
Selepas mandi zayn merebahkan tubuh nya di samping kanaya, “Zayn,” panggil nya.
“Tidurlah, ini sudah malam.”
“Zayn, apa kamu marah dengan ku?”
“Tidak.”
“Bohong, jika kamu tidak marah kenapa kamu tidak melihat ke arah ku?” kesal nya.
Mood nya benar-benar sedang naik turun sekarang, salah sedikit bicara yang ada dia nangis lagi.
Zayn berbalik menatap Kanaya, “Aku tidak marah kanaya.”
“Lantas kenapa kamu begitu kepadaku?”
“Kamu istirahat ya, pasti kamu juga lelah kan?”
“Lihat, kamu bahkan menghindari pertanyaan ku!”
Astaga.
Kanaya memilih duduk dan tidak lama terdengar suara isakan, zayn langsung ikut terbangun lalu memeluk nya, “Maafkan aku kanaya.”
Namun bukan nya berhenti tangis nya semakin kencang, setelah membiarkan istri nya menangis hingga tenang, barulah zayn berbicara, “Aku tidak marah kepada mu, tapi saat di rumah sakit aku memang sedikit kesal karena kamu tidak mau mendengar ucapan ku,” jelas zayn.
“Lalu aku juga kesal pada diriku sendiri karena tidak mengetahui jika kamu sedang hamil.”
“Kenapa? Itu kan bukan salah mu, aku saja tidak tau jika aku sedang hamil sekarang karena tidak ada tanda-tanda seperti hamil pertama.”
“Kanaya,” Panggil zayn.
“Iya.”
“Minggu depan aku harus berangkat keluar kota karena ada sedikit urusan, sebenarnya aku ingin mengajak mu sekalian liburan tapi.”
“Tidak apa-apa zayn, aku mengerti lagi pula aku kan sedang hamil muda,” zayn memeluk istrinya.
“Aku mencintaimu kanaya.”
“Ya aku tau.”
Tidak lama setelah perbincangan tadi kanaya tertidur begitu lelap di sebelah zayn, “Maaf kanaya, aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya kenapa aku banyak diam hari ini aku takut kamu jadi kepikiran dan mempengaruhi kehamilan mu, sejujurnya aku sedang tidak bisa fokus dari tadi karena ada masalah dengan perusahaan.”
“Jadi paman memintaku untuk menemuinya di sana, sebab aku juga tidak mau kalau sampai mama tau masalah ini," gumam nya.
...°°°°°°...
Di tempat lain joe menemui andrew di apartemen nya, “Gue baru tau kalau lu selicik ini drew,” kesal joe.
“Apa maksud lu?”
“Jangan pura-pura, lu kan yang menghasut orang-orang yang tidak suka dengan zayn untuk membantu lu menghancurkan dia?”
“Jadi tujuan lu nemuin gue Cuma mau bilang itu saja? Kalau begitu silakan lu keluar dari sini!” usir andrew.
“Lu bertingkah seperti ini hanya karena masalah wanita, bahkan lu sampai tega menghancurkan usaha yang di bangun oleh sahabat lu sendiri?”
“Haha, sejak kapan gue punya sahabat? Dari awal pun dia bukan sahabat gue sebab jika dia benar-benar anggap gue sahabat nya dia akan bantu gue di saat orang tua gue hampir bangkrut waktu itu tapi apa? Bahkan zayn tidak bisa gue hubungi dengan alasan sedang sibuk.”
Joe tertawa, “Sayang nya zayn bukan tipe orang yang membantu teman-teman nya secara terang-terangan.”
__ADS_1
“Apa maksud lu?”
“Apa lu pernah bertanya kepada orang tua lu, dari mana mereka mendapatkan uang untuk melunasi hutang-hutang mereka?”
“Saat perusahaan orang tua angkat lu hampir bangkrut, dan beberapa bangunan tidak bisa di lanjutkan karena kekurangan dana, zayn lah yang memberikan pinjaman ke orang tua lu bahkan walaupun dia tau usaha lu lagi bagus, dia tidak bilang apapun mengenai hutang mereka yang sampai saat ini belum di kembalikan karena orang tua lu sudah berpulang.”
“Ya tapi berkat ini juga gue tau bagaimana karakter sahabat gue, dan gue jadi menyadari yang mana sahabat gue sebenarnya.”
“Walau zayn terkesan cuek dan seakan tidak perduli, tapi sebenarnya dia amat sangat perduli hanya saja dia tidak bisa mengekspresikan nya.” Joe bangun dari duduk nya dan bergegas pergi tetapi dia berbalik menatap andrew.
“Ah iya gue lupa tentang satu hal mengenai mantan pacar lu yang bernama Monica, sebenarnya Zayn juga menyukai monica tetapi setelah dia tau lu juga suka dengan wanita itu, zayn lebih memilih mundur dan pergi keluar negeri untuk melanjutkan pendidikan nya.”
“Jadi gue hanya berharap agar lu ngelakuin hal yang sama, apalagi sekarang kanaya sedang hamil dan sangat membutuhkan suami nya,” joe pergi meninggalkan andrew sendirian di apartemen.
...°°°°°°...
Seminggu telah berlalu, “Kamu sudah mau berangkat?” tanya kanaya manja sambil memeluk tubuh zayn dari belakang hingga membuat nya kesulitan untuk memasukan beberapa berkas penting ke dalam tas nya.
“Iya sayang, aku sudah menjawab pertanyaan yang sama sebanyak dua puluh enam kali, apa tidak ada pertanyaan yang lain?”
“Zayn.”
“Hmm.”
“Jangan selingkuh di belakang ku!” ucapan kanaya spontan membuat nya tertawa.
“Kenapa akhir-akhir ini kamu terus mengatakan hal seperti ini sih?”
“Ya karena suami ku terlihat tampan, tetapi aku sudah terlihat jelek,” rengek nya.
“Haha, tapi iya sih sekarang kamu terlihat sedikit jelek,” goda nya.
Kanaya memukul tubuh zayn, “Aduh, aku hanya bercanda sayang,” zayn menggenggam kedua tangan kanaya agar berhenti memukulnya.
“Kamu itu masih cantik, bahkan terlihat semakin cantik sekarang,” wajah kanaya langsung memerah.
“Zayn,” panggil nya lagi.
“Iya.”
“Bagaimana jika ada perempuan yang lebih cantik dari ku di sana?”
Hah, mulai drama nya.
“Aku tidak akan tergoda, aku janji.”
“Benar?”
“Iya sayaang, aku berjanji pada mu.”
Zayn berjalan ke balkon untuk mengambil ponsel nya sedangkan kanaya masih saja mengekori zayn.
“Zayn,” rengek nya.
Zayn menatap kanaya lalu menangkup kedua pipi kanaya kemudian mencium lembut bibir istrinya, “Aku berjanji tidak akan tergoda ataupun berselingkuh dengan wanita lain di sana, aku juga akan menghubungi mu jika sempat, walaupun tidak sempat aku akan mencari waktu untuk menghubungimu walaupun sebentar,” senyum kanaya langsung mengembang.
“Sudah?” kanaya mengangguk.
“Kalau begitu aku berangkat ya.”
“Aku mau antar sampai kamu naik mobil.”
__ADS_1
Zayn menggenggam tangan kanaya menuruni anak tangga lalu berjalan menuju mobil, “Jangan terlalu lelah, jika mau keluar harus ada yang menemani lalu makan dan minum vitamin mu secara teratur,” zayn mengecup kening kanaya, “Aku berangkat.”
Kanaya mengangguk, “Ma, aku titip kanaya ya,” zayn mencium kedua pipi mama elva.
“Hati-hati,” zayn tersenyum, setelah berpamitan zayn naik ke mobil menuju bandara di antar pak rudi.
...°°°°°°°
...
...
...
Andrew menatap kosong keluar jendela, dia masih kepikiran dengan ucapan joe kemarin, “Bodoh,” gerutu nya.
Andrew mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang, “Halo paman, aku dengar kalau orang tua ku masih memiliki sejumlah hutang kepada EarthShine Group?”
Andrew diam mendengarkan apa yang paman nya katakan, “Kalau memang benar aku ingin mengembalikan nya.”
....
“Ya, sekalian aku ingin minta tolong kepada paman untuk mengambil alih pembangunan hotel di sini.”
.....
“Tidak, aku hanya tidak ingin berjauhan dengan orang tua ku,” andrew nampak tersenyum.
....
“Iya paman, terima kasih banyak atas bantuan paman dan maaf aku selalu merepotkan paman dalam segala hal.”
Andrew mengakhiri sambungan telepon itu, “Hanya ini yang bisa gue lakukan untuk menebus kesalahan gue zayn.”
Andrew keluar dari apartemen sambil mendorong kopernya, tepat hari ini dia memutuskan untuk kembali ke negara nya, “Aku pasti akan merindukan tempat ini.”
Dia naik ke dalam mobil lalu mengemudikan nya ke suatu tempat karena ada janji dengan seseorang, setelah dia sampai di kafe andrew langsung menghampiri nya.
“Ada perlu apa lu manggil gue?” tanya joe.
“Gue mau berpamitan sebelum gue pulang dan ada yang ingin gue titipkan untuk zayn.”
“Lu mau pergi?” tanya joe.
“Ya, begitu lah.”
“Lalu, gue juga mau minta maaf ke lu, gue harap lu bisa memaafkan segala kesalahan gue dan sampaikan juga permintaan maaf gue untuk zayn dan juga kanaya.”
Joe menepuk bahu andrew lalu tersenyum, “Tidak apa, gue bersyukur lu kembali jadi sahabat gue yang dulu, gue akan sampaikan pesan lu ke mereka.”
“Terima kasih, kalau begitu gue pergi ya.”
“Hati-hati, jika sudah sampai kabarin gue,” ujar joe tersenyum.
Andrew membalas dengan senyuman lalu dia pun pergi dari sana, Awal aku datang ke sini aku hanya berharap agar dapat bertemu lagi dengan mu dan itu sudah cukup untuk ku.
Andrew menghentikan mobil nya di sebuah taman dan duduk sebentar di sana, dia mengambil paper bag dan mengeluarkan sebuah kotak musik dari dalam sana.
Walaupun dalam hati kecil ku aku berharap kamu mengejar ku seperti dulu dan mengatakan selamat tinggal, tapi aku yakin itu tidak lah mungkin.
Andrew meletakan kotak musik itu di kursi taman dengan sebuah note bertuliskan Rawat dia, agar dia dapat terlepas dari bayang-bayang masa lalu yang terus saja menahan nya untuk pergi.
__ADS_1
Walaupun sesungguh nya dia amat berat membuang hadiah perpisahan yang terus dia rawat sampai sekarang, tapi dia harus melakukan nya agar dia dapat meyakinkan diri nya kalau semua ini sudah berakhir.
Semoga kebahagiaan selalu menyertai mu kanaya, selamat tinggal.