KANAYA

KANAYA
Bab 8 Flashback


__ADS_3

“Dad! Kenapa daddy menjodohkan Nana dengan orang yang tidak dikenal,” kata Kanaya dengan kesal. Bagaimana bisa ayahnya main menjodohkannya dengan orang lain yang bahkan berbicara satu kata dengan orang itu saja tidak pernah.


“Ini sudah keputusan mutlak dari mom dan dad, kami juga sudah bicarakan dengan pihak sana, lusa kamu akan bertemu dengannya dan sebaiknya kamu segera kembali ke kamar,” balas Arion Roberts yang memang sudah menjodohkan Kanaya sejak dulu.


Kanaya yang mendengar ini menjadi kesal dan kembali ke kamar. Menurut Kanaya, laki-laki itu semua tidak berguna, kecuali ayahnya. Karena baginya laki-laki hanya sebagai pengganggu bagi Kanaya.


Karena tidak setuju dengan keputusan orang tuanya, Kanaya segera mengambil barang yang dibutuhkan ke dalam koper.


“Maaf, Dad, kali ini Nana tidak setuju dengan kepurusan daddy. Jadi, jangan salahkan Nana kalau besok daddy mencari Nana tetapi tidak ada,” kata Kanaya yang segere kabur dari rumah.


Kanaya saat ini sudah berada di kos yang sudah disewanya dan besok pagi ia akan pergi ke sekolah SMA Angkasa yang memang sudah didaftarnya sejak lama. Kanaya memang selalu menuruti keputusan orang tuanya, tetapi ia juga melihat apa memang keputusan orang tuanya ada untung baginya atau tidak.


Besoknya, Kanaya pergi ke sekolah sebagai murid baru. Ketika sampai di depan sekolah, Kanaya melihat Eric yang sedang dikerumuni penggemarnya. Tetapi Kanaya tidak peduli dan hanya melewatinya karena memang bagi Kanaya hanya membuang waktunya.


Hari demi hari berlalu, tiba-tiba saja Eric mendekati Kanaya dan menyatakan bahwa ia hanya miliknya. Dan sampai hari seterusnya sehingga membuat Kanaya menjadi kesal.


“Hey, cowok gila! Bisa tidak berhenti mengikutiku! Masih banyak perempuan lain yang bisa kamu kejar, kenapa harus aku!” kesal Kanaya.


“Karena kamu baik,” balas Eric dengan senyuman yang jarang diperlihatkan oleh semua orang.

__ADS_1


 


Saat ini Eric sedang sibuk megurus penggemarnya yang merepotkan baginya. Hampir di semua tempat, ia selalu saja dikelilingi penggemarnya, padahal ia tidak pernah meminta untuk memiliki penggemar. Ketika sibuk kabur, ia melihat perempuan yang hanya melewatinya saja, tetapi Eric tidak peduli. Yang paling penting! Eric harus cepat mencari tempat bersembunyi.


Hari demi hari terlewati, di perjalanan pulang, Eric melihat perempuan yang ternyata pernah melewatinya berada di toko mainan. ‘Apa ia masih anak kecil?’ pikir Eric. Karena rasa penarasan, Eric selalu mengikuti perempuan itu. Ternyata perempuan itu sedang berjalan ke panti asuhan yang jaraknya jauh di sekolah.


“Baik juga perempuan itu, apa hanya ingin mencari perhatian?” kata Eric, karena banyak perempuan yang ingin mencari perhatian darinya, sehingga Eic menganggap perempuan itu hanya suka mencari perhatian, kecuali mamanya.


Ketika perempuan itu masuk, Eric diam-diam mendekati panti asuhan itu dan mendengar teriakan anak panti asuhan yang senang.


“Kak Kanaya sudah dating, kakak jarang main kesini, apa kakak melupakan kami?” ucap salah satu anak panti kepada Kanaya dengan sedih.


“Namanya Kanaya, nama yang cantik, seperti orangnya,” kata Eric dengan senyuman kecil.


“Kalau memang mau cari perhatian, mau cari perhatian kepada siapa,” pikir Eric yang belum menemukan jawabannya. Eric yang tidak menemukan jawaban, masuk ke dalam panti asuhan dan bertanya Kanaya kepada pengurus panti asuhan. Disitu Eric pun tahu jika Kanaya memang menyukai anak-anak sehingga Eric bertekad untuk menjadikan Kanaya miliknya.


Hari demi hari berlalu, Eric belum menemukan perempuan yang bernama Kanaya di sekolahnya. Eric berjalan disepanjang lorong sekolah, ketika berjalan, matanya melihat sesuatu. ‘Bukannya itu Kanaya?’ pikir Eric. Eric mendekati perempuan itu dan ternyata benar, perempuan itu adalah Kanaya.


Eric yang sudah melihat jelas wajah Kanaya menjadi terpesona. “Bukan hanya hatinya yang cantik tetapi wajahnya juga cantik,” ucap Eric dalam hati dan jatuh hati kepada Kanaya pada pandangan pertama. Setelah tahu, wajah dari perempuan yang ia sukai, setiap hari, ia selalu mendekati dan mengejar Kanaya agar bisa naik tingkat menjadi pacarnya.

__ADS_1


--------------------------------------------


(Ketika di rumah Eric meminta restu orang tua Eric)


Kanaya saat ini sedang berada di kantor papa Eric, walapun sudah pernah melihat mereka tetapi tetap saja gugup, seperti ingin maling rumah orang. Kedua orang tua Eric melihat Kanaya seakan meminta penjelasan, mananyakan kenapa Kanaya meminta berbicara secara enam mata.


“Ma, pa, pasti wajah Nana ada mirip dengan wajah seseorang yang mama kenal,” kata Kanaya yang memang sudah tahu jika Raja dan Zahra adalah teman dari kedua orang tuanya. Karena dulu ketika Kanaya kecil, ia pernah melihat kedua orang tua Eric bersama orang tuanya.


“Seperti seseorang, tetapi kamu siapa?” tanya Zahra.


“Ma, pa, nama lengkap Kanaya, Halina Kanaya Roberts, mama dan papa pasti kenal dengan orang tua saya, saya tahu jika Eric mau dijodohkan dengan saya, tapi Nana tidak menyangka akan bertemu dengan Eric di sekolah,” kata Kanaya. Raja dan Zahra tentu saja kaget, ternyata anak dari sahabat mereka yang kabur datang dengan sendirinya.


“Ma, pa, mau main-main dulu tidak dengan Eric tidak?” kata Kanaya dengan pikirannya yang usil dan memecah keheningan diantara mereka.


“Mau apa?” tanya Raja yang tahu apa yang dipikirkan Kanaya karena Arion pernah menceritakan keusilan Kanaya. Kanaya menceritakan rencana yang akan dilakukan. Raja dan Zahra hanya tersenyum lalu tertawa karena mungkin rencana yang dikatakan Kanaya akan berhasil dan mungkin akan menjadi kejutan bagi Eric. Lalu, mereka bertiga segera memulai rencana yang sudah diberitahu.


Kanaya keluar ruangan dengan akting yang luar biasa, “Maaf, Ric. Sepertinya kta harus putus, orang tua kamu sudah memberikan kompensasi. Terima kasih atas segalanya.” Kanaya segera keluar rumah lalu pulang menggunakan taksi.


“Maaf, Ric. Aku sudah lama tidak pernah usil kepada orang. Mungkin kamu akan menjadi korban terakhir dari keusilanku. Semoga saja dia tidak marah kepadaku,” kata Kanaya sambil tertawa berjalan ke dalam kos. Besoknya Kanaya tidak masuk sekolah karena ia akan pulang dan menceritakan semuanya kepada orang tuanya.

__ADS_1


--------------------------------------------


...Tamat...


__ADS_2