
Keesokan hari nya kanaya memilih berjalan-jalan di sebuah taman kota, selain tempat nya yang teduh karena banyak sekali pepohonan rimbun di sini juga ramai anak-anak yang bermain bersama orang tua nya.
Merasa cukup lelah kanaya mendudukkan tubuhnya di bangku panjang yang ada di sana seraya meminum air mineral yang di beli nya tadi.
Drttt.. Drtt...
Kanaya menggeser tombol hijau pada layar ponsel nya, “Halo ma,” sapa nya.
“Kamu sudah selesai?”
“Iya ma.”
“Ya sudah mama juga baru selesai dan akan ke sana kamu tunggu saja di situ jangan kemana-mana!”
“Iya ma, tapi mama tunggu di seberang saja ya agar tidak putar arah lagi.”
“Sudah mama saja yang ke taman, jadi kamu tidak perlu menyebrang.”
“Ma kalau mama yang ke sini putar arah nya jauh ma, lagi pula jalanan di sini lumayan sepi jadi biar aku saja yang menyebrang ya.”
“Ya sudah terserah kamu, kalau kamu menginginkan sesuatu bahkan oma kamu saja tidak dapat menghentikan nya, tapi hati-hati jangan terbuai karena jalanan sepi kamu jadi lengah.”
“Iya ma.”
Tidak lama dari seberang sana terlihat mobil mama elva berhenti, kanaya mematikan telepon nya setelah melihat ke arah jalan dan di rasa cukup sepi jadi kanaya melangkahkan kaki nya untuk menyebrang.
Tapi siapa sangka tiba-tiba saja sebuah mobil dengan kecepatan tinggi berjalan ke arah kanaya lalu menghantam tubuh nya, suara benturan yang kencang membuat semua orang berlari ke sana begitu pun mama elva yang bergegas keluar dari mobil untuk menghampiri menantu nya itu.
Mama elva menutup mulut nya dia tidak kuasa menahan tangis saat melihat tubuh kanaya yang tergeletak di jalan dengan berlumuran darah, sedangkan pelaku penabrakan itu langsung tancap gas walaupun banyak orang yang menahan nya tapi tidak dapat menghentikan pelaku nya melarikan diri.
Kanaya mengangkat tangan nya memanggil mama elva, “Ma,” suaranya terdengar begitu lemah mata nya pun hampir menutup.
Mama elva langsung menyambut tangan menantunya itu dan menguatkan nya, dia juga terus memanggil nama menantu nya agar terus tersadar, “Ma, anak ku bagaimana? Apa dia akan baik-baik saja?” gumam nya.
“Ya, anak mu akan baik-baik saja maka dari itu kamu harus kuat.”
Kanaya tersenyum, “Ma tapi kenapa perut kanaya terasa sangat sakit,” ucap nya meringis.
“Sabar ya sayang sebentar lagi ambulance datang, maka dari itu kamu harus kuat.”
Mata kanaya terasa sangat berat, “Maafkan kanaya ma.”
Mendengar itu mama elva semakin menangis, bahkan dia tidak kuasa menahan tangisan nya itu, “Ma,” suara kanaya semakin melemah bahkan nyaris tak terdengar.
“Iya sayang, kamu harus kuat.”
Tidak lama kemudian mobil ambulance tiba di lokasi lalu segera membawa kanaya ke rumah sakit terdekat, sepanjang jalan mama elva terus menggenggam tangan kanaya untuk menguatkan nya walaupun dia sendiri merasa tidak sekuat itu.
Saat kanaya sudah masuk ke dalam ruangan dan di tangani oleh para dokter, mama elva langsung menghubungi keluarga kanaya untuk memberi kabar.
Tentu saja keluarga kanaya begitu terkejut apalagi sebelum kejadian kanaya sempat memposting kalau diri nya sedang duduk di taman.
Tubuh mama elva gemetaran, dia bahkan terduduk di kursi karena kaki nya sudah tidak mampu lagi menahan tubuh nya tetapi dia masih harus menghubungi zayn.
Mama elva menarik nafasnya lalu mengetik nama zayn di kontak dan menghubungi nya, “Ha-halo zayn.”
“Iya ma, kenapa suara mama seperti itu? Apa terjadi sesuatu?” tanya zayn.
“Z-zayn, bisa kah kamu kembali sekarang?”
“Ada apa ma?”
Terdengar suara isakan dari bibir mama elva, “Z-zayn Ka-kanaya baru saja mengalami kecelakaan.”
Tanpa menjawab zayn langsung mematikan sambungan telepon nya, mama elva bersandar ke dinding dia melihat tangan nya yang berlumuran darah kanaya, bayangan peristiwa yang menimpa suami dan putra pertama nya membuat mama elva ketakutan.
Tuhan aku mohon selamatkan menantuku, aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayangi untuk ketiga kali nya.
Tante jia yang baru saja tiba bersama keluarga yang lain langsung memeluk mama elva untuk menenangkan nya, “Kanaya anak yang kuat, aku yakin dia dapat melalui semua ini,” ujar tante jia membuat mama elva semakin terisak.
“Bagaimana ini semua bisa terjadi va?” tanya om denilson.
“Tunggu biar kak elva tenang dulu, bukan hanya kita yang khawatir tapi kak elva juga sama,” sahut tante jia.
Om denilson nampak gelisah, “Apa zayn sudah diberitahu?” tanya tante jia.
Mama elva mengangguk, tidak lama seorang dokter keluar dari dalam om denilson dan zelvin segera menghampiri mereka, “Bagaimana keadaan keponakan saya?” tanya om denilson.
__ADS_1
“Pasien mengalami keguguran yang diakibatkan benturan yang cukup keras dan pasien juga mengalami pendarahan sehingga pasien harus segera mendapatkan transfusi darah secepatnya sayangnya rumah sakit ini tidak memiliki stok darah yang sama dengan pasien.”
“Ambil darah saya saja dok sebab saya paman nya, saya yakin golongan darah kita sama,” ucap denilson begitu yakin.
“Jika golongan darah kalian sama tidak masalah, apa golongan darah bapak itu A dengan rhesus negatif?” tanya dokter.
“Tidak di keluarga kita tidak ada yang memiliki golongan darah dengan rhesus negatif,” sahut nya.
“Golongan darah kanaya sama dengan kak elisia,” ucap tante jia.
Mendengar itu oma hanya dapat menangis, di saat mereka kebingungan datang lah seorang laki-laki menghampiri mereka semua, “Kebetulan golongan darah saya A rhesus negatif,” ucap nya.
Semua orang melihat kearah laki-laki itu dan betapa terkejutnya mereka saat tau siapa laki-laki itu, “Kamu, kenapa kamu bisa di sini?” tanya zelvin.
“Saya bersedia mendonorkan darah saya,” ucap nya tanpa menghiraukan pertanyaan zelvin.
“Baiklah, mari ikut saya,” dokter mengajak justin menuju sebuah ruangan.
Setelah melakukan beberapa tes akhirnya justin dapat mendonorkan darah nya, Kenapa gue bantu mereka? Padahal niat gue ke sana Cuma mau tau sedang apa mereka berkumpul di situ.
Selepas mendonorkan darah nya justin keluar dari ruangan itu, bianca langsung menghampiri kakak nya dengan cemas, “Kakak baik-baik saja?” tanya nya khawatir.
Justin menatap mereka semua terutama zelvin, “Aku baik-baik saja, kalau kamu sudah selesai kita pulang saja kasihan grace menunggu di rumah.”
Bianca mengangguk lalu mereka berdua pun meninggalkan rumah sakit, om denilson memegang pundak putra nya itu, “Bagaimana pun karena dia lah kanaya dapat di tangani secepat mungkin.”
“Tapi kenapa harus laki-laki itu?” geram nya.
...°°°°°°
...
Di dalam mobil bianca memperhatikan kakak nya, banyak sekali pertanyaan di dalam pikiran nya tapi dia ragu untuk bertanya.
“Ada apa?” tanya justin yang risih karena di pandang oleh adik nya seperti itu.
“Kakak kenapa bisa ke tempat mereka?”
“Aku hanya berjalan-jalan saja karena sebal dengan ucapan ibu-ibu yang mengatakan aku adalah suami yang perhatian padahal aku belum menikah, lalu tidak sengaja kakak mendengar perkataan dokter dan kebetulan golongan darah ku sama dengan kanaya dan anggap saja itu adalah permintaan maaf kakak padanya.”
“Entahlah, jika aku mengatakan tidak tapi perasaan ku untuk nya sampai sekarang tidak berubah sedikit pun.”
“Kak.”
“Tapi kamu tenang saja, kakak sudah tidak ada keinginan untuk mengejarnya lagi,walaupun perasaan kakak pada nya tidak mendapatkan balasan tapi setidaknya darah kita berdua sudah bersatu, itu sudah cukup.”
“Entah kenapa setelah kakak keluar dari penjara ucapan kakak selalu membuatku merinding,” justin tersenyum mendengar perkataan adik nya.
...°°°°°°
...
Setelah turun dari pesawat zayn langsung bergegas ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi istri nya, dia merasa sangat lelah tetapi dia juga sangat khawatir dan cemas.
Selama perjalanan pulang dia bahkan tidak tidur dan terus menerus melihat jam di tangan nya, “Ma, bagaimana keadaan istri zayn?”
“Zayn,” mama elva memeluk putra nya dan menangis.
“Maafkan mama zayn, mama tidak dapat menjaga istrimu dengan baik.”
“Ini bukan kesalahan mama, jadi mama tidak perlu minta maaf kepada zayn.”
Om denilson mendekati mereka berdua, “Kanaya mengalami pendarahan dan bayi nya tidak dapat di selamatkan, lalu benturan di kepala nya juga cukup parah, kita berdoa saja semoga kanaya dapat melewati masa kritis nya.”
Zayn hanya terdiam sembari memeluk mama elva dan mengajak mama nya untuk duduk, bayangan akan kejadian beberapa tahun lalu saat dia menyaksikan papa dan kakak nya tidak dapat bertahan membuatnya semakin takut.
Kamu harus bertahan kanaya, aku tidak sanggup jika harus kehilangan orang yang aku sayangi lagi karena kejadian yang sama.
Mereka semua duduk di ruang tunggu dengan perasaan cemas dan gelisah, sedangkan oma sudah pulang ke rumah bersama tante jia karena kondisi oma yang kurang baik di sebabkan perasaan takut oma akan kehilangan cucu dari putra pertama nya itu.
Tidak lama ponsel zelvin berdering, melihat siapa yang menghubungi zelvin izin keluar sebentar untuk menjawab telepon nya.
“Halo, bagaimana?”
“Saya sudah memeriksa beberapa CCTV di sekitar TKP, setelah saya perhatikan sepertinya itu bukan kecelakaan.”
“Jadi maksudmu sepupuku memang sengaja di tabrak?” nampak zelvin begitu marah.
__ADS_1
“Ya tuan.”
“Coba jelaskan lebih rinci!”
“Saya melihat mobil itu terus mengikuti mobil nona kanaya, bahkan saat mobil nona kanaya mengisi bahan bakar pelaku itu menunggu tidak jauh dari tempat pengisian.”
“Awalnya saya menyangka itu hanya kebetulan saja, akan tetapi saat nona kanaya sampai di taman pelaku itu pun langsung menghentikan mobil nya tidak jauh dari tempat parkir, pelaku itu juga terlihat keluar dari mobil beberapa kali untuk memperhatikan sekitar, setelah beberapa menit menunggu tidak lama dia bergegas masuk ke mobil lalu menyalakan mesin nya dan di saat nona kanaya sedang menyebrang pelaku itu mempercepat laju kendaraannya hingga terjadilah kecelakaan itu,” jelas nya.
“Cepat cari tau siapa pelaku nya!”
“Baik tuan.”
Zelvin mengakhiri sambungan telepon nya, melihat putra nya sangat marah om denilson menghampirinya, “Tadi papa mendengar sedikit pembicaraan kalian, papa harap mereka segera menemukan pelaku nya,” zelvin mengangguk kemudian mereka masuk ke dalam.
Zelvin duduk di sebelah mama elva lalu bertanya, “Bisa tante ceritakan apa yang terjadi saat itu?”
Mama elva menceritakan apa yang dia lihat saat itu kepada zelvin, “Maafkan tante zelvin,” mama elva tertunduk.
“Ini bukan kesalahan tante, walaupun kejadian hari ini tidak terjadi pasti pelaku nya akan melakukan nya lagi lain kali.”
Mendengar itu zayn langsung menghampiri zelvin, “Apa maksud mu?”
“Menurut cctv yang ada di lokasi kejadian, kejadian hari ini bukanlah kecelakaan biasa tetapi ada yang sengaja melakukan nya.”
“Aku akan mencari pelaku nya, dia harus mendapatkan pembalasan yang setimpal,” zayn terlihat sangat marah.
“Kamu tenang lah dulu bukan hanya kamu yang marah, aku dan semua nya juga sangat marah tetapi kita tidak bisa bertindak gegabah, aku sudah memerintahkan orang-orang ku untuk menyelidiki semua nya jadi tunggu saja kabar dari mereka setelah itu baru kita ambil tindakan,” ucap zelvin.
“Benar zayn, kamu harus tenang dulu kemarahan tidak dapat menyelesaikan semuanya,” mama elva menenangkan putra nya.
Zayn menghela nafasnya, “Lalu bagaimana? Apa yang dapat ku bantu?”
“Akan aku beritahu nanti,” jawab zelvin.
...°°°°°°°...
Tiga hari berlalu zayn masih menunggu istri nya yang belum sadarkan diri, dia juga yang meminta semua nya untuk beristirahat di rumah apalagi vero baru saja melahirkan tidak mungkin jika mereka meninggalkan nya sendirian.
Mama elva datang pun hanya sekedar membawakan pakaian bersih untuk anak nya dan menemani nya sebentar, begitu pun dengan om denilson.
Zayn terus mengajak bicara kanaya walaupun tidak ada respon apapun yang di tunjukan oleh nya, bahkan semua urusan kantor dia percayakan kepada joe.
Hari terus berlalu tidak terasa sudah lima hari zayn menemani istrinya yang terbaring di tempat tidur dengan beberapa alat yang terpasang pada tubuh nya.
“Kenapa kamu masih saja tertidur? Kamu selalu bilang padaku kalau aku adalah suami yang tidak perhatian setiap hari aku hanya memandangi laptop saja, tapi apa kamu tau aku sampai mengambil cuti untuk menemanimu setiap hari,” zayn mencium tangan kanaya.
“Aku mohon bukalah mata mu jangan membuatku takut seperti ini.” Bisik nya.
“Aku sangat merindukan mu,” zayn tidak kuasa menahan air mata nya.
Tidak lama zelvin datang menghampiri zayn dia menatap sendu kearah sepupunya itu, “Dia sangat beruntung memiliki suami yang sangat mencintainya.”
Zayn menghapus air mata nya, “Apa ada sesuatu?” tanya zayn.
“Mari kita bicarakan ini di luar.”
Zayn bangun dari duduk nya kemudian mengikuti zelvin dari belakang, zelvin mengambil sesuatu dari dalam amplop berwarna coklat yang dia bawa, “Apa kamu mengenal wanita ini?” tanya zelvin.
Zayn mengambil selembar foto itu, “Ya, apa dia pelaku nya?” tanya zayn.
“Kalau di lihat dari plat mobil si pelaku, mobil itu milik wanita ini.”
“Apa kamu yakin?”
“Ya, tadi aku bertemu dengan orang suruhan ku mereka berkata sangat sulit mendapatkan rekaman cctv itu karena ada sebagian rekaman yang sudah di hapus tapi untung nya mereka masih dapat memulihkan nya, seperti nya pelaku datang menemui mereka lebih dulu dan menyuap mereka sebelum orang suruhan ku datang.”
“Ternyata wanita itu mau bermain-main dengan ku,” zayn menahan marah nya.
“Siapa dia?”
“Wanita itu bernama stevany dan ayahnya bukan orang sembarangan dia memiliki banyak koneksi, wajar saja dia dengan mudah nya menghilangkan rekaman cctv itu.”
“Kalau begitu aku akan mengurus masalah ini ke kantor polisi, kamu di sini saja jaga kanaya.”
“Maaf sudah merepotkan mu.”
“Tidak perlu meminta maaf sebab kanaya adalah sepupuku dan aku hanya melakukan apa yang dilakukan seorang keluarga saja.”
__ADS_1