
Beberapa hari telah berlalu namun kanaya masih saja meminta zayn untuk menikah lagi hingga membuat mereka terus menerus bertengkar bahkan untuk sekarang zayn lebih memilih tidur di ruang kerja dari pada sekamar dengan istri nya.
Mama elva pun sudah mengajak nya berbicara dan membujuk nya tetapi kanaya masih saja meminta hal itu kepada zayn.
Zayn masuk ke dalam kamar hendak menyiapkan obat untuk kanaya tetapi dia melihat kanaya yang berdiri di balkon tanpa menyadari kehadiran nya, “Pasti melamun lagi,” gumam zayn.
Perlahan dia mendekati kanaya lalu memeluk nya dari belakang, zayn mencium aroma tubuh kanaya yang sangat dia rindukan akhir-akhir ini.
“Zayn,” panggil kanaya dengan pelan.
“Hmm.”
“Apa kamu masih marah dengan ku?” kanaya berbalik menatap zayn.
Zayn memegang kedua pipi kanaya lalu mencium bibir nya begitu lama, “Dari kemarin pun aku tidak marah dengan mu, tetapi aku sangat kesal tiap kali kamu meminta hal aneh itu dengan ku.”
“Zayn,” panggil nya.
“Sebelum kamu berbicara hal aneh dan membuatku akhirnya marah kepadamu, jawab pertanyaan ku dulu! Mengapa kamu memintaku untuk menikah lagi? Apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi? Atau mungkin aku memiliki salah kepadamu?”
Kanaya menggeleng, “Aku sangat mencintaimu zayn dan kamu juga tidak memiliki salah kepada ku.”
“Kalau begitu coba jelaskan apa alasan nya?”
“Itu karena aku tidak dapat memberimu seorang anak zayn.”
“Hah?” nampak nya zayn masih memproses perkataan istrinya itu.
“Co-coba katakan lagi lebih jelas!”
“Aku tidak dapat memberikan mu seorang anak zayn, aku sudah tidak bisa mengandung lagi maka dari itu aku meminta kamu untuk menikah lagi,” ucap nya setengah berteriak.
Tentu saja zayn terkejut, “Kita memang kehilangan bayi kita kanaya, tapi itu bukan berarti aku harus menikah lagi dengan orang lain sebab aku masih bisa mendapatkan nya dengan mu nanti walaupun semua nya membutuhkan waktu.”
“Tapi aku sudah tidak dapat memberikan mu keturunan zayn.”
“Apa maksudmu? Apa kamu tidak mau memiliki anak dengan ku lagi?” zayn nampak nya sudah mulai kesal.
“Aku mau aku sangat mau zayn, tetapi aku tidak dapat memiliki nya lagi karena keguguran itu yang menyebabkan aku tidak bisa hamil lagi,” kanaya terisak di pelukan zayn.
“Tunggu biarkan aku mencerna apa yang kamu katakan barusan, kenapa kamu bisa menyimpulkan kalau kamu tidak dapat hamil lagi?” zayn mengajak kanaya untuk duduk terlebih dahulu dan memberikan nya segelas air agar lebih tenang lalu memeluk nya lagi.
“Saat itu aku pernah melihat sebuah film di televisi, jadi cerita nya wanita itu sedang hamil besar dan dia mengalami sebuah musibah yang menyebabkan wanita itu keguguran.”
“Setelah itu dokter memberitahu pasangan suami istri itu kalau si istri tidak dapat memiliki keturunan lagi karena rahim nya sudah di angkat.”
“Awalnya si suami menerima nya tetapi tidak lama dia ketahuan menikah lagi tanpa sepengetahuan si istri dan saat di tanya dia mengatakan alasan nya kalau dia juga ingin memiliki bayi.”
Kanaya menatap zayn dengan mata yang berkaca-kaca, “Aku takut kamu seperti itu maka nya dari pada kamu mengkhianati ku lebih baik aku yang meminta mu menikah lagi.”
Zayn langsung melepaskan pelukan nya lalu menatap kanaya bingung entah dia mau marah atau tertawa sekarang, “Ekhm,” zayn menghela nafas agar dapat mengontrol emosinya.
__ADS_1
“Jadi kamu meminta ku menikah lagi hanya karena fim yang kamu lihat?”
Kanaya mengangguk, “Sebenarnya waktu itu juga aku tidak sengaja mendengar kamu sedang berbicara dengan dokter lalu dokter mengatakan kalau aku tidak dapat hamil, mendengarnya membuatku merasa sangat sedih maka nya aku kembali ke kamar.”
“Hah, seperti nya aku harus mengeluarkan televisi itu dari kamar ini,” zayn menatap benda dengan bentuk persegi panjang yang menempel di dinding itu.
“Istriku benar-benar sudah di racuni oleh tayangan yang tidak baik.”
“Jadi kamu menduga kalau kamu tidak dapat hamil kembali karena ucapan dokter yang Cuma kamu dengar sekilas dan di dukung oleh film yang kamu lihat?” kanaya mengangguk.
Zayn menghela nafas kasar, “Apa karena ini juga kamu melamun dan menangis terus dari kemarin?” kanaya mengangguk lagi.
“Astaga, bagaimana aku menjelaskan nya ya?”
“Jadi begini, saat kita mau pulang dokter mengatakan padaku kalau aku harus berpuasa dulu sampai kondisi mu benar-benar pulih dan kamu tidak dapat hamil lagi dalam waktu dekat bukan berarti kamu tidak dapat hamil untuk seterusnya.”
“Jadi aku masih bisa hamil?”
“Hah, seperti nya benturan di kepalamu benar-benar parah hingga membuatmu menjadi bodoh seperti ini.”
“Sudahlah aku ingin main catur dengan pak burhan kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa memanggilku,” zayn mengecup kening kanaya lalu keluar dari kamar.
Selepas zayn pergi kanaya duduk termenung mengingat kembali permintaan konyolnya ke zayn beberapa hari yang lalu, kanaya begitu malu apalagi saat mereka berdua bertengkar mama elva sampai memohon kepada kanaya agar dia tidak meminta zayn menikah lagi.
“Aku memang sangat bodoh,” gerutu nya.
Sedangkan di ruang tamu mama elva tertawa setelah mendengar penjelasan dari zayn mengenai permintaan aneh kanaya.
“Tapi mama tidak bisa berhenti tertawa,” sahutnya di sela-sela tawa nya.
Setelah menarik nafas dalam dan mengeluarkan nya perlahan mama elva sedikit lebih tenang, “Jadi diam nya dia saat itu karena ini?” zayn mengangguk.
“Ya ampun,” mama elva terkekeh.
...°°°°...
Malamnya zayn masuk ke dalam kamar untuk membawakan makan malam untuk kanaya, zayn terkekeh saat melihat kanaya yang tertidur begitu lelapnya.
Zayn menghela nafas nya, “Sepertinya kamu sudah merasa lega sekarang ya? Bahkan kamu sampai mendengkur seperti ini.”
Zayn meletakan nampan di meja kecil samping tempat tidur lalu membangunkan kanaya, “Kanaya,” panggil zayn seraya menepuk pipi nya pelan.
Kanaya membuka mata nya perlahan tetapi dia langsung menutup wajahnya dengan bantal, terdengar suara tawa dari zayn saat melihat istri nya malu seperti itu.
Mendengar zayn tertawa kanaya langsung bangun dan memukul pelan tubuh zayn, “Iya iya aku tidak akan tertawa lagi,” tapi tetap saja zayn tidak bisa menahan nya.
“Kalau kamu masih mau tertawa pergi sana!” kesal nya.
Zayn memeluk tubuh kanaya, “Maafkan aku, bagaimana kalau kamu makan dulu lalu minum obat mu.”
“Kamu mau aku suapi atau makan sendiri?” tanya zayn melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
“Makan sendiri saja.”
“Baiklah mari aku bantu pindah ke sofa.”
Kanaya menyantap makan malam nya sambil sesekali melihat ke arah zayn yang tengah memainkan ponsel di sebelah nya, merasa diperhatikan zayn menengok dan tersenyum.
“Ada apa? Kamu mau sesuatu?”
Kanaya langsung menggeleng lalu melanjutkan makan, selepas menghabiskan makanannya zayn merapikan piring kotor itu.
“Kanaya.”
“Hmm.”
“Jika seandainya aku mengabulkan keinginan mu kemarin, apa kamu tidak merasa sedih?”
“Sedih lah.”
“Asal kamu tau kanaya jika benar kamu tidak dapat memberikan ku seorang anak seperti dugaan mu, aku juga tidak akan menikah lagi bahkan mau mama yang memaksa sekalipun, aku lebih memilih untuk mengadopsi seorang bayi dari pada aku harus memulai sebuah hubungan baru dengan wanita lain.”
“Aku tidak mudah jatuh cinta kanaya, semenjak aku mengambil alih earthshine grup aku bahkan tidak tertarik untuk terikat dalam sebuah hubungan, tapi setelah bertemu dengan mu aneh nya dinding yang aku dirikan di dalam hati ku mulai terkikis perlahan.”
Zayn menggenggam tangan kanaya dan menatap nya begitu dalam, “Aku mohon jangan meminta hal konyol itu lagi kepadaku, aku hanya mencintaimu kanaya.”
Kanaya mengangguk, “Maafkan aku zayn.”
Zayn memeluk kanaya, “Sekarang jika keadaan nya aku balik, apa kamu akan meninggalkan ku di saat kamu tau aku tidak dapat memberikan mu keturunan, apa kamu akan meninggalkan ku?” kanaya langsung menggeleng.
“Aku sangat mencintaimu kanaya,” zayn mencium bibir kanaya makin lama ciuman itu semakin dalam.
“Sudah, jika di teruskan lagi aku tidak dapat mengontrol diriku, oh ya apa kamu mau melihat makam bayi kita?”
“Ya, aku mau melihat nya.”
“Baiklah besok aku akan mengajak mu ke sana, sekarang istirahatlah masih ada pekerjaan yang harus aku kerjakan, selamat malam sayang,” zayn mengecup kening kanaya.
...°°°°
...
Keesokan pagi nya zayn mengajak kanaya untuk pergi ke tempat di mana bayi nya di makam kan, zayn membantu kanaya yang berjalan tertatih menuju makam mungil di sebelah pusara mendiang kakak dan papa nya zayn.
“Aku memakamkan putra kita di sini agar papa dan kakak ku menjaga nya di sana, mereka bertiga adalah orang yang paling berharga di hidupku, maaf aku memakamkan putra kita di sini tanpa persetujuan mu.”
“Tidak apa-apa zayn, yang terpenting anak kita sudah bahagia di sana bersama kakek dan juga paman nya,” kanaya bersimpuh di depan pusara mereka.
“Sayang, walaupun kehadiran mu hanya sebentar tapi mama sangat bahagia pernah mengandung mu selama empat bulan,” ucap kanaya dengan mata berkaca-kaca.
“Berbahagia lah di sana mama dan papa selalu berdoa untuk mu, kalau begitu kami pamit dulu ya.”
Zayn mengajak kanaya kembali ke mobil lalu menjauh dari pemakaman itu, sesekali kanaya terlihat menyeka air mata nya dan terisak sambil meraba perutnya.
__ADS_1
Zayn menggenggam tangan kanaya untuk menguatkan nya setelah itu dia kembali fokus dengan jalanan di depan nya.