya, tidak ada gadis lain di hati ku selain kamu.”


“Lalu siapa dia?”


“Orang yang bersama ku tadi Dia adalah sepupu ku, dia meminta aku menemani nya mencari restoran yang bagus untuk di jadikan tempat perayaan hari ulang tahun nya bulan depan.”

__ADS_1


Nesya terdiam, “Apa kamu masih tidak percaya padaku?”


“Apa perlu aku menghubungi orang tua nya? Agar kamu percaya kalau aku dan dia hanyalah sepupu?”


“Tidak perlu, sekarang jauhkan tangan mu dari wajahku!”


“Jadi apa kamu percaya pada ku?”


“Maafkan aku joe.”


“Baiklah aku paham, mari aku antarkan kamu pulang.”


Nesya mengangguk, lalu mereka berdua berjalan ke mobil joe yang tidak jauh dari sana, mereka menelusuri jalan dalam diam tidak ada sepatah kata pun yang terucap dari kedua nya.


...°°°°°°°...


Setibanya di rumah, “Apa kamu mau mampir dulu joe?” tawar nesya.


“Tidak lain kali saja.”


“Baiklah, terima kasih ya sudah mengantarkan aku,” Joe mengangguk.


Nesya membuka sabuk pengaman nya, tetapi saat hendak turun nesya langsung mencium bibir joe, “Aku mencintai mu,” setelah berkata seperti itu nesya langsung bergegas masuk ke dalam rumah meninggalkan joe yang diam mematung di belakang kemudi.


Cukup lama joe terdiam, “Hah, jantung ku kenapa masih berdebar begitu cepat,” setelah merasa tenang dia bergegas pergi dari sana.


Hari-hari berlalu mereka lewati sebagai sepasang kekasih, terkadang mereka sangat mesra tapi beberapa menit kemudian mereka akan bertengkar lalu berbaikan lagi seperti sedia kala, hingga membuat kanaya jengah melihat tingkah mereka yang seperti itu.


“Apa kalian tidak ada tempat berkencan lain selain di sini?” tanya kanaya.


“Kenapa, tidak boleh?”


“Bukan nya tidak boleh kak, tapi apa kakak tidak kasihan dengan ku yang melihat kak nesya bermesraan dengan kak joe setiap hari?”


“Ya kamu cari pacar juga lah,” ucap joe.


“Pacaran dengan siapa, memang ada yang mau pacaran dengan ku?”


“Itu si zayn.”


“Apa, dengan laki-laki itu?”


“Kenapa? Kalau dari pengamatan ku seperti nya dia menyukaimu apa kamu tidak menyukainya?”


“Jangan ngarang deh kak, orang seperti zayn suka pada ku? Bahkan tiap kali aku ajak bicara saja dia acuh sekali.”


“Bukan nya acuh, tetapi dia memang seperti itu orang nya karena pertama kali dia menjalankan perusahaan banyak sekali yang tidak percaya pada kemampuan nya, jadi dia berusaha membuktikan dan berhasil, tetapi karena dia selalu menyembunyikan perasaan nya dan di hantui perasaan takut jika mereka akan menjatuhkan nya bila dia lemah, membuat zayn selalu menunjukan sikap dingin nya kepada semua orang.”


“Seperti nya kak joe sangat mengenal zayn.”


“Ya kami berteman sudah cukup lama, jadi aku sudah tau bagaimana sifat nya.”


“Oh begitu.”


“Jadi apa kamu tidak tertarik dengan nya?” tanya joe lagi.


“Entahlah aku juga masih tidak yakin dengan perasaan ku, ya sudah ya kak aku mau berangkat dulu, kak nesya nanti menyusul saja kalau sudah selesai urusan dengan kak joe tapi ingat jangan berantakan apalagi sampai meninggalkan bekas di sofa kesayangan ku,” kanaya mengambil kunci mobil dan bergegas pergi.


“Apa di rumah ini ada cctv?” tanya joe.


“Tidak ada.”


“Lalu dari mana dia tau kita main di sofa kemarin? Apa kamu yang memberitahu nya?”


“Apa sih? Lagian untuk apa aku memberitahu dia kalau aku melakukan itu dengan mu.”


“Iya sih tidak mungkin juga kamu review bagaimana rasa nya ke kanaya kan?” nesya memukul joe menggunakan bantal sofa sedangkan joe hanya tertawa melihat ekspresi malu dari wanita yang dia cintai itu.

__ADS_1


__ADS_2