
Drtt... Drtt...
Zayn terbangun karena ponselnya berdering, “Nomer siapa ini?” gumam nya.
Dia merenggangkan tubuh nya lalu melihat kanaya yang masih tertidur pulas di sebelah nya, dia merapikan rambut kanaya lalu mengecup kening nya.
“Selamat pagi.”
Tidak lama ponsel nya kembali bergetar, “Andrew,” ucap nya saat melihat isi pesan itu.
Zayn perlahan turun dari tempat tidurnya, “Kenapa tubuh ku terasa sangat lelah,” zayn memaksakan dirinya untuk bangun dan pergi ke kamar mandi.
Setelah siap dengan setelan jas nya zayn memeriksa beberapa dokumen lalu memasukan nya ke dalam tas, sebelum berangkat dia mengecup kening kanaya terlebih dulu.
Beberapa saat kemudian kanaya membuka mata nya perlahan karena sinar matahari begitu menyilaukan, kanaya duduk bersandar dan memperhatikan sekitar, “Kemana zayn? Apa dia sudah berangkat kerja? Ah tubuh ku sakit semua,” kanaya mengambil ponsel nya seketika dia tergelak kaget saat melihat jam di benda pipih itu.
“Astaga sudah siang, kenapa zayn tidak membangunkan ku,” kanaya langsung pergi ke kamar mandi bergegas membersihkan tubuh nya.
Selepas memakai pakaian rapi kanaya bergegas turun ke meja makan untuk mengambil selembar roti tawar dan satu buah apel lalu dia meminta pak rudi mengantarnya ke kantor.
Di dalam mobil dia memeriksa ponselnya, nampak banyak sekali panggilan telepon dari zelvin dan pesan dari zayn, kanaya mengetik nama zelvin lalu menghubungi nya.
“Halo zelvin, maaf aku kesiangan,” ucap kanaya di telepon.
“Astaga, cepatlah lima belas menit lagi rapat akan di mulai!”
“I-iya maaf.”
Zelvin mematikan panggilan telepon itu, “Pak rudi bisa cepat sedikit?”
“Baik nona.”
Akhirnya dia sampai juga di kantor walaupun dia sempat kesal karena jalan di ibukota begitu padat setiap waktu hingga membuat nya terlambat sepuluh menit.
...°°°°°...
EARTHSHINE GROUP.
Di kantor zayn tidak begitu fokus karena kanaya belum juga membalas pesan nya, karena kesal dia membanting ponsel nya ke meja, entah mengapa semenjak kanaya bilang dia bertemu dengan teman masa kecil nya itu zayn merasa sangat kesal setiap kali memikirkan nya.
“Kenapa sih lu?” tanya joe.
“Tidak, lu sudah menyiapkan berkas untuk rapat nanti?”
“Sudah, oh iya andrew sudah menghubungi lu?”
“Lu ya yang kasih nomer gue ke dia?” joe mengangguk.
“Pantas saja mana gue di masukin ke grup alumni sekolah, gue kan jadi kesal karena banyak sekali yang kirim chat ke gue,” gerutu zayn.
“Ya bukan kah itu bagus? Lu kan jadi bisa berbaur dengan anak-anak yang lain.”
__ADS_1
Zayn melihat kembali ponsel nya, “Sudah jam makan siang, kenapa dia belum juga membalas pesan ku?” gumam zayn khawatir.
Joe menghela nafas melihat tingkah sahabat nya itu, “Istri lu tidak mungkin selingkuh zayn, jangan terlalu berlebihan juga mungkin dia sibuk.”
“Gue bukan khawatir karena itu joe, memangnya lu engga khawatir kalau nesya belum balas chat lu dari pagi?”
“Iya kan gue tau kalau dia pasti sedang sibuk mengurus samuel dan shopia, apa lagi sekarang samuel sering kali manjat bedrail nya dan kemarin saja dia terjatuh dari tempat tidur sampai kepala nya benjol.”
“Lalu bagaimana keadaan samuel sekarang?”
“Ya sekarang sih benjol nya sudah tidak sebesar kemarin, hanya memar nya saja masih kelihatan jelas.”
“Ya nama nya anak-anak, walaupun sudah di jaga sedemikian rupa masih saja mencari celah agar dia keluar dari tempat aman nya.”
“Ya begitu lah, di tambah anak gue kembar tapi untung nya saja shopia lebih kalem dari pada kakak nya.”
...°°°°°...
Setelah rapat selesai kanaya di panggil ke ruangan zelvin, setengah jam kemudian dia keluar dengan lesu, sepupunya itu benar-benar berbeda saat di rumah dan di kantor, entah sudah berapa kali kanaya di marahi seperti barusan oleh dia.
Kanaya teringat kalau dia belum membalas pesan dari zayn, kanaya hendak menghubungi zayn tetapi suaminya itu terlebih dahulu menghubunginya.
“Maaf ya zayn tadi aku habis rapat, oh ya kenapa tadi kamu tidak membangunkan ku?”
“Iya aku lupa kamu juga sudah mulai bekerja sekarang, tapi kanaya apa tidak bisa zelvin saja yang mengurus semua nya?”
“Iya zayn, aku juga sudah bilang seperti itu kepada zelvin tapi dia bilang aku juga harus paham mengenai perusahaan agar tidak mudah di tipu oleh orang-orang di sana.”
“Ya aku paham, jangan lupa makan ya dan jangan terlalu lelah, aku ada rapat nanti aku hubungin lagi.”
“Aku juga.”
Kanaya keluar dari kantor dan mencari pak rudi setelah ketemu dia meminta supirnya itu untuk mengantar nya ke kantor zayn, kanaya berencana untuk membuatnya terkejut.
Setibanya di kantor kanaya bergegas masuk ke dalam gedung itu dan di sambut baik oleh security yang berjaga.
“Selamat siang nona.”
“Selamat siang pak,” sahut kanaya ramah.
Kanaya berjalan menuju ruangan suami nya, hampir semua orang-orang yang ada di kantor itu mengenal kanaya jadi mereka sudah terbiasa melihat kanaya ke sana tanpa banyak pertanyaan.
...°°°°°...
Zayn keluar dari ruang rapat bersama beberapa yang lain nya, “Zayn, andrew ngajak kita ketemuan hari ini, apa lu bisa?”
“Ya sudah suruh saja dia datang ke sini,” joe membalas pesan dari andrew.
“Oh dia bilang sebentar lagi dia sampai, kalau gitu biar gue tunggu di bawah saja deh.”
“Ya, kalau dia sudah datang langsung ajak dia ke ruangan gue.”
__ADS_1
“Oke,” sahut joe.
Zayn berjalan menuju lift tapi dia berpapasan dengan salah satu karyawan nya dan mengatakan kalau istrinya sudah ada di ruangan nya, mendengar hal itu zayn mempercepat langkah nya menuju ruangan nya.
Saat membuka pintu dia melihat kanaya yang duduk membelakangi nya, “Selamat siang bu,” sapa zayn .
“Ya selamat siang pak,” kanaya berbalik dan tersenyum.
“Ada yang bisa saya bantu?” tanya kanaya berdiri dari kursinya.
Zayn mendekati istrinya tanpa menjawab pertanyaan kanaya dan memeluk nya lalu dia mencium bibir kanaya yang merah menggoda itu.
Awalnya kanaya kaget zayn mencium nya di sini tetapi kemudian dia membalas ciuman zayn, mereka saling ******* satu sama lain tanpa menyadari kalau ada orang lain yang masuk ke dalam ruangan nya tanpa mengetuk pintu.
“Wah, seperti nya kita masuk di waktu yang tidak tepat,” ucap joe.
Mereka berdua langsung melepaskan ciuman nya, dan kanaya langsung menyembunyikan wajah nya di belakang tubuh zayn.
“Bisakah lu ketuk pintu dulu sebelum masuk?” kesal zayn.
“Ya maaf, gue kan engga tau kalau lu lagi ekhm sama istri lu,” joe terkekeh lalu mengajak andrew untuk duduk di kursi.
“Nih hapus dulu lipstick nya, nanti di sangka karyawan lain kalau lu lagi coba-coba jadi perempuan,” joe memberikan selembar tissue kepada zayn.
Zayn langsung mengelap bibir nya dengan tissue itu, sedangkan kanaya semakin menyembunyikan wajah nya, Aaaa, aku ingin bersembunyi ke lubang semut sekarang, kanaya berteriak di dalam hati nya.
“Kamu kenapa sembunyi di belakang ku?” tanya zayn.
Kanaya menggeleng, “Tidak usah pedulikan dia, biar nanti gaji nya aku potong 98%,” ujar zayn.
“Tanggung amat sekalian saja seratus persen," kesal joe.
“Oh jadi lu nantangin gue.”
“Lah kan gue engga sengaja zayn, kalau gaji gue di potong buat beli susu anak gue gimana?” tanya joe melas.
Zayn mengabaikan joe lalu dia menghubungi seseorang untuk memesan makanan dan juga minuman, “Kamu mau memesan apa?” tanya zayn.
“Apa saja,” sahut nya lalu zayn melanjutkan menelpon nya.
Andrew melihat sekilas wanita yang ada di dekat zayn, “Kanaya,” panggil nya.
Merasa nama nya di panggil kanaya melihat ke arah andrew, “Andrew, ternyata kamu kenal dengan suami ku?”
“Su-suami?” gumamnya, “Ah iya dia teman ku semasa sekolah dulu,” sahut andrew.
“Kamu kenal dengan istriku?” tanya zayn.
“Tentu saja, dia teman ku saat di panti asuhan dulu.”
“Oh seperti itu,” sahut nya datar.
__ADS_1
Joe hanya diam sambil mengingat sesuatu, Seperti nya dulu andrew pernah cerita kalau dia kembali ke negara ini untuk menemui teman masa kecil nya yang tidak lain adalah cinta pertama nya yang sampai saat ini tidak bisa dia lupakan, apa jangan-jangan dia kanaya? Tapi bisa jadi itu orang lain kan.
Di bandingkan dengan zayn, andrew memang lebih dekat dengan joe karena sifat joe yang mudah bergaul dengan siapapun, itu juga yang membuat nya lebih terbuka mengenai apapun termasuk masalah percintaan nya.