
Dua minggu telah berlalu sejak mereka mengobrol selepas dari toko kue waktu itu, zayn lebih banyak menghabiskan waktu nya dengan melamun sehingga membuat mama elva menjadi khawatir dengan anak nya.
“Sayang, kamu kenapa? Apa ada yang lagi kamu pikirkan?”
“Tidak ma aku masuk kamar dulu ya, kalau mama mau keluar mama panggil zayn saja ya,” ucap nya lesu sambil masuk ke dalam kamar nya.
“Ada masalah apa lagi sih tuh anak?” gumam mama elva.
Di dalam kamar zayn duduk bersantai di balkon sambil membaca sebuah novel romantis yang baru dia beli di toko buku.
“Buku ini tidak membantu sama sekali, sebab aku tidak mungkin memaksa nya menikah dengan ku karena kanaya tidak memiliki hutang apa-apa kepada ku dan juga dia kan terlahir dari keluarga berkecukupan, argh kenapa sulit sekali sih?” kesal nya.
“Atau aku tanya joe saja ya? Ah tidak-tidak dia saja tidak pernah serius dalam menjalani sebuah hubungan.”
Tidak lama terdengar suara ketukan dari luar, “Apa mama boleh masuk?” tanya mama elva.
“Masuk saja ma tidak di kunci.”
Mama elva masuk ke dalam kamar putra nya itu, dia melihat banyak sekali tumpukan buku di atas tempat tidur nya.
“Apa kamu sedang bekerja?” tanya mama elva.
“Tidak ma, zayn hanya menghabiskan waktu luang dengan membaca buku saja, apa mama mau keluar? Kalau begitu zayn siap-siap dulu ya.”
“Tidak, mama hanya ingin mengobrol dengan kamu saja,” mama elva duduk di pinggiran tempat tidur, tanpa sengaja dia melihat beberapa buku tentang percintaan.
“Tumben sekali kamu baca novel romantis? Katanya cerita itu membosankan?”
“Setelah di baca ternyata novel romantis menarik juga walaupun tidak sebagus cerita misteri.”
“Oh,” mama elva mengambil salah satu buku yang cukup menarik perhatian nya, “Cara meluluhkan hati seorang wanita,” gumam mama elva membaca judul buku itu.
Zayn langsung merebut buku itu dari mama elva dan menyembunyikan nya, “Apa kamu jatuh cinta dengan nya zayn?” Tanya mama elva.
“Jatuh cinta dengan siapa sih ma?”
“Jangan pura-pura terus zayn, kalau suka katakan suka jangan suka kamu bilang tidak.”
Zayn tidak menyahut, “Sayang,” mama elva menggenggam tangan zayn.
“Zayn tidak tau apa boleh aku memiliki perasaan ini? Tetapi aku menyadari jika aku sudah jatuh cinta kepada nya ma,” jawab zayn akhirnya.
Mama elva tersenyum, “Tidak ada yang dapat melarang kita untuk jatuh cinta dengan siapapun zayn, jika memang kamu menyukainya bukan kah lebih baik kamu utarakan perasaan mu,” saran mama elva.
“Tapi zayn tidak tau bagaimana perasaan nya kepada zayn ma.”
“Maka dari itu kamu harus mengatakan nya sayang, dengan begitu kita bisa tau dia memiliki perasaan yang sama atau tidak.”
“Bagaimana jika dia tidak menyukai zayn ma?”
“Ya kamu berusaha dong buat dia jatuh cinta kepada mu juga, tetapi tidak boleh sampai memaksa nya ataupun membuat nya terganggu.”
“Entahlah ma, zayn takut mengetahui kenyataan andai dia menolak zayn.”
Ya ampun anak ini, sekali nya jatuh cinta kenapa mudah sekali menyerah, padahal jika masalah perusahaan dia selalu yakin akan berhasil walupun kemungkinan nya hanya lima persen saja.
“Zayn cinta itu muncul karena terbiasa, kamu masih ingat kan perjalanan cinta mama dan papa?”
“Iya ma,” zayn tersenyum kecil.
“Semangat dong! Mama akan selalu mendukungmu, dan mama yakin kalau kanaya juga memiliki perasaan yang sama seperti mu.”
Terlihat sekali zayn begitu senang, “Ya sudah, mama kembali ke kamar ya,” pamit mama elva.
“Iya ma, selamat istirahat.”
Mama elva mengangguk kemudian dia keluar dari kamar zayn menuju kamarnya, mama elva mengeluarkan ponsel nya yang tersimpan di dalam laci lalu dia mengetik sebuah pesan untu seseorang.
Mama elva :
Jia.
Tante jia :
__ADS_1
Kenapa?
Mama elva :
Akhirnya anak ku jatuh cinta dengan seorang wanita juga.
Tante jia :
Wah selamat ya kak, akhirnya ada juga seorang wanita yang mampu mencairkan balok es yang membekukan perasaan nya, siapa wanita itu kak?
Mama elva :
Tentu saja keponakan mu.
Tante jia :
Keponakan ku yang mana?
Mama elva :
Memang kamu memiliki berapa keponakan perempuan?
Tante jia :
Hanya dua, kanaya dan olivia tapi tidak mungkin olivia kan sebab keponakan ku yang satu itu tidak pernah ke sini.
Mama elva :
Ya kanaya lah.
Tante jia :
Serius?
Mama elva :
Ya serius lah masa aku bercanda.
Tante jia :
Mama elva :
Maka dari itu aku ingin meminta bantuan mu untuk menanyakan nya ke kanaya.
Tante jia :
Baiklah, sudah dulu ya kak sedang banyak pelanggan hari ini, nanti kita lanjut lagi oke.
Mama elva :
Oke.
Mama elva merebahkan tubuhnya di tempat tidur, dia merasa sangat senang karena akhirnya zayn mau membuka hati nya untuk seorang wanita, tetapi dia juga merasa takut jika perasaan putra nya tidak terbalas dan membuat nya menutup rapat hati nya lagi.
...°°°°°°...
Keesokan hari nya mama elva meminta zayn untuk mengantarnya ke sebuah tempat sebab sudah ada janji dengan tante jia, setibanya di sana zayn menatap ke arah mama elva.
“Bukan kah ini rumah kanaya?” tanya zayn.
“Loh kok kamu tau?”
“Ya kan waktu itu mama yang menyuruh zayn mengantar nya pulang.”
“Oh iya ya mama lupa.”
“Tapi bukankah mama ada janji dengan tante jia?”
“Iya, kita janjian bertemu di rumah kanaya.”
Mama elva menekan bel rumah, tidak lama nesya membuka pintu dan mempersilakan mereka masuk, “Silakan tante.”
“Apa jia li sudah datang nes?” tanya mama elva.
__ADS_1
“Belum, eh itu dia baru datang,” sahut nesya.
“Sudah lama kak?” tanya tante jia.
“Tidak, aku juga baru sampai.”
Mereka berdua berpelukan dan memberikan salam pipi, “Eh ada zayn juga, bagaimana kabar mu?” sapa tante jia.
“Baik tante.”
“Silakan duduk, kalian mau minum apa?” tanya nesya.
“Apa saja,” sahut mereka.
“Oh ya nes, kanaya mana?” tanya mama elva.
“Dia masih tidur tante, semalam dia pulang hampir pagi.”
Nesya membawakan minum untuk mereka, “Memang ada yang melakukan pemotretan sampai pagi?” kini giliran tante jia yang bertanya.
“Tidak tante, pemotretan kemarin hanya sampai sore tapi karena rekan nya ada yang berulang tahun jadi dia pergi merayakan nya.”
“Oh begitu,” sahut tante jia.
“Ya sudah, nesya mau membangunkan dia dulu ya tante.”
Namun waktu nesya hendak membangunkan nya ternyata kanaya sedang menuruni anak tangga, dia berjalan begitu santai tanpa menghiraukan jika mereka semua sedang memperhatikan nya.
Saat itu kanaya sedang mengenakan tanktop dengan bawahan hotpants berwarna hitam senada dengan atasan nya.
Kanaya berjalan ke dapur untuk mengambil air minum, sambil terus menguap dia membawa air itu dan kembali ke kamar, “Oh ya kak kalau tante ku sudah datang bangunkan aku ya, aku mau lanjut tidur sebab aku masih sangat mengantuk,” ujar nya.
Tiba-tiba zayn bagun dari duduk nya, dia bergegas keluar dari ruangan itu untuk menenangkan jantung nya yang berdebar tidak karuan.
“Makanya lain kali buka mata mu dulu sebelum memutuskan untuk keluar dari kamar, lihat lah mereka sudah datang dari tadi,” omel nesya.
“Oh, hah apa!” kanaya langsung tersadar dan melihat mereka berdua yang sedang menahan tawa, seketika wajah kanaya memerah dia bergegas masuk ke dalam kamar.
“Ya ampun anak ini,” gumam nesya.
“Mohon maaf ya tante, kanaya memang seperti itu jika di rumah.”
“Tidak apa-apa,” sahut tante jia sedangkan mama elva hanya mengangguk sambil tersenyum.
Nesya menemani tante jia dan mama elva mengobrol sambil menunggu kanaya selesai membersihkan tubuh nya, tidak lama orang yang di tunggu pun muncul dengan tampilan lebih segar.
“Maaf tante, kanaya tidak tau kalau kalian sudah datang.”
“Tidak apa-apa sayang,” jawab mama elva.
“Oh iya tan, perasaan tadi zayn di sini sekarang di mana dia?” tanya nesya.
“Dia sedang di luar, nanti juga dia akan masuk.”
“Apa zayn juga datang?” mereka semua mengangguk.
“Apa dia juga melihat aku tadi,” bisik kanaya di jawab anggukan oleh nesya.
Blush.
Wajah kanaya semakin memerah, tidak lama zayn kembali ke dalam setelah debaran jantung nya sudah kembali normal, tetapi saat pandangan mata kanaya dan zayn bertemu debar jantung mereka menggebu.
“Kamu kenapa berdiri saja zayn, sini dong!” panggil mama elva.
Dengan salah tingkah zayn mendekati mama nya lalu duduk di sebelah nya berhadapan dengan kanaya, “Ekhm oh ya nes, rumah nya lumayan besar ya boleh lah ajak tante berkeliling melihat-lihat,” pinta mama elva.
“Iya nes, tante juga penasaran dengan beberapa ruangan di sini,” tante jia ikut menimpali seraya berkedip memberikan kode.
“O-oh mari tante,” ajak nesya.
“Kamu di sini saja ya zayn, kanaya tante titip zayn ya sebab dia suka sekali menghilang,” goda mama elva.
“I-iya tante,” sahut kanaya sedangkan zayn menatap sebal ke arah mama nya karena tau jika mama nya sedang merencanakan sesuatu.
__ADS_1
Selepas mereka bertiga pergi tinggallah mereka berdua berada di ruang tamu yang di selimuti keheningan, tidak ada sepatah kata pun keluar dari bibir nya.