
Beberapa menit telah berlalu mereka berdua masih saling diam, hanya deheman kecil keluar dari bibir zayn memecahkan keheningan.
“A-apa kabar zayn?” sapa kanaya gugup.
“Baik.”
Kenapa jawab nya singkat sekali, aku harus bertanya apa lagi sekarang? Batin kanaya.
“A-apa kamu tidak bekerja hari ini?”
“Ini kan hari libur.”
Dasar kanaya bodoh, kenapa dari banyak kata-kata justru itu yang kamu ucapkan sebagai pertanyaan.
“O-oh iya aku lupa.”
Mereka terdiam lagi, untuk menghilangkan gugup zayn memilih memeriksa ponsel nya sedangkan kanaya mengambil majalah yang dia letakan di kolong meja lalu membaca nya.
“Oh ya kamu sendiri apa tidak bekerja?”
“Kerja nanti sore,” sahut kanaya.
“Lalu kapan kamu libur?”
“Kalau menurut jadwal sih besok itu jika tidak ada pekerjaan dadakan, kenapa memangnya?”
“Apa kita bisa pergi keluar besok?”
“Se-Seperti nya bisa,” gugup nya.
“Baiklah aku akan menjemput mu besok siang, bagaimana?”
“Be-besok siang?”
“Iya, bisakan?”
“Bi-bisa.”
Tidak lama terdengar suara ketukan dari luar, “Pantas pintu nya terbuka ternyata sedang ada tamu,” ujar joe yang baru saja tiba.
“Joe?” zayn nampak heran melihat sahabat nya yang sudah masuk ke dalam sebelum di persilakan.
“Tumben lu di sini zayn?” tanya joe.
“Lu sendiri kenapa ada di sini?” zayn malah balik bertanya.
Joe tidak menyahut, dia justru sedang melihat sekeliling mencari sesuatu.
“Kak nesya sedang berada di belakang sama tante jia dan tante elva,” ucap kanaya.
“Oh oke terima kasih,” sahut joe seraya mengacak rambut kanaya lalu pergi menyusul nesya.
“Ih kak joe mah kebiasaan!” kesal nya seraya merapikan rambutnya kembali.
Joe hanya tertawa lalu menghilang di balik dinding, “Sepertinya joe sering ke sini?” tanya zayn.
“Iya, akhir-akhir ini kak joe sering ke sini untuk menemui kak nesya.”
__ADS_1
“Maksudnya?”
“Apa kamu belum tau jika kak joe berpacaran dengan kak nesya?”
“Sungguh? Joe berpacaran dengan kakak mu?”
“Iya, jika tidak percaya tanya saja ke mereka.”
“Oh, kalau kamu bagaimana? Apa pacar kamu juga sering ke sini?”
“Saat ini aku sedang tidak pacaran zayn,” jawab nya membuat zayn sedikit tenang.
“Kenapa memangnya?”
“Entahlah, untuk saat ini aku masih nyaman sendiri dan belum ada keinginan untuk menjalin hubungan dengan seseorang.”
Apa ini tanda nya aku sudah di tolak sebelum memberitahukan perasaan ku?
Tidak lama mereka semua kembali keruang tamu, sedangkan joe langsung berpamitan sebab ada keperluan mendadak, mereka melanjutkan obrolan mengenai banyak hal, sedangkan zayn hanya diam mendengarkan sambil terus menatap kanaya sehingga membuat gadis itu salah tingkah.
Waktu begitu cepat berlalu akhirnya mereka semua berpamitan, selepas menutup pintu kanaya kembali ke dalam kamar sambil memikirkan pakaian apa yang akan di kenakan nya besok.
...°°°°°
...
Keesokan hari nya, setelah mengabari joe jika hari ini dia tidak ke kantor sebab ada janji dia langsung bergegas pergi menjemput kanaya.
“Hay, pergi sekarang atau nanti?” tanya kanaya menghampiri zayn.
“Sekarang saja.”
“Terserah kamu.”
“Bagaimana kalau ke pantai?” saran kanaya.
“Baiklah.”
Setibanya di pantai kanaya langsung keluar dari mobil dengan wajah yang begitu riang, di karenakan hari ini bukan hari libur jadi tempat ini tidak terlalu ramai pengunjung.
Sambil menenteng sendal nya kanaya berlari mendekati bibir pantai, Sedangkan zayn berjalan di belakang nya seraya membawa kamera dan memotretnya.
Kanaya berlari menghindari ombak tetapi karena tidak berhati-hati dia tersandung, dengan sigap zayn menahan tubuh kanaya.
Deg... Deg...
“Te-terimankasih,” ucap kanaya salah tingkah.
“Lain kali hati-hati, apa kaki mu terluka?” tanya zayn.
Tetapi kanaya diam terpaku merasakan debaran jantung nya yang tidak beraturan itu, “Apa kamu terluka,” zayn mengulangi pertanyaan nya.
“Ti-tidak, aku baik-baik saja.”
“Oh kalau begitu apa kamu lapar? Bagaimana kalau kita ke sana?” ajak zayn.
Kanaya mengangguk, mereka berdua berjalan menelusuri pantai dalam diam sesekali kanaya mencuri pandang ke arah zayn lalu tersenyum.
__ADS_1
...°°°°°°°°°...
Tidak terasa sudah cukup lama mereka menghabiskan waktu di pantai, “Apa kamu masih mau main?” tanya zayn.
“Kita pulang saja, aku juga sudah lelah.
“Baiklah ayo,” mereka berdua bergegas menuju parkiran lalu masuk ke dalam mobil.
Setelah duduk di dalam mobil zayn tidak langsung menyalakan nya membuat kanaya terheran, “Kenapa belum jalan?”
“Nanti sebentar lagi matahari terbenam, apa kamu tidak mau melihat nya?” tanya zayn tanpa melihat kanaya.
“Mau,” sahut nya semangat membuat zayn tersenyum kecil.
Di saat matahari akan terbenam sepenuhnya zayn menatap lekat kanaya yang masih begitu takjub akan pemandangan di depan nya.
“Kanaya,” panggil zayn lalu dia pun menoleh.
“Ya?”
Zayn terdiam, “Ada apa zayn?”
Nampak zayn menarik nafas lalu menghembuskan nya pelan untuk menghilangkan gugup, “A-aku,” ucap nya ragu.
“Kamu mau bilang apa zayn?”
“Aku mencintaimu kanaya,” mendengar tiba-tiba pernyataan cinta dari laki-laki di sebelah nya itu membuat kanaya terkejut.
“Ka-kamu mengatakan apa?” tanya nya lagi untuk memastikan kalau dia tidak salah mendengar.
Zayn menatap kedua mata kanaya, “Sangat sulit bagi ku untuk mengatakan nya, jadi tolong dengarkan ini baik-baik,” zayn menunduk lalu menatap kanaya lagi, “Aku mencintaimu kanaya.”
Kanaya terdiam, walaupun jauh di dalam hati nya dia merasa senang mendengar perkataan zayn barusan sebab dia sendiri menaruh hati kepada nya tetapi masih ada sedikit keraguan.
“A-apa sih zayn, bercanda nya tidak lucu,” kanaya memalingkan wajah nya.
“Apa kamu menganggap ku hanya bercanda?”
“A-aku tidak tau zayn.”
“Tidak apa-apa kamu tidak perlu menjawabnya sekarang, aku akan menunggu sampai kamu yakin dengan perasaan mu, baiklah ayo pulang,” zayn menyalakan mesin mobil nya lalu bergegas meninggalkan pantai.
Selama di perjalanan pulang mereka hanya diam, setibanya di rumah kanaya turun dari mobil, “Terima kasih sudah mengajak ku keluar hari ini, kamu hati-hati di jalan ya.”
Zayn mengangguk, setelah berpamitan kanaya masuk ke dalam tanpa melihat lagi ke belakang, Sepertinya kali ini tebakan mama salah, kanaya tidak memiliki perasaan yang sama dengan ku.
Zayn melajukan kendaraan nya untuk kembali ke rumah, mendengar suara mobil yang menjauh kanaya langsung melihat kebelakang dengan tatapan sendu.
Perasaan zayn kini tak menentu hati nya terasa hampa walaupun dia sendiri belum mendengar jawaban dari kanaya, sesampainya di rumah zayn langsung masuk ke kamar tanpa menghiraukan keberadaan joe dan mama elva yang berada di ruang tamu.
“Kenapa lagi dia?” tanya joe.
“Entah lah, pulang-pulang seperti orang tidak punya semangat.”
Zayn mendesah pelan lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh yang terasa lengket, tidak lama dia keluar dengan wajah yang lebih segar.
Zayn menyandarkan tubuh nya sambil memeriksa kamera nya, dia melihat beberapa gambar yang dia ambil tadi, “Aku hanya berharap kamu memiliki perasaan yang sama dengan ku.”
__ADS_1
Zayn meletakan kameranya di nakas lalu dia merebahkan tubuh nya dan berusaha memejamkan matanya walaupun sedikitpun dia tidak merasa mengantuk.