
Zeline kembali ke penginapan dengan perasaan kesal bahkan dia sampai membanting tas nya nya ke sofa, “Kurang ajar! Aku sangka jika kak denilson tau kalau si thomas itu bukan anak kandung ibu dia jadi berpihak pada ku, tetapi malah aku di semakin disalahkan.”
Sebelumnya, “Jadi apa maksudmu memberitahu aku tentang kak thomas sekarang?”
“Ya aku hanya ingin meminta bantuan kakak saja, agar aku mendapatkan hak ku lagi begitu juga dengan kakak,” tante zeline menggenggam tangan nya.
“Kamu benar-benar serakah, walaupun kak thomas bukan anak kandung ibu tapi dia anak kandung ayah jadi bagaimana pun dia itu tetap keturunan mackenzie sama seperti kita, lalu sekarang kamu membujuk ku untuk mengambil yang bukan hak kita, apa kamu sudah gila zeline?”
“Lalu bukan kah ibu sudah mengatakan alasan nya dengan jelas kenapa nama kita tidak tertulis di surat wasiat itu, apalagi yang mau kamu ambil dari kanaya?”
“Kembali lah ke negara mu!” om denilson menyodorkan selembar cek kepada tante zeline.
“Aku rasa ini cukup untuk mengembangkan usaha mu, jadi tolong jangan usik kanaya.”
Tante zeline hanya diam, “Aku mohon jangan ambil apapun dari nya lagi, sudah cukup dia kehilangan orang tua nya karena mu,” zeline nampak terkejut.
“A-apa maksud mu? L-lalu apa urusan nya anak itu kehilangan orang tua nya dengan ku?”
Om denilson menghela nafas, “Aku rasa kamu sudah tau maksudku,” om denilson menatap tante zeline.
“A-apa sih?”
“Aku sudah tau semua nya zeline, kamu kan yang membuat rem mobil kak thomas tidak berfungsi?”
“Jangan menuduh jika tidak ada bukti nya kak, lagi pula aku tidak mengerti masalah mobil jadi bagaimana bisa aku membuat rem mobil nya tidak berfungsi? Lagi pula kakak meninggal karena kecelakaan beruntun bukan karena rem itu kan.”
“Aku sudah menyelidiki semua nya zeline, dari kesaksian orang-orang yang mengatakan jika mobil milik kak thomas itu jarak nya sangat jauh dari tempat kecelakaan tetapi mobil itu masih saja meluncur hingga menabrak kendaraan yang mengalami kecelakaan di depan nya, padahal beberapa mobil yang jarak nya dekat saja masih dapat mengerem.”
“Lalu kenapa kakak menuduhku? Bisa saja kak thomas tidak memeriksa nya lagi.”
“Justru aku sempat memakai mobil itu sebelum dia membawa nya ke bengkel dan saat itu rem nya masih berfungsi dengan baik, selain itu ada juga bukti struk dari bengkel resmi kalau kakak habis menyervis mobil nya di sana sebelum dia berangkat ke suatu tempat bersama istri dan anak nya.”
“Ya siapa tau karyawan bengkel nya yang teledor.”
“Lebih tepat nya sih bukan teledor ya tetapi dia hanya mematuhi perintah seseorang untuk merusak rem mobil kak thomas, dan kebetulan nya lagi orang itu sedang butuh uang untuk biaya pengobatan ibu nya di rumah sakit dan juga untuk melunasi hutang-hutang nya jadi dia gelap mata dan melakukan hal itu tanpa berpikir akibat nya.”
“K-Kak.”
Om denilson menunduk, “Orang itu sudah di penjara zeline, tetapi tidak lama dia di temukan tidak bernyawa setelah mendengar jika ibu nya meninggal dunia sebab kesehataan nya menurun akibat syok saat tau anak nya di tangkap karena melakukan tindakan kriminal.”
“Sebelum di temukan meninggal, dia pernah berkata ke sesama tahanan jika dia selalu dihantui perasaan bersalah bahkan setiap malam dia selalu mimpi buruk.”
“Padahal aku tau siapa orang di balik itu semua, tetapi dengan bodoh nya aku pura-pura tidak tau untuk melindungi mu.”
“Aku tidak mengerti,” tante zeline menatap ke arah lain.
__ADS_1
“Aku adalah orang yang sangat berdosa bahkan untuk melindungi adik ku, aku sampai mengorbankan keadilan untuk kakak ku, dan bodoh nya lagi aku berharap kalau kamu akan berubah dan menyesali semua nya tetapi kamu malah semakin parah apalagi semenjak menikah dengan bima.”
“Tidak perlu merasa berkorban apapun, kamu tidak pernah mengerti apa yang aku rasakan bahkan ibu selalu saja menomor satu kan si thomas itu, jadi jangan bertingkah seakan kamu tau segala nya.”
“Siapa bilang ibu hanya menomer satu kan kak thomas? Jika memang seperti itu pasti ibu sudah memasukan kamu ke penjara saat tau kalau putrinya lah yang melakukan semua ini, tapi dia lebih memilih menutup semua nya.”
“Apa kamu tau zeline setelah ibu tau apa yang sebenarnya terjadi, ibu sampai bersujud di pusara kak thomas dan elisia untuk meminta maaf, bahkan kesehatan ibu semakin hari semakin menurun itu karena dia merasa bersalah kepada mereka sebab ibu lebih memilih menyembunyikan kebenaran nya, apa kamu tidak merasa iba zeline,” om denilson nampak sekali menahan emosi nya karena saat ini dia sedang berada di tempat umum.
Om denilson nampak menghela nafas untuk meredakan amarah nya, “Seperti nya sudah cukup lama kita berbicara, kalau begitu aku permisi,” om denilson keluar dari dalam ruangan itu dan bergegas pergi dari sana meninggalkan zeline yang merasa sangat kesal.
...°°°°°°...
Mendengar suara berisik dari luar, om bima langsung menghampiri istrinya itu, “Apa kamu tidak bisa tenang sedikit? Aku sangat mengantuk zeline,” ucap om bima kesal.
“Dia tidak mau membantu ku, bukan hanya itu saja bahkan ibu dan kak denilson tau jika aku yang menyuruh orang untuk merusak rem mobil nya.”
“Hah? Bagaimana bisa mereka tau? Pasti ini semua karena kamu ceroboh harus nya kamu lebih hati-hati,” om bima malah menyalahkan istri nya.
“Sudah lah, kenapa kamu juga malah menyudutkan aku? Lebih baik kita kembali saja, lagi pula tidak ada guna nya juga kita di sini berlama-lama.”
Tante zeline masuk ke dalam kamar dan mengambil kopernya namun om bima langsung menarik tangan tante zeline dengan kasar, “Apa sih bim?”
“Apa kamu mau menyerah begitu saja? Kita ke sini itu untuk mendapatkan hak kita bukan untuk berlibur, kalau kita pulang tanpa membawa hasil, kita bukan hanya membuang-buang waktu dan tenaga tapi kita juga membuang uang untuk biaya transport dan penginapan.”
“Lalu? Kita berdiam di tempat ini pun biaya pengeluaran kita juga akan semakin besar bim.”
“Semua nya tidak bisa di rubah lagi bim.”
“Payah, kamu tidak mau berusaha.”
Tante zeline sudah tidak dapat menahan emosi nya, “Hey, yang tidak pernah berusaha itu kamu! Aku yang membangun perusahaan itu sedangkan kamu hanya bersantai dan bermain judi saja sampai-sampai aku harus menjual bagian ku kepada kak denilson untuk melunasi semua hutang mu.”
“Oh, jadi sekarang kamu sudah berani hitung-hitungan dengan ku, kalau begitu lebih baik kita berpisah saja tidak sudi aku hidup berumah tangga dengan wanita perhitungan seperti mu,” ancam om bima.
“Terserah aku juga sudah lelah punya suami pemalas seperti mu, sana kembali ke negara mu jangan pernah mengambil apapun dari ku sebab perusahaan, rumah beserta isi nya itu semua aku beli dengan uang ku bahkan ****** ***** mu pun aku yang membelinya.”
Tante zeline memilih untuk keluar dari penginapan meredakan emosi nya, “Sial,” gerutu om bima
...°°°°°...
Di tempat lain zayn baru saja selesai mengganti pakaian nya sehabis mandi sedangkan kanaya masih sangat sibuk membaca beberapa berkas yang di berikan zelvin tadi, sebenarnya zayn merasa kasihan tetapi karena kesibukan baru nya kanaya menjadi lebih bersemangat dari pada kemarin.
“Jangan terlalu memaksakan diri, kamu juga harus istirahat.”
Zayn mendudukkan tubuh nya di sebelah kanaya, “Kamu belum mengantuk?” tanya zayn.
__ADS_1
“Belum.”
“Istirahat dulu.”
“Iya sebentar lagi, ada yang perlu aku cek ulang.”
“Oh,” zayn menyandarkan kepalanya ke belakang.
“Kamu kalau sudah mengantuk tidur saja duluan.”
“Tidak, aku ingin menemanimu saja.”
“Ya sudah, bagus juga kamu menemani aku di sini, jadi kalau ada yang tidak aku mengerti aku bisa tanya kepada mu.”
“Sepertinya aku ingin sekali menghajar si zelvin itu, agar dia tidak memberikan mu tugas yang sangat banyak,” gerutu zayn.
Kanaya menghela nafas nya lalu menutup berkas itu dan menyimpan nya, “Ayo kita tidur,” kanaya menarik tangan zayn mengajak nya ke tempat tidur mereka.
Pagi nya mereka berdua menuruni anak tangga menuju dapur, tidak lama mama elva keluar dari kamar nya sambil menarik koper nya.
“Mama mau kemana?” tanya kanaya.
“Mama mau menghadiri pesta pernikahan anak teman mama.”
“Berapa hari? Kenapa sampai membawa koper?” tanya zayn seraya menarik kursi.
“Kurang lebih seminggu.”
“Lama sekali, memang mereka mengadakan pesta selama itu?” tanya zayn lagi.
“Ya sekalian jalan-jalan dong.”
“Kamu mau makan apa?” tanya kanaya.
“Roti panggang saja sama telur setengah matang.”
“Kamu sedang diet zayn?” tanya mama elva.
“Tidak, hanya beberapa hari ini aku sedang tidak nafsu makan.”
“Oh begitu, ya sudah mama berangkat dulu ya.”
“Mama tidak sarapan dulu?” zayn menuang air ke dalam gelas.
“Sudah tadi, oh ya kamu mau di bawakan oleh-oleh apa?”
__ADS_1
“Apa saja asal jangan daddy baru.”
Mama elva terkekeh, setelah berpamitan kepada anak dan menantunya mama elva bergegas ke bandara diantar oleh pak rudi.