KANAYA

KANAYA
30. Kebenaran nya.


__ADS_3

Zayn menghampiri mama elva, “Ma, apa mama terluka karena sikap ku tadi?” mama elva hanya diam saja.


“Maafkan zayn ma, zayn tidak bermaksud melukai hati mama,” zayn menggenggam tangan mama elva.


“Mama kenapa diam saja?” mama elva memalingkan wajah nya enggan menatap putra satu-satu nya itu.


“Jawab zayn ma.”


“Zayn,” panggil kanaya seraya menggelengkan kepalanya.


“Tante bagaimana kalau tante istirahat saja di kamar kanaya?” mama elva mengangguk, kanaya mengajak mama elva ke kamar meninggalkan zayn seorang diri di ruang tamu.


Tidak lama kanaya kembali lagi ke ruang tamu lalu duduk si sebelah zayn, “Untuk malam ini saja biarkan tante elva tinggal bersama ku.”


“Apa mama cerita sesuatu dengan mu?”


“Tidak, tante hanya diam dan menangis saja dari tadi.”


“Aku merasa bersalah dengan mama, seharusnya aku tidak perlu bersikap seperti itu agar mama tidak khawatir dan terus menanyakan keadaanku.”


“Seorang ibu akan tetap merasakan walaupun kita menyembunyikan nya serapat mungkin, coba lah untuk lebih terbuka dengan tante.”


Zayn menghela nafas, “Zayn,” kanaya menyentuh tangan zayn membuat detak jantung laki-laki itu berdebar cepat.


“Y-ya,” sahut nya.


“Lebih baik kamu pulang dan istirahat di rumah, sebab kamu juga harus beristirahat agar kondisi mu semakin membaik.”


“Kalau begitu aku titip mama ya, jangan lupa untuk mengabari ku.”


“Baiklah,” kanaya tersenyum.


Kanaya mengantar zayn sampai ke depan setelah zayn pergi di menutup pintu lalu kembali ke kamar nya, baru saja dia sampai di kamar mama elva sudah tidak kuasa menahan tawa nya.


“Bagaimana kanaya?”


“Ya akting tante bagus, tetapi aku jadi merasa bersalah sebab ikut-ikutan bersandiwara dengan tante.”


“Biarkan saja, salah siapa membuat tante kesal.”


Kanaya tersenyum melihat tingkah mama elva sehingga membuatnya teringat akan kedua orang tua nya, “Kanaya,” panggil mama elva.


“Ya tante.”


“Begini, apa kamu tidak memiliki perasaan dengan anak tante?” tanya mama elva dengan wajah serius.


“A-aku,” sahutnya gugup membuat mama elva tersenyum.


“Zayn adalah anak yang tertutup sangat sulit baginya menunjukan apa yang dia rasakan, walupun begitu tante sangat paham dengan sifat nya.”


Kanaya diam mendengarkan, “Kanaya, apa kamu tau kalau zayn menyukaimu?” tanya mama elva.


Kanaya menunduk, “Sebenarnya zayn sudah mengatakan nya kepada kanaya waktu kita pergi ke pantai waktu itu.”


“Sungguh, kapan dia mengatakan nya? Kok tante tidak tau kalau kalian berdua pergi ke pantai.”


“Beberapa hari sebelum zayn masuk rumah sakit tante.”


“Lalu apa kamu sudah memberikan jawaban?” tanya mama elva antusias.


“Belum tante, sebenarnya saat aku datang menjenguknya sekalian untuk memberikan jawaban atas pernyataan nya tetapi aku urungkan.”


“Kenapa?”


“Sebab saat itu zayn melihat sepupuku zelvin memeluk aku, jadi karena itu dia kesal dengan kanaya.”


“Sepupu?” tanya mama elva.


“Iya tante, putra nya tante jia dan om denilson.”


“Oh iya tante ingat, dulu jia pernah cerita kalau putra nya tinggal di luar negeri.”


“Iya tante, waktu di rumah zayn mengatakan nya dia mengira orang yang aku maksud saat itu adalah zelvin.”


“Kini tante jadi tau kenap zayn bersikap aneh akhir-akhir ini, oh ya kanaya memangnya saat itu kamu mau menjawab apa?” tanya mama elva penasaran.


Kanaya tersenyum, “Rahasia,” sahut kanaya.


“Oh gitu ya kamu main rahasia-rahasiaan dengan tante.”


“Tante hadir kan ke acara pernikahan kak nesya dan kak joe bulan depan?”


“Tentu saja, walaupun banyak pekerjaan sekalipun tante tetap akan datang sebab joe sudah tante anggap anak tante sendiri, bagaimana kalau tante meminta zayn menjemputmu supaya kita berangkat bareng?”


“Maaf tante tapi aku datang bersama zelvin dan juga istrinya, jadi kita bertemu di sana saja?”


“Oh begitu, ya sudah kita bertemu di sana saja.”


...°°°°°°°°...


Setelah mengambil cuti dadakan nesya berpamitan untuk pulang ke desa menemui ibu nya, sepanjang jalan nesya begitu khawatir apalagi beberapa waktu lalu ibu nya baru saja keluar dari rumah sakit.


Melihat kekasihnya begitu gelisah joe menggenggam tangan nesya begitu lembut, “Jangan khawatir semua nya akan baik-baik saja.”


Nesya mengangguk, “Istirahatlah, kita masih harus menempuh perjalanan selama tiga jam lagi, jika kamu lelah katakan saja kita cari tempat istirahat,” lagi-lagi nesya hanya mengangguk.


Joe merangkul tubuh nesya agar dia dapat bersandar di pundak nya seraya mengelus perut rata nesya, tidak terasa mereka telah sampai di kediaman nya nesya, rumah yang begitu sederhana berbanding terbalik dengan kediaman joe.

__ADS_1


“Ini rumah mu?” tanya joe.


“Ya.”


Saat nesya hendak mengetuk pintu ibu hanum menghampiri mereka berdua, “Nesya,” panggil nya.


Nesya memeluk ibu hanum begitu erat, “Kenapa sayang? Apa ada masalah di kota?” tanya ibu hanum.


Nesya menggeleng, “Ya sudah kalian berdua masuk lah dulu, kalian pasti lelah kan? Oh ya jam berapa kalian berangkat dari kota? Lalu bagaimana kabar kanaya sudah lama dia tidak datang ke rumah, oh ya lalu laki-laki ini siapa?” tanya ibu hanum bertubi-tubi.


“Ibu, bertanya nya satu-satu dong biar nesya bisa kasih jawaban.”


“Iya, oh tunggu sebentar ibu lupa menyediakan minum kalian duduk dulu ya,” ibu hanum bergegas ke dapur lalu kembali lagi membawakan minuman.


“Jadi siapa dia nes?” tanya ibu hanum seraya duduk di bangku.


“I-ini,” nesya nampak gugup.


“Perkenalkan saya jovandra calon suami nya nesya bu,” sahut joe langsung memperkenalkan diri.


“Ca-calon suami?” tentu saja ibu hanum bingung, sebab terakhir kali putri nya ke sini dia belum memiliki pacar tetapi tiba-tiba ada seorang pemuda yang mengatakan bahwa dia adalah calon suami dari putri nya.


“Ne-nesya, jangan bercanda kamu ya?”


“Di-dia benar calon suami nesya bu, alasan aku ke sini ingin memberitahu hal ini sama ibu.”


Ibu hanum hanya terdiam, “I-ibu bulan depan kami akan melangsungkan pernikahan.”


“Kenapa kamu memutuskan hal ini tanpa memberitahu ibu dulu?” tanya ibu hanum.


“Ma-maafkan nesya bu,” nesya terisak.


“Apa terjadi sesuatu diantara kalian sehingga kalian memutuskan menikah secepat itu?”


Mereka berdua hanya diam, “Katakan!” nampak sekali ibu hanum begitu marah.


Namun mereka bingung ingin mengatakan nya bagaimana, “Apa kamu hamil nesya?” tanya ibu hanum dengan menahan air mata nya.


Bukan menjawab nesya hanya menangis, “Ma-maafkan saya bu, ini adalah kesalahan saya," ucap joe.


Ibu hanum memegang dada nya yang begitu sesak, melihat itu nesya langsung bersimpuh di hadapan ibu nya meminta pengampunan.


“Maafkan nesya bu,” pinta nya tetapi ibu hanum hanya diam.


Joe hendak menghampiri ibu nya nesya tetap wanita itu melarang nya.


“Saat kalian melakukan nya apa kamu ingat dengan sumpah mu nesya?” nesya hendak menjawab tetapi ibu hanum langsung mengatakan hal yang lain.


“Harusnya saya tidak bertanya, sebab jika kamu ingat kamu tidak akan melakukan nya.”


Ibu hanum berdiri ingin masuk ke kamarnya, “Kalian bahkan sudah memutuskan kapan pernikahan kalian diadakan, jadi untuk apa kalian datang kesini? Kalian bisa menginap di sini dan kembalilah ke kota besok,” ibu hanum meninggalkan mereka berdua dengan perasaan yang terluka.


...°°°°°°°°...


Hingga tepat hari ini mereka berdua melangsungkan pernikahan namun orang tua nesya nampak tidak hadir untuk ikut merayakan hari bahagia putri nya.


“Sepertinya ibu benar-benar marah dengan ku,” gumam nesya.


Joe menghela nafas saat melihat kesedihan terpancar di wajah nesya, “Sayang, bagaimana pun ibu mu butuh waktu untuk menerima semua nya, aku mohon tersenyum lah untuk hari ini.”


“Bagaimana aku bisa tersenyum di saat ibu ku tidak ikut merayakan hari bahagia kita?”


Tidak lama beberapa orang datang menghampiri mereka dan mengatakan acara nya akan segera di mulai, joe menggandeng tangan nesya, “Tersenyum lah, hari ini kamu menjadi seorang ratu.”


Nesya mengangguk, mereka berdua berjalan menuju aula tempat di mana pesta itu berlangsung, saat pintu terbuka dekorasi bernuansa gold menghiasi aula tersebut.


Nesya melangkahkan kaki nya dengan anggun sambil bergandengan dengan joe, dia nampak begitu cantik dengan mengenakan gaun berwarna coklat keemasan senada dengan setelan jas yang dikenakan joe.


Nesya melihat ke sana dan kemari tetap dia tidak melihat satu pun orang yang dia kenal, “Saat ini baru tamu dari mama saja yang hadir,” bisik joe.


Nesya mengangguk, “Wah cantik sekali menantu mu,” puji salah satu teman mami nya joe.


“Tentu saja, Sebab Make Up Artist (MUA) yang aku pakai sudah profesional wajar saja dia bisa membuat wajah menantu ku menjadi cantik seperti yang kamu katakan,” mendengar itu nesya hanya tersenyum saja.


...°°°°°°


...


Kanaya baru saja sampai, setelah menanda tangani buku tamu dan memberikan hadiah dia langsung masuk ke dalam aula dan menghampiri kedua mempelai.


Setelah mengucapkan selamat ke pengantin kanaya bergegas mendatangi bianca dan frans untuk sekedar berbincang seraya mengusap perut bianca yang sudah mulai membuncit itu.


Tidak jauh dari tempat kanaya berdiri ada kak david dan rekan nya sesama model, setelah berpamitan dengan bianca dan juga frans kanaya langsung menghampiri mereka dan mengobrol banyak hal.


Tak lama kemudian mama elva dan zayn sudah tiba di sana, melihat itu kanaya langsung pergi menemui mereka, “Hai tante,” sapa kanaya tersenyum.


“Tante sangka kami belum datang, kamu sangat cantik iya kan zayn,” mama elva menyenggol zayn.


Zayn melihat kearah kanaya, “Ya,” jawab nya singkat membuat wajah kanaya memerah.


“A-apa tante sudah melihat pengantin nya?”


“Belum tante kan baru saja sampai, kalau begitu tante ke sana dulu ya.”


“Iya tante.”


“Kamu jangan pergi kemana-mana!”

__ADS_1


“Iya tante.”


“Ayo zayn temani mama,” mama elva langsung menarik tangan zayn.


Kanaya tersenyum melihat mama elva menarik paksa zayn, “Hey, kenapa kamu tersenyum seperti itu,” tanya zelvin seraya menyentuh pipi kanaya dengan telunjuk.


“Astaga kamu mengagetkan ku, loh dimana istrimu?” tanya kanaya.


“Sedang ke toilet.”


“Lalu kenapa kamu malah di sini bukan nya temani istrimu?”


“Masa iya aku harus temani vero ke toilet wanita? Kalau sampai aku di sebut mesum kan bahaya.”


“Walaupun kamu tidak menemani nya di toilet pun memang wajah mu sudah mesum.”


“Wah sudah berani kamu ya?” kanaya terkekeh.


Tidak lama mama elva dan juga zayn menghampiri mereka, nampak sekali jika zayn tidak suka dengan zelvin, “Oh ya tante kenalkan dia zelvin.”


“Oh ini yang nama nya zelvin yang diceritakan oleh kanaya, ternyata lebih tampan dari pada yang di foto,” puji mama elva.


“Haha tante bisa saja, yang di sebelah tante itu siapa?” tanya zelvin.


“Perkenalkan dia zayn anak tante.”


“Anak? Aku sangka dia adik tante habisnya wajah tante begitu cantik dan tidak terlihat seperti mama nya.”


“Oh maksud kamu muka aku tua begitu?” gerutu zayn, mama elva mencubit pinggang zayn pelan sambil tersenyum.


“Haha, jangan menggoda tante seperti itu.”


“Aku itu berkata dengan jujur, tante memang terlihat begitu cantik.”


“Oh ya perkenalkan aku zelvin,” dia mengulurkan tangan nya memperkenalkan diri, tetapi zayn tidak membalas uluran tangan nya dan pergi begitu saja keluar dari gedung.


Melihat zayn sangat kesal membuat mama elva dan kanaya menahan tawa nya sedangkan zelvin diam sambil melihat tangan nya, “Entah hanya perasaan ku saja atau anak nya tante itu tidak suka padaku?” bisik zelvin.


“Dia memang seperti itu apalagi kalau sedang cemburu,” sahut kanaya.


“Cemburu? Dengan siapa, apa dengan ku?” kanaya mengangguk.


“Loh kok bisa? Perasaan aku hanya bertemu dengan nya hari ini?”


“Sebab dia mengira kalau aku menyukaimu?”


“Hah?” zelvin semakin bingung.


Dari kejauhan terlihat vero menghampiri mereka, “Kamu tuh ya aku cariin ternyata di sini,” kesalnya sambil mencubit pinggang zelvin.


“Ma-maaf sayang, oh ya tante perkenalkan dia istriku vero.”


“Halo tante, salam kenal.”


“Cantik ya istrimu.”


“Terima kasih, tante juga terlihat sangat cantik,” puji vero sambil tersenyum.


“Oh ya kanaya itu maksud kata-kata mu yang tadi apa?” zelvin masih penasaran.


“Jadi dia pernah melihatmu memelukku waktu itu maka nya dia cemburu karena menyangka kalau aku menyukaimu.”


“Begitu ternyata jadi kamu menjadikan aku kambing hitam ya? Tapi tak apa dengan begitu aku paham kenapa dia bersikap seperti itu.”


“Sepertinya dia sangat menyukaimu kanaya, kenapa tidak kamu katakan saja yang sebenarnya?” tanya vero.


“Haha, tapi wajah kesal nya sangat lucu,” sahut kanaya terkekeh.


“Astaga kenapa sepupu mu ini sangat mirip sekali dengan mu, tante tau zelvin tuh paling hebat jika buat orang lain kesal, apalagi saat kita baru sampai di bandara entah sudah berapa banyak wanita yang di bilang cantik oleh nya.”


“Benarkah? Padahal wajah nya terlihat lugu,” jawab mama elva tidak percaya.


“Ya memang wajah nya terlihat sangat lugu maka nya dia memanfaatkan nya dengan menggoda para wanita.”


“Apa kamu tidak cemburu?” tanya mama elva.


“Tidak, aku sudah mengenalnya lagi pula dia bersikap seperti itu hanya dengan wanita seusia tante, justru di banding aku zelvin lah yang memiliki sifat cemburuan.”


Tidak lama zayn datang menghampiri mereka, “Ma, mau pulang jam berapa?” tanya nya.


“Sebentar lagi, mama lagi asik nih mengobrol dengan mereka.”


“Siapa itu sayang?” tanya vero sambil berbisik.


“Ya itu orang yang cemburu dengan ku,” sahut zelvin ikut berbisik.


“Oh begitu, tampan juga ya?” celetuk vero membuat zelvin menatap nya kesal sedangkan yang di tatap malah tertawa.


“Ah hampir saja aku lupa, aku ingin memberikan kabar bahagia dengan kalian,” ujar zelvin dengan wajah sumringah.


Merasa tenggorokan nya terasa kering zayn mengambil air minum terlebih dahulu setelah itu dia kembali berkumpul dengan mereka, “Jadi aku baru tau kabar ini pagi ini.”


Zayn meminum air nya dan tidak ingin tau apa yang akan di katakan oleh zelvin, “Cepat lah, kenapa tidak kamu katakan langsung?” tanya kanaya tidak sabar.


“Jadi aku baru tau kalau istriku saat ini sedang mengandung,” ucap zelvin membuat mereka terlihat begitu bahagia, sedangkan zayn tersedak dengan air yang dia minum selepas mendengar ucapan zelvin.


“Istri?” tanya zayn di sela batuk nya.

__ADS_1


“Iya, perkenalkan dia istriku vero,” zelvin merangkul pinggang vero dan tersenyum kearah zayn.


Zayn menatap kanaya dengan kesal setelah mengetahui kebenaran nya sedangkan kanaya hanya tertawa saja melihat wajah kesal zayn.


__ADS_2