KANAYA

KANAYA
37. Aktifitas yang tertunda.


__ADS_3

Kanaya bersama dengan zayn turun ke bawah untuk sarapan tetapi kondisi rumah begitu sepi, hanya ada beberapa asisten rumah tangga saja yang terlihat, “Bi, mama di mana?” tanya zayn.


“Nyonya sedang pergi berbelanja tuan,” sahut bi lena.


“Belanja? Bukan nya sebelum pesta mama sudah belanja bulanan?”


“Bukan belanja bulanan tuan.”


“Oh, ya sudah terima kasih ya bi.”


“Iya tuan.”


Zayn mengajak kanaya ke meja makan untuk sarapan, setelah sarapan zayn mengambil laptop nya di ruang kerja dan membawa nya keluar.


Dia mendudukkan tubuh nya di sebelah kanaya yang sedang membaca majalah di ruang keluarga, “Zayn,” panggilnya.


“Hmm.”


“Kamu sedang apa?”


“Mengecek laporan sebentar.”


“Kamu kan sedang ambil cuti?”


“Iya hanya sebentar saja.”


“Zayn,” kanaya mengguncangkan tubuh zayn.


“Ada apa? Tunggu sebentar saja aku mau cek laporan dulu, ini sangat penting.”


“Zayn.”


Karena tidak bisa fokus zayn menutup laptop nya dan menatap ke arah kanaya, “Ya, kenapa?”


“Kamu benar ingin ikut dengan ku keluar kota?”


“Iya, bukan kah ini sudah di bahas sebelum nya kalau kita akan pergi bulan madu setelah pekerjaan mu selesai?”


“Iya sih, tapi zayn.”


“Kenapa? Kamu tidak ingin aku ikut?”


“Bukan tidak boleh,tapi kan.”


“Sudahlah aku lelah, nanti saja jika kamu ingin berdebat dengan ku.”


Zayn pergi ke kamar di ikuti oleh kanaya, “Dengarkan aku dulu dong zayn, kamu kenapa sih mudah sekali kesal seperti ini.”


“Itu karena kamu menyebalkan.”


“Kalau aku menyebalkan kenapa kamu mau menikah dengan ku?” tanya kanaya.


Zayn tidak menjawab, “Kamu yang menyebalkan,” kanaya memukul pelan tubuh zayn terus menerus.


Zayn langsung memegang tangan kanaya, “Andai kamu tidak lagi datang bulan, aku pastikan kamu akan merintih seharian karena mengganggu istirahatku,” bisik zayn membuat tubuh kanaya merasakan sensasi aneh.


Kanaya langsung melepaskan genggaman zayn dan bergegas keluar dari kamar meninggalkan zayn yang tersenyum penuh kemenangan.


...°°°°°...

__ADS_1


Kanaya meminum segelas air karena merasa tenggorokan nya sangat kering, Jantungku masih saja berdebar tidak karuan seperti ini.


“Kamu sedang apa kanaya?” tanya mama elva.


“A-aku sedang minum tante, tante sudah selesai berbelanja nya?”


“Tante?”


“Ma-maaf ma.”


“Tidak apa-apa sayang, oh ya bagaimana semalam apa menyenangkan?” goda mama elva.


“Semalam tidak terjadi apapun ma, kanaya sedang datang tamu bulanan nya,” sahut zayn yang tiba-tiba muncul, mendengar pengakuan putra nya tentu saja mama elva tertawa.


“Aku sangka kamu sedang tidur zayn.”


“Tidak, aku hanya bilang ingin istirahat bukan nya tidur.”


“Kalian sudah sarapan?” tanya mama elva.


“Sudah ma,” sahut kanaya.


“Ya sudah mama ke kamar dulu ya.”


“Iya ma.”


...°°°°°°°...


Beberapa hari berlalu kanaya sedang menonton sebuah drama di dalam kamar bersama dengan zayn, sesekali dia tertawa saat melihat adegan lucu bahkan dia sampai memukul pelan tangan zayn hingga membuat zayn tidak bisa fokus dengan pekerjaan nya.


“Aku sedang bekerja kanaya.”


“Bisa tidak suara televisi nya di kecilkan sedikit?” tanya zayn.


“Ini sudah aku kecilkan volume nya zayn, lagi pula kenapa kamu dari tadi bermain laptop terus sih? Bukan nya kamu sedang libur sekarang? Lebih baik kamu menonton drama ini dengan ku.”


“Aku tidak tertarik.”


“Ya sudah,” kanaya melanjutkan menonton televisi.


Pada akhirnya zayn menutup laptop dan merapikan berkas-berkas di meja, zayn menatap ke arah kanaya yang sedang serius melihat drama kesukaannya, nampak zayn tersenyum kecil.


“Kamu sedang menonton acara apa sampai tertawa seperti itu?” zayn menggeser rambut kanaya ke telinga agar tidak menutupi wajah cantik nya.


“Kamu lihat nya aku sedang menonton apa?”


“Tidak tau, sebab itu tidak menarik sama sekali.”


“Kalau tidak menarik kenapa bertanya?” ucap kanaya tanpa menoleh kearah zayn.


Perlahan zayn mendekati wajah nya lalu menggigit telinga kanaya pelan, “Kalau lapar makan sana, kenapa gigit telinga ku?”


Bukan menjawab zayn malah menciumi leher nya, “Zayn geli.”


“Kamu tidak istirahat? Apa kamu tidak lelah?” kanaya menggelengkan kepalanya.


Zayn memeluk kanaya hingga membuatnya tidak fokus saat menonton drama kesukaannya itu, “Zayn geli jangan menggelitik aku.”


Bukan nya berhenti tangan zayn malah semakin bergerak tidak beraturan membuat kanaya tertawa karena tidak tahan dengan rasa geli nya.

__ADS_1


“Hari ini tamu mu sudah pergi kan?” tanya zayn, kanaya menganggukkan kepalanya.


Zayn terus saja menciumi leher jenjang kanaya, “Zayn,” gumam kanaya.


“Apa kita bisa melakukan nya sekarang?” bisik nya.


“Ta-tapi ini masih siang zayn.”


Zayn tidak memperdulikan ucapan kanaya dia terus saja melanjutkan aktifitas nya, perlahan zayn memasukan tangan nya ke dalam pakaian kanaya sambil terus ******* bibir ranum kanaya.


Zayn melepaskan ciuman nya lalu dia menggendong kanaya ke tempat tidur dan melepaskan satu persatu pakaian yang mereka kenakan, jantung kanaya berdebar cepat antara takut dan penasaran.


“Aku akan melakukan nya dengan pelan,” bisik nya, kanaya mengangguk.


“Ah,” erangan kecil terdengar dari bibir kanaya, dia merasa seperti tersayat saat zayn mulai memasukinya dan akhirnya siang itu mereka melakukan aktifitas panas yang sempat tertunda kemarin.


...°°°°°°...


Kanaya perlahan membuka mata nya, dia sempat terlelap karena kelelahan setelah melayani zayn lalu dia mengambil ponsel nya yang dia letakan di nakas, “Sudah sore,” gumam nya.


Kanaya turun dari tempat tidur nya dan langsung meringis menahan sakit dan perih pada tubuh nya, “Kenapa sakit sekali?” gumam nya.


Kanaya mengambil pakaian yang berceceran di lantai satu persatu lalu meletakan di bak pakaian, setelah mengambil handuk dia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Selepas mengenakan pakaian dia mendekati zayn yang masih tertidur, “Zayn bangun!” kanaya mengguncangkan tubuhnya.


“Sebentar lagi aku masih mengantuk,” gumam nya.


“Zayn bersihkan tubuh mu dulu,” dengan malas zayn bangun juga dari tidur nya dia bersandar mengumpulkan tenaga.


Zayn menatap wajah kanaya kemudian mengecup bibir nya sekilas dan bergegas ke kamar mandi, kanaya mengganti alas tempat tidur yang terkena noda lalu menggantinya dengan yang baru, dia mencoba membersihkan nya terlebih dulu sebelum meletakan nya ke keranjang.


“Kenapa kamu yang mencuci? Letakkan saja di keranjang biar nanti bibi yang mencuci,” ujar zayn seraya mengeringkan rambut nya.


“Hanya menghilangkan noda ini saja jika sudah hilang baru aku akan letakan di keranjang,” mendengar perkataan kanaya, zayn tersenyum kecil mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.


“Zayn,” panggil kanaya.


“Ya.”


“Apa kamu tidak bosan di rumah terus?”


“Tidak.”


“Aku ingin jalan-jalan aku bosan si rumah terus.”


“Kemana?”


“Kemana saja zayn.”


“Aku malas.”


“Zayn ayo aku bosan si rumah,” rengek nya sambil menarik tangan zayn.


“Iya-iya kamu tidak sabaran sekali,” zayn mengambil kunci mobil di laci, setelah berpamitan dengan mama elva mereka bergegas keluar dari rumah.


Sesuai dengan permintaan kanaya zayn mengajak nya berkeliling dan berhenti sejenak di mini market untuk membeli makanan ringan.


Kanaya terlihat begitu senang menikmati makanan ringan yang dia beli tadi, “Lihat kamu sudah mirip seperti anak kecil,” zayn membersihkan bibir kanaya menggunakan ibu jari sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2