KANAYA

KANAYA
45. Kanaya cemburu.


__ADS_3

Mama elva masuk ke dalam kamar menghampiri kanaya lalu memeluk nya tidak lama terdengar isakan dari bibir menantu nya itu.


“Ada masalah apa hingga membuatmu sedih seperti ini?”


“Zayn bertemu dengan wanita itu lagi ma, wanita itu juga memeluk tangan zayn terlihat sekali kalau wanita itu sangat menyukai zayn.”


Mama elva nampak tersenyum, “Tapi apa zayn memiliki perasaan yang sama dengan wanita itu?” tanya mama elva seraya mengusap punggung menantunya itu.


Kanaya menggeleng, “Tapi kenapa zayn mengajaknya ngobrol berdua saja? Seharusnya biarkan saja kak joe di sana mengapa zayn meminta kak joe masuk ke dalam mobil lebih dulu?”


“Dan juga kenapa zayn harus menyembunyikan hal ini dari ku? Kalau aku tidak tanya tadi zayn tidak akan menceritakan nya kepadaku.”


“Sayang, mama bukan membela zayn tapi mama yakin ada alasan lain mengapa dia tidak memberitahukan kamu mengenai perempuan itu dan mama juga sangat percaya dengan zayn kalau dia hanya mencintai kamu saja.”


“Sayang jangan menangis seperti ini, apa kamu tau jika kamu sedih anak mu juga ikut sedih jadi mama minta jangan pikirkan masalah tidak penting seperti ini lagi, mama yakin zayn tidak akan macam-macam dengan nya ataupun wanita lain.”


Mama elva masih memeluk kanaya sambil mengusap punggung nya, mama elva begitu mengerti dengan kondisi kanaya yang seperti ini, tidak lama zayn masuk sambil membawa makanan dan segelas susu untuk kanaya.


Kanaya melepaskan pelukan nya, “Sudah jangan menangis lagi, kalau zayn berani macam-macam mama yang akan menarik telinga nya,” mama elva menghapus air mata kanaya.


Selepas itu mama elva keluar dari kamar agar mereka berdua dapat menyelesaikan masalah nya, “Kamu makan dulu ya.”


Zayn menyuapi kanaya sedikit demi sedikit, nampak dari wajah nya zayn terlihat sedih tetapi dia juga tidak tau bagaimana menjelaskan nya kepada kanaya, “Habiskan susu nya setelah itu istirahat, jangan banyak bergerak.”


Setelah kanaya menghabiskan semua nya zayn mengupas buah untuk cemilan kanaya, “Buah nya sudah aku kupas semua jangan lupa di makan, kamu sering kali tidak menghabiskan buah mu.”


Bukan nya menjawab kanaya malah memeluk zayn, Syukurlah mood nya sudah membaik.


“Apa kamu menginginkan sesuatu?” tanya zayn.


“Aku ingin coklat dan ice cream cup besar,” pinta nya.


“Lalu?”


“Rujak.”


“Tidak rujak, yang lain saja ya,” mendapat penolakan dari zayn kanaya langsung memanyunkan bibirnya.


Zayn menghela nafas, “Baiklah,” dia bergegas mengambil kunci mobil.


“Kamu tunggu di sini dan jangan ke bawah bibi sedang masak,” ujar zayn.


Kanaya mengangguk dan tersenyum tapi setelah zayn pergi senyuman di wajah nya menghilang, “Aku yakin wanita itu pasti akan menemui zayn lagi,” gumam nya.


Cukup lama menunggu hingga akhirnya pesanan yang sudah di nanti-nantikan datang juga, zayn memberikan satu cup ice cream ukuran besar dan juga sebatang coklat tidak lupa dia juga membawakan seporsi rujak buah untuk kanaya.


“Hanya ini?” tanya kanaya.


“Aku sudah simpan beberapa di lemari es, tapi kamu tidak boleh memakan semua nya ya.”


“Iya,” kanaya begitu tidak sabar untuk menikmati semua nya.


“Makan secukupnya nanti perut mu sakit,” kanaya tidak menghiraukan nya karena sedang asik menyendok ice cream ke mulut nya.


“Pelan-pelan saja nanti kepala mu sakit.”


“Iya, kamu bawel sekali sih?”


“Aku bawel pun kamu tidak mau mendengarkan.”


“Zayn,” Panggil kanaya dengan manja.


“Ya, apa kamu ingin di belikan sesuatu lagi?” kanaya menggeleng.


“Lalu?”


“Zayn, apa aku boleh ikut dengan mu ke kantor?” tanya nya ragu.

__ADS_1


“Boleh sih tapi besok aku ada janji makan siang dengan client, apa benar kamu mau ikut? Kalau mual lagi bagaimana?”


“Wanita?” kanaya memicingkan mata curiga.


“Laki-laki sayang.”


Kanaya masih tidak percaya, “Aku tidak akan menemui wanita itu lagi,” ucap zayn.


“Kalau tidak sengaja bertemu bagaimana?”


“Aku tidak akan menghiraukannya.”


“Jika wanita itu terus saja memaksa mu agar menghiraukan dia?”


“Aku akan memanggil keamanan untuk mengusir nya,kamu percayalah pada ku.”


Kanaya mengangguk, “Nanti jika urusan di luar sudah beres aku akan ajak kamu ke kantor, oke!”


“Oke, oh ya zayn kamu tidak kembali ke kantor?”


“Tidak, aku sudah bilang kepada joe lagi pula pekerjaan di kantor tidak terlalu banyak.”


“Zayn,” panggil kanaya lagi.


“Ya, apa kamu mau beli makanan lagi?”


Kanaya menggeleng kemudian dia duduk ke pangkuan zayn dengan berhadapan, perlahan kanaya menciumi leher zayn hingga membuat zayn serba salah.


Selain bermain di leher nya kanaya bahkan membuka satu persatu kancing kemeja nya, “Kanaya jangan memancingku terus,” gumam zayn dengan suara tertahan.


“Aku tidak lagi memancing zayn,” kini bukan hanya leher nya bahkan kanaya sampai membuat tanda merah di dada bidang zayn.


“Sudah ya, perut kamu tadi kan kram,” bujuk zayn.


“Sebentar lagi saja zayn,” rengek kanaya.


Kanaya langsung turun dari pangkuan zayn lalu dia merebahkan tubuh nya di tempat tidur sambil membelakangi zayn.


Astaga kenapa aku jadi mesum seperti ini?


Kanaya menyembunyikan wajahnya di balik selimut, Apa dia marah lagi dengan ku? Sepertinya aku harus berkonsultasi dengan dokter besok sebab akhir-akhir ini kanaya terus saja membuat nafsu ku bergejolak tapi aku khawatir dengan dia dan juga kandungan nya jika aku melakukan itu.


Zayn melangkahkan kaki nya menuju balkon kamar untuk menenangkan sesuatu, cukup lama dia berdiri di balkon hingga dia memutuskan untuk masuk ke kamar.


“Cepat sekali dia tertidur,” gumam zayn sambil mendekati istrinya itu, setelah mencium kening nya zayn memutuskan turun ke bawah untuk bermain catur dengan supir dan juga satpam nya itu.


...°°°°°°°...


Setelah menenangkan kanaya tadi mama elva melanjutkan pekerjaan nya, dia begitu serius menggambar detail gaun pernikahan pesanan pelanggan toko nya.


Drtt.. Drtt..


Mama elva mengambil ponsel nya lalu menggeser tombol hijau pada layar nya, “Halo, tumben sekali kamu menghubungiku?”


“Iya kak apa kakak sedang sibuk?” tanya tante jia.


“Tidak, pekerjaanku hanya tinggal sedikit lagi kenapa memang nya?”


“Begini, ada yang ingin aku bahas dengan kakak, apa aku boleh ke tempat kakak? Sekalian aku juga ingin menengok kanaya.”


“Tentu saja boleh, baiklah jam berapa kamu ke sini?”


“Sekarang, kira-kira satu jam lagi aku sampai ke rumah kakak.”


“Baiklah aku tunggu.”


Setelah berbincang mama elva meletakan kembali ponsel nya ke meja lalu menyelesaikan pekerjaan nya sambil menunggu tante jia datang.

__ADS_1


...°°°°°...


Kanaya terbangun dari tidur nya tetapi dia tidak melihat zayn di dalam kamar, “Kemana dia?” gumamnya.


Kanaya memutuskan untuk keluar dari kamar setelah mencuci wajah nya, “Di sini hanya ada mama saja,” kanaya menghampiri mama elva yang masih sibuk.


“Ma,” sapa kanaya.


“Kamu sudah bangun?”


“Mama sedang apa?” tanya kanaya seraya mendudukkan tubuh nya di samping mama elva.


“Sedang mendesign gaun, apa kamu perlu sesuatu?”


“Tidak ma,” kanaya melihat beberapa tumpukan buku di dekat mama elva.


“Ini semua hasil design mama?” tanya kanaya.


“Iya.”


Kanaya melirik ke arah mama elva, “Apa ini semua pesanan pelanggan mama?” tanya kanaya.


“Iya, mereka memesan pakaian untuk keluarga juga.”


“Oh begitu, cantik sekali.”


Kanaya mengambil sebuah buku yang berada di dekat nya, “Indah nya,” mama elva melirik ke arah kanaya.


“Apa kamu suka? Nanti mama akan membuatkan khusus untuk menantu mama,” mama elva tersenyum.


“Tidak usah ma, aku jarang pakai perhiasan juga,” tolak nya.


“Sudah mama duga kamu akan menolak nya.”


Zayn masuk ke dalam rumah setelah puas bermain catur di depan, “Kamu sudah lama di sini?” tanya zayn menghampiri mereka.


Zayn mengecup kening kanaya dan duduk di sebelahnya, melihat itu mama elva tersenyum, “Kamu habis dari mana?” tanya kanaya.


“Habis dari pos main catur dengan pak burhan,” sahut zayn.


“Oh begitu.”


“Dari tadi belum selesai juga ma?” tanya zayn.


“Iya, banyak yang memesan gaun akhir-akhir ini.”


“Kenapa mama ambil semua pesanan pelanggan? Kalau nanti sakit lagi bagaimana? Sudah buat design, lalu buat pola selanjutnya menjahit, apa mama tidak capek?” tanya zayn.


“Mama hanya buat design dan pola saja sayang, sedangkan yang menjahit sudah mama minta karyawan kepercayaan mama yang buat, mama hanya sekedar memberikan arahan saja.”


“Lalu, apa mama membuat perhiasan juga?” tanya zayn lagi saat melihat selembar kertas.


“Tidak itu design lama, apa kamu tidak melihat tanggal nya?”


“Oh iya maaf zayn tidak melihat tanggal nya, zayn sangka mama membuat perhiasan nya juga.”


“Tidak zayn, mama tau kamu akan marah jika mama mengambil semua pesanan.”


Kanaya begitu terpukau dengan hasil karya mama mertuanya itu, bahkan ada beberapa kertas yang warna nya sudah menguning.


“Kenapa yang ini gambar nya sedikit memudar?” ujar kanaya.


Mama elva melirik ke arah kanaya, “Yang kamu pegang itu adalah design pertama mama, kalau tidak salah waktu itu mama baru menikah dengan papa nya zayn dan saat itu mama masih belajar merancang gaun,” ucap mama elva tersenyum teringat kembali masa-masa indah dan juga sulit bersama suami nya.


“Pantas saja kertas nya sudah menguning,” gumam kanaya.


“Sayang sekali aku tidak dapat melihat begitu jelas design yang ini,” kanaya memanyunkan bibir nya.

__ADS_1


“Mama ada kok gaun nya, sebab mama membuat nya memang untuk pakai sendiri saat itu, ayo biar mama tunjukan kepada mu beberapa pakaian yang mama rancang sendiri waktu itu,” ajak mama elva meninggalkan zayn yang baru saja tertidur di sofa.


__ADS_2