
Kanaya menutup pintu kamar lalu bersandar di sana sambil memegang dada nya merasakan debaran yang begitu kencang.
“Kenapa aku berdebar seperti ini? Sudahlah lebih baik aku merapikan barang-barang setelah itu berpamitan, tidak enak juga tinggal di sini terlalu lama sebab aku juga baru kenal dengan tante elva tidak baik memanfaatkan kebaikan nya.”
Kanaya melipat pakaian kotor nya lalu memasukan kedalam tas kecil nya, setelah semua nya rapi dia mengecek ponsel nya ternyata ada beberapa pesan masuk salah satu nya spam chat dari nomer tidak di kenal yang bertuliskan ucapan selamat pagi.
“Nomer siapa ini?” gumam kanaya, tidak lama ada pesan masuk dari nomer itu lagi.
Nomer tidak dikenal :
Selamat pagi! Bagaimana tidur mu semalam apakah lelap?
Justin.
“Justin? Dari mana dia tau nomerku?” kesal nya.
Kanaya mengabaikan pesan dari laki-laki itu tapi tidak lama nomer itu menelpon kanaya, panggilan pertama dan kelima tidak jawab tetapi dia terus saja menghubungi nya sampai berkali-kali hingga membuat kanaya kesal lalu menjawab nya.
“Mau apa kamu?” ketus nya.
“Kamu sedang apa?” tanya laki-laki di seberang sana.
“Dari mana kamu dapat nomer ku dan mau apa kamu menghubungiku?” kanaya mengulang lagi pertanyaan nya.
“Aku hanya merindukan mu, apa kamu juga merasakan hal yang sama dengan ku?”
“Tidak! Lagi pula kamu bukan siapa-siapa ku jadi untuk apa aku merindukan mu?”
“Kamu sekarang di mana? Bagaimana kalau kita ketemuan di suatu tempat atau aku jemput kamu saja?”
“Tidak terima kasih, dan aku mohon kepada mu untuk tidak mengganggu aku lagi sebab diantara kita berdua pun tidak memiliki hubungan spesial, sekali lagi saya mohon jangan ganggu aku dan orang-orang di sekeliling aku lagi! selamat pagi,” kanaya memutuskan sambungan telepon itu kemudian memblokir nomer justin.
Kanaya memegang kepala nya dia merasa sangat pusing dan juga stres sebab ulah justin akhir-akhir ini, tidak lama terdengar suara mama elva dari luar kanaya langsung bergegas menghampiri mereka, lalu dia membantu bi lena membawa belanjaan ke dapur.
Selain itu dia juga membantu bi lena untuk meyiapkan makan siang, “Sudah non biar bibi saja lagi pula nona kan tamu nya nyonya,” ujar bi lena tidak enak hati.
“Tidak apa-apa bi, saya juga tidak enak tinggal di sini hanya makan dan tidur saja tanpa melakukan apapun,” sahut kanaya seraya mengambil pisau dan talenan.
“Tapi non.”
“Sudah lah bi, aku juga sudah terbiasa memasak dan mengurus rumah sendiri.”
“Ya sudah deh,” jawab bi lena akhirnya.
“Kita mau masak apa Bi?” tanya kanaya.
“Hari ini nyonya ingin dibuatkan sop daging sapi,” sahut bi lena.
“Oke,” kanaya mengambil beberapa bahan dan mencuci bersih semua nya, setelah di cuci dia merebus daging sapi terlebih dahulu sambil menunggu rebusan siap dia memotong sayuran dan menyisihkan nya sedangkan bi lena yang menyiapkan bumbu untuk membuat sop.
Kanaya begitu asik berkutat di dapur hingga dia tidak menyadari bahwa zayn sedang memperhatikan nya di dekat lemari es, semakin dia melihat gadis di depan nya itu semakin berdebar-debar jantung nya.
Apa jantungku sedang bermasalah? Kenapa sejak pagi aku merasakan jantungku ini berdetak begitu cepat, atau jangan-jangan hanya perasaan ku saja? Batin zayn.
Merasa seperti sedang diperhatikan kanaya membalikan tubuh nya untuk melihat apakah ada orang di belakangnya, saat berbalik mereka berdua saling bertatapan selama beberapa menit tidak lama mereka tersadar dan memalingkan wajah secara bersamaan.
...°°°°°...
Setelah masakan nya siap kanaya dan juga bi lena membawa makanan itu ke meja, bi lena menyusun peralatan makan sedangkan kanaya membawa beberapa lauk lain nya beserta air minum.
__ADS_1
Mama elva, zayn dan joe sudah duduk di kursi bersiap menyantap makan siang di susul oleh kanaya, saat kanaya hendak menuangkan sop ke dalam mangkuk tangan nya bersentuhan dengan zayn yang ingin melakukan hal yang sama, kanaya langsung melepaskan sendok sayur itu mempersilakan zayn untuk mengambil duluan.
Dengan sedikit canggung zayn mengambil sendok sayur itu, kemudian dia kembali duduk untuk menyantap makanan nya.
Mereka semua makan dalam diam sesekali zayn mencuri pandang ke arah kanaya tanpa dia sadari mama elva memperhatikan tingkah putra nya sambil tersenyum.
“Ekhm,” Deheman mama elva membuat zayn salah tingkah karena sadar jika dirinya sedang di perhatikan, sedangkan kanaya bergegas menuangkan air dan memberikan nya kepada mama elva.
“Makan nya pelan-pelan saja tante,” mama elva menahan tawa nya setelah mendengar ucapan kanaya.
Astaga anak ini, apa dia tidak merasa di perhatikan? Batin mama elva.
...°°°°°...
Selepas makan siang kanaya pergi ke dapur membantu bi lena bersih-bersih walaupun mama elva sudah melarang tetapi kanaya tetap ingin melakukan nya, akhirnya mama elva membiarkan nya dan pergi duduk di ruang tamu bersama zayn dan joe.
“Bagaimana zayn? Apakah hati mu berdebar-debar?” tanya mama elva.
“Yang berdebar itu jantung mah,” sahut nya cuek seraya bermain dengan laptopnya.
“Iya, jadi bagaimana?”
“Bagaimana apa nya ma?”
“Ya itu, ada yang berdebar-debar tidak?”
“Ya pasti ada lah ma, jantung mama juga berdebar kan? Bukan hanya mama dan aku semua orang yang masih hidup pasti jantung nya berdebar.”
Joe yang sedang asik bermain dengan gawai nya pun tak kuasa menahan tawa mendengar jawaban zayn, “Mama itu serius zayn,” mama elva sedikit sebal.
“Zayn juga serius ma, mama tidak percaya? Kalau begitu sini tangan mama,” zayn memegang tangan mama elva dan meletakan nya di dada.
“Berdebar kan?”
Drama apa lagi ini, kenapa setiap kali aku ke sini pembahasan nya seperti ini terus? Batin joe.
Setelah membereskan dapur bersama dengan bi lena kanaya menuju ke kamar nya untuk mengambil tas tetapi baru saja hendak masuk dia berpapasan dengan mama elva yang sedang menggerutu.
“Tante kenapa?” tanya kanaya.
“Biasa zayn membuat tante sebal terus,” adu nya.
“Aku kira kenapa, oh ya tante kanaya mau pamit pulang nih tidak enak juga tinggal di sini terlalu lama,” pamit kanaya.
“Kok kamu mau pulang, nanti tante tidak ada teman mengobrol dong?”
“Nanti jika luang kanaya main lagi ke rumah tante, atau mungkin tante mau menginap di rumah kanaya?”
“Lain kali saja sayang, oh ya kamu mau pulang naik apa?”
“Naik taksi tante,” jawab kanaya.
“Bagaimana kalau bareng sama zayn saja?”
“Tidak perlu tante kanaya naik taksi saja,” tolak kanaya.
“Tidak boleh menolak.”
“Tapi tante.”
__ADS_1
“Zayn,” panggil mama elva tidak perduli dengan penolakan kanaya.
Zayn menghampiri mama elva, “Zayn kamu mau berangkat kan? Bagaimana kalau sekalian antar kanaya pulang?”
“Tidak perlu tante,” kanaya masih menolak.
“Zayn, kamu dengar tidak?” zayn melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.
“Ya sudah cepat bawa tas mu,” ucap zayn.
“Mereka sudah kumpul semua joe?” joe menganggukkan kepala, “Ya sudah sekalian saja kita pergi ke restoran.”
“Memang ada acara apa di restoran?” tanya mama elva.
“Teman zayn mengadakan acara pembukaan restoran baru, kalau begitu zayn pamit ya ma,” zayn berpamitan seraya mencium kedua pipi wanita terkasih nya itu.
“Joe juga pamit ya tante,” joe menyusul zayn yang berjalan terlebih dahulu.
“Kalau begitu kanaya juga pamit tante.”
“Oke, kalian bertiga hati-hati ya,” ujar mama elva sambil melambaikan tangan nya.
Zayn mengemudikan mobil nya menjauh dari kediamannya, setelah kendaraan zayn tidak terlihat mama elva memilih masuk ke dalam kamar, “Sepi lagi deh,” gumam nya.
...°°°°°°...
Di dalam mobil diam-diam zayn melirik kanaya dari kaca spion dalam, Entah kenapa semakin di lihat wanita ini memiliki wajah yang manis, astaga kenapa bisa aku berpikir seperti itu? Zayn langsung menggelengkan kepalanya melihat itu joe sedikit heran dengan tingkah sahabat nya.
Tidak begitu lama tiba lah mereka di rumah kanaya, “Rumah kamu di sini? Berarti kamu kenal dengan nesya dong?” tanya joe.
“Iya dia kakak ku, apa kamu mengenal kak nesya?”
“Ah iya, saat itu aku pernah bertemu dengan nya.”
“Apa kalian mau mampir dulu?”
“Tidak terima kasih,” sahut zayn.
“Lain kali saja, sampaikan salam ku kepada nesya ya,” pinta joe, kanaya mengangguk setelah itu dia keluar dari dalam mobil.
Kanaya bergegas masuk ke dalam rumah, sedangkan zayn melanjutkan perjalanan menuju restoran yang tidak terlalu jauh dari kediaman kanaya.
“Lu lagi kenapa sih? Dari tadi gue perhatiin tingkah lu aneh?”
“Gue ngerasa biasa saja, perasaan lu doang kali,” sahut zayn.
“Masa sih? Tapi kalau lebih diperhatiin lagi tingkah lu itu seperti orang yang sedang jatuh cinta,” tebak joe.
“Gue, jatuh cinta? Seperti nya lu deh yang aneh,” bantah zayn.
“Zayn masalah percintaan gue itu lebih berpengalaman dari pada lu, kalau menurut tebakan gue seperti nya lu jatuh cinta dengan gadis itu kan?” selidik nya.
“Jangan asal menebak.”
“Jangan membohongi perasaan lu sendiri zayn, emang lu engga ngerasain jantung lu berdebar-debar di saat melihat gadis itu?”
“Tadi mama sekarang lu, kalian berdua kenapa dari tadi tanya masalah debar-debar terus? Engga ada pertanyaan yang lain kah?” kesal zayn Yang masih enggan mengakui perasaan nya.
“Iya sudah gue ganti dah pertanyaan nya biar beda sama tante.”
__ADS_1
“Mau tanya apa lagi lu?”
“Zayn apa jangan-jangan lu beneran terong makan terong?” zayn menatap tajam ke arah joe yang sudah tertawa terbahak-bahak melihat perubahan ekspresi zayn saat mendengar pertanyaan yang sering menjadi gosip para pekerja nya itu, hingga akhirnya mereka berdua tiba di restoran yang dituju.