KANAYA

KANAYA
27. Bianca dan frans.


__ADS_3

Sehabis mengantarkan mereka joe bergegas kembali ke kantor, karena kepala nya terasa sedikit pusing zayn memilih merebahkan tubuh nya di sofa, “Kamu mau bubur?” tanya mama elva.


Zayn mengangguk, “Ya sudah kamu tiduran saja di kamar bawah kalau tidak di ruang tengah, jangan di ruang tamu sofa nya kecil."


“Kanaya sayang tolong temani zayn dulu ya sebab dia tidak pernah mau mendengarkan tante.”


“I-iya tante.”


“Zayn jangan tiduran di situ!” kesal mama elva.


“Iya,” sambil di bantu kanaya dia memilih tiduran di dekat televisi sebab jarak nya lebih dekat di bandingkan dengan kamar tamu.


“Hati-hati,” kanaya menyusun bantal agar lebih tinggi.


“Terima kasih.”


“Ya sama-sama, apa kamu butuh sesuatu?” tanya kanaya.


“Tidak, apa kamu tidak bekerja?”


“Tidak, jadwal ku hari ini kosong kalau besok baru aku bekerja.”


“Pemotretan lagi?”


“Bukan, tapi aku bekerja di pameran otomotif.”


“Oh, aku sangka kamu hanya bekerja jadi model majalah saja, jika acara seperti itu pasti banyak orang-orang yang mengajak mu berkenalan ya?”


“Bukan di acara seperti itu juga banyak yang ingin berkenalan dengan ku zayn.”


“Apa kamu tidak lelah harus bekerja seperti itu? Bukan kah kamu terlahir dari keluarga berkecukupan? Lalu yang aku tau toko kue yang di kelola tante jia saat ini dan juga mackenzie jewelry adalah milik mu, kenapa kamu tidak meneruskan nya?”


“Aku hanya terlahir dari keluarga berkecukupan tetapi aku besar di sebuah panti asuhan sederhana, aku sudah terbiasa bekerja keras tanpa mengandalkan pemberian orang lain sebab aku merasa sudah cukup sedari kecil apa yang aku pakai dan aku makan semua pemberian dari orang lain.”


“Lagi pula walaupun itu adalah milik ku tetapi om dan tante yang mengurusnya selama ini jadi aku mempercayakan nya saja kepada mereka, apalagi membuat kue bukan bidang ku,” sahut kanaya tersenyum.


“Oh begitu.”


“Ya mumpung belum menikah, aku ingin melakukan semuanya sesuai dengan keinginanku sebab aku tidak yakin jika sudah memiliki pasangan apa aku masih di izinkan untuk bekerja seperti ini.”


Zayn tersenyum kecil, “Apakah kamu belum mau menikah?”


“Jika sudah ada pasangan nya siapa sih yang tidak mau menikah apalagi di usia ku yang sudah menginjak angka dua puluh lima, tetapi untuk sekarang seperti nya tidak dulu sebab masih banyak hal yang harus aku urus.”


“Lalu apa kamu sudah menemukan pasangan nya?”


Kanaya tersenyum lalu menjawab, “Sudah,” kanaya menunduk malu.


Tetapi mendengar jawaban dari kanaya justru zayn malah teringat dengan laki-laki itu membuat hati nya terasa sangat nyeri.


“Apa dia laki-laki yang memeluk mu kemarin,” celetuk zayn pelan tetapi kanaya masih dapat mendengar nya.


“Kamu mengatakan apa?” tanya kanaya memastikan.


“Iya kamu bilang kamu sudah menemukan nya, apa dia laki-laki yang memeluk mu kemarin di depan rumah mu itu?”


Kemarin? Apa laki-laki yang di maksud zayn adalah zelvin ya? Apa dia melihat nya, aku bahkan tidak memperhatikan kalau dia berada di sana, apa dia sedang cemburu dengan zelvin? Kenapa dia sangat kesal seperti itu?


Muncul sebuah ide untuk menggoda zayn, “Ya begitu lah, tetapi laki-laki itu belum juga menyadari kalau aku juga suka dengan nya.”

__ADS_1


Ternyata kanaya menyukai laki-laki itu, Berarti benar cinta ku bertepuk sebelah tangan saja.


“Sudah sore kamu pasti sangat lelah lebih baik kamu pulang dan istirahat, lagi pula aku juga mengantuk.”


Kanaya menahan tawa nya, lihatlah sikap nya itu sebenarnya aku datang menemui dia di rumah sakit selain menjenguk nya aku juga ingin memberikan jawaban atas pernyataan cinta nya, tapi sepertinya lebih menyenangkan jika aku menggoda dia terlebih dahulu.


Tidak lama terdengar suara dengkuran halus, “Cepat sekali dia tertidur, rupa nya dia benar-benar mengantuk.”


Setelah berpamitan dengan mama elva dia bergegas pulang ke rumah, sepanjang jalan kanaya tersenyum mengingat ekspresi wajah zayn yang saat mengusirnya secara halus tadi.


...°°°°°°°°


...


Setibanya di rumah kanaya hendak masuk ke dalam tetapi seorang wanita menghentikan nya, “Tunggu kanaya!”


“Bianca, mau apa kamu memanggilku?” tanya kanaya terkejut.


“Ada yang ingin aku sampaikan kepadamu, apa kita bisa mengobrol?”


“Baiklah, silakan masuk kita bicara di dalam saja,” kanaya mengajak bianca masuk.


Kanaya menyiapkan minuman berserta cemilan untuk nya, “Silakan!” kanaya duduk bersebrangan dengan bianca.


“Terima kasih,” sahut bianca.


“Apa yang ingin kamu bicarakan dengan ku?”


“Sebenarnya begini,” bianca nampak ragu, “Keluarga ku mengalami kebangkrutan dan rumah kami di sita oleh bank.”


Kanaya nampak terkejut tetapi dia tidak mengeluarkan ekspresi apapun, “Lalu kenapa kamu menceritakan masalah keluarga mu dengan ku?”


“Dengan ku bagaimana? Aku bahkan tidak tau apapun mengenai perusahaan keluarga mu?”


“Ya kamu memang tidak tau, tetapi sepupu mu yang melakukan semua ini kepada keluarga ku.”


“Sepupuku? Apa sih maksudnya?” kanaya nampak kesal.


“Kemarin sepupu mu membatalkan kerja sama dengan perusahaan keluarga ku, bahkan mereka menolak memberikan pinjaman dana penyebabnya karena dia melihat kakak ku memaksa mu masuk ke dalam hotel, selain itu sekarang kakak berada dalam penjara dan suamiku juga pergi meninggalkan ku,” bianca menangis sambil menunduk.


“Frans meninggalkan mu kenapa?” tanya kanaya terkejut.


“Sebab orang yang mengancam akan menyakiti keluarga nya kini sudah mendekam di penjara,” bianca menarik nafasnya dalam seakan terasa sesak.


“Lalu sekarang aku sedang mengandung anak nya frans, aku tidak tau lagi harus bagaimana sekarang,” bianca menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya lalu menangis.


Melihat itu kanaya ikut merasakan sedih dia bangun dari duduk nya lalu duduk di sebelah bianca hendak menenangkan, “Apa frans tau kalau kamu sedang hamil?” tanya kanaya seraya mengelus punggung nya.


Bianca menggelengkan kepala nya, “Aku pun baru tau kemarin, saat frans pergi dari rumah kepalaku terasa sangat berat dan aku tidak sadarkan diri, jadi aku di bawa ke rumah sakit ternyata dokter mengatakan kalau aku sedang mengandung dan usia kandungan ku sudah berjalan tiga bulan,” bianca terisak.


“Tenangkan diri kamu, kasihan bayi di dalam perut mu jika kamu seperti ini, minumlah dulu!” kanaya memberikan secangkir air dan juga tissue untuk nya.


“Kanaya maafkan aku, mungkin ini terjadi karena semua kesalahan ku kepadamu sebab aku kalian jadi berpisah, aku juga ingin meminta maaf atas sikap kakak ku kepada mu.”


“Aku sudah memaafkan mu jadi tidak perlu kamu bahas kembali kisah yang sudah berlalu, sekarang yang terpenting jaga kondisi mu sebab sekarang di tubuh ini bukan hanya ada kamu saja.”


“Terima kasih kanaya, kalau begitu aku pamit ya.”


“Baiklah, hati-hati!”

__ADS_1


Kanaya mengantarkan bianca sampai wanita itu naik ke dalam taksi, kemudian dia mengambil ponsel di tas nya lalu menghubungi seseorang.


“Bisakah kita bertemu?” tanya kanaya pada seseorang di seberang sana.


...°°°°°°°


...


Kanaya baru saja tiba di taman dia langsung mencari laki-laki yang ingin ditemuinya hingga dari kejauhan dia melihat nya sedang duduk di kursi dengan penampilan yang berantakan.


“Frans,” sapa kanaya.


Frans tersenyum, “Duduklah.”


“Terima kasih.”


“Kalau tiba-tiba kamu ingin bertemu dengan ku sepertinya kamu sudah tau tentang hubungan ku dan bianca, sebab aku tau sekali dengan mu yang selalu ingin ikut campur dengan semua hal padahal ini bukan lah masalahmu.”


“Ya, kamu memang tau segalanya tentang ku frans.”


“Tentu, aku mengenalmu bukan hanya sehari tapi sudah bertahun-tahun,” frans nampak menghela nafas.


“Sekarang kamu sudah aman kanaya dan aku pun sudah terbebas dari belenggu yang mengikatku dengan bianca,” ujarnya.


“Ya, tapi kenapa kamu menjadi seperti ini?”


“Entahlah, di satu sisi sekarang aku sudah tidak tertekan lagi tapi di sisi yang lain aku merasa ada yang kosong.”


“Frans, apakah pergi menjauh dari bianca itu keinginan hatimu?”


“Aku tidak tau.”


“Kenapa kamu tidak tanyakan pada hati kecil mu, apa kamu sungguh-sungguh ingin pergi meninggalkannya atau ego mu yang memaksamu pergi? Apa dengan menuruti ego mu kamu bahagia? “


“Siapa yang mengatakan aku tidak bahagia jika aku pergi meninggalkan nya?”


“Bukan hanya kamu tapi aku pun mengenalmu dengan baik frans.”


“Jangan kamu bohongi perasaan mu frans, aku yakin selama kamu menghabiskan waktu dengan nya perasaan mu sudah mulai tumbuh tetapi kamu terus saja membentengi hatimu karena justin yang masih membelenggu mu dengan ancaman nya.”


“Temui dia frans, dia sangat membutuhkan mu.”


“Aku masih perlu waktu untuk memikirkan nya," sahut frans.


“Baiklah, aku rasa sudah cukup bagiku meyakinkan perasaan mu semua keputusan ada di tangan mu, jika kamu tetap ingin mengakhiri pernikahan kalian sudahi lah dengan baik-baik.”


“Hanya itu saja yang ingin aku katakan kepada mu, oh ya bianca menemui ku bukan hanya memberitahuku kalau hubungan nya dengan mu sudah berakhir namun dia juga mengatakan kalau dia sedang mengandung anak mu sekarang.”


“Anak? Bianca sedang mengandung?” tanya frans.


“Ya, maka dari itu aku mengajakmu bertemu untuk memberitahu mu hal ini, sebab dari tadi kamu tidak menjawab telepon dari bianca.”


Frans tersenyum kelihatan sekali jika dia sangat bahagia mendengar kabar ini.


“Pergilah, temui dia katakan perasaanmu yang sebenarnya!”


Frans mengangguk dia langsung merapikan penampilan nya, “Apa sudah terlihat rapi?”


Kanaya mengangguk sambil tersenyum frans langsung memeluk kanaya, “Terima kasih kanaya,” setelah itu dia langsung berlari sekencang mungkin untuk menemui bianca.

__ADS_1


Semoga pernikahan kalian selalu di limpahkan kebahagiaan


__ADS_2