
Pagi ini zayn dan mama elva tengah sarapan tetapi tidak seperti biasa mama elva hanya diam saja sedari tadi, setelah menghabiskan makanan nya mama elva bangun seraya membawa piring nya ke dapur selepas itu dia bergegas menuju ruang keluarga hendak menonton televisi, zayn mengikuti mama nya dari belakang sehingga membuat mama elva bingung sebab biasa nya setelah sarapan zayn akan langsung kembali ke dalam ruang kerja nya dan tidak keluar lagi hingga jam makan siang.
“Tumben kamu ke sini? Kamu mau ikut nonton sinetron?” tanya mama elva.
“Tidak, zayn hanya mau menemani mama saja.”
“Tidak seperti biasa nya? Apa kamu sedang senggang atau sudah tidak ada berkas yang harus kamu periksa?”
“Masih ada, tapi zayn lagi ingin temani mama saja,” sahut nya seraya mendudukkan tubuh nya di sofa lalu dia mengambil buku untuk di baca.
Bilang saja kamu takut mama nya beneran cari daddy baru.
Mama elva mengambil ponsel nya yang berdering tanda pesan masuk, tidak lama senyuman lebar terukir pada wajah nya membuat zayn berpikir bahwa yang mengirimkan pesan adalah laki-laki yang kini dekat dengan mama nya itu.
“Nanti akan ada yang datang mama mau siap-siap dulu,” mama elva bergegas masuk ke dalam kamar meninggalkan zayn yang masih termenung menatap bingung punggung wanita itu dari kejauhan.
...°°°°°°°...
Satu jam telah berlalu mama elva keluar dari kamarnya dengan mengenakan pakaian yang rapi, beberapa kali mama elva melihat penampilan nya pada cermin membuat zayn yang melihatnya kebingungan.
Apa mungkin yang akan datang nanti adalah laki-laki itu? Kalau di lihat dari raut wajah mama seperti nya mama sangat menyukai dia.
“Nyonya ada tamu,” ujar salah satu ART nya.
Mama elva bergegas menemui tamu yang telah di tunggu nya sedari tadi, tidak lama terlihat mama elva mengajak kedua gadis itu untuk masuk ke dalam dan mempersilakan mereka duduk.
“Bi tolong bawakan minum dan cemilan untuk mereka ya,” pinta mama elva.
“Tidak perlu repot-repot tante,” ujar kanaya.
“Tidak repot kok.”
Mendengar suara wanita dari arah ruang tamu membuat zayn penasaran dan juga heran sebab tidak seperti biasa mama nya bergaul dengan anak muda.
Zayn melihat sejenak ke ruang tamu untuk mengetahui siapa yang datang, Sepertinya aku pernah melihat kedua wanita itu, tapi di mana ya? Batin nya seraya mengingat-ingat.
Tidak lama baru lah zayn tersadar siapa wanita itu, dengan memasang wajah datar zayn menghampiri mama nya ke ruang tamu.
“Siapa ma?” Tanya zayn berbasa-basi.
“Oh dia kanaya dan juga nesya, bukan nya kamu juga sudah pernah bertemu dengan mereka?”
“Ya aku baru ingat kita sudah bertemu dua kali saat di negara S dan juga di sini,” ujar zayn melihat ke arah nesya.
Lalu zayn melirik ke arah kanaya, “Sedangkan dia aku sudah bertemu empat kali,” lanjut zayn seraya menatap tajam ke arah kanaya.
__ADS_1
Nesya menyenggol tangan kanaya kemudian berbisik, “Kamu ada masalah apa dengan laki-laki ini? Seperti nya dia sangat kesal sekali kepadamu?”
“Tidak tau kak,” sahut nya ikut berbisik.
“Kamu jangan menatap nya dengan raut wajah seperti itu, kamu membuat mereka takut!”
“Siapa yang menatap mereka?” jawab zayn datar lalu dia duduk di samping mama elva.
“Memang nya kamu pernah bertemu dengan kanaya di mana?”
“Pertama di supermarket dan pertemuan kedua di kafe dia juga sudah menumpahkan minuman nya ke jas milikku, tidak aku sangka sekarang malah bertemu dengan nya lagi.”
“Kenapa suasana yang tadi hangat mendadak dingin begini ya?” bisik nesya.
“I-iya kak.”
Tidak lama ART mereka datang lalu meletakan minuman dan cemilan di meja, “Silakan di nikmati non, saya permisi.”
“Terima kasih,” ucap kanaya, Bibi yang mengantarkan hanya tersenyum dan mengangguk kemudian pergi kembali kebelakang.
Zayn masih menatap dingin ke arah mereka ,semakin membuat suasana semakin canggung.
“Oh iya ini untuk tante,” kanaya memberikan parsel buah kepada mama elva.
“D-dan aku kesini selain ingin bertemu dengan tante aku juga ingin mengembalikan jaket yang kamu pinjamkan untuk ku saat itu, terima kasih juliyant,” kanaya memberikan sebuah paper bag kepada zayn.
Zayn hanya diam seraya mengambil paper bag itu tanpa bertanya kenapa gadis di depan nya itu salah menyebutkan nama nya sebab dia tau alasan kenapa kanaya memanggilnya juliyant.
“Oh iya kanaya, apa kamu sedang libur?” Tanya mama elva.
“Iya tante hari ini jadwal ku kosong hanya beberapa endorse saja,” jawab kanaya sopan.
“Wah banyak juga pekerjaan mu, tante sangka jadi model itu hanya sekedar berlenggak-lenggok di atas catwalk pasti kamu sangat lelah?”
“Iya lumayan tante, tetapi di bandingkan aku pekerjaan kak nesya yang lebih banyak sebab selain mengatur jadwal ku dari aku terbangun sampai aku tertidur, kak nesya juga harus mengerjakan hal lain nya.”
“Wow, Nesya kamu pasti sangat pusing ya mengatur jadwal pekerjaan kanaya?” Tanya mama elva.
“Ya kadang sih tante, kalau model nya lagi senang pekerjaan juga enak tapi kalau modelnya sedang badmood baru dah nesya pusing sebab apapun yang di kerjakan pasti jadi serba salah,” ujar nesya menyenggol kanaya.
“Memang kanaya mood nya mudah berubah ya? Padahal kelihatannya sangat manis,” goda mama elva sambil tersenyum lebar.
“Manis apa nya tante? Kanaya itu aslinya susah sekali di atur apalagi kalau masalah cemilan, hadeehh aku sampai harus kucing-kucingan dengan nya,” Keluh nesya.
Mama elva terkekeh sedangkan kanaya memukul pelan pundak nesya, “Kamu kenapa diam saja dari tadi?” mama elva menyenggol zayn yang tengah sibuk membaca buku.
__ADS_1
“Memangnya aku harus bagaimana ma? Aku di sini Cuma mau temani mama saja, sudah kalian lanjutkan saja mengobrol nya.”
“Hmm, sudah abaikan saja dia anggap saja dia patung yang terbuat dari es,” ujar mama elva.
Mereka bertiga melanjutkan mengobrol namun obrolan mereka terhenti karena ponsel kanaya bergetar, gadis itu mengambil ponsel nya di saku setelah melihat isi pesan dari frans raut wajah ceria kanaya langsung berubah seketika.
Nesya yang menyadari sesuatu langsung bertanya, “Siapa yang mengirim pesan? Apa isi nya?” tanya nesya khawatir.
“Iya kanaya ada apa? Kenapa wajah mu pucat, apa kamu tidak enak badan?” tanya mama elva.
“Frans mengirim aku pesan, d-dia bilang kalau kak justin sudah mengetahui dimana kita tinggal dan sekarang kak justin sudah pergi ke rumah, bagaimana ini kak?” ucap kanaya khawatir.
“Bagaimana dia bisa tau? baiklah kalau begitu untuk sementara ini kita sewa apartemen atau menginap di hotel saja."
“I-iya,” nampak sekali jika kanaya sedang ketakutan sekarang.
Mama elva hanya diam sebab dia tidak tau apa yang terjadi, tapi satu hal yang pasti dia tau kalau kanaya sedang tidak baik-baik saja.
“Tante, kalau begitu kita permisi dulu jika ada waktu kita berdua akan datang lagi,” pamit nesya.
“Bagaimana jika kalian menginap saja di sini,” ucap mama elva.
Zayn menatap mama nya dengan tatapan penuh tanya, “Ma, kenapa mama malah mengizinkan orang yang baru kita kenal menginap di rumah kita?” protes zayn.
“Terima kasih atas tawaran tante, tapi kita berdua tidak mau merepotkan tante lagi pula kita berdua bisa tinggal hotel untuk sementara,” nesya mengambil tas kemudian mereka berdua hendak pergi.
“Tante tidak tau apa yang terjadi tapi dari pada menginap di luar belum tentu aman lebih baik tinggal di sini kan? Dan tante juga tidak merasa repot justru tante senang sebab ada teman mengobrol,” bujuk mama elva.
Akhirnya zayn pasrah dengan keputusan mama nya itu, “Tapi tante,” ucap kanaya terpotong.
“Ikuti saja kemauan mama ku,” zayn berdiri dari duduk nya lalu memanggil pelayan mereka untuk membersihkan kamar tamu setelah itu zayn langsung pergi ke kamarnya.
Kanaya menatap punggung laki-laki itu dari kejauhan, “Maaf tante kanaya jadi merepotkan.”
“Tidak perlu sungkan seperti itu, tante senang kok kalau kanaya dan nesya tinggal di sini.”
“Biar kanaya saja yang di sini tante, kalau begitu nesya pamit dulu ya tante.”
“Loh kok kamu pergi? Kenapa tidak tinggal di sini juga?” tanya mama elva.
“Aku masih ada pekerjaan yang harus di urus, lagi pula laki-laki itu hanya menginginkan kanaya saja bukan aku jadi cukup kanaya saja yang bersembunyi di sini untuk sementara waktu.”
“Tidak, aku mau ikut kakak saja,” tolak kanaya.
“Kali ini kamu harus dengar ucapan ku, aku tidak mau kejadian seperti itu terulang lagi,” bujuk nesya.
__ADS_1
Akhirnya kanaya menuruti ucapan nesya, selepas itu nesya pun berpamitan kepada mama elva lalu keluar menuju mobil nya yang terparkir, sebelum pergi nesya melambaikan tangan nya setelah itu dia pun pergi dengan mobil nya.