KANAYA

KANAYA
15. Bertemu zayn.


__ADS_3

Malam hari nya kanaya berjalan menelusuri trotoar sambil terus menunduk mengikuti langkah kaki yang entah mau membawa nya kemana, dia benar-benar malas kembali ke kediamannya sebab nesya tidak ada di rumah hari ini, tadi dia minta izin untuk pulang ke desa menemui ibu nya yang sakit, awalnya nesya ragu tapi setelah kanaya meyakinkan kalau dia akan baik-baik saja akhirnya nesya menuruti kanaya juga.


Kanaya terus berjalan hingga dia tidak sengaja menabrak seseorang yang sedang berdiri di halte, “Kamu memang memiliki hobi menabrak orang ya? Apa kamu tidak bisa melihat jalanan dengan benar atau mungkin mata mu benar- benar ada gangguan?” tanya zayn seraya mendorong dahi nya dengan telunjuk.


“Ma-maaf kan aku zayn aku tidak sengaja kalau begitu aku permisi,” Kanaya berjalan melewati zayn namun langkah kaki nya terhenti saat zayn menahan tangan nya.


“Mau kemana kamu? Kenapa jalan sendirian ini sudah sangat malam, ayo ikut dengan ku biar sekalian aku antar kan pulang,” Ajak zayn.


“Tidak terima kasih zayn,” Tolak kanaya.


“Itu mobil ku sudah tiba, naiklah!” Perintah zayn.


“Tidak perlu zayn aku bisa pulang sendiri,terima kasih,” Kanaya masih berusaha untuk menolak nya.


Zayn tidak mendengarkan penolakan kanaya dia menarik tangan kanaya dan membukakan pintu mobil nya, akhirnya dengan paksaan dari zayn kanaya sudah duduk manis di kursi belakang sedangkan zayn duduk di depan bersebelahan dengan joe yang mengemudikan mobil itu.


Suasana begitu hening hanya terdengar suara radio itu pun dengan volume rendah, sebenarnya joe sedikit heran dengan sahabatnya itu tumben sekali dia mengizinkan seorang wanita selain mama nya masuk ke dalam mobil pribadi nya.


“Maaf nona, kemana saya harus mengantar nona?” tanya joe dengan sopan, tetapi kanaya tidak menyahut ternyata dia sudah terlelap seperti nya hari ini dia begitu lelah.


“Antar saja ke rumah gue,” sahut zayn membuat joe yang mendengar nya terkejut.


“Apa! Lu serius?” tanya joe.


“Kenapa? Dia itu kenalan mama lagi pula kemarin wanita itu sudah menginap di rumah,” jawab zayn santai.


“Oh gue kira ada ehem ehem,” Ledek joe.


“Sudah diam jangan banyak bicara kalau tidak akan gue potong gaji lu!” ancam zayn.


“Dikit-dikit potong gaji,” gerutu joe pelan tetapi zayn masih dapat mendengarnya.


Setibanya di rumah, zayn menyuruh joe untuk membangunkan kanaya tetapi gadis itu tidak bangun juga, “Sepertinya dia sangat lelah,” gumam zayn, tanpa berpikir lagi zayn langsung menggendong kanaya dan membawa nya ke kamar tamu yang kemarin dia tempati.


Tentu saja tindakan zayn itu membuat joe diam terpaku begitu pun mama elva yang baru saja menghampiri mereka.


“Ada apa dengan kalian?” tanya zayn dengan kesal saat melihat ekspresi dari kedua orang di hadapan nya.


“Sudahlah, mau sampai kapan kalian diam terpaku seperti itu? Kalian itu sudah seperti patung lilin saja,” ujar zayn.


“Apa kamu sakit zayn?” tanya mama elva seraya memeriksa tubuh zayn, sedangkan zayn hanya mengerutkan dahi dia begitu bingung dengan ucapan mama elva.


“Aku baik-baik saja ma, mama kenapa sih?”


“Barusan kamu menggendong seorang wanita?”


“Aku juga tau ma dia seorang wanita, siapa yang bilang kalau aku menggendong laki-laki?”


“Tidak sayang maksud mama apa tubuh mu baik-baik saja sehabis menggendong seorang wanita?”


“Iya apa lu engga ngerasa gatal-gatal? Takut nya lu ada alergi jika bersentuhan dengan wanita,” Ledek joe.


Zayn enggan menghiraukan ucapan joe dia bergegas pergi menuju kamar nya, “Gue serius zayn, kalau lu ada gejala alergi biar gue antar lu ke rumah sakit,” teriak joe.

__ADS_1


“Oh iya nih tiba-tiba badan gue terasa gatal, sepertinya gue alergi maka nya gue mau bersihkan badan gue sekarang,” jawab zayn sebal.


Mendengar itu mama elva terkekeh, “Ngomong-ngomong dia siapa tan? Sepertinya wajah nya tidak asing,” tanya joe.


“Dia kanaya kenalan tante, kenapa kamu tanya-tanya?” tanya mama elva menatap curiga.


“Oh iya joe ingat yang bekerja menjadi model itu kan? Dia cantik ya tante boleh lah kenalin dia sama joe,” tutur nya.


“Enak saja, memang tante tega memberikan gadis itu sama kamu bisa-bisa kehidupan nya langsung suram jika dekat dengan mu,” ejek mama elva.


“Astaga tante kata-katanya menusuk banget.”


“Sudah sana jangan pulang terlambat lagi nanti mami mu mencari kemana-mana takut anak nya hilang di culik cacing,” Ledek mama elva.


“Tante sudah tidak sayang lagi dengan joe,” rengek nya.


Tidak lama kemudian ponsel joe berbunyi Mama elva melirik ke arah ponsel nya melihat siapa yang menghubungi joe.


“Haha, benar kan mami mu kamu sudah telepon,” mama elva tertawa geli.


“Huh mami memangnya aku anak kecil apa?”


Mama elva terkekeh melihat joe menggerutu, setelah menjawab telpon joe berpamitan lalu pergi dari sana sedangkan mama elva memilih duduk di ruang keluarga untuk menonton televisi.


“Joe kemana ma?” tanya zayn yang baru selesai membersihkan tubuhnya.


“Sudah pulang, tadi sudah di telepon sama mami nya, oh ya zayn kamu,” sebelum mama elva menyelesaikan kalimat nya dia sudah memotong nya terlebih dahulu.


“Mama kan belum bertanya,” mama elva cemberut.


“Tapi memang itu kan yang mau mama tanyakan ke zayn?” jawabnya menatap mama elva.


“Sudahlah,” mama elva memalingkan pandangan nya.


“Mama kenapa sih? Kenapa mama selalu ngambek seperti ini?”


“Sebab kamu nya selalu sibuk dengan urusan mu dan sangat susah mengajak mu mengobrol.”


“Kan zayn sudah jawab tadi, kenapa masih saja ngambek?”


Mama elva tidak menyahut, “Hmm ya sudah zayn minta maaf ya, bagaimana kalau besok kita pergi jalan-jalan?” ajak nya.


“Tidak perlu, bilang nya saja jalan-jalan tapi nanti mama di tinggal di dalam kamar hotel sendirian seperti dulu,” ujarnya.


“Ya ampun ma itu kan sudah lama sekali,” sahut zayn.


“Kenapa memang nya kalau sudah lama? Memang benarkan kamu selalu seperti itu?”


“Oke, mama itu selalu benar tidak seperti ku yang selalu saja salah,” sahut zayn pasrah.


Karena sudah malam mereka berdua masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.


...°°°°°°°...

__ADS_1


Pagi hari nya suara alarm berdering begitu nyaring membuat gadis cantik yang sedang tertidur pulas itu terbangun dari tidur nya.


Kanaya merenggangkan otot-otot tubuh nya, sejenak dia diam melamun menatap bingung sekeliling, “Ini seperti kamar yang ada di rumah tante elva? Tapi kenapa aku bisa di sini lagi, Bukankah kemarin aku sudah berpamitan?”


Kanaya mengingat-ingat kejadian semalam, “Astaga kenapa aku bisa tertidur?” kanaya bangun dari tidurnya setelah menyiapkan pakaian ganti yang dia ambil dari dalam tas dia bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sangat lengket.


Beberapa menit kemudian dia keluar dari dalam kamar mandi seraya mengeringkan rambut dengan handuk kecil, sebelum pergi keluar kamar dia merapikan tempat tidurnya terlebih dahulu.


Kanaya melihat sekeliling tetapi tidak ada orang yang terlihat, “Kemana semua penghuni rumah? Apa memang selalu sepi seperti ini?” gumam nya.


“Apa yang sedang kamu cari?” tanya zayn, kanaya langsung menoleh ke asal suara.


“A-aku mencari tante,” jawab kanaya terbata.


“Mama sedang pergi belanja dengan bi lena dan joe, apa ada yang kamu perlukan?”


“Ti-tidak ada,” kanaya menggelengkan kepala nya.


“Oh kalau begitu lebih baik kamu sarapan dulu, tadi bi lena sudah menyiapkan ini sebelum pergi,” zayn duduk di kursi kemudian mengambil piring di ikuti oleh kanaya.


Mereka berdua sarapan dalam diam, sesekali kanaya melirik laki-laki yang ada di hadapan nya, kenapa situasi nya tidak mengenakan seperti ini? Lalu entah kenapa aku merasa seperti pengantin baru, astaga apa sih yang sedang aku pikirkan?


Deg... Deg...


Kenapa jantungku berdebar kencang seperti ini? Bagaimana kalau laki-laki itu mendengarnya?


Kanaya terus melirik ke arah zayn, “Habiskan sarapan mu jangan terus melihat ke arah ku!”


Kanaya menjadi salah tingkah karena tertangkap basah sedang memperhatikan zayn.


“Si-siapa yang melihatmu?” elak kanaya dengan gugup.


Zayn melanjutkan sarapannya, setelah selesai kanaya membawa piring kotor ke dapur kemudian mencuci nya sedangkan zayn memperhatikan nya dengan diam.


“Mau apa dia?” Gumam zayn seraya mengikuti kanaya ke dapur.


“Sedang apa kamu?” Tanya zayn.


“Aku sedang mencuci piring, apa kamu tidak melihat?”


“Iya aku tau, tapi kenapa kamu mencuci piring? Kan sudah ada bibi yang mengerjakan nya.”


“Aku sudah terbiasa mencuci bekas makan ku,” sahut kanaya tanpa menoleh.


Setelah selesai kanaya berbalik hendak meletakan piring itu ke rak, tetapi dia tidak menyangka kalau zayn ada di belakang sehingga kanaya tidak sengaja bertubrukan dengan zayn.


Deg... Deg...


“Sepertinya memang hobi mu itu menabrak ku ya? Lihat baju ku jadi basah seperti ini,” zayn memundurkan tubuh nya supaya kanaya tidak dapat mendengar suara jantung nya yang kini sedang berdebar.


“Ke-kenapa kamu ada di belakangku? Aku kan tidak tau kalau ada kamu,” sahut kanaya.


Zayn tidak menyahut dia memilih pergi ke halaman belakang untuk menenangkan diri, sedangkan kanaya memilih masuk ke kamar setelah memasukan piring ke dalam rak.

__ADS_1


__ADS_2