KANAYA

KANAYA
55. Bertemu teman lama.


__ADS_3

Hari-hari terus berganti tidak terasa sudah dua tahun berlalu dan tepat hari ini adalah ulang tahun si kembar samuel dan shopia, maka dari itu kanaya mengajak zayn pergi ke pusat perbelanjaan untuk menemani nya mencari hadiah untuk si kembar.


“Kita kasih hadiah apa ya zayn?” tanya kanaya bingung.


“Sepeda,” sahut zayn sambil menunjuk ke sebuah toko yang menjual sepeda membuat kanaya berdecak sebal.


“Itu sepeda untuk orang dewasa zayn.”


“Bagaimana dengan itu?” kali ini zayn menunjuk kearah stroller.


“Dari lahir mereka sudah punya itu zayn.”


“Ya sudah bagaimana kalau mainan?” saran zayn.


“Mainan mereka sudah penuh dua ruangan.”


“Pakaian?”


“Tidak, pakaian nya juga sudah banyak sampai empat lemari.”


“Masih kecil saja pakaian nya sudah sebanyak itu.”


Mereka berdua masih mencari hadiah untuk si kembar, hingga tiba lah mereka di sebuah toko yang menjual mobil aki, “Bagaimana kalau itu saja? Sepertinya mereka belum membelikan nya?”


Zayn mengajak kanaya untuk masuk ke toko itu, setelah memilih akhirnya zayn membeli dua mobil aki dengan remote dan meminta karyawan nya untuk mengantarkan nya ke alamat rumah joe dan nesya.


Setelah itu zayn mengajak kanaya keluar dari tempat itu dan berjalan menuju parkiran, di dalam mobil kanaya nampak kesal dengan zayn, “Ada apa?” tanya zayn.


“Kenapa kamu tidak bertanya keputusan ku dulu?”


“Kalau aku bertanya kepadamu pasti kamu akan lama memilih nya, aku sudah sangat lelah berada di sana selama tiga jam sayang.”


Kanaya tidak menyahut, “Kamu lapar tidak?” tanya zayn.


“Tidak,” sahut nya kesal.


“Bagaimana kalau kita beli cemilan dan juga coklat.”


Raut wajah kanaya langsung berbinar, zayn sudah sangat paham bagaimana cara menjinakkan kanaya yang sedang ngambek itu.


Sebenarnya zayn kurang suka kalau kanaya memakan makanan ringan seperti itu, tetapi kalau kanaya sudah marah hanya itu saja yang dapat meluluhkan hati nya.


Selepas membeli beberapa cemilan dan coklat, mereka berdua langsung bergegas ke rumah joe dan nesya, dengan riang kanaya menghampiri si kembar yang sekarang sudah berusia dua tahun itu, “Selamat ulang tahun sayang.”


“Terima kasih tante,” sahut nesya.


Kanaya menggendong shopia yang belum terbiasa dengan pesta lain hal nya dengan samuel dia justru lebih bersemangat bahkan dia tidak sabar ingin menaiki mobilan yang di berikan zayn dan juga kanaya.


“Lu engga ketemu andrew di luar?” tanya joe menghampiri zayn.


“Andrew?”


“Iya, si kacamata.”


“Dia di sini?” tanya zayn sambil mencari keberadaan andrew.


“Dia sedang menjawab telepon di luar, sudah jadi orang sibuk dia sekarang.”


Saat sedang mengobrol dengan joe, kanaya datang menghampiri mereka, “Zayn kunci mobil mana? Ponsel ku tertinggal di mobil.”


“Kamu itu kebiasaan ya, padahal sudah sering diingatkan,” omel zayn sambil memberikan kunci nya setelah itu dia kembali mengobrol dengan joe.

__ADS_1


Kanaya berjalan menuju mobil yang sedang terparkir di halaman rumah joe, namun tidak sengaja dia bertabrakan dengan seseorang.


“Maaf,” ujar laki-laki itu.


“Tidak apa-apa tuan,” sahut kanaya.


“Kamu kanaya kan?” tanya nya.


“I-iya, tuan mengenal saya?”


“Astaga, wajah mu tidak berubah sama sekali masih cantik seperti dulu.”


“Ka-kalau begitu saya permisi tuan,” kanaya memaksakan senyuman nya dan hendak pergi dari sana.


Entah mengapa dia begitu risih dengan sikap laki-laki itu, “Sepertinya kamu lupa dengan ku,” laki-laki itu tersenyum sendu.


“Aku andrew, dulu kita satu panti hanya saja aku di adopsi.”


“Andrew?” kanaya nampak mengingat-ingat.


“Dulu kita sering kabur dari panti dan tiap pulang sekolah kita selalu mampir ke makam orang tua mu.”


Tapi kanaya masih saja tidak mengingat siapa laki-laki yang ada di hadapan nya, “Apa kamu tidak ingat dengan laki-laki gemuk berkaca mata dan dia selalu mengikuti mu kemana pun?”


“Dulu setelah aku di adopsi kamu sering mengirimkan surat untuk ku, tidak lama aku datang lagi ke panti untuk menemui mu dan berpamitan karena orang tua angkat ku hendak pindah ke luar negeri.”


“Lalu kamu memberikan sebuah kotak musik sebagai kenang-kenangan kepada ku, tetapi selama aku di luar negeri aku tidak bisa memberimu kabar karena kesibukan orang tua ku, setelah dewasa aku kembali ke negara ini hanya untuk menemui mu tetapi ternyata panti asuhan kita sudah tidak ada, tapi aku senang saat mengetahui jika kamu sudah menjadi seorang model kanaya.”


Nampak nya kanaya sudah mengingat siapa orang di hadapan nya itu, “Ya aku ingat, bagaimana kabar mu dan juga orang tua mu?”


“Aku baik dan orang tua ku sudah meninggal, lalu bagaimana dengan mu?”


“Tidak apa-apa, oh ya aku juga memiliki seorang adik laki-laki, jadi setahun setelah mereka mengadopsi ku mama hamil.”


“Wah bagus itu, kamu jadi tidak sendirian lalu bagaimana kabar adik mu? Apa dia ikut ke sini?”


“Dia baik tapi dia tidak bisa ikut ke sini, oh ya apa kamu sudah menikah?” tanya andrew, tapi belum sempat kanaya menjawab telepon andrew berdering.


Andrew pamit sebentar untuk menjawab telepon sebelum pergi dia meminta kanaya untuk menunggu, sambil menunggu andrew dia mengambil ponsel nya dulu di mobil namun ternyata zayn datang menyusul nya.


“Kamu mengambil ponselnya lama sekali,” tanya zayn.


“Kamu sampai menyusul, maaf ya tadi aku bertemu teman lama ku dan mengobrol sebentar,” sahut nya tersenyum.


“Siapa? Laki-laki atau perempuan?”


“Laki-laki, selain itu dia juga teman pertama ku di panti dulu,” nampak sekali dari raut wajah kanaya kalau dia sangat senang bertemu dengan andrew.


“Oh ya sudah bagaimana kalau kita kembali sekarang,” zayn terlihat tidak suka saat istrinya membicarakan laki-laki lain di hadapan nya.


“Loh kok cepat sekali, aku juga belum pamitan dengan kak nesya, terus aku masih ingin main sama si kembar,” rengek nya.


“Lain kali kita ke sini lagi ya, sebab mama tadi menelepon dan memintaku untuk menjemputnya di rumah sakit.”


“Mama di rumah sakit, memang mama kenapa?”


“Mama terserempet motor saat di jalan.”


“Lalu keadaan mama bagaimana?”


“Hanya luka sedikit.”

__ADS_1


Mereka berdua langsung bergegas menuju rumah sakit, tidak lama andrew kembali ke tempat di mana dia bertemu dengan kanaya, namun ternyata kanaya sudah tidak ada di sana.


“Kemana dia? Aku bahkan belum sempat meminta nomer telepon,” gumam nya sambil mencari kanaya.


Merasa tidak menemukan nya, akhirnya dia masuk ke dalam rumah untuk menemui joe, “Lama sekali lu jawab telepon? Zayn baru saja pergi.”


“Oh tadi gue bertemu dengan teman masa kecil gue dan mengobrol sebentar, terus kenapa zayn cepat sekali pergi?”


“Tadi dia di telepon mama nya, katanya tante elva sekarang ada di rumah sakit maka dari itu dia pergi ke sana.”


“Loh tante elva kenapa? Apa dia sedang sakit?”


“Zayn bilang mama nya keserempet motor saat sedang menyebrang, seperti nya hanya luka sedikit.”


“Oh seperti itu, ya sudah kalau begitu gue minta nomer nya zayn saja deh,” joe mengambil ponsel nya lalu mengirimkan kontak zayn ke nomer andrew.


...°°°°°


...


Zayn memapah mama nya memasuki kediaman mereka, “Jangan lupa minum obat nya, sementara mama tidak boleh banyak bergerak dan jangan sampai luka jahitan nya basah, kalau butuh sesuatu bilang saja pada ku atau kanaya.”


“Ya.”


“Mama dengarkan?”


“Iya zayn, kamu itu bawel sekali.”


“Kalau aku tidak bawel mama tidak akan mendengarkan.”


Kanaya tersenyum melihat mereka berdua, walaupun zayn terkesan cuek tapi dia begitu perhatian dengan mama nya.


Malam nya zayn memeluk kanaya yang berdiri di balkon dari belakang, “Sedang apa?” tanya zayn berbisik di telinga kanaya hingga membuatnya merasa geli.


“Sedang melihat bintang, indah ya?”


“Hmm, tapi aku lebih senang melihat mu dari pada bintang,” goda nya.


“Haha, sejak kapan kamu jadi pandai merayu?”


“Sejak aku bertemu dengan mu,” zayn menciumi tengkuk kanaya dan menghirup aroma tubuh istrinya tetapi dia menjadi sangat kesal saat ingat raut wajah kanaya saat menceritakan teman nya tadi.


Zayn terus mengecup tengkuk kanaya, “Zayn geli.”


“Kanaya,” nampak zayn ragu untuk meneruskan ucapan nya.


“Ada apa?” kanaya membalikkan badan lalu dia melingkarkan kedua tangan nya di leher zayn.


“Kamu masih meminum pil KB?”


“Sudah dari dua bulan yang lalu aku berhenti meminum nya, kenapa zayn? Kamu ingin memiliki bayi lagi?” zayn mengangguk.


“Aku sudah memeriksa kondisiku ke dokter, katanya semua nya bagus jadi kita hanya tinggal menunggu Tuhan memberikan kepercayaan itu kepada kita,” kanaya mencium lembut bibir zayn.


“Kamu semakin berani sekarang,” zayn menatap kanaya dan gantian mencium nya.


Zayn menelusuri leher jenjang kanaya dan memberikan kecupan lembut di sana, zayn menggendong kanaya lalu merebahkan nya di tempat tidur.


Zayn melepaskan pakaian yang di kenakan oleh kanaya dan membuang nya ke lantai, “Aku akan membuat mu tidak tidur malam ini,” bisik zayn.


Mereka berdua menghabiskan malam panjang nya di tempat tidur dan meluapkan segala hasrat mereka dengan penuh cinta.

__ADS_1


__ADS_2