KANAYA

KANAYA
42. Ngidam (1)


__ADS_3

Selepas mandi zayn keluar dari kamar untuk sarapan, sedangkan kanaya masih tertidur karena lemas akibat muntah terus menerus.


Padahal saat belum ketahuan kanaya sedang hamil , dia hanya merasa mual saja tidak sampai muntah-muntah seperti itu.


“Loh zayn kanaya mana?” tanya mama elva.


“Baru saja dia tertidur, jam berapa mama sampai rumah?” tanya zayn.


“Tadi sekitar setengah empat, apa kalian habis lembur semalaman sampai membuat menantu mama baru saja tidur?” goda mama elva.


“Ya, tapi dia yang jadi bos nya semalam,” sahut zayn seraya mengambil buah apel di meja.


Mendengar jawaban zayn mama elva tertawa, “Kenapa? Mama tidak percaya kalau menantu kesayangan mama itu mengerjai ku semalaman?”


“Memang apa yang dia lakukan?”


“Dia meminta zayn untuk memetik mangga yang masih muda di dekat pos keamanan di depan ma setelah mangga nya dapat dia juga meminta zayn untuk membuatkan sambal nya juga, dan dia meminta itu saat tengah malam.”


“Seperti orang ngidam saja istri mu zayn,” mama elva terkekeh.


“Mungkin lebih tepatnya memang dia sedang mengidam ma, bukan sepertinya lagi,” sahut zayn, tentu saja mendengar perkataan putra nya mama elva begitu terkejut, tidak lama mata nya berkaca-kaca, mama elva menutup mulut nya seakan masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


“Kanaya hamil? Mama akan menjadi seorang nenek?” tanya nya memastikan.


“Kalau menurut kelima alat tes kehamilan yang kanaya tunjukan tadi pagi sih, kanaya hamil.”


Mama elva langsung menghampiri zayn lalu memeluknya, “Selamat sayang kamu akan menjadi seorang ayah,” mama elva terisak, zayn mengusap punggung wanita terkasih nya itu.


“Semuanya saya akan menjadi seorang nenek,” teriak mama elva membuat semua asisten rumah tangga nya berkumpul dan memberikan selamat kepada mama elva dan juga zayn.


“Oh ya apa kamu sudah periksa ke dokter?” tanya mama elva.


“Belum, niat nya sih sekarang tapi kanaya baru saja tidur.”


Tidak lama terlihat kanaya menuruni anak tangga dengan lemas, zayn segera menghampiri kanaya dan membantu nya, “Kenapa kamu turun? Kamu kan masih lemas?” tanya zayn.


“Aku sudah lebih baik sekarang zayn.”


“Apa kamu lapar?” tanya zayn.


“Tidak, aku tidak tahan mencium aroma masakan.”


“Ya sudah makan buah saja ya, yang penting perut mu ke isi dulu,” kanaya mengangguk.


Zayn mengajak kanaya untuk duduk di sofa ruang tamu selepas itu dia pergi ke dapur untuk menyiapkan buah.


“Selamat ya sayang,” mama elva memeluk tubuh kanaya dan menciumi nya.


“Iya mama.”


“Makan lah dulu, habis itu kamu mandi setelah itu baru kita ke dokter kandungan,” ucap zayn.


...°°°°°°°...


Sepulang dari dokter mama elva langsung menghubungi tante jia untuk memberitahu mereka akan berita gembira ini, sesuai dengan perkiraan semua keluarga kanaya datang ke rumah untuk memberikan selamat kepada kanaya dan juga zayn.


Bahkan oma sampai menangis saat mengetahui kalau dia akan menjadi nenek buyut, satu persatu kebahagiaan datang menghampiri keluarga mereka.


Begitupun dengan mama elva yang begitu bahagia dapat melihat kembali senyuman zayn yang sempat menghilang selain itu mama elva juga merasa putra nya sudah tidak menjaga jarak lagi kepada nya.

__ADS_1


Hari demi hari sudah berlalu, zayn begitu menikmati peran baru nya sebagai calon papa walaupun terkadang dia merasa sangat lelah dan kesal akan perubahan mood kanaya yang begitu cepat.


Selain mood nya zayn juga harus menghadapi berbagai permintaan kanaya yang tidak tau waktu dan tempat, seperti dia mendadak manja dengan duduk berpelukan dengan zayn saat dia sedang mengadakan meeting secara virtual dari rumah atau dia menghubungi zayn hanya untuk mendengar suara suami nya saja.


Tentu saja bukan hanya itu tingkah abstrak kanaya yang membuat zayn harus bolak-balik dari rumah ke kantor lalu kembali lagi ke rumah habis itu dia pergi ke kantor lagi, sampai-sampai zayn memutuskan untuk membawa kanaya ke kantor dan mengganti sofa nya yang dapat dirubah menjadi tempat tidur, bukan hanya sofa dia bahkan meletakan televisi agar kanaya tidak bosan.


...°°°°°...


Hari ini zayn tengah mengadakan rapat dengan para pemegang saham tetapi tidak lama ponsel zayn bergetar, setelah meminta maaf zayn langsung menggeser tombol hijau pada layar lalu dia meletakan gawai itu ke telinga nya.


“Ya?” sahut zayn, setelah mengatakan satu kata itu zayn meletakan kembali gawai nya lalu melanjutkan rapat yang sempat tertunda beberapa detik itu.


Tentu saja semua yang hadir dalam ruangan itu terlihat bingung, sebab zayn selalu mematikan ponselnya ketika rapat sedang berlangsung dan ini adalah pertama kali nya zayn melakukan itu.


Setelah rapat selesai zayn dan joe kembali ke dalam ruangan nya, “Kenapa lu menatap gue seperti itu joe?”


“Tidak, baru beberapa minggu gue cuti tapi banyak banget yang berubah dari lu.”


“Berubah bagaimana?”


“Ya seperti tadi contoh nya, biasa lu tidak pernah sekali pun mengaktifkan ponsel saat masuk ke ruang rapat, tapi tadi lu bahkan menjawab telepon itu pun Cuma bilang ya saja?”


“Tadi kanaya yang telepon gue, kalau sampai tidak gue jawab dia bakal nangis seharian penuh dan bilang kalau gue tidak perhatian dengan mereka seperti waktu itu.”


“Serius? Untung saja saat hamil nesya tidak seperti itu.”


Setelah merapikan berkas-berkas zayn mengambil kunci mobil dari dalam laci, “Mau kemana lu?” tanya joe.


“Ke rumah mau ganti baju, lu mau ikut?” tanya zayn.


“Bukannya lu selalu bawa baju ganti di mobil?”


“Mau ikut atau tidak?”


Setibanya di rumah zayn bergegas masuk ke dalam kamar setelah membasuh tangan dan kaki nya di kamar mandi bawah, sedangkan joe memilih menunggu zayn di dapur sekalian menyantap makan siang.


“Tumben kamu ikut joe?” tanya mama elva yang baru saja keluar dari kamar.


“Iya tante, iseng makan sendiri di kantor.”


“Oh, lalu kenapa kalian telat?”


“Tadi ada rapat, dan seperti tante tidak tau saja bagaimana situasi jalanan di kota ini.”


“Oh begitu.”


“Setelah kanaya hamil zayn jadi sering istirahat di rumah ya tante?”


“Ya begitulah, tapi ini sih sudah lebih baik dari pada awal-awal kanaya hamil, zayn sampai harus membawa kanaya ke kantor karena dia terus menghubungi zayn dan memintanya untuk pulang.”


“Oh ya? Pantas saja dalam ruangan sekarang ada televisi dan sofa nya juga di ganti.”


“Ya, tapi setelah berjalan beberapa minggu kanaya sudah tidak ingin ikut ke kantor, jadi zayn yang pulang setiap jam istirahat untuk memberikan pakaian nya yang sudah bau keringat ke kanaya.”


“Kenapa? Apa dia meminta kanaya untuk mencuci nya?”.


“Tidak, tapi kanaya ingin mencium bau keringat zayn saja.”


“Haha, uhuk-uhuk,” nampak nya joe tersedak.

__ADS_1


“Nah rasakan, maka nya jika sedang makan jangan banyak bicara,” mama elva memberikan segelas air ke joe.


“Kanaya ngidam nya lucu ya tante, hanya kanaya saja yang berhasil mengerjai zayn tanpa kena marah.”


“Siapa yang bilang zayn tidak marah, justru awal-awal mereka itu sering bertengkar bahkan zayn sampai di diamkan lima hari oleh kanaya, tapi syukurlah kini dia sudah mengerti, dan dia juga sudah jarang lembur di ruang kerja nya sebab dia harus tidur sore agar saat kanaya membangunkan nya dia tidak terlalu mengantuk.”


“Kok joe jadi kasihan ya tante?”


“Kenapa harus kasihan, justru dengan begitu mereka jadi memiliki sesuatu yang akan di ceritakan kepada anak nya kelak.”


Tidak lama terlihat zayn menuruni anak tangga, “Lu mandi zayn?”


“Ya sekalian saja,” sahut zayn.


“Makan lah dulu, terus kanaya sedang apa?”


Zayn berjalan ke arah meja makan dia menarik kursi untuk duduk kemudian dia menyendok makanan, “Kanaya sedang menonton drama kesukaannya, oh ya ma apa dia sudah makan?” tanya zayn.


“Sepertinya belum, kenapa kamu tidak tanya saja tadi?”


“Ah dia sedang marah dengan ku.”


“Sedih amat jadi lu zayn.”


Zayn tidak menghiraukan joe, sebab dia tau betul joe memang selalu bahagia di atas penderitaan nya, zayn bergegas menghabiskan makan siang nya lalu zayn pergi ke dapur untuk membuat roti panggang, mengupas buah dan membuatkan segelas susu untuk kanaya lalu zayn membawa nya ke kamar.


Melihat zayn melakukan semua itu membuat joe terpaku sedangkan mama elva sudah terbiasa melihat zayn seperti itu,


“Kenapa joe?”


“Apa setiap hari zayn melakukan semua itu tante?”


“Ya begitu lah, sebab kanaya yang selalu mual jika melihat nasi dan masakan berbumbu jadi zayn lah yang membuatkan makanan untuk kanaya.”


“Tapi nesya saat hamil memakan semua nya?”


“Orang hamil itu beda-beda joe, tante saat hamil brayn hanya mual selebihnya biasa saja, sedangkan saat hamil zayn tante justru sangat sebal dengan papa nya,” mama elva tersenyum.


“Oh begitu, jadi kanaya hanya makan itu saja setiap hari?”


“Tapi bubur dia masih makan, asalkan hanya di berikan garam saja untuk perasa, begitu pun dengan lauk yang lain cukup taburi garam saja lalu di masak.”


“Oh seperti itu.”


“Bagaimana kabar istri dan kedua anak mu?”


“Mereka baik tante.”


Nampak zayn berjalan ke dapur untuk meletakan piring kotor kemudian dia berpamitan untuk ke kantor lagi, untung saja dia bos nya kalau bukan pasti dia akan di marahi karena telat satu jam setengah.


...°°°°°...


Malam nya zayn berjalan lesu ke dalam kamar, dia langsung merebahkan tubuh nya di sofa, melihat suami nya kelelahan membuat kanaya menjadi kasihan


“Zayn pasti kamu lelah?”


“Ya sedikit.”


“Mau aku pijat?”

__ADS_1


“Tidak perlu sayang, kamu juga tidak boleh kecapean kan?”


“Ya sudah kamu istirahat saja dulu,” kanaya mengecup bibir zayn sekilas, nampak zayn tersenyum lalu memejamkan matanya sejenak.


__ADS_2